Assalamu'alaikum. Selamat datang di kelas XI, anak-anak ibu yang hebat. Selamat yaaaa... Sudah kelas XI nih. Baiklah, sebelum kita mulai bab pertama di kelas XI, silahkan kalian isi pretest di link berikut ini :
Selamat belajar di video bagian pertama ini. Klo sudah, silahkan kalian baca ulasan dibawah.
A. Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
a. Konsep Pertumbuhan dan Perkembangan
Konsep Pertumbuhan
Manusia, hewan, dan tumbuhan mengalami proses pertumbuhan. Dahulu bentuknya kecil, kini menjadi besar. Dahulu beratnya ringan, kini menjadi berat. Jadi, pertumbuhan adalah proses kenaikan massa dan volume yang irreversible (tidak kembali ke asal) karena adanya tambahan substansi dan perubahan bentuk yang terjadi selama proses tersebut. Selain itu, selama pertumbuhan, terjadi pertambahan jumlah dan ukuran sel. Pertumbuhan dapat diukur serta dinyatakan secara kuantitatif. Artinya ada angka-angka yang jelas menjelaskan pertumbuhan tersebut.
Konsep Perkembangan
Pertumbuhan selalu diiringi dengan perkembangan. Perkembangan merupakan proses kualitatif. Proses biologis yang terjadi selama perkembangan melibatkan proses diferensiasi sel seperti yang terjadi pada sel zigot yang berdiferensiasi menjadi berbagai tipe sel yang berbeda bentuk dan fungsinya sehingga terjadi organ-organ yang bervariasi. Dengan kata lain, perkembangan merupakan proses menuju kedewasaan pada makhluk hidup atau terspesialisasinya sel-sel menuju ke struktur dan fungsi tertentu.
Gambar 1. Bagian-bagian kecambah
b. Tahap-Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan
(Pada bagian ini akan ada tugas yang musti kamu lakukan. Tugasnya apa atau bagaimana, akan dijelaskan pada saat kita gomeet yaaa...)
Pada tumbuhan berbiji, pertumbuhan dan perkembangan diawali dengan perkecambahan. Perkecambahan dimulai dengan proses penyerapan air oleh biji (imbibisi). Perhatikan gambar 1. Kecambah adalah tumbuhan muda yang baru tumbuh dari biji. Kecambah dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu sebagai berikut :
1) radikula (akar embrio)
2) hipokotil
3) kotiledon (daun lembaga)
Perkecambahan (germinasi) merupakan suatu proses keluarnya bakal tanaman (tunas) dari lembaga yang disertai dengan terjadinya mobilisasi cadangan makanan dari jaringan penyimpanan atau keping biji ke bagian vegetatif. Perkecambahan terjadi karena pertumbuhan radikula (calon akar) dan pertumbuhan plumula (calon batang).
Berdasarkan letak perkecambahan, tipe perkecambahan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
1) Perkecambahan epigeal
Perkecambahan epigeal adalah perkecambahan yang ditandai dengan bagian hipokotil terangkat ke atas permukaan tanah.
2) Perkecambahan hipogeal
Perkecambahan hipogeal adalah perkecambahan yang ditandai dengan terbentuknya bakal batang yang muncul ke permukaan tanah, sedangkan kotiledon tetap berada di dalam tanah (hipokotil tetap berada di dalam tanah).
Gambar 2. Perkecambahan epigeal dan hipogeal
Setelah proses perkecambahan, tumbuhan mengalami pertumbuhan dan perkembangan lebih lanjut. Ada dua macam pertumbuhan sebagai berikut :
1) Pertumbuhan Primer, merupakan pertumbuhan memanjang yang terjadi akibat aktivitas meristem apikal. Meristem apikal terdapat pada ujung batang maupun ujung akar. Pada meristem ini terjadi proses pembelahan dan diferensiasi sel. Aktivitas pembelahan dan diferensiasi sel meristem apikal menyebabkan akar dan batang tumbuh memanjang.
