3.8 Menganalisis siklus air dan dampaknya pada peristiwa di bumi serta kelangsungan mahluk hidup
3.8.1 Menganalisis siklus air pada peristiwa di bumi
3.8.2 Menganalisis siklus air pada kelangsungan mahluk hidup
3.8.3 Menganalisis dampak siklus air pada peristiwa di bumi
Setelah melihat paparan video dan membaca materi, siswa dapat memahami proses terjadinya siklus air dan dampaknya bagi kelangsungan hidup makhluk hidup
Anak-anak, taukah kalian kenapa air di permukaan bumi tidak pernah habis walaupun digunakan terus menerus?
Yuk lihat ulasannya pada video berikut ini!
FUNGSI AIR BAGI MANUSIA, HEWAN DAN TUMBUHAN
Fungsi Air bagi Manusia
Sebagian besar zat pembentuk tubuh manusia itu terdiri dari 73% adalah air. Kehidupan yang ada di dunia ini dapat terus berlangsung karen tersedianya Air yang cukup. Berikut ini air merupakan kebutuhan pokok bagi manusia dengan segala macam kegiatannya, antara lain digunakan untuk:
v Keperluan rumah tangga, misalnya air digunakan untuk minum, masak, mandi, mencuci dan mengepel lantai.
v Bahan utama dalam kegiatan industri, misalnya air digunakan sebagai bahan baku minuman kemasan, selain itu air juga digunakan untuk pembangkit tenaga listrik yang sangat dibutuhkan oleh sektor industri.
v Sarana rekreasi dan olah raga, ada beberapa cabang olah raga yang memanfaatkan air sebagai sarananya. Misalnya olahraga renang, selancar, dayung, dan arung jeram.
v Keperluan pertanian dan peternakan, para petani sangat membutuhkan air dalam jumlah yang banyak untuk mengairi sawah dan lahan pertaniannya. Para peternak juga sangat membutuhkan air untuk memelihara ternak mereka.
v Keperluan transportasi, misalnya dalam pelayaran sangat membutuhkan air sebagai sarana transportasi. Demikian juga di daerah kalimantan air sungai dimanfaatkan sebagai sarana transportasi penduduk setempat.
Fungsi Air bagi Hewan
Air merupakan bagian penting dan terbesar dalam tubuh hewan. Air sangat dibutuhkan dalam berbagai keperluan seperti pengaturan suhu tubuh, membantu proses pencernaan dan zat, produksi susu. Hewan juga membutuhkan air seperti manusia dan tumbuhan, hewan memanfaatkan air untuk keperluan sebagai berikut :
v Untuk minum, sebagai makhluk hidup hewan memerlukan air untuk metabolisme dalam tubuh hewan.
v Untuk produksi susu, bagi hewan yang menyusui seperti kambing dan sapi air sangat berperan dalam proses produksi susu.
v Sebagai tempat hidup, ada beberapa hewan yang hidup dia air, misalnya berbagai jenis ikan , udang, lumba-lumba, dan ikan paus.
v Hewan juga membutuhkan air untuk membersihkan tubuhnya, misalnya saja kerbau biasanya membersihkan tubuhnya dengan cara masuk ke dalam air.
v Sebagai alat perlindungan dan tempat bersembunyi, Kuda nil menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam air adalah agar kuda nil bisa menghindari panas terik di siang hari.
v Sebagai senjata, ikan pemanah adalah penembak jitu di dalam sungai, dan sebuah jet air adalah senjatanya. Dengan bidikan yang tepat, ikan ini mampu mengambil serangga apapun dalam beberapa meter tanpa menggunakan apa-apa selain air yang disemprotkan dari mulutnya.
Fungsi air Bagi Tumbuhan
Tumbuhan sangat memerlukan air untuk kelangsungan hidupnya. Kekurangan air akan menyebabkan tanaman menjadi kerdil, perkembangannya menjadi tidak normal. Kekurangan yang terjadi terus menerus selama periode pertumbuhan akan menyebabkan tanaman tersebut kemudian mati. Tumbuhan memerlukan air untuk berbagai keperluan, berikut ini adalah beberapa fungsi penting air bagi tumbuhan :
v Sebagai tempat hidup, ada beberapa jenis tumbuhan yang hidup dia air, misalnya eceng gondok, teratai, dan pandan air.
v Menjadi pelarut bagi zat hara yang diperlukan tumbuhan. Zat hara yang ada dalam tumbuhan dilarutkan oleh air dan diedarkan ke seluruh bagian tumbuhan.
v Menjadi alat transportasi untuk memindahkan zat hara. Bahan yang diangkut dapat berupa bahan mineral dari dalam tanah, bahan - bahan organik hasil fotosintesa, dan olahan sel lainya.
v Menjadi bahan dasar pada fotosintesis, tanpa adanya air fotosintesis tidak dapat berlangsung.
SIKLUS AIR
Air merupakan sumber kehidupan di bumi.Mahluk hidup membutuhkan air setiap hari.
Mengapa air tak kunjung habis walaupun terus menerus digunakan?
Air yang ada di permukaan bumi selalu ada karena mengalami siklus air.
Siklus air adalah proses perputaran air yang terjadi secara terus menerus dari permukaan bumi ke atmosfer dan kembali lagi ke permukaan bumi.
Dalam proses siklus air ini, ada empat tahap yang berlangsung, yaitu evaporasi, kondensasi, presipitasi, dan infiltrasi.
1. Evaporasi
Evaporasi adalah proses penguapan air dari berbagai sumber air yang ada di Bumi, misalnya dari danau, sungai, atau laut.
Selain dari sumber air, proses evaporasi juga bisa terjadi pada tumbuhan, yang disebut sebagai transpirasi.
Proses evaporasi ini dapat terjadi karena adanya sinar Matahari yang menyebabkan penguapan air.
2. Kondensasi
Uap air yang berasal dari proses evaporasi dan transpirasi akan berubah menjadi awan dan akan berada di tempat yang tinggi karena terbawa angin.
Pada tahap ini, terjadi proses kondensasi atau pengembunan, yang terjadi saat awan berada di tempat yang semakin tinggi, maka suhunya menjadi semakin rendah.
Nantinya awan akan mengalami pengembunan yang membentuk titik-titik air, terlebih karena awan sudah mengandung banyak uap air.
3. Presipitasi
Presipitasi adalah proses saat titik-titik air dari awan jatuh ke bumi. Presipitasi disebut juga dengan hujan.
Hujan terjadi saat awan sudah menampung terlalu banyak air dan awan menjadi semakin besar. Saat awan tidak lagi mampu menampung air atau uap air, maka akan terjadi hujan, salju, atau hujan es.
4. Infiltrasi
Infiltrasi adalah proses masuknya air ke dalam tanah melalui permukaan tanah. Proses infiltrasi disebut juga penyerapan.
Air hujan yang turun akan jatuh ke Bumi dan mengalir ke sungai, danau, laut, hingga samudra.Selain mengalir ke berbagai sumber air, air yang turun ke Bumi lewat proses presipitasi juga akan terserap ke tanah, bahkan juga diserap oleh tumbuhan.
Kegiatan Manusia Berpengaruh Terhadap Siklus Air
Seiring dengan perkembangan teknologi, manusia dituntut untuk mengembangkan teknologi yang ada ataupun menciptakan teknologi yang baru.Akan tetapi perkembangan teknologi tersebut seringkali tidak diimbangi dengan tindakan perlindungan lingkungan.Tanpa mereka sadari, kegiatan perusakan lingkungan yang dilakukan dapat mengganggu siklus keseimbangan alam, termasuk siklus air.
Berikut ini merupakan kegiatan manusia yang merusak lingkungan dan dapat mempengaruhi siklus air
1. Penebangan hutan
Penebangan hutan secara besar-besaran dapat mengurangi laju penyerapan karbon dioksida (CO2) yang dilakukan oleh pohon secara drastis. Hal ini menyebabkan penumpukan CO2 di atmosfer dan menjebak panas matahari yang dipantulkan bumi. Akibatnya suhu bumi dan atmosfer akan meningkat (peningkatan suhu bumi ini sering disebut pemanasan global atau global warming). Peningkatan suhu atmosfer akan meningkatkan laju evaporasi dan memperlambat proses kondensasi. Sehingga siklus air menjadi terganggu
2. Kebakaran hutan
Kebakaran hutan yang disebabkan karena cuaca ekstrim ataupun sengaja dibakar manusia akan memusnahkan beberapa tumbuhan, dan juga akan meningkatkan suhu udara. Hal ini akan berpengaruh terhadap siklus air.
3. Pembangunan
Pembangunan di darat juga dapat mempengaruhi siklus air lokal. Pembangunan yang dilakukan dengan penebangan pohon dan penutupan tanah oleh aspal dan semen tentu saja akan menghambat proses infiltrasi. Terhambatnya infiltrasi dapat menyebabkan kelangkaan air tanah.Karena terhambatnya infiltrasi, laju runoff meningkat sehingga lebih banyak air yang “terbuang” ke perairan.
