Pengenalan
Kecoa Jerman adalah spesies kecoa berukuran kecil yang termasuk dalam famili Ectobiidae dan merupakan salah satu hama rumah tangga serta hama penting pada fasilitas pengolahan makanan. Kecoa ini umumnya hidup di lingkungan yang hangat, lembap, dan memiliki akses terhadap makanan, seperti dapur, area penyimpanan makanan, restoran, dan fasilitas pengolahan pangan.
Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Blattodea
Famili : Ectobiidae
Genus : Blattella
Spesies : B. germanica
Morfologi
Ciri Fisik Kecoak German (Blatella germanica)
Ukuran & Bentuk: memiliki tubuh yang kecil, pipih, dan berbentuk oval.
Pronotum: memiliki dua garis longitudinal berwarna hitam/cokelat gelap yang merupakan ciri khas kecoa Jerman.
Warna tubuh: cokelat muda hingga cokelat kekuningan.
Sayap: berkembang baik pada kecoa dewasa dan menutupi abdomen; kecoa ini dapat terbang, tetapi umumnya lebih sering berlari.
Abdomen: terdiri atas beberapa segmen dan pada ujungnya terdapat cerci yang berfungsi sebagai organ sensorik.
Dimensi
Panjang Tubuh: Bisa mencapai 13–16 mm. Menunjang pergerakan dan aktivitas kecoa dalam mencari makanan serta tempat berlindung.
Panjang Antena: Bisa mencapai 15–20 mm. Sebagai organ sensorik untuk mendeteksi bau, sentuhan, getaran, dan kondisi lingkungan.
Kaki: Memiliki 3 pasang (6 kaki). Untuk berjalan, berlari, memanjat, dan mencengkeram berbagai permukaan. Memiliki spina pada bagian kaki, terutama tibia guna membantu mencengkeram permukaan dan mendukung pergerakan.
Karakteristik Reproduksi & Khusus
Pada jantan, tubuh umumnya lebih ramping dengan bagian abdomen yang relatif lebih sempit. Jantan memiliki sistem reproduksi untuk menghasilkan dan mentransfer sperma kepada betina. Bagian ujung abdomen memiliki cerci, serta struktur genital yang berperan dalam proses perkawinan.
Pada betina, tubuh cenderung lebih lebar dan abdomen lebih membulat. Betina menghasilkan telur yang kemudian dikemas dalam ootheka (kantung telur). Salah satu ciri khas Blattella germanica adalah betina membawa ootheka pada ujung abdomen hingga mendekati waktu menetas, sehingga telur lebih terlindungi selama perkembangan.