Assalamu'alaikum. Akhirnya setelah masa MPLS selesai kita akan memasuki masa belajar. Sebelum membaca ulasan dibawah, kerjakan pre test ini dulu yaaa... Pretest berbatas waktu, maka segera di submit jika sudah mengerjakan. Silahkan di klik linknya.
(link)
a) Perkembangan Biologi
Biologi berkembang karena rasa ingin tahu manusia dalam merespons gejala-gejala alam. Biologi merupakan ilmu yang paling tua di bumi. Kamu tentu memahami bahwa manusia pertama harus mempunyai pengetahuan yang baik mengenai hewan dan tumbuhan di sekitarnya. Mereka harus mengerti tanaman apa yang aman dimakan dan yang beracun, hewan apa yang aman diburu dan hewan buas. Bahkan sebelum manusia purba hidup menetap, mereka telah mulai menjinakkan hewan dan bercocok tanam. Dalam kegiatan ini mereka mulai mengamati jenis-jenis makhluk hidup dan lingkungannya.
Petunjuk sejarah perkembangan biologi dapat diperoleh dari situs Assyria dan Babilonia (tahun 3500 SM). Dari gambargambar dan sisa-sisa peninggalan sejarah, diketahui bahwa penduduk Assyria dan Babilonia telah bercocok tanam dan mengenal ilmu pengobatan. Mereka telah mengetahui reproduksi tanaman palem dan menunjukkan bahwa pollen berasal dari tanaman jantan yang digunakan untuk menyerbuki tanaman betina. Mereka juga mulai mempelajari anatomi untuk tujuan pengobatan.
Bangsa Mesir mulai mempraktikkan biologi dan ilmu pengobatan sejak tahun 2000 SM. Kamu tentu ingat kebiasaan mereka mengawetkan mayat (mumi) dengan ramuan sejenis balsam yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan. Bagaimana mungkin mereka dapat melakukannya tanpa pengetahuan yang baik mengenai tumbuh-tumbuhan. Bangsa Cina kuno juga telah mengenal berbagai tanaman obat sejak 2800 tahun SM. Selain telah membudidayakan ulat sutra untuk menghasilkan kain sutra, mereka juga telah mengenal berbagai jenis serangga, termasuk perkembangbiakan dan cara-cara memberantas serangga. Reruntuhan di Mohenjodaro menunjukkan bahwa sejak 2500 SM penduduknya telah mengenal pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan dan sandang. Mereka bercocok tanam gandum, barlei, kapas, sayuran, melon, dan buah-buahan lain. Sebuah dokumen yang ditemukan pada situs peninggalan bersejarah itu menunjukkan bahwa mereka telah memanfaatkan sekitar 960 jenis tanaman untuk pengobatan. Dokumen itu juga berisi berbagai informasi tentang anatomi, fisiologi, patologi, dan ilmu bedah.
Di wilayah Arab, biologi mengalami kemajuan pesat berkat sumbangan pemikiran para ahli seperti Al Jahiz yang menuliskan pengetahuannya tentang binatang dan Ibnu Sina yang banyak berjasa mengembangkan ilmu kedokteran, obat, dan pengobatan. Pada abad ke-12 pengetahuan tentang tumbuhan disatukan menjadi botani dan dipisahkan dari pengetahuan yang mempelajari hewan, perburuan, dan ilmu bedah (disebut zoologi). Perkembangan biologi selanjutnya terjadi di berbagai bangsa dan melahirkan tokoh-tokoh seperti Leonardo da Vinci, Otto Brunfels, Leonhard Fuchs, Pierre Belon, dan sebagainya.
Ketika mikroskop ditemukan oleh Leeuwenhoek pada abad ke-17, dimulailah kajian biologi dengan objek yang berukuran mikroskopis yaitu sel dan mikroorganisme. Sejak saat itu perkembangan biologi mengalami kemajuan yang pesat, ditunjukkan dengan berkembangnya teori-teori kehidupan yang baru dan munculnya cabang-cabang biologi yang baru seperti embriologi dan mikrobiologi. Tokoh-tokoh yang berjasa mengembangkan biologi pada saat itu adalah Roobert Hooke, Fransisco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur.