4. Pembuatan saluran irigasi
Pembuatan saluran irigasi biasanya dilakukan di sekitar sungai, dimana sumber air mengalir dengan sendirinya. Adanya saluran irigasi ini juga dapat mempengaruhi siklus air. Saluran irigasi tersebut dapat mengurangi laju runoff dan meningkatkan laju infiltrasi air. Hal ini dikarenakan air tersebut akan ‘dialihkan’ menuju kawasan pertanian yang lokasinya relatif jauh untuk diserap oleh tanaman ataupun lahan yang ada.
5. Penggunaan secara boros atau berlebihan
6. Membuang sampah secara sembarangan
7. Penutupan permukaan tanah dengan aspal
Air hujan yang jatuh, sebagian akan diserap oleh tanah, lalu menjadi air tanah. Air tanah adalah air yang mengalir di bawah permukaan tanah.Air ini biasanya lebih jernih dan bersih, karena sudah tersaring oleh lapisan tanah dan akar tumbuhan. Untuk mendapatkan air tanah, manusia membuat sumur dengan cara menggali lubang.Air hujan yang tidak terserap oleh tanah, akan terus mengalir menjadi air permukaan. Lalu, air itu menuju tempat yang lebih rendah seperti sungai, danau, dan laut.
Air permukaan adalah air hujan yang tak dapat diserap oleh tanah tetapi diserap oleh permukaan tanah, sehingga mengalir di atas permukaan tanah dan kemudian menguap kembali.Air ini biasanya lebih kotor, karena mengandung lumpur. Air ini juga biasanya membawa berbagai macam material dari proses erosi.Pada musim kemarau, air hujan yang turun menjadi berkurang. Air hujan yang turun biasanya langsung diserap oleh tanah menjadi air tanah. Jika air sungai dan danau surut akan menyebabkan berkurangnya penguapan air sebagai pembentuk titik-titik air di awan. Akibat dari semakin sedikitnya awan adalah semakin berkurangnya curah hujan.Oleh karena itu, sumur-sumur penduduk pun menjadi kering.Di saat inilah biasanya terjadi kelangkaan air bersih. Jika kelangkaan air bersih terjadi dalam waktu yang panjang, bencana kekeringan akan terjadi
Pencemaran Air
Pencemaran air/polusi air adalah peristiwa masuknya zat atau komponen lain ke dalam perairan.
Air dikenal sebagai pelarut universal sebab mampu melarutkan lebih banyak zat daripada cairan lain di bumi. Itu sebabnya air sangat mudah tercemar.Pencemaran badan air (seperti lautan, laut, danau, sungai, air tanah dan lainnya) disebabkan oleh aktivitas manusia dapat menimbulkan dampak negatif tidak hanya pada manusia tetapi juga pada makhluk hidup lain dan lingkungannya.
Terdapat beberapa dampak pencemaran air di antaranya: timbulnya penyakit, kerusakan ekosistem, dan Eutrofikasi .
Gangguan rantai makanan berikut ini penjelasan mengenai akibat pencemaran air: Manusia yang minum atau mengonsumsi air yang tercemar akan menyebabkan penyakit seperti tifus, kolera, hepatitis dan berbagai penyakit lainnya.
Ekosistem sangat dinamis dan merespons perubahan lingkungan bahkan yang terkecil sekalipun. Polusi air dapat menyebabkan seluruh ekosistem rusak jika dibiarkan tidak terkendali.
Eutrofikasi adalah masuknya bahan kimia dalam badan air yang mendorong pertumbuhan alga (ganggang).Alga ini membentuk lapisan di atas kolam atau danau lalu mengurangi oksigen dalam badan air. Akibatnya, kehidupan perairan tersebut akan terdampak.
Sebab-sebab pencemaran air :
Sebab-sebab pencemaran air dapat dikategorikan menjadi dua jenis yaitu:
1. Sumber langsung
Sumber langsung adalah sumber pencemaran yang secara langsung melepaskan limbah dan produk sampingan berbahaya ke sumber air terdekat tanpa pengolahan. Contoh: limbah pabrik, fasilitas pengelolaan limbah, kilang dan lain-lain.
2. Sumber tidak langsung
Sumber tidak langsung yaitu polutan atau bahan pencemar yang masuk ke badan air melalui air tanah, tanah, atau atmosfer seperti hujan asam.Badan air dapat tercemar oleh berbagai macam zat, termasuk mikroorganisme patogen, limbah organik yang dapat membusuk, nutrisi tanaman, bahan kimia beracun, endapan, panas, minyak bumi dan zat radioaktif.
Beberapa polutan air yang paling sering ditemukan antara lain:
v Limbah domestik (rumah tangga)
v Limbah industri
v Insektisida dan pestisida
v Deterjen
Air untuk Kebutuhan Sehari-hari
Bagaimana rasa air laut? Ya, air laut terasa asin. Jika kamu berenang di pantai dan terpercik air laut, kamu akan mengetahui bahwa air laut terasa asin. Sebagian besar (97%) air yang menutupi planet bumi ini berupa air laut.Air laut tidak bagus untuk diminum.Air laut juga tidak dapat digunakan dalam kebanyakan industri dan keperluan rumah tangga. Untunglah 3% air di dunia berupa air segar, yaitu air yang tidak asin dan dapat digunakan untuk minum, memasak, dan mencuci.
Persyaratan air bersih meliputi tiga komponen, yaitu persyaratan secara fisik, secara kimia, dan kandungan mikroba yang terdapat di dalamnya.
1. Persyaratan secara fisik
a. Tidak keruh
b. Tidak berwarna apa pun
c. Tidak berasa apa pun
d. Tidak berbau apa pun
e. Suhu antara 10°-25° C (sejuk)
f. Tidak meninggalkan endapan
2. Syarat kimiawi
a. Tidak mengandung bahan kimiawi yang mengandung racun
b. Tidak mengandung zat-zat kimiawi yang berlebihan
c. Cukup yodium
d. pH (derajat keasaman) air antara 6,5 – 9,2
3. Syarat mikrobiologi
Tidak mengandung kuman-kuman penyakit seperti disentri, tipus, dan kolera
Masyarakat memerlukan air dalam jumlah yang sangat besar. Air yang akan digunakan diambil dari sungai-sungai terdekat atau sumbersumber air lain seperti sumur. Air dari sungai dan sumber-sumber air dialirkan dan disimpan dalam tangki penampung yang sangat besar.Tangki penampungan berisi air ditambahkan sejumlah kecil gas chlorine untuk membunuh kuman berbahaya.Selanjutnya, air dipompa melalui pipa bawah tanah menuju ke rumah-rumah penduduk.Air inilah yang digunakan untuk keperluan sehari-hari masyarakat.
Sumber air lainnya didapat dari penggalian tanah. Lubang penggalian ini dinamakan sumur.
Oleh karena itu, sangat diperlukan pelestarian air agar tidak menjadi bencana dan merugikan makhluk hidup di dunia.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian air antara lain:
1. Menjaga lingkungan
2. Menghemat penggunaan air
3. Membuang sampah pada tempatnya
4. Meminimalisirkan penggunaan bahan kimia
5. Membuang bahan kimia dengan benar
6. Mendaur ulang bahan bekas
7. Mengadakan penyuluhan
8. Mencegah adanya penebangan pohon secara liar
9. Mengadakan reboisasi pada hutan
10. Tidak membuang limbah pabirik sembarangan
11. Pengecekan saluran pipa air secara rutin
12. Menjaga kestabilitasan ketersedian air bersih di sumber-sumber air
13. Menciptakan lingkungan yang asri
14. Menggunakan shower ketika mandi
15. Tidak mengambil air sumur secara berlebihan
MARI BEREKSPERIMEN!
Masih ingatkah kalian tahapan proses siklus air? Kita coba membuat miniatur siklus air, yuk! Siapkan bahan-bahannya terlebih dahulu:
Toples kaca / toples plastik bening
Piring
Air
Es batu
Langkah-langkahnya:
Rebus air hingga mendidih
Tuangkan dalam toples kaca atau plastik bening sepertiga bagian saja
Tutup toples dengan piring
Letakkan es batu di atas piring
Amatilah yang terjadi selanjutnya
Pertanyaan :
Dari mana asalnya titik-titik air yang jatuh dari piring ke dalam toples?
Perubahan wujud apa yang terjadi pada eksperimen tersebut?
Bila air yang dimasukkan ke dalam toples bukan air panas, apakah tetesan sir tersebut akan tetap terjadi?
Tulislah laporan hasil eksperimen kalian! Sertakan pula video saat melakukan eksperimen via japri ya!
SELAMAT MENCOBA!
Yuk, kerjakan latihan berikut ini untuk menguji pemahaman kalian!
Untuk mengetahui skor kalian, bisa dilihat DI SINI