Matahari adalah bintang yang menjadi pusat tata surya kita. Semua planet termasuk Bumi mengorbit mengelilinginya karena pengaruh gaya gravitasi Matahari. Tanpa Matahari, kehidupan di Bumi tidak akan ada karena ia merupakan sumber utama energi dan cahaya.
Matahari tersusun dari beberapa lapisan, dari bagian dalam ke luar:
Inti (Core)
Suhu: sekitar 15 juta °C
Tepat terjadinya reaksi fusi nuklir, di mana atom hidrogen bergabung membentuk helium dan melepaskan energi dalam bentuk cahaya dan panas.
Zona Radiatif (Radiation Zone)
Energi dari inti berpindah secara radiasi melalui lapisan ini.
Butuh ribuan hingga jutaan tahun agar energi sampai ke permukaan.
Zona Konvektif (Convective Zone)
Di sini energi berpindah melalui konveksi, yaitu pergerakan massa gas panas naik dan turun.
Fotosfer
Lapisan yang tampak oleh mata manusia (permukaan “luar”).
Suhu sekitar 5.500 °C.
Dari sinilah cahaya Matahari yang kita lihat berasa
Kromosfer
Lapisan tipis di atas fotosfer, tampak berwarna kemerahan saat gerhana Matahari.
Korona
Lapisan terluar, berupa gas sangat panas (hingga 2 juta °C) yang memancar cahaya lemah.
Terlihat jelas saat gerhana total.
Jarak dari Bumi: sekitar 150 juta km (1 satuan astronomi).
Diameter: sekitar 1,39 juta km — sekitar 109 kali lebih besar dari Bumi.
Usia: diperkirakan 4,6 miliar tahun.
Komposisi: sekitar 74% hidrogen, 24% helium, sisanya unsur berat.
Energi: Matahari memancarkan sekitar 3,8 × 10²⁶ watt energi setiap detik.
Memberikan cahaya dan panas bagi Bumi.
Mengatur iklim dan cuaca.
Menjadi sumber energi utama untuk fotosintesis tumbuhan.
Menggerakkan siklus air dan menjaga keseimbangan ekosistem.