Karena makhluk hidup yang ditemukan semakin banyak, John Ray dan Carolus Linnaeus pada abad ke-17 dan 18 mengusulkan suatu sistem klasifikasi yang bersifat universal, dapat berlaku baik untuk hewan maupun tumbuhan. Mereka memperkenalkan sistem klasifikasi baru berdasarkan taksontakson. Sistem klasifikasi inilah yang digunakan sebagai rujukan sistem klasifikasi modern.
Ketekunan dan keuletan para ahli telah mengembangkan biologi menjadi ilmu modern yang maju dan cakupan yang luas. Perkembangan biologi tidak terlepas dari perkembangan ilmu yang lain seperti kimia dan fisika. Ketika ditemukan peralatan yang lebih canggih seperti mikroskop elektron dan metode analisis yang lebih sensitif pada abad ke-19, kajian biologi menjadi semakin luas karena objek biologi mulai dikaji secara molekuler. Biologi memberikan sumbangan yang penting bagi kesejahteraan manusia karena biologi mendasari perkembangan ilmu terapan seperti pertanian, peternakan, kedokteran, kesehatan, industri, farmasi, dan sebagainya.
b) Cabang-cabang Biologi
Biologi merupakan ilmu yang luas, sehingga dibagi menjadi cabang-cabang berdasarkan objek yang dipelajarinya. Untuk menyederhanakan, biologi dibedakan menjadi beberapa kajian yaitu kajian tingkat molekul, sel, organisme, dan populasi. Biologi molekuler menjadi dasar bagi perkembangan. Berkat jasanya, kamu dapat memahami struktur dan fungsi molekulmolekul penyusun tubuh seperti asam nukleat dan protein, termasuk mekanisme pewarisan sifat pada semua makhluk hidup. Jasa penting yang lain adalah pengetahuan tentang proses metabolisme sehingga kamu dapat memahami bagaimana energi dihasilkan dan digunakan pada sistem kehidupan.
Biologi sel berkaitan erat dengan biologi molekuler. Sel merupakan unit dasar kehidupan, untuk mempelajari struktur dan fungsi sel, ahli biologi mempelajari komponen-komponen sel pada tingkat molekuler. Biologi sel merupakan kajian yang penting karena fungsi-fungsi kehidupan pada organisme multiseluler merupakan perwujudan dari pertumbuhan, aktivitas, dan interaksi sel. Pemahaman biologi sel diperlukan untuk mempelajari ilmu yang lain seperti fisiologi, biologi perkembangan, neurofisiologi, sitogenetika, etiologi, dan sebagainya.
Biologi tingkat organisme mempelajari jenis-jenis makhluk hidup dengan segala aspek kehidupannya. Objek biologi yang dipelajari pada tingkat organisme semakin banyak, sehingga berkembang disiplin ilmu yang mempelajari organisme tertentu secara mendalam. Cabang biologi yang ada saat ini, antara lain sebagai berikut :
1. Anatomi = mempelajari struktur bagian tubuh makhluk hidup.
2. Anastesi = mempelajari pembiusan atau penghilangan rasa sakit yang berhubungan dengan operasi atau pembedahan.
3. Bakteriologi = mempelajari bakteri.
4. Bioteknologi = mempelajari teknik pemanfaatan organisme untuk menghasilkan suatu produk yang bermanfaat bagi manusia.
5. Botani = mempelajari beraneka ragam tumbuh-tumbuhan.
6. Ekologi = mempelajari hubungan makhluk hidup dengan sesamanya dan dengan lingkungannya.
7. Embriologi = mempelajari pertumbuhan dan perkembangan embrio.
8. Entomologi = mempelajari serangga.
9. Etologi = mempelajari tingkah laku makhluk hidup.
10. Evolusi = mempelajari asal-usul makhluk hidup dan berbagai perubahan yang terjadi secara perlahan-lahan di bumi.
11. Fisiologi = mempelajari fungsi alat-alat tubuh makhluk hidup.
12. Genetika = mempelajari cara penurunan sifat makhluk hidup kepada keturunannya.
13. Higiene = mempelajari berbagai usaha manusia untuk sehat.
14. Histologi = mempelajari jaringan tubuh.
15. Imunologi = mempelajari sistem kekebalan tubuh.
c) Peranan Biologi
Banyaknya cabang biologi menunjukkan luasnya ruang lingkup biologi. Perkembangan biologi saat ini telah ikut serta menyumbang berbagai usaha menyejahterakan kehidupan, manusia dalam berbagai bidang, antara lain sebagai berikut :
1. Bidang kedokteran, misalnya teknik pembuatan bayi tabung, metode keluarga berencana (KB), cangkok organ tubuh, bedah plastik, dan terapi gen.
