Kompetensi Dasar :
3.4 Memahami karya seni rupa daerah.
Indikator :
3.4.1 Mengidentifikasi ragam karya seni rupa daerah.
3.4.2 Menyebutkan alat dan bahan serta langkah-langkah membuat batik jumputan.
Yuk, simak video berikut ini!
KARYA SENI RUPA DAERAH
Seni rupa daerah adalah sebuah seni yang dibuat dengan menonjolkan ciri khas daerah asalnya. Seni rupa daerah dapat berupa seni kerajinan, seni lukis, dan seni patung. Seni kerajinan meliputi seni tekstil (batik, tenun, dan songket), seni anyam, seni ukir, seni keramik.
Hasil karya seni tekstil dan seni lukis berbentuk dua dimensi(dwimatara), yaitu memiliki ukuran panjang dan lebar.
Hasil karya seni anyam, seni keramik, dan seni patung pada umumnya berbentuk tiga dimensi (trimatra), yaitu memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi atau memiliki volume.
Jika di lihat dari jenisnya, seni rupa daerah memiliki dua jenis, yakni seni rupa daerah murni dan seni rupa daerah terapan.
Seni rupa murni yaitu seni rupa yang mengutamakan keindahan saja. Contoh : lukisan,foto, kaligrafi, relief, patung dll.
Seni rupa terapan yaitu seni rupa yang lebih mengutamakan nilai gunanya daripada nilai keindahannya. Contoh : batik, gerabah, kursi ukir, tas anyam dll
Ciri Umum
Ciri umum dari karya seni rupa daerah adalah:
1. Bersifat kedaerahan.
2. Dipengaruhi budaya dan sejarah dari daerah terkait, meliputi:
- Mengandung simbol-simbol dan bermakna.
- Seringkali digunakan untuk upacara adat, agama, atau kebutuhan sehari-hari.
- Dibuat dari bahan alam yang berasal dari lingkungan.
3. Sering digunakan dalam kebutuhan sehari-hari, terutama penduduk lokal.
4. Terbuat dari bahan alami.
5. Corak dan motifnya menggambarkan dengan kondisi geografis daerah.
Fungsi Karya Seni Rupa Daerah
Fungsi karya seni rupa daerah adalah sebagai berikut:
1. Fungsi individual
Sebagai media untuk mengekspresikan jiwa dan emosi. Selain itu, karya seni rupa juga mengekspresikan cita-cita, pandangan hidup, watak, bentuk, corak bahan, dan juga teknik.
2. Fungsi sosial
- Sebagai media pendidikan
- Sebagai media hiburan
- Sebagai media komunikasi
- Sebagai media keagamaan
Jenis Karya Seni Daerah
Menurut situs Kementerian Pendidikan dan Budaya, jenis karya seni daerah terdiri dari 3 jenis, yaitu:
1. Seni Pahat
Jenis karya seni rupa daerah yang dibuat dengan teknik pahat ini umumnya berasal dari bahan dasar batu dan kayu.
Seni pahat ini dibuat di dalam bentuk 2 dimensi, seperti relief di dinding datar maupun 3 dimensi, seperti patung.
Contoh karya seni pahat daerah di Indonesia adalah: patung suku Asmat, relief di Candi Borobudur, dan Wayang Golek.
2. Seni Lukis
Jenis karya seni rupa daerah yang berbentuk 2 dimensi umumnya dibuat di atas kanvas.
Contoh karya seni lukis daerah di Indonesia adalah lukisan karya Lampang dari Kalimantan, lukisan kaca dari Cirebon, dan lukisan leang-leang dari Jawa Tengah.
3. Seni Kriya
Jenis karya seni rupa daerah bisa dibuat menggunakan tangan secara tradisional atau dengan mesin modern.
Contoh seni kriya daerah adalah kain ulos asal Sumatra Utara, wayang kulit as Yogyakarta, dan topeng barong dari Bali.
Mengenal Batik
Jenis-jenis Batik :
Batik Tulis
Batik tulis adalah jenis batik yang dibuat secara manual menggunakan tangan dengan bantuan alat canting untuk menerakan malam ke corak batik.
Batik Cap
Batik cap adalah batik yang dibuat dengan semacam stempel motif batik. Stempel atau cap tersebut terbuat dari tembaga yang fungsinya menggantikan canting sehingga dapat mempersingkat waktu pembuatan batik.
Kombinasi Cap dan Tulis
Ada juga jenis batik yang merupakan kombinasi batik tulis dan batik cap. Jenis batik ini dibuat dalam rangka mengurangi kelemahan-kelemahan pada produk batik cap.
Batik Printing
Batik printing atau yang disebut juga dengan batik sablon karena dalam proses pembuatan jenis batik ini lebih mirip dengan penyablonan. Dalam pembuatan batik printing menggunakan alat offset atau sablon.
Batik Ikat Celup/ Jumputan
Batik ikat celup adalah teknik dalam pembuatan batik yang menerapkan ikatan berupa jahitan ataupun kerutan sebagai penutup pada area kain yang tidak ingin diberi warna tertentu.
1. Bahan Yang Dibutuhkan Untuk Membuat Batik Jumputan
Kain yang jenisnya mori prima, blaco, atau primissima
Pewarna dan penguatnya dalam satu kemasan, bisa memakai Wenter atau Wantex
2 liter air untuk satu kemasan pewarna
2 sendok makan garam
Cuka secukupnya
Kelereng, batu, atau uang koin
Karet gelang
Kompor
Panci
Sendok kayu yang digunakan untuk mengaduk
Ember
Pastikan kain yang akan digunakan dalam keadaan bersih.
Buat bentuk motif dengan cara mengikat uang koin, kelereng, atau batu pada beberapa bagian kain menggunakan karet gelang. Ikat secara kencang dan bentuk dengan motif yang berbeda ya.
Rebus air dalam panci sampai mendidih.
Jika sudah mendidih, tambahkan pewarna, garam, dan cuka lalu aduk sampai semua serbuk larut dan warna air berubah.
Basahi kain yang sudah diikat tadi menggunakan air yang bersih.
Setelah itu celupkan kain pada cairan pewarna. Kamu bisa mencelupkan seluruh kain jika hanya menginginkan satu warna saja ke dalam cairan pewarna yang sudah mendidih.
Aduk dan masak selama 20-30 menit agar warna dapat merata ke seluruh kain dan warna merekat kuat.
Jika kamu ingin batik memiliki beberapa warna, celupkan saja sebagian kain pada cairan warna pertama, kemudian kain yang belum terkena warna dicelupkan pada cairan pewarna yang lainnya.
Kamu bisa mencelupkan beberapa kali pada cairan pewarna yang berbeda untuk mendapatkan batik dengan warna beragam.
Setelah selesai proses pencelupan, angkat kain lalu bilas menggunakan air yang dingin dan bersih.
Selanjutnya lepas semua ikatan, peras kain dan jemur sampai kering.
Setelah kering, kamu bisa menyetrika agar kain menjadi rapi.
Kerjakan soal berikut ini!