Dari sebuah Blog menuju Keyakinan: Perjalanan Bu Evi bersama Kembang
Dari sebuah Blog menuju Keyakinan: Perjalanan Bu Evi bersama Kembang
Perjalanan Bu Evi mengenal Sekolah Kembang berawal dari hal sederhana: membaca blog Ibu Tia, Ketua Yayasan Sekolah Kembang. Dari tulisan-tulisan itulah tumbuh rasa ingin tahu. Hingga akhirnya mengantar Bu Evi dan Pak Condro pada sebuah pertemuan langsung dengan Bu Tia. Pertemuan yang hangat, yang kemudian menjadi langkah awal perjalanan keluarga mereka bersama Kembang.
Ia masih mengingat jelas momen pertama kali memasuki area sekolah.
“Saya merasakan nyaman berada di sekolah. Dari sapaan dan senyuman yang menyambut saat datang ke sekolah, hampir dari semua yang ditemui di sekolah,” kenangnya.
Kesan kekeluargaan itu terasa begitu kuat. Sekolah bukan sekadar tempat belajar, tetapi ruang yang hidup—dengan orang-orang yang hadir sepenuh hati. Dari sanalah keyakinan itu tumbuh. Bu Evi dan Pak Condro merasa mantap menitipkan kedua anak mereka untuk berproses belajar di Kembang.
Jingga memulai perjalanan di PAUD pada tahun 2010 dan lulus SD pada 2019. Beberapa tahun kemudian, Langit menyusul sang kakak—masuk PAUD tahun 2016 dan lulus SD pada 2024.
Bagi Bu Evi, memilih sekolah bukan hanya soal akademik. Yang terpenting adalah nilai-nilai yang tumbuh bersama anak.
“Sekolah Kembang mengajarkan anak untuk percaya diri dan bertanggung jawab, toleransi, dan saling menghormati sesama teman dan semua Keluarga Kembang.” ungkapnya.
Ia teringat momen kecil yang sederhana namun bermakna: anak-anak dipercaya membawa benda kesayangan dari rumah, lalu diminta bercerita di depan teman-temannya. Dari situ, anak belajar bahwa suaranya berharga. Mereka belajar percaya diri, belajar mendengarkan, dan belajar menghargai cerita orang lain.
Dan perubahan itu terasa nyata di rumah.
Anak-anak menjadi senang bercerita dan bersemangat setiap kali berangkat sekolah.
“Jingga dikenal menjadi anak yang ramah dan baik hati. Langit, yang sejak awal adalah anak yang sensitif dan mudah sekali menangis, kemudian menjadi anak yang percaya diri dan mudah bergaul dengan teman-temannya,” ujarnya.
Ketika diminta mendeskripsikan Sekolah Kembang dalam satu kalimat, jawabannya sederhana namun penuh makna:
✨ “Kembang memberi anak-anak kami rumah kedua yang nyaman.”
Tentu, harapan tetap ada. Bu Evi berharap ke depan fasilitas Kembang semakin lengkap, khususnya untuk olahraga—agar anak-anak bisa bertumbuh semakin utuh, bukan hanya secara akademik dan karakter, tetapi juga fisik.
Untuk para orang tua yang sedang mempertimbangkan Sekolah Kembang sebagai pilihan, Bu Evi berbagi berpesan yang hangat: akan lebih menyenangkan ketika Bapak dan Ibu bisa mendengarkan langsung cerita dari murid dan alumni Kembang untuk lebih meyakinkan. Boleh hadir di kegiatan yang Kembang atau Keluarga Kembang adakan. Dari sana, Bapak dan Ibu bisa membayangkan bagaimana sekolah ini memberi begitu banyak hal baik bagi anak-anak didiknya.
Karena sering kali, keyakinan itu tumbuh bukan dari brosur atau angka-angka—melainkan dari cerita, dari senyuman, dan dari rasa nyaman yang perlahan terasa seperti rumah.