Project Management Body of Knowledge atau PMBOK merupakan panduan yang digunakan oleh para manajer proyek. Pada PMBOK terdapat 12 prinsip dari Manajemen Proyek.
Terdapat 3 bagian dari Project Management Body of Knowledge, yaitu :
Project Performance Domains
Aspek-aspek yang menjadi project performance domains yang mempengarui kesuksesan proyek, yaitu:
Stakeholder.
Bagian stakeholder dirincikan menjadi stakeholder performance dan stakeholder engagement. Hasil yang diharapkan dari bagian ini adalah mampu untuk bekerja sama dengan baik, serta mendapatkan persetujuan dari stakeholder, yang mana mendatangkan keuntungan bagi mereka dan perusahaan. Pada stakeholder engagement, tim akan melakukan siklus yang dimulai dari identifikasi, pahami, analisis, susun prioritas, engage, dan monitor keinginan stakeholder. Cara berkomunikasi dengan user terbagi menjadi 2, yaitu push communication, seperti mengirim email atau melakukan telepon dan pull communication yang berupa website atau bullet board.
Team Performance.
Outcome yang diharapkan adalah team berperforma tinggi, semua member memiliki jiwa leadership, dan shared ownership. Dalam Team Performance, terdapat Project team management dan leadership. Perbedaan keduanya adalah jika manajemen berfokus pada pekerjaan, leadership berfokus pada sumber daya manusianya. Kemampuan leadership ini mencakup membangun visi, meningkatkan motivasi, pengambilan keputusan, serta berpikir kritis. Leadership dibagi menjadi centralised yang berfokus pada satu orang dan distributed yang membaginya dalam tim. Terdapat juga servant leaders yang melindungi tim dari gangguan dan team development yang mendukung pertumbuhan tim. Setiap tim mempunyai budayanya masing-masing yang mengharuskan manajer proyek untuk menciptakan lingkungan tim yang baik.
Development Approach dan Life Cycle.
Outcome yang diharapkan adalah pendekatan pengembangan yang penyampaiannya konsisten serta siklus hidup proyek yang menghubungkan penyampaian value dengan para stakeholders dari awal hingga akhir. Terdapat beberapa pendekatan yang bisa digunakan, yaitu predictive dan adaptive. Prediktif dipakai ketika proyek tidak terlalu kompleks, scope sudah ditentukan sedari awal, terdapat investasi besar atau berisiko tinggi. Sementara, pendekatan adaptif merupakan pendekatan yang dianggap gesit, yang merupakan kombinasi antara increment dan iterative. Kombinasi antara kedua pendekatan tersebut disebut dengan yang namanya Hybrid, yang berguna ketika requirement-nya tidak menentu. Dalam life cycle, beberapa fase yang akan dialami developer adalah feasibility, desgin, build, test, deploy, dan close.
Planning.
Outcome yang diharapkan adalah proyek berlangsung secara terorganisir, informasi yang berkembang digunakan untuk menghasilkan kiriman sesuai kebutuhan, dan proses penyesuaian rencana didasarkan pada kebutuhan atau kondisi yang muncul. Proses planning ini mencakup merencanakan development style, project deliverables, organisational requirements, market conditions, dan legal or regulatory restrictions. Planning dimulai dengan memahami business case, kebutuhan stakeholder, serta scope proyek.
Dalam proses Planning, kita juga akan mengatur jadwal apabila terjadi schedule crashing, yaitu jadwal yang bertabrakan, serta fast tracking yaitu melakukan beberapa aktivitas secara pararel. Selain itu, mengatur jadwal juga dilakukan apabila terjadi lags dan leads. Leads adalah saat ketika kita dapat memulai suatu aktivitas sebelum waktu yang ditentukan. Sementara itu, lags merupakan saat ketika kita harus menunda suatu pekerjaan.
Project Work
Outcome yang diharapkan adalah sebagai berikut:
kinerja proyek yang efisien dan efektif
proses proyek yang sesuai
komunikasi yang tepat dengan pemangku kepentingan
pengelolaan sumber daya fisik dan pengadaan yang efisien
peningkatan kemampuan karena pembelajaran terus menerus dan perbaikan proses
Dalam project work, akan ditentukan bagaimana proses yang berjalan pada proyek. Bagian ini perlu untuk selalu direview untuk memastikan apakah proses tersebut masih sesuai. Hal ini dapat menggunakan tools Lean. Pada bagian ini, kita juga harus menyeimbangkan batasan yang ada, yaitu berupa scope, quality, cost, dan time. Selain itu, perlu juga untuk mengontrol fokus tim, yang mana ini merupakan tugas dari manajer proyek. Hal yang perlu ditangani lainnya adalah komunikasi dan engagement serta mengatur manajemen sumber daya. Adapun proses dari manajemen sumber daya adalah planning, ordering, transporting, storing, tracking, dan controlling. Selain itu, dalam proyek haruslah bekerja dalam procurement dengan dokumen yang mungkin diperlukan adalah dokumen informasi, proposal, dan kutipan. Sementara dalam memilih vendor, haruslah mempertimbangkan biaya, pengiriman, dan pengalaman.
