Menurut Taylor (2011), gejala stres dapat berkaitan hingga memperburuk hipertensi karena dapat memicu aktivasi sistem saraf simpatik, ditandai dengan peningkatan detak jantung dan penyempitan pembuluh darah, sehingga tekanan darah naik. Stres kronis juga menyebabkan peningkatan hormon, seperti kortisol dan adrