Berikan umpan balik sebagai bentuk apresiasi pada kami
Di tengah arus transformasi pendidikan yang terus bergerak dinamis, hadir sosok pendidik yang memadukan nalar teknologi dengan kedalaman refleksi pendidikan: Agus Rahmat Yuniar, S.Kom., M.Pd. Berangkat dari latar belakang keilmuan teknologi informasi dan berkembang dalam dunia manajemen pendidikan, beliau menempatkan diri bukan sekadar sebagai pengajar, tetapi sebagai penggerak perubahan.
Bagi Agus Rahmat Yuniar, pendidikan bukan hanya ruang transfer ilmu, melainkan ekosistem pembentukan kultur. Ia memandang bahwa perubahan tidak cukup dilakukan pada kurikulum, tetapi harus menyentuh rantai fundamental:
Kultur β Adab β Akhlak β Karakter β Budaya
Rantai inilah yang menjadi dasar dalam setiap gagasan dan praktik baik yang beliau kembangkan di sekolah. Pendidikan abad 21, dalam pandangannya, bukan sekadar integrasi teknologi, tetapi transformasi cara berpikir.
Sebagai akademisi berlatar belakang IT, beliau memahami bahwa revolusi digital adalah keniscayaan. Namun teknologi harus diposisikan sebagai alat, bukan tujuan. Digitalisasi pembelajaran, literasi AI, serta penguatan digital citizenship harus tetap berakar pada nilai dan etika.
Dalam berbagai forum ilmiah dan pelatihan, ia kerap menegaskan:
βModernisasi tanpa karakter hanya akan melahirkan kecanggihan tanpa arah.β
Sejak awal wacana transformasi kurikulum berkembang di Indonesia, Agus Rahmat Yuniar aktif mengkaji dan mendiskusikan arah kebijakan pendidikan yang kemudian diimplementasikan melalui kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, termasuk dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
Baginya, esensi perubahan kurikulum terletak pada:
Penguatan kompetensi 4C
Pembelajaran berbasis proyek
Diferensiasi sesuai kebutuhan siswa
Refleksi berkelanjutan guru
Ia percaya bahwa guru harus menjadi lifelong learner, karena hanya guru yang terus belajar yang mampu menuntun generasi masa depan.
Dalam peran struktural maupun kultural di sekolah, Agus Rahmat Yuniar dikenal sebagai:
Penggerak literasi digital
Penguat kultur sekolah
Koordinator program berbasis lingkungan dan keberlanjutan
Fasilitator diskusi akademik
Pendekatannya bersifat kolaboratif. Ia meyakini bahwa perubahan paling kuat lahir dari kesadaran kolektif, bukan instruksi sepihak.
Di tengah tantangan globalisasi, disrupsi teknologi, dan perubahan regulasi yang cepat, visi yang dipegang teguh adalah:
Mewujudkan pendidikan yang berkarakter, adaptif, dan berkelanjutan.
Bagi Agus Rahmat Yuniar, sekolah bukan sekadar institusi, tetapi ruang peradaban. Di sanalah masa depan bangsa disemai, dirawat, dan ditumbuhkan.
Profil ini bukanlah catatan akhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang seorang pendidik yang terus belajar, merefleksi, dan bergerak. Karena pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang mengajar, tetapi tentang membangun manusia.