Subhanallah atau tasbih merupakan kalimah ṭayyibah. Arti Subhanallah adalah Maha Suci Allah. Subhanallah adalah pengakuan manusia akan kesucian Allah dari segala aib. Allah Maha sempurna dan tidak memiliki kekurangan.
Allah berfirman dalam QS. al-Maidah ayat 116:
Artinya: "(Isa) menjawab, “Maha Suci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku".
Dan dalam QS. Ali Imran ayat 41 Allah Swt. berfirman:
Artinya: "Dan sebutlah (nama) Tuhanmu banyakbanyak, dan ber tasbih lah (memujiNya) pada waktu petang dan pagi hari.”
Kalimah Subhanallah diucapkan ketika seseorang takjub dan kagum akan ciptaan Allah Swt. Seperti saat seseorang menyaksikan deretan gunung dan hamparan sawah yang tertata indah. Selain itu kalimah Subhanallah juga sering digunakan untuk menunjukkan peristiwa langka dan jarang terjadi. Contohnya ketika seseorang heran melihat ada seekor burung yang mampu berbicara. Atau ketika menyaksikan gumpalan awan yang membentuk lafaz Allah Swt.
Kalimah ṭayyibah Subhanallah juga baik diucapkan sebagai jawaban ketika seseorang yang berburuk sangka akan ketentuan Allah Swt. Contohnya ketika bencana banjir terjadi, kemudian ada yang mengucapkan “Mengapa Allah Swt. sampai hati mendatangkan banjir ini kepada kita?” maka kita jawab Subhanallah, ini adalah ujian dari Allah Swt. bagi orang-orang yang beriman.
Kalimah ṭayyibah berarti kata-kata yang baik untuk diucap kan. Kalimah ṭayyibah selalu bertujuan untuk mengakui keberadaan dan keagungan Allah Swt. di setiap keadaan. Kalimah ṭayyibah juga merupakan zikir untuk senantiasa ingat kepada Allah Swt. Bukan hanya manusia, tetapi juga malaikat, tumbuhan, gunung bahkan burung pun ikut mengucapkan kalimah ṭayyibah.
Masyaallah adalah kalimah ṭayyibah yang berarti atas kehendak Allah Swt. Kita harus meyakini segala sesuatu bisa terjadi karena kehendak Allah Swt. Alam semesta beserta isinya juga tercipta atas kehendak Allah Swt. Manusia berbuat, namun pencapaian akhir adalah kehendak Allah Swt.
Allah Swt. berfirman QS. al-Kahf ayat 39 yaitu:
Artinya: "Dan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masyaallah, la quwwata illa billah” (Sungguh, atas kehendak Allah, semua ini terwujud), tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah".
Kata Masyaallah diucapkan ketika takjub dan kagum akan karya dan usaha seseorang. Kata masyaallah menunjukkan bahwa karya yang dibuat merupakan karunia Allah Swt. Karunia sebagai pencapaian yang luar biasa. Misalnya, tatkala kita melihat hasil panen yang melimpah. Hasil panen yang melimpah adalah hasil kerja yang sungguh-sungguh dari seorang petani. Tetapi kita harus ingat bahwa hasil panen yang melimpah tersebut adalah karunia Allah Swt.
Kata masyaallah juga diucapkan saat kita takjub akan prestasi seseorang. Contohnya ketika kita melihat anak yang mampu menguasai beberapa bahasa asing. Kemampuan menguasai beberapa bahasa asing adalah karena belajar yang tekun. Tetapi belajar tekun dan kecerdasan itu merupakan karunia Allah Swt.
Sumber: Buku PAI SD Kelas 3 | Halaman 184-186
Kata insyaallah adalah kata ṭayyibah yang sering diucapkan. Insyaallah mengandung arti jika dikehendaki Allah. Kata insyaallah memiliki keterkaitan antara keinginan seseorang dengan kehendak Allah. Artinya kita harus meyakini bahwa kehendak Allah Swt. terkait dengan kegiatan kita di masa yang akan datang. Kata insyaallah merupakan zikir atau pengingat bagi manusia, bahwa semua keinginan akan terwujud atas kehendak Allah Swt.
Dalam Al-Qur'an Surah al-Kahf ayat 23-24 Allah Swt. berfirman:
Artinya: "Dan jangan sekalikali engkau mengatakan terhadap sesuatu, “Aku pasti melakukan itu besok pagi,” kecuali (dengan mengatakan), “Insya Allah.”
Kata insyaallah sangat penting diucapkan saat menyam paikan janji atau rencana di masa yang akan datang. Misalnya, ketika seseorang mengundang kita untuk hadir dalam acara. Maka kita ucapkan insyaallah. Contoh yang lain, jika temanmu mengajak untuk belajar bersama di rumahnya, maka ucapkan insyaallah.
Allahu akbar atau kalimat takbir sering kita dengar terutama saat melaksanakan salat lima waktu. Allahu akbar artinya Allah Maha Besar. Kebesaran dan keagungan Allah tiada terbatas. Perintah untuk mengingat kebesaran Allah tertuang dalam Al-Qur'an Surah al-Baqarah ayat 185 sebagai berikut:
Artinya: "Dan mengagungkan Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur".
Sama halnya dengan subhanallah dan masyaallah, kalimah takbir digunakan saat melihat tanda-tanda kebesaran Allah. Tatkala kita takjub dan kagum akan ciptaan Allah maka ucapkan Allahu akbar. Allahu akbar juga diucapkan ketika seseorang mendapat karunia dan nikmat yang besar dari Allah Swt. Contohnya ketika seseorang mendapat nilai yang sangat baik, maka selain ucapan Alhamdulillah ucapkan juga Allahu akbar.
Allahu akbar juga sering diucapkan untuk memberi semangat diri agar tenang menghadapi ujian. Contohnya, saat Allah mendatangkan bencana maka ucapkan kalimah Allahu akbar. Semakin sering diucapkan, maka takbir akan memberikan ketenangan.
Menulis kalimah ṭayyibah sama dengan menulis huruf Al-Qur'an. Masih ingatkah caranya? Dimulai dari kanan ke kiri. Ada yang di atas garis ada yang menggantung ke bawah garis. Ingatlah juga harakat yang ada. Ingat juga tanda bacaan panjang yang ada. Fathah panjang biasanya ditulis dengan bentuk fathah berdiri.
1. Kalimah Ṭayyibah artinya kata-kata yang baik.
2. Subhanallah artinya Maha Suci Allah Swt.
3. Masyaallah artinya Atas kehendak Allah Swt.
4. Insyaallah artinya Jika dikehendaki Allah Swt.
5. Allahu akbar artinya Allah Maha Besar.
6. Kalimah ṭayyibah merupakan zikir yang bernilai ibadah.
7. Kalimah ṭayyibah adalah cara kita untuk senan tiasa mengingat Allah Swt.
8. Subhanallah, Masyaallah dan Allahu akbar diucap kan saat kita takjub akan kebesaran Allah Swt.
9. Insyaallah digunakan untuk menyampaikan janji atau rencana yang akan datang.