Secara harfiah, kematian atau ajal adalah akhir dari kehidupan, ketiadaan nyawa dalam organisme biologis. Kematian disebut juga dengan mortalitas. Adanya kematian akan mengurangi jumlah penduduk suatu wilayah. Oleh karena itu, kematian menjadi salah satu komponen analisis kependudukan yang penting. Terdapat 3 jenis perhitungan untuk analisis kematian dalam dinamika kependudukan, yaitu Crude Death Rate (CDR), Age Spesific Death Rate (ASDR), dan Infant Mortality Rate (IMR).
CDR dalam bahasa Indonesia disebut dengan angka kematian kasar. Angka kematian kasar digunakan untuk menghitung jumlah kematian setiap 1000 orang penduduk setiap tahunnya. Klasifikasi CDR adalah sebagai berikut:
Tinggi : jika angka kematian kasar suatu daerah lebih dari 30 tiap 1.000 orang.
Sedang : jika angka kematian kasar suatu daerah berkisar antara 20-30 tiap 1.000 orang.
Rendah : jika angka kematian kasar suatu daerah kurang dari 20 tiap 1.000 orang.
ASDR dalam bahasa Indonesia disebut dengan angka kematian menurut umur. Angka kematian menurut umur digunakan untuk menghitung jumlah kematian setiap 1000 orang dari golongan umur tertentu setiap tahunnya.
IMR dalam bahasa Indonesia disebut dengan angka kematian bayi. Angka kematian bayi digunakan untuk menghitung jumlah kematian bayi dari setiap 1000 kelahiran dalam satu tahun. Harus diketahui bahwa umur bayi yang dapat dihitung dalam IMR adalah bayi yang memiliki umur kurang dari 1 tahun.
Crude Death Rate:
Berdasarkan sensus 2010 di Jateng terdapat jumlah penduduk 20 juta jiwa dan banyaknya penduduk yang meninggal dalam setahun adalah 500.000 jiwa. Berapakah CDR Jateng?
Age Spesific Death Rate:
Pada suatu daerah terdapat penduduk berusia antara 60 – 65 tahun sebanyak 1.000.000 orang. Pada golongan umur tersebut terjadi 10.000 kematian dalam setahun. Berapakah besar ASDR untuk daerah tersebut?
Infant Mortality Rate:
Hasil sensus penduduk di Jepang tahun 1990, dilaporkan jumlah kematian bayi dalam 1 tahun terdapat kematian sejumlah 5.616 bayi dengan jumlah kelahiran hidup 1.277.900 orang, berapa IMR tahun 1990?