Delivery
Outcome yang diharapkan adalah sebagai berikut:
proyek berkontribusi pada tujuan dan strategi bisnis
proyek mewujudkan hasil yang mereka inginkan
manfaat direalisasikan dalam jangka waktu yang dimaksudkan
Tim proyek mengerti tentan requirement-nya
Stakeholder senang dan setuju dengan value yang diberikan
Proses penyampaian value dilakukan dalam 2 cara yaitu adaptif yang melalui perjalanan panjang dan prediktif yang langsung disampaikan dalam satu waktu. Dalam delivery, dikenal juga yang namanya deliverable, yaitu sebuah peningkatan dari value.
Measurement
Outcome yang diharapkan adalah sebagai berikut:
pemahaman yang dapat diandalkan tentang status proyek
data yang dapat ditindaklanjuti untuk pengambilan keputusan
tindakan tepat waktu untuk menjaga proyek tetap pada jalurnya
mencapai target dan menghasilkan nilai bisnis karena keputusan yang tepat.
Uncertainty
Outcome yang diharapkan adalah sebagai berikut
kesadaran terhadap lingkungan
Secara proaktif mengeksplorasi ketidakpastian
kesadaran akan saling ketergantungan berbagai variabel pada proyek
Kemampuan mengantisipasi ancaman dan peluang serta memahami konsekuensinya
peluang yang direalisasikan untuk meningkatkan kinerja proyek
menggunakan cadangan biaya dan jadwal untuk memenuhi tujuan proyek
Tailoring
Proses manajemen proyek yang tepat (input, alat, teknik, output, dan tahapan siklus hidup) harus dipilih untuk mengelola proyek. Fitur opsional ini disebut kustomisasi manajemen proyek. Dalam hal penyesuaian, manajer proyek bekerja sama dengan tim proyek, sponsor, dan manajemen perusahaan. Dalam beberapa kasus, perusahaan mungkin memerlukan metode manajemen proyek tertentu.
Penyesuaian diperlukan karena setiap proyek adalah unik dan tidak semua proses, alat, teknik, masukan atau keluaran yang diidentifikasi dalam Panduan PMBOK® diperlukan untuk setiap proyek. Kustomisasi harus memenuhi ruang lingkup, jadwal, biaya, sumber daya, kualitas, dan kendala risiko. Setiap kendala memiliki implikasi yang berbeda untuk setiap proyek, dan manajer proyek harus mengadaptasi pendekatan yang tepat untuk manajemennya berdasarkan lingkungan proyek, budaya organisasi, kebutuhan pemangku kepentingan, dan variabel lainnya.
Saat mengadaptasi manajemen proyek, manajer proyek juga harus mempertimbangkan tingkat manajemen yang mungkin berbeda dan lokasi pekerjaan proyek, serta budaya organisasi. Selain itu, keputusan kustomisasi dapat dipengaruhi dengan mempertimbangkan apakah pelanggan proyek berada di dalam atau di luar organisasi. Metodologi manajemen proyek yang baik memperhitungkan keunikan proyek dan memungkinkan tingkat penyesuaian oleh manajer proyek.
Sehingga proses pada tailoring dapat dibuat dengan poin sebagai berikut:
Select initial development approach,
Tailor for organization,
Tailor for project, and
Implement and going improvement.
Models, Method, and Artifact
Models
Pada bagian ini berisi model yang umum digunakan oleh perusahaan untuk membantu menjelaskan atau memberikan suatu informasi akan suatu hal. Berikut contoh model-model yang dapat digunakan:
Kepemimpinan situasional
Ken blanchard’s situational leadership II
OSCAR coaching model
Komunikasi
Cross cultural communication
Effectiveness of communication channels
Gulf of execution and evaluation
Motivasi
Hezeberg’s theory of motivation
Intrinsic versus extrinsic motivation
Theory of needs
Theory X,Y,Z
Perubahan
Managing change in organization
ADKAR
8 steps to change
Virginia Satir Change Model
Transition Model
Kompleksitas
Cynefin framework
Stacey matrix
Pengembangan Tim Proyek
Tuckman’s Ladder
Drexler/Sibbet Team Performance model
Lainnya
Conflict Model
Negotiation
Planning Sweet Spot
Process Groups
Salience Model
Method
Metode adalah cara untuk bisa mencapai suatu hasil. Berikut merupakan contoh dari methods:
Data gathering and analysis
Estimating
Meeting and Event
Artifact
Artifact merupakan template, dokumen, atau project deliverable. Artifact dapat dihasilkan dengan:
Strategy
Logs and Registrars
Plans
Hierarchy Charts
Baselines
Visual Data and Information
Reports
Agreements and Contracts
Referensi
Veronica, S. 2005. The Role of Governance in Preventing Misstated Financial Statement. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia 2 (1): 159-173.