2. Bidang farmasi, misalnya pembuatan vitamin sintetik, vaksin, antibiotik untuk bakteri dan jamur, antibodi monoklonal, hormon insulin buatan, enzim-enzim buatan, serta obat-obatan tradisional (jamu) dan modern.
3. Bidang teknologi pangan, misalnya pembuatan keju, sosis, sarden, nata de coco, yoghurt, makanan suplemen, PST (proten sel tunggal), kecap, tapai, tempe, oncom, tauco, dan teknologi pengawetan makanan.
4. Bidang pertanian, misalnya penemuan bibit unggul, tanaman transgenik (tanaman hasil rekayasa genetika), kultur jaringan, teknologi hidroponik, dan pemandulan hama. Dengan rekayasa genetika, dapat dihasilkan tanaman dengan sifat-sifat yang dikehendaki, misalnya tanaman yang tahan penyakit, tanaman yang tahan terhadap kondisi tanah kering, tanaman yang batangnya tidak mudah roboh, dan tanaman yang mengandung zat tertentu.
5. Bidang peternakan, misalnya kloning untuk hewan, inseminasi buatan (kawin suntik), ayam petelur tanpa dibuahi pejantan, dan hewan ternak yang bermutu unggul lainnya (memproduksi susu, daging, atau teluar berkualitas tinggi).
6. Bidang perikanan, misalnya budidaya udang windu, budidaya kerang penghasil mutiara, dan budidaya ikan hias.
7. Bidang industri, misalnya teknik pemisahan logam dari bijihnya dengan menggunakan bakteri.
8. Bidang pengelolaan lingkungan hidup, misalnya pengolahan limbah dengan menggunakan mikroorganisme dan menguraikan tumpuhan minyak di laut dan plastik dengan bakteri.
Kita sudah selesai di bagian satu bab satu. Sebelum lanjut ke materi berikutnya, kerjakan dulu tugas berikut ini ya...
Tuliskan di kertas minimal 10 cabang biologi selain yang ada di sites. Jangan lupa beri nama dan upload di goform berikut ini.
https://forms.gle/66TWx6vRhWXqbr3C9
Lama waktu mengerjakan 24 jam yaaa...
d) Sikap Ilmiah
Banyak ilmuwan biologi yang telah menghasilkan produk sains. Ilmuwan-ilmuwan tersebut, antara lain sebagai berikut :
Gregor Mendel yang telah menemukan prinsip-prinsip genetika.
Antonie van Leeuwenhoek merupakan orang pertama yang berhasil menemukan mikroorganisme menggunakan mikroskop hasil ciptaannya.
Alexander Fleming yang berhasil menemukan antibiotik.
Kamu pun dapat menjadi seperti mereka, asalkan kamu memiliki sikap ilmiah seperti yang dimiliki ilmuwan, antara lain sebagai berikut :
Peka dan kritis terhadap fenomena atau kejadian di alam.
Tidak percaya pada takhayul yang kebenarannya tidak dapat dibuktikan.
Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
Memiliki minat yang besar untuk dapat menghasilkan suatu produk sains.
Berpikir logis, terbuka, serta mau menerima kritik dan pendapat orang lain.
Jujur dan objektif terhadap hasil penelitian yang dilakukan.
Teliti, tekun, dan tidak mudah putus asa ketika melakukan penelitian.
Optimis terhadap keberhasilan penelitian.
Bersikap hormat terhadap peneliti lain atau pun orang lain.