2) Pertumbuhan sekunder, merupakan proses penebalan batang atau akar tanaman. Pertumbuhan ini terjadi akibat aktivitas pembelahan mitosis sel-sel kambium yang terjadi secara radial ke arah dalam dan ke arah luar. Pembelahan ke arah luar membentuk floem sekunder, pembelahan ke arah dalam membentuk xilem sekunder.
c. Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan dan perkembangan tidak terjadi dengan begitu saja, tetapi dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. Faktor tersebut dapat berasal dari dalam diri makhluk hidup maupun luar tubuh makhluk hidup.
1. Faktor Internal
Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri makhluk hidup. Faktor internal yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup, antara lain gen dan hormon.
a. Gen adalah substansi/materi pembawa sifat yang diturunkan dari induk. Gen memengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh, tinggi tubuh, warna kulit, warna bunga, warna bulu, rasa buah, dan sebagainya. Gen juga menentukan kemampuan metabolisme makhluk hidup, sehingga juga akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Hewan dan tumbuhan yang memiliki gen tumbuh yang baik akan tumbuh dan berkembang dengan cepat sesuai dengan periode pertumbuhan dan perkembangannya.
b. Hormon merupakan senyawa organik (zat kimia) pada makhluk hidup. Hormon memengaruhi reproduksi, metabolisme, serta pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup. Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dipengaruhi oleh hormon tumbuhan/fitohormon. Fitohormon memengaruhi pembelahan sel, pertumbuhan akar, pertumbuhan batang, pertumbuhan bunga, pertumbuhan kuncup, dan sebagainya. Hormon tumbuhan yang telah diketahui, antara lain auksin, fiberelin, dan sitokinin. Auksin berperan merangsang pembentukan bunga dan buah, mengembangkan sel-sel tumbuhan sehingga sel menjadi panjang, dan menggiatkan kambium untuk membentuk sel-sel baru. Auksin juga memengaruhi pertumbuhan tunas ketiak/aksial. Giberelin mempercepat pertumbuhan, menyebabkan tumbuhan menjadi lebih tinggi dari normal, dan menyebabkan tumbuhan dapat berbunga lebih cepat. Sedangkan sitokinin mempergiat pembelahan sel dan memengaruhi pertumbuhan akar.
2. Faktor Eksternal
Faktor luar yang memengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup berasal dari faktor lingkungan. Beberapa faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sebagai berikut :
a. Makanan atau nutrisi
Pada tumbuhan, nutrisi umumnya diambil dari dalam tanah dalam bentuk ion dan kation, sebagian lagi diambil dari udara. Nutrisi yang dibutuhkan oleh tumbuhan bukan hanya karbondioksida dan air, tetapi juga unsur-unsur mineral. Unsur-unsur mineral yang dibutuhkan dalam jumlah besar disebut unsur makro (C, H, O, N, P, K, S, Ca, Fe, Mg). Adapun unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro (B, Mn, Mo, Zn, Cu, Cl). Jika salah satu kebutuhan unsur-unsur tersebut tidak terpenuhi, akan mengakibatkan kekurangan unsur yang disebut defisiensi. Defisiensi mengakibatkan pertumbuhan menjadi terhambat.
b. Suhu
Semua makhluk hidup membutuhkan suhu yang sesuai untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Tumbuhan menunjukkan pengaruh yang lebih nyata terhadap suhu.
c. Cahaya
Tumbuhan sangat membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis. Namun keberadaan cahaya dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan, karena cahaya dapat merusak hormon auksin yang terdapat pada ujung batang.
d. Air dan Kelembapan
Air dan kelembapan merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Tanpa air, reaksi kimia di dalam sel tidak dapat berlangsung, sehingga dapat mengakibatkan kematian. Tanah yang lembap berpengaruhi baik terhadap pertumbuhan tumbuhan. Kondisi yang lembap, menyebabkan banyak air yang dapat diserap oleh tumbuhan dan lebih sedikit penguapan. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap pemanjangan sel. Kelembapan juga penting untuk mempertahankan stabilitas bentuk sel.
Sebelum masuk ke ranah hewan, kita mengerjakan tugas dulu yaaa... Silahkan klik link berikut ini :
Waktu mengerjakan paling lambat hari ini jam 15. Bagi yang men-submit diatas jam 15, ibu ga hitung masuk ya...
