JEJAK JEJAK KAKI
JEJAK JEJAK KAKI
“Kelak, kaki akan menjadi saksi, sebagaimana diisyaratkan dalam Surah Yasin—maka jagalah setiap langkah, karena semuanya akan dimintai pertanggungjawaban.”
Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk menapaki kehidupan dengan berbagai jejak yang kita tinggalkan.
Buku ini lahir dari kegelisahan sederhana: bahwa semakin hari, manusia semakin cepat berjalan, namun semakin jarang menoleh ke belakang—melupakan jejak yang telah ditinggalkan oleh para leluhur.
Padahal, di sanalah tersimpan nilai-nilai kehidupan yang adi luhung.
Melalui kisah-kisah sederhana dari desa, dari ladang, dari tempat-tempat yang mungkin tak dikenal banyak orang, buku ini berusaha menghadirkan kembali pitutur yang mulai terlupakan.
Tentang bagaimana seharusnya manusia:
menghormati asal-usulnya
menjaga sikap dalam setiap langkah
dan tetap menjadi dirinya sendiri, tanpa kehilangan arah
Semoga setiap cerita dalam buku ini tidak hanya dibaca, tetapi juga direnungkan.
Karena pada akhirnya—
setiap langkah akan menjadi jejak, dan setiap jejak akan menjadi saksi.
“Kaki akan menjadi saksi, sebagaimana pesan dalam Surah Yasin—maka berhati-hatilah dalam setiap langkah.”
Abdul Muid lahir di Jember pada tahun 1968. Ia menempuh pendidikan dasar di SDN Kaliwining I Rambipuji, kemudian melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah Kaliwining dan Madrasah Aliyah Negeri Kaliwates, Jember. Pendidikan tingginya diselesaikan di IAIN Sunan Ampel Jember, yang kini dikenal sebagai Universitas Islam Negeri KHAS Jember.
Dalam perjalanan hidupnya, ia dikenal sebagai pribadi yang mendedikasikan waktu dan ilmunya untuk kemaslahatan umat, dengan prinsip hidup: “Berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.”
Ia pernah mengabdi sebagai guru, mudin, marbot masjid, perangkat desa, serta aktif sebagai pendamping masyarakat. Sejak muda, ia telah terlibat dalam berbagai organisasi seperti Pramuka, PMI, Remaja Masjid, Karang Taruna, dan Nahdlatul Ulama.
Karya-karyanya meliputi biografi tokoh, panduan keagamaan, serta buku motivasi. Baginya, menulis dan belajar adalah bagian dari ibadah yang terus menghidupkan hati dan pikiran.
Kini, ia tinggal bersama istri tercinta, Neng Firo, dan dikaruniai lima orang anak: Ilman, Iqbal, Aditya (wafat saat bayi), Wildan, dan Hanum.
Karya-karya:
Napak Tilas Perjuangan Kyai Haji Muhammad Nur dari Pekalongan (2025)
Bersama Pendidik Cerdas: Digital Parenting (2025)
Kesehatan Mental dalam Perspektif Islam dan Keluarga (2025)
Alineaku: Ibuku Duniaku (2025)
Beberapa buku yang segera terbit tentang kisah hidup orang terkasih, keteladan, catatan pengalaman hidup, wawasan keislaman, tips menjalani kehidupan, bersama dan bersinergi dengan masyarakat, tentang generasi, kemasjidan dan keummatan.
SEGERA TERBIT
SEJARAH AGAMA KAPITAYAN
SEGERA TERBIT
HUBUNGI : abdulmuid2023@gmail.com
NAVIGASI DAKWAH MELINTAS ZAMAN
Membangun Ekosistem Masjid dan Pendidikan Masyarakat di Era Algoritma 2026
"Masjid bukan lagi sekadar tempat sujud, ia adalah jantung peradaban yang harus berdenyut di tengah derasnya arus algoritma."
Di tahun 2026, tantangan dakwah dan pendidikan masyarakat telah berpindah ke ruang digital yang kompleks. Masjid dituntut tidak hanya sebagai bangunan fisik, tetapi sebagai Community Hub—sebuah episentrum solusi yang mampu menjawab keresahan sosial, ekonomi, hingga literasi umat secara presisi.
Buku ini merupakan panduan strategis bagi para takmir, pendidik, dan penggerak sosial untuk melakukan re-branding ekosistem masjid. Dengan mengintegrasikan pilar strategis dari DMI, LTM NU, dan standar DKM Progresif, Abdul Muid membedah langkah-langkah konkret dalam:
Aktivasi Ekonomi: Mengubah Baitul Maal menjadi inkubator UMKM jamaah yang mandiri.
Arsitektur Kolaborasi: Mendesain ruang masjid yang ramah bagi lintas generasi.
Dakwah Kontemporer: Menjaga otentisitas sanad ilmu di tengah kepungan konten mikro dan media sosial.
Revolusi Pendidikan: Menerapkan kurikulum adaptif dan metode gamifikasi yang menghidupkan jiwa santri.
Melalui sudut pandang TBM Al Awwabin Pasuruan, buku ini menawarkan peta jalan untuk mencetak Murabbi Zaman Now—pemimpin yang mampu menyatukan karisma senior dengan kreativitas muda guna menavigasi dakwah melintasi zaman.
HUBUNGI : abdulmuid2023@gmail.com
"Seberapa Kokoh Pohon Kehidupanmu?"
Seringkali kita hanya terpukau pada manisnya buah (amal), namun lupa menjaga kokohnya akar (iman) atau merawat kuatnya batang (ilmu). Terinspirasi dari kedalaman QS. Al-An’am: 95, buku "Simbolik Qur'ani" karya Abdul Muid mengajak kita menelusuri filosofi pertumbuhan spiritual manusia melalui analogi sebuah pohon.
🌱 Akar (Iman): Menghujam dalam, tak terlihat namun menjadi penopang utama saat badai menerpa.
🌳 Batang (Ilmu): Tegak dan kuat, menyalurkan nutrisi hidayah menjadi struktur kehidupan yang nyata.
🍎 Buah (Amal): Manis dan bermanfaat, menjadi puncak dari sebuah perjalanan panjang sang pembelah benih.
Dapatkan panduan praktis dan perenungan mendalam atas ayat-ayat pilihan Al-Qur'an untuk menumbuhkan potensi terbaik dalam dirimu.
Segera Hadir!
Karya terbaru dari Abdul Muid (TBM Al Awwabin).