Materi 5, 6 dan 7. Sistem dan Gangguan (Penyakit) Pencernaan Manusia
Sistem pencernaan adalah sekelompok organ yang digunakan untuk mencerna makanan, menyerap nutrisi, dan membuang limbah. Anatomi sistem pencernaan ini terdiri dari beberapa organ, mulai dari mulut hingga anus. Organ pencernaan bekerja dengan cara memecah makanan, menyerap nutrisi, dan membuang sisa pengolahan makanan.
Proses pencernaan makanan yang dimakan oleh manusia tidak dapat langsung diserap oleh tubuh melainkan melalui dua macam proses pencernaan yaitu proses pencernaan secara mekanisme fisikli/mekanik dalam saluran pencernaan (mulut,kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, dan anus) dan kimiawi dengan bantuan kelenjar pencernaan (kelenjar ludah, hati, pankreas dan kantung empedu). Secara lebih rinci kalian bisa kembali mempelajarinya pada materi 5: Sistem Pencernaan Manusia.
Firman Allah Swt Qs. Al-A’raf : 31
Artinya: Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.(Qs. Al-A„raf: 31)
Makan-makanan yang berlebihan porsinya dan "asal-asalan" sumbernya dapat mengakibatkan gangguan pada pencernaan. Gangguan pencernaan yang umum terjadi bisa kalian baca di materi 6: Penyakit Sistem Pencernaan dan materi 7 : Gangguan Umum Sistem pencernaan.
Sholeh dan sholehah kelas Ferrum-Paladium-Natrium, juga bisa mengulang mempelajari tentang sistem pencernaan ini dari buku catatanmu, rangkuman materi atau kalian boleh juga menambah pemahamanmu dengan membaca dari sumber pengetahuan lainnya.
Agar dapat lebih terbayang bagaimana makanan yang kalian makan melakukan perjalanan di saluran pencernaan, kalian bisa lihat di video pembelajaran tentang sistem pencernaan manusia.
Yuk jaga sistem pencernaan kita dengan mengikuti nasehat dan contoh dari Rasulullah Muhammad SAW !
Dari Al-Miqdam bin Ma’dikarib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada tempat yang lebih jelek daripada memenuhi perut keturunan Adam. Cukup keturunan Adam mengonsumsi yang dapat menegakkan tulangnya. Kalau memang menjadi suatu keharusan untuk diisi, maka sepertiga untuk makannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya.” (HR. Imam Ahmad, Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan) [HR. Ahmad, 4:132; Tirmidzi, no. 2380; Ibnu Majah, no. 3349. Syaikh Syuaib Al-Arnauth mengatakan bahwa perawi hadits ini tsiqqah, terpercaya].