Pengenalan
Kecoa Australia adalah salah satu spesies kecoa yang termasuk dalam famili Blattidae dan banyak ditemukan di lingkungan yang hangat serta lembap. Kecoa ini merupakan hama dan vektor mekanis, karena dapat membawa dan memindahkan berbagai mikroorganisme dari tempat yang tercemar ke makanan, peralatan, maupun permukaan lingkungan.
Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Blattodea
Famili : Blattidae
Genus : Periplaneta
Spesies : P. australasiae
Morfologi
Ciri Fisik Kecoak Amerika (Periplaneta australasiae)
Ukuran & Bentuk: Bentuk tubuh pipih dan oval.
Warna (Eksoskeleton): Umumnya berwarna cokelat kemerahan hingga cokelat gelap. Bagian tepi pronotum memiliki pola atau garis kuning/pucat yang menjadi salah satu ciri khasnya.
Dada (thoraks): Memiliki pronotum yang lebar dan berbentuk seperti perisai. Pada bagian tepinya terdapat tanda berwarna kuning pucat.
Sayap: Memiliki dua pasang sayap yang berkembang dengan baik. Sayap menutupi sebagian besar abdomen dan memungkinkan kecoa ini terbang atau meluncur.
Kaki: Memiliki tiga pasang kaki yang panjang dan berduri. Kakinya beradaptasi untuk berlari dengan cepat.
Abdomen: Abdomen terdiri dari beberapa segmen dan pada bagian ujungnya terdapat cerci, yaitu struktur sensorik yang membantu mendeteksi perubahan lingkungan.
Dimensi
Panjang Tubuh: Bisa mencapai 30 – 35 mm (3 cm - 3,5 cm). Melindungi organ internal dan mendukung aktivitas bergerak serta mencari makanan.
Panjang Antena: Bisa mencapai 30 – 40 mm ( 3 cm - 4 cm). Sebagai organ sensorik untuk mendeteksi bau, sentuhan, getaran, kelembapan, dan perubahan kondisi lingkungan.
Kaki: Memiliki 3 pasang (6 kaki), terdiri dari sepasang kaki protoraks, sepasang mesotoraks, dan sepasang metatoraks. Selain spina, terdapat rambut/bulu sensorik halus (setae) pada kaki dan bagian tubuh lainnya yang berfungsi sebagai reseptor sentuhan dan membantu mendeteksi kondisi lingkungan.
Karakteristik Reproduksi & Khusus
Kecoa jantan memiliki sistem reproduksi yang berfungsi menghasilkan dan menyalurkan sperma kepada betina. Jantan umumnya memiliki ujung abdomen yang dilengkapi cerci serta struktur genital yang digunakan dalam proses perkawinan. Pada Periplaneta, jantan biasanya memiliki sayap yang menutupi atau sedikit melampaui ujung abdomen.
Kecoa betina memiliki sistem reproduksi yang berfungsi menghasilkan telur dan membentuk ootheka (kantung telur). Setelah perkawinan, telur berkembang dan dikemas dalam ootheka sebelum diletakkan pada lokasi yang terlindung. Betina umumnya memiliki abdomen yang lebih lebar dan membulat dibandingkan jantan, dengan ujung abdomen yang relatif lebih pendek dan tidak memiliki struktur genital jantan.