(Setelah kita belajar tentang tumbuhan, sekarang masuk ke ranah hewan yaaa...)
B. Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan
a. Tahap-Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan
Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dapat dibedakan menjadi 2 fase utama, yaitu pertumbuhan dan perkembangan embrionik serta pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik.
a) Tahap Embrionik
Tahap embrionik, yaitu pertumbuhan mulai dari zigot hingga terbentuknya embrio. Tahap embrionik terdiri atas beberapa tahap, yaitu sebagai berikut :
1. Morula
Pada tahap ini, zigot mengalami pembelahan sel, dimulai dari satu menjadi dua, dua menjadi empat, empat menjadi delapan, delapan menjadi enam belas, enam belas menjadi tiga puluh dua, tiga puluh dua menjadi enam puluh empat. Embrio yang terdiri atas 16-64 ini disebut morula. Proses pembentukan morula disebut morulasi.
2. Blastula
Pada tahap ini, morula membelah membentuk rongga (blastosol) yang berisi air. Embrio yang memiliki blastosol ini disebut dengan blastula.
3. Gastrula
Pada tahap ini blastosol mengempis atau bahkan menghilang, terbentuk lubang blastopore. Gastrula adalah bentukan lanjutan dari blastula yang pelekukan tubuhnya sudah semakin nyata dan mempunyai lapisan dinding tubuh embrio serta rongga tubuh. Pada akhir tahap gastrula terbentuk tiga lapisan, yaitu endoderm, mesoderm, dan ektoderm.
4. Diferensiasi dan organogenesis
Pada tahap ini mulai terjadi diferensiasi dan organogenesis pada struktur dan fungsi sel untuk menjadi jaringan yang spesifik.
a) Ektoderm berdiferensiasi menjadi epidermis, rambut, kelenjar minyak, kelenjar keringat, email gigi, sistem saraf, dan saraf reseptor.
b) Mesoderm berdiferensiasi menjadi tulang, jaringan ikat, otot, sistem peredaran darah, sistem ekskresi.
c) Endoderm berdiferensiasi menjadi jaringan epitel pencernaan, sistem pernapasan, pankreas, hati, serta kelenjar gondok.
Setelah tahap tersebut selesai, maka embrio akan menjadi janin yang siap dilahirkan. Setelah janin dilahirkan, maka terjadi pertumbuhan dan perkembangan pasca embrio. Pada tahap ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan menjadi individu dewasa yang siap melakukan reproduksi.
b) Tahap Pasca Embrionik
Pada tahap pasca embrionik, terjadi pertumbuhan dan perkembangan menjadi individu dewasa, siap menghasilkan keturunan atau reproduksi. Pada tahap pasca embrionik, beberapa hewan invertebrata ada yang mengalami metamorfosis dan regenerasi.
1. Metamorfosis
Metamorfosis adalah perubahan bentuk tubuh pada beberapa hewan secara bertahap dari masa muda sampai dewasa. Metamorfosis dapat dibedakan menjadi 2, yaitu sebagai berikut :
a) Metamorfosis sempurna merupakan jenis perubahan hewan melalui 4 tahapan pertumbuhan dan perubahan, yakni telur ---> larva (ulat) ---> pupa (kepompong) ---> imago (dewasa). Contoh pada kupu-kupu dan katak.
b) Metamorfosis tidak sempurna adalah metamorfosis yang melalui 3 tahap pertumbuhan dan perubahan, yakni telur ---> nimfa ---> imago (dewasa). Nimfa memiliki bentuk tubuh yang sama dengan serangga dewasa, tetapi memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil. Contoh pada jangkrik, kecoa, dan belalang.
2. Regenerasi
Regenerasi yaitu kemampuan untuk memperbaiki sel, jaringan atau bagian tubuh yang rusak, hilang atau mati.
Gambar 4. Metamorfosis Sempurna
Perhatikan gambar di atas. Hanya ada keterangan bahwa itu gambar metamorfosis sempurna. Coba diisi ah optian a, b, c, d, e itu fase apa sih? Jawabannya kamu tulis di kertas, kasih nama, foto, dan kirim ke link berikut ini :
(link)