Menghargai hasil penelitian dan penemuan orang lain.
e) Metode Ilmiah
Metode ilmiah merupakan suatu cara yang sistematis untuk memecahkan masalah. Metode ilmiah digunakan oleh para ahli dalam melakukan penelitian dan bereksperimen untuk menghasilkan penemuan-penemuan baru. Langkah-langkah dalam metode ilmiah adalah sebagai berikut :
Menemukan dan merumuskan masalah
Langkah awal dalam melakukan penelitian atau eksperimen adalah menemukan masalah. Agar dapat menemukan masalah yang menarik untuk diteliti, seseorang harus peka terhadap keadaan dan kejadian di sekitar. Masalah yang sudah ditemukan dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya, ringkas, jelas, dan bermakna.
Mengumpulkan informasi (data-data pendukung)
Setelah menemukan masalah, kegiatan selanjutnya adalah mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan objek penelitian. Informasi dan data-data pendukung dapat ditemukan melalui studi kepustakaan, observasi (pengamatan langsung) terhadap objek yang akan diteliti, serta mewawancarai para ahli.
Menyusun hipotesis (dugaan sementara)
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap suatu masalah. Hipotesis ini akan diuji kebenarannya melalui percobaan atau eksperimen. Hipotesis dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu hipotesis nol (hipotesis statistik) dan hipotesis kerja (hipotesis alternatif)
a. Hipotesis nol, adalah dugaan sementara yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
b. Hipotesis kerja, adalah dugaan sementara yang menyatakan bahwa ada pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
Contoh :
Sebagian orang percaya bahwa jika seorang ibu hamil mengonsumsi makanan berwarna kuning (tomat, pepaya, wortel, dan kunyit) akan melahirkan anak berkulit kuning langsat. Apakah hal tersebut benar?
Perumusan masalah : Adakah pengaruh warna makanan yang dikonsumsi ibu terhadap ekspresi warna (pigmen) kulit bayi yang dilahirkan?
Landasan teori : Warna kulit seseorang ditentukan oleh faktor genetika (gen) yang diperoleh dari kedua orang tuanya. Pada umumnya, karakter seseorang dikendalikan oleh sepasang gen, tetapi ekspresi warna kulit dipengaruhi oleh banyak gen (poligen). Lingkungan juga dapat memengaruhi ekspresi warna kulit seseorang, misalnya paparan cahaya matahari. Cahaya matahari akan meningkatkan proses pigmentasi sehingga warna kulit menjadi lebih gelap. Jadi, berdasarkan teori, ekspresi warna kulit tidak dipengaruhi oleh warna makanan yang dikonsumsi.
Rumusan hipotesis nol : Tidak ada pengaruh warna makanan terhadap ekspresi warna (pigmen) kulit.
Rumusan hipotesis kerja : Ada pengaruh warna makanan terhadap ekspresi warna (pigmen) kulit.
Melakukan percobaan (eksperimen) untuk menguji kebenaran hipotesis
a. Tahap persiapan percobaan
Sebelum percobaan dilakukan, kamu perlu merancang model percobaan terlebih dahulu. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merancang percobaan, antara lain menentukan alat dan bahan, penjabaran variabel, menentukan waktu percobaan, dan uji coba model percobaan.
b. Tahap perlakuan percobaan
Dalam percobaan terdapat dua kelompok, yaitu kelompok yang tidak diberikan perlakuan (kelompok kontrol) dan kelompok yang diberi perlakuan (eksperimen). Sebagai contoh pada percobaan "Pengaruh Penambahan Asam Cuka Terhadap Kualitas Selulosa Nata de Coco", kelompok kontrolnya adalah wadah yang tidak ditambahkan asam cuka (jumlah asam cuka = 0 ml), sedangkan kelompok eksperimennya yaitu wadah yang ditambah asam cuka masing-masing 5 ml, 10 ml, 15 ml, dan 20 ml.
Pengamatan dan pencatatan data hasil percobaan diusahakan seteliti mungkin agar diperoleh data kualitatif dan kuantitatif yang akurat. Percobaan sebaiknya dilakukan beberapa kali pengulangan untuk mendapatkan data yang sahih (kebenarannya dapat dipercaya).
Mengolah hasil percobaan (analisis data)
Setelah selesai melakukan percobaan, data yang diperoleh diolah atau dianalisis. Analisis data kuantitatuf memerlukan perhitungan statistik. Hasil analisis data kualitatif dan data kuantitatif kemudian digunakan untuk menjawab hipotesis yang pernah diajukan dan sebagai dasar untuk menarik kesimpulan.
