Kompetensi Dasar :
3.3 Memahami pola lantai dalam kreasi tari daerah.
Indikator :
3.3.1 Mengidentifikasi berbagai bentuk pola lantai tari daerah
3.3.2 Menjelaskan pengertian pola lantai dalam tari kreasi daerah.
Untuk mengetahui tentang tari kreasi daerah, yuk simak video berikut ini!
TARI KREASI DAERAH
Tari adalah gerak tubuh secara berirama senada dengan alunan musik yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu
Tari kreasi daerah atau tradisional adalah tarian yang mengalami beberapa perubahan dari tari yang dilakukan berdasarkan tradisi.
Secara garis besar, tari kreasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
1. Tari kreasi baru yang berpolakan tradisi
Tari kreasi ini didasarkan pada tradisi yang sudah ada. Tradisi ini meliputi iringan musik, koreografi gerak, tata rias, busana, dan lain sebagainya.
2. Tari kreasi baru yang tidak berpolakan tradisi
Tari kreasi baru yang tidak berpolakan tradisi berarti tidak didasarkan pada tradisi yang sudah ada. Maka untuk koreografi gerak, tata rias, busana serta iringan musiknya tidak mengikuti tradisi daerahnya. Jenis tari kreasi ini lebih sering dikenal sebagai tari modern.
POLA LANTAI DALAM TARI DAERAH
Pola lantai adalah garis yang dilalui oleh penari saat melakukan gerakan tari.
Pola lantai bisa dilakukan secara tunggal, berpasangan, atau berkelompok.
Ada dua garis dasar dalam pola lantai, yaitu garis lurus dan garis lengkung.
Pola garis lurus terdiri dari pola horizontal, pola vertikal, dan pola diagonal.
1. Pola Lantai Garis Vertikal
Pola lantai garis vertikal, penari membentuk barisan lurus ke arah depan dan belakang.
2. Pola Lantai Garis Horizontal
Pola lantai garis horizontal ini posisi penari berada dalam satu garis lurus ke arah kanan dan kiri.
3. Pola Lantai Garis Diagonal
Pola lantai garis diagonal, memungkinkan posisi setiap penari berselang-seling secara bergantian ke depan dan ke belakang.
Pola garis lurus berkembang menjadi pola horizontal(lurus ke samping), pola diagonal (lurus dari pojok ke pojok), pola vertikal (lurus ke belakang), pola zig-zag, pola segi empat, pola segi lima, dan pola segitga.
Sedangkan pola garis lengkung berkembang menjadi pola lingkaran, pola lengkung, dan pola angka delapan (8).
Fungsi Pola Lantai
Penggunaan lantai tidak hanya memberikan kesan yang dinamis dan indah dari penari, lo. Tetapi, pola lantai juga mempunyai beberapa fungsi penting seperti berikut ini.
1. Membuat gerakan penari terlihat kuat dan jelas.
2. Membantu penari menonjolkan peran yang ia jalankan dalam suatu pertunjukan tari.
3. Menghidupkan tokoh yang harus diperankan penari.
4. Membantu penari untuk menyesuaikan diri pada tata panggung.
5. Membuat tarian semakin indah dan menarik.
Contoh Pola Lantai yang Digunakan dalam Tari Tradisional Indonesia
Tari Bedhaya Ketawang
Tari Bedhaya Ketawang yang berasal dari Yogyakarta ini mempunyai nama pola lantai yang berbeda.
Jenis pola lantai yang digunakan adalah rakit lajur, ajeng-ajengan, iring-iringan, lumebet, endhel-endhel, dan rakit tiga-tiga.
Tari Pendet
Tari Pendet adalah tari yang berasal dari Bali. Tari tradisional ini mempunyai pola lantai berbentuk V dan pola lantai garis horizontal.
Tari Kuda Lumping
Tari Kuda Lumping ini berasal dari daerah Jawa dan mempunyai pola lantai yang terus berganti-ganti.
Umumnya, Kuda Lumping mempunyai pola lantai gabungan dari pola lantai melingkar, pola lantai vertikal, dan pola lantai horizontal.
Tari Jaipong
Tari Jaipong yang berasal dari Sunda ini mempunyai pola lantai yang dinamis, karena gerakannya terinspirasi dari gerakan pencak silat.
Biasanya, tari Jaipong mempunyai pola lantai horizontal, vertikal, dan diagonal.
Tari Merak
Tari merak berasal dari Jawa Barat
Pementasan tari merak menampilkan berbagai pola lantai, di antaranya pola garis lengkung dan pola garis lurus. Untuk pola garis lengkung, penari membentuk tarian merak sesuai lengkungan, seperti lengkungan angka delapan, ular, atau spiral. Sementara untuk pola garis lurus membentuk segi empat, zig-zag, segitiga, huruf V dan variasi gerakan lainnya.
Uji pemahamanmu dengan mengerjakan soal berikut ini!