Titan adalah satelit paling penting di Saturnus.
Keunikan: Merupakan satu-satunya satelit di Tata Surya yang memiliki atmosfer tebal (sebagian besar nitrogen) dan memiliki danau, sungai, serta lautan metana dan etana cair di permukaannya.
Ukuran: Lebih besar dari planet Merkurius, menjadikannya satelit terbesar kedua di Tata Surya (setelah Ganymede milik Jupiter).
Enceladus adalah kandidat utama pencarian kehidupan di Tata Surya luar.
Keunikan: Memuntahkan geyser es (plume) dari wilayah kutub selatannya. Geyser ini berasal dari lautan air asin cair yang tersembunyi di bawah lapisan esnya.
Komposisi: Permukaannya sangat reflektif dan terbuat dari es air.
Keunikan: Memiliki kontras warna yang ekstrem, di mana satu belahan permukaannya sangat gelap dan belahan lainnya sangat terang. Ia juga memiliki punggung bukit gunung yang membentang hampir di sepanjang khatulistiwanya.
Satelit terbesar kedua setelah Titan. Permukaannya didominasi oleh kawah dan retakan.
Keduanya adalah satelit es berukuran sedang yang memiliki fitur kawah dan ngarai es yang besar. Dione berbagi orbit dengan satelit Trojan kecil bernama Helene dan Polydeuces.
Terkenal karena memiliki kawah tumbukan raksasa, Kawah Herschel, yang ukurannya sekitar sepertiga dari diameter Mimas. Kawah ini memberikan penampilan yang menyerupai Death Star fiksi ilmiah.
Ada satelit lainnya seperti :
Ini adalah satelit-satelit kecil yang berinteraksi secara gravitasi dengan cincin Saturnus, membantu menjaga batas-batas cincin tetap tajam.
Pan: Mengorbit di dalam Celah Encke di Cincin A, dan bertanggung jawab atas pemeliharaan celah tersebut.
Daphnis: Mengorbit di dalam Celah Keeler di Cincin A.
Prometheus dan Pandora: Satelit-satelit ini berinteraksi dengan Cincin F, membantu "menggembalakan" dan mempertahankan bentuknya yang terpilin.
Atlas: Mengorbit di tepi luar Cincin A.
Sebagian besar dari 146 satelit Saturnus termasuk dalam kategori ini.
Satelit Ireguler: Kelompok satelit ini memiliki orbit yang sangat miring dan berbentuk elips. Mereka diyakini merupakan asteroid atau komet yang ditangkap oleh gravitasi Saturnus. Contohnya adalah Phoebe, yang mengorbit secara retrograde (berlawanan arah).
Satelit Ko-orbital (Epimetheus dan Janus): Kedua satelit ini berbagi orbit yang hampir identik. Ketika yang satu mendekati yang lain, mereka akan saling bertukar posisi orbit, sebuah tarian gravitasi yang unik.
Hyperion: Satelit berbentuk tidak beraturan yang unik karena berotasi secara kacau (chaos), artinya sumbu rotasinya terus berubah.
Daftar lengkap satelit Saturnus terdiri dari nama-nama yang diambil dari mitologi Yunani, Inuit, Norse, dan Gaul, mencerminkan keragaman satelit yang sangat banyak ini.