Selamat datang di Sistem Reproduksi. Adik-adik yang tercinta, sebelum kita mulai belajar di bagian ini, Kak Nidnod mau disclaimer hal apapun yang kalian rasakan setelah belajar bab sistem reproduksi. Bab ini ditulis oleh kak Nidnod sebagai bahan ajaran dan sedikit sex education buat kalian. Bukan alih-alih menceritakan tentang hal tabu tapi ilmu di bab ini sangat berharga buat kehidupan kalian. Bisa untuk kalian secara pribadi maupun bagi keluarga, bahkan ketika nanti kalian memiliki keluarga sendiri. Jadi, tolong jangan disalah gunakan/salah artikan yaaa...
PENDAHULUAN
Sebelum kita masuk dalam pembahasan tentang sistem reproduksi secara detail, kita harus tahu dulu apa itu sistem reproduksi. Sistem reproduksi adalah kumpulan organ yang berfungsi berkembang biak. Karena perannya yang penting itu, sehingga kita perlu menjaganya dengan baik.
ORGAN PENYUSUN SISTEM REPRODUKSI PRIA
Organ penyusun sistem reproduksi pria terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu alat reproduksi bagian luar, alat reproduksi bagian dalam, dan saluran reproduksi. Selain itu juga terdapat hormon dan kelenjar-kelenjar pada sistem reproduksi pria. Sebelum masuk pembahasan, dilihat dulu gambar di bawah ini... .
Kita mulai sesuai urutan di atas yaaaa... .
1. Alat Reproduksi Bagian Luar
Penis
Penis merupakan organ eksternal pada sistem reproduksi pria. Fungsinya adalah sebagai jalan keluar urine dan sel sperma. Badan atau batang penis berbentuk silinder seperti spons dan pada saat normal memiliki struktur lembek, sedangkan ketika mengalami ereksi akan mengeras akibat adanya darah yang mengisi korpus kavernosum penis (batang penis). Apabila rangsangan ini terus menerus terjadi, sperma akan keluar melalui uretra (ejakulasi). Jumlah sperma yang dikeluarkan sekitar 2 hingga 5 mL semen (1 mL = 50-130 juta sperma).
Skrotum
Skrotum merupakan kantong pembungkus testis. Kantong tersebut merupakan kulit tipis, berpigmen, tidak memiliki jaringan lemak, terlipat, dan berkerut. Terdapat pula otot yang bertindak sebagai pengatur kondisi suhu testis agar stabil (otot kremaster).
2. Alat Reproduksi Bagian Dalam
Testis
Berfungsi sebagai penghasil sperma dan hormon kelamin yang pembentukannya terjadi di dalam tubulus seminiferus. Di antara tubulus seminiferus terdapat sel-sel Leydig penghasil hormon testosteron dan hormon androgen.
3. Saluran Reproduksi
Epididimis
Saluran dalam skrotum dan keluar dari kedua testis. Disini, sel sperma disimpan sementara hingga matang.
Vas Deferens
Saluran tempat bergeraknya sperma dari epididimis ke kantung semen (vesikula seminalis).
Uretra
Saluran dalam penis, berfungsi sebagai ekskresi urine dari kandung kemih.
4. Hormon
LH
Hormon LH menstimulasi sel-sel Leydig untuk menyekresikan hormon testosteron, yang berfungsi saat spermatogenesis.