Dari Buku Aviasi di Perpustakaan Kembang hingga Dunia Penerbangan
Dari Buku Aviasi di Perpustakaan Kembang hingga Dunia Penerbangan
Kadang, mimpi besar bisa datang dari hal yang sederhana, yang tumbuh dari kebiasaan kecil yang terus menerus dilakukan -- seperti duduk di perpustakaan sekolah, membaca halaman demi halaman buku, lalu diam-diam membayangkan diri berada di sana suatu hari nanti.
Bagi Rajen, alumni PAUD & SD Kembang 2013, perjalanan menjadi pilot dimulai dari tempat yang sederhana: perpustakaan Kembang.
“Dulu saya sering banget ke perpustakaan, membaca dan membawa pulang buku tentang pesawat dan helikopter. Setelah itu kami diminta membuat laporan dari buku yang dibaca,” ceritanya.
Dari sana, rasa ingin tahunya terhadap dunia aviasi perlahan tumbuh semakin besar. Awalnya hanya ketertarikan masa kecil, lama-kelamaan berubah menjadi mimpi yang ingin ia kejar dengan sungguh-sungguh yaitu menjadi pilot.
Setelah lulus dari Kembang, ia melanjutkan pendidikan hingga akhirnya kuliah di akademi pilot di New Zealand. Tinggal jauh dari rumah dan keluarga, menghadapi lingkungan baru, dan menjalani proses belajar yang penuh tekanan menjadi pengalaman yang membentuk dirinya. Menariknya, Rajen menyadari bahwa banyak bekal penting sebenarnya sudah mulai ia pelajari sejak di Kembang.
“Sejak SD di Kembang, kami sering presentasi dan ikut pentas. Dari situ saya belajar untuk beradaptasi dan tidak stay di satu tempat. Pengalaman itu ternyata sangat membantu saat saya kuliah di New Zealand dengan kondisi yang benar-benar baru dan sendiri,” kenangnya.
Baginya, hal-hal sederhana yang dulu terasa biasa di Kembang justru menjadi fondasi penting dalam perjalaan hidupnya hingga hari ini. Budaya saling menghargai, bekerja sama, serta keberanian untuk mencoba hal-hal baru menjadi nilai yang terus ia bawa sampai dunia kerja.
Hari ini, Rajen bekerja di dunia penerbangan sebagai pilot sekaligus safety officer. Sebagai pilot, ia telah menjalani perjalanan sekitar dua hingga tiga tahun, dan satu tahun terakhir mulai terjun langsung di maskapai untuk penerbangan charter.
Di dunia penerbangan, keselamatan adalah hal utama. Setiap keputusan membutuhkan ketelitian, tanggungjawab, dan kemampuan untuk tetap tenang. dan ketenangan. Dari pekerjaannya, Rajen belajar bahwa menjadi dewasa bukan hanya soal kemampuan teknis.
“Saya belajar bahwa menjadi dewasa itu bukan cuma tentang skill, tapi juga bagaimana kita bersikap saat menghadapi tekanan, menjaga komunikasi, dan tetap berpikir jernih dalam situasi yang tidak mudah.”
Meski terlihat menarik dari luar, perjalanan menjadi pilot tentu tidak selalu mudah. Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah menghadapi ujian terbang—ujian yang menurutnya paling sulit. Satu kesalahan bisa menentukan hasil ujian. Di situ ia belajar untuk tidak gegabah dan harus memikirkan langkah berikutnya.”
Namun justru dari proses itu, ia kembali mengingat nilai yang dulu ditanamkan di Kembang: terus berusaha dan tidak mudah menyerah.
“Kalau gagal atau hasilnya belum sesuai, ya belajar lagi sampai berhasil," ungkapnya.
Di tengah dunia pendidikan yang sering kali berfokus pada angka, ada satu momen di Kembang yang masih ia ingat sampai sekarang. Menjelang ujian nasional, ada hari yang disebut free day—hari untuk rileks dan menikmati proses sebelum ujian dimulai. Bagi Rajen, momen sederhana itu menyampaikan pesan penting: bahwa pendidikan bukan hanya tentang nilai di atas kertas, melainkan tentang proses belajar dan berkembang selama enam tahun perjalanan di tingkat SD.
Ketika diminta menggambarkan Kembang dalam tiga kata, Rajen memilih: kebersamaan, kreatif, dan ekspresi diri. Dan, tiga kata itu pula yang membantunya bertumbuh hingga hari ini.
Sebagai penutup, Rajen membagikan satu hal yang paling ia rasakan dari Kembang:
“Kembang bukan hanya tempat untuk mencari nilai akademik, tapi tempat yang membentuk karakter dan cara berpikir. Di Kembang, kami diberi ruang untuk berkembang sebagai pribadi, belajar menghargai orang lain, dan membangun rasa percaya diri. Hal-hal seperti itu yang justru terasa manfaatnya saat masuk ke dunia nyata."