Membuat kesimpulan
Kesimpulan merupakan jawaban yang sebenarnya dari hipotesis yang pernah diajukan. Ada dua kemungkinan, yaitu hipotesis ditolak atau hipotesis diterima. Hipotesis diterima apabila sesuai dengan hasil percobaan. Namun jika hipotesis tidak sesuai dengan hasil percobaan, maka hipotesis ditolak.
f) Bekerja di Laboratorium
Bekerja di dalam ruang laboratorium harus memerhatikan beberapa aturan yang meliputi tata tertib penggunaan laboratorium dan langka-langkah keselamatan kerja.
a. Tata tertib penggunaan laboratorium
Berikut merupakan tata tertib penggunaan laboratorium :
Gunakan baju khusus praktikum untuk melindungi tubuh dan baju seragam sekolah dari kontaminasi zat-zat kimia.
Di atas meja kerja, hanya diperbolehkan meletakkan buku, alat tulis, bahan, dan alat praktikum.
Jangan mencoba memegang alat dan bahan yang tidak diperlukan yang ada di laboratorium.
Tidak makan dan minum di dalam laboratorium.
Pengambilan zat sejumlah yang diperlukan, jangan berlebihan.
Setelah selesai bekerja, bersihkan alat-alat, meja, dan ruangan.
Pisahkan sampah padat dan sampah cair.
Sisa pengambilan zat sebaiknya dibuang, jangan dimasukkan kembali ke tempat asalnya.
Sebelum meninggalkan ruangan, teliti kembali keadaan di dalam laboratorium.
b. Langkah-langkah keselamatan kerja di laboratorium
Keselamatan kerja
Hal-hal berikut perlu dilakukan untuk memastikan keselamatan kerja di laboratorium.
1) Sebelum praktikum, sebaiknya minum segelas susu untuk menetralkan tubuh dari pengaruh kontaminasi zat-zat kimia.
2) Kenakan penutup hidung dan mulut, kacamata, serta sarung tangan saat mengambil zat-zat kimia yang mudah menguap dan berbahaya.
3) Gunakan alat bantu, seperti pipa kaca, pipet tetes, sendok plastik, atau pinset untuk mengambil zat atau bahan.
4) Hati-hati saat membawa dan menggunakan alat-alat praktikum yang terbuat dari kaca.
5) Jika ada bagian tubuh yang terkena zat kimia, segera basuh dengan air.
6) Gunakan obat-obatan P3K jika ada yang terluka.
7) Segera muntahkan jika ada zat-zat kimia yang masuk ke dalam mulut.
8) Jangan mencium zat kimia secara langsung.
9) Arahkan mulut tabung menjauhi badan ketika memanaskan zat di dalam tabung reaksi.
10) Jika terjadi kebakaran, segera padamkan api dengan alat pemadam kebakaran atau tutup dengan lap tebal yang sudah dibasahi dengan air.
11) Cucilah tangan dengan sabun setelah selesai bekerja.
Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) di laboratorium
Jika terjadi kecelakaan kerja di dalam laboratorium, perlu dilakukan pertolongan pertama sebelum diberi tindakan medis lanjutan yang diperlukan. Pertolongan pertama yang dilakukan berbeda-beda berdasarkan jenis lukanya, sebagai contoh jika mata terkena percikan zat kimia maka yang dilakukan pertama adalah membasuh mata dengan air sebanyak-banyaknya.
Tugas yang kedua di bab ini adalah kamu cari tanda-tanda atau simbol yang ada di laboratorium. Cari gambarnya dan keterangannya. 10 aja, ga usah banyak-banyak. Buat di buku tulis, disusun yang rapi kemudian klik link berikut untuk mengumpulkannya :
https://forms.gle/gv8peBx9WjkS7Nty7
Paling lambat 24 jam dari akhir jam belajar, lewat dari waktu yang ditentukan ibu closed respondennya yaaa... alias kamu ga bisa kirim. Dan tugas tidak ada susulannya, jadi pastikan kamu tidak lewat dari deadline.