A. MATERI GENETIK
Hereditas berarti penurunan sifat-sifat genetik dari orang tua ke anak. Ilmu yang mempelajari hereditas disebut genetika. Teori pewarisan sifat atau hukum-hukum hereditas pertama kali dicetuskan oleh Gregor Johann Mendel (1822-1884). Mendel berpendapat bahwa sifat-sifat dapat diturunkan dari generasi ke generasi melalui faktor tertentu.
Pada saat pendapat Mendel diakui kebenarannya, beliau sudah wafat. Hal ini dikarenakan pada waktu diterbitkannya buku yang memuat pendapat beliau pada tahun 1886, dunia ilmu pengetahuan belum dapat menunjukkan bentuk maupun susunan sifat keturunan yang oleh Mendel disebut sebagai faktor penentu. Pendapat Mendel baru dilihat kembali pada tahun 1900 oleh Hugo De Vrie (Belanda), Carl Correns (Jerman), dan Erich von Tschermak (Austria) yang melakukan analisis secara lebih mendalam.
Analisis secara kimia dari sel menunjukkan bahwa di dalam sel terdapat senyawa-senyawa organik, seperti karbohidrat, lemak, protein, dan asam nukleat. Asam nukleat ini terdapat di dalam nukleoplasma. Nukleoplasma adalah substansi cair yang terdapat dalam nukleus (inti sel).
Nukleoplasma mengandung bermacam-macam bahan kimia, seperti larutan fosfat, gula ribosa, protein, nukleotida, asam nukleat, serta garam-garam mineral. Selain zat-zat tersebut, bahan dasar nukleus adalah protein yang khas yang disebut protein inti atau nukleoprotein.