Tikus di lingkungan pelabuhan merupakan salah satu masalah saniter dan ekologi yang cukup serius. Pelabuhan, sebagai pintu gerbang jalur perdagangan internasional dan domestik, menyediakan kondisi ideal yang mendukung kelangsungan hidup dan perkembangbiakan populasi tikus.
Ketersediaan Makanan yang Melimpah: Pelabuhan menjadi tempat bongkar muat berbagai komoditas, termasuk bahan pangan, biji-bijian, dan pakan ternak. Ceceran muatan ini menjadi sumber makanan utama bagi tikus.
Banyak Tempat Bersembunyi: Tumpukan kontainer, celah-celah di dermaga, gudang penyimpanan yang padat, serta area sekitar kapal memberikan ruang berlindung yang sangat aman dari predator maupun manusia.
Akses Transportasi (Stowaway): Tikus sering kali ikut terbawa (menyusup) di dalam kapal laut atau kontainer dari satu negara/daerah ke daerah lain, menjadikannya spesies invasif yang mudah menyebar.
Keberadaan tikus di area ini membawa risiko besar, antara lain:
Penyebaran Penyakit (Aspek Kesehatan Masyarakat): Tikus pelabuhan merupakan salah satu binatang pembawa penyakit utama. Mereka dapat menularkan penyakit berbahaya seperti:
Pes (Plague): Ditularkan melalui pinjal (kutu) yang hidup di tubuh tikus. Pelabuhan adalah titik pengawasan utama untuk mencegah masuknya penyakit pes antarnegara.
Leptospirosis: Melalui urine tikus yang mencemari air atau tanah di area pelabuhan.
Hanta Virus : kelompok virus yang utamanya ditularkan oleh hewan pengerat (rodent)
Salmonellosis: Bakteri dari kotoran tikus yang mencemari komoditas pangan yang sedang dibongkar muat.
Kerugian Ekonomi dan Kerusakan Fasilitas: Tikus memiliki kebiasaan mengerat untuk mengasah giginya. Di pelabuhan, mereka sering merusak pembungkus komoditas (karung/kardus), merusak kabel instalasi listrik di gudang atau kapal, hingga dapat memicu korsleting listrik dan kebakaran.
Karena risikonya yang tinggi, pelabuhan biasanya diawasi secara ketat oleh otoritas kesehatan setempat (seperti Balai Kekarantinaan Kesehatan atau BBKK). Langkah pengendalian yang dilakukan meliputi:
Rat Proofing: Memasang penghalang tikus (rat guard) pada tali-tali tambat kapal yang sedang bersandar agar tikus dari darat tidak bisa naik ke kapal, atau sebaliknya.
Fumigasi dan Trap: Melakukan pengasapan kimia (fumigasi) pada kapal atau kontainer yang terindikasi membawa hama, serta memasang perangkap (trap) di titik-titik rawan gudang pelabuhan.
Sanitasi Lingkungan: Menjaga kebersihan area dermaga dari ceceran sisa makanan atau sampah logistik agar tidak mengundang tikus datang.