Satelit Neptunus
Satelit Neptunus
Neptunus memiliki 14 satelit alami yang terkonfirmasi. Mereka dibagi menjadi dua kategori utama: satelit reguler bagian dalam dan satelit ireguler bagian luar, dengan Triton sebagai satelit yang paling unik dan dominan.
Satelit-satelit ini mengorbit sangat dekat dengan Neptunus, berada di antara sistem cincinnya, dan bergerak dalam orbit yang hampir melingkar dan sejajar dengan bidang ekuator planet.
Naiad: Satelit terdalam dan terkecil di Neptunus, mengorbit begitu dekat sehingga terancam pecah dan jatuh ke planet tersebut di masa depan.
Thalassa: Satelit kecil tidak beraturan yang orbitnya berada di antara Naiad dan Despina.
Despina: Berfungsi sebagai satelit penggembala (shepherd moon), membantu menjaga tepi dalam dari Cincin Le Verrier.
Galatea: Satelit penggembala yang paling penting, mengatur tepi luar Cincin Adams melalui resonansi gravitasi.
Larissa: Satelit yang cukup besar dan tidak beraturan yang ditemukan melalui pengamatan sebelum misi Voyager 2.
Hippocamp: Satelit kecil yang ditemukan pada tahun 2013. Para ilmuwan menduga ia mungkin merupakan pecahan yang terlempar dari Proteus setelah tabrakan komet.
Proteus: Satelit terbesar kedua Neptunus. Meskipun ukurannya besar, ia memiliki bentuk yang tidak beraturan (bukan bulat sempurna), menjadikannya objek tidak beraturan terbesar di Tata Surya.
Satelit-satelit ini memiliki orbit yang besar, cenderung sangat elips, dan/atau sangat miring terhadap ekuator Neptunus. Mereka juga diyakini sebagai objek yang ditangkap oleh gravitasi.
Nereid: Satelit terbesar kedua di kelompok ini, yang ditemukan pada tahun 1949. Nereid terkenal karena memiliki salah satu orbit paling eksentrik di Tata Surya.
Halimede, Sao, Laomedeia, Psamathe, dan Neso: Ini adalah sekelompok satelit ireguler kecil yang ditemukan belakangan (sekitar tahun 2002-2003). Neso adalah yang paling jauh, memiliki orbit terbesar dan periode orbit terpanjang (sekitar 26 tahun) dari semua satelit yang diketahui di Tata Surya. Psamathe juga memiliki orbit yang sangat besar, bersama dengan Neso, menjadikannya terikat paling lemah pada Neptunus.
Triton adalah satelit terbesar dan paling unik di antara semua satelit Neptunus. Ia menyumbang lebih dari 99,5% dari total massa yang mengorbit planet tersebut.Triton terkenal karena memiliki orbit retrograde (berlawanan arah dengan rotasi Neptunus), yang merupakan indikasi kuat bahwa Triton ditangkap oleh gravitasi Neptunus dari Sabuk Kuiper, bukan terbentuk di tempatnya. Permukaannya sangat dingin (sekitar -235 °C), tertutup es nitrogen, dan menunjukkan tanda-tanda krio-vulkanisme atau geyser aktif yang menyemburkan gas nitrogen. Orbit retrograde yang dimilikinya menyebabkan Triton perlahan-lahan mendekat ke Neptunus dan ditakdirkan untuk pecah suatu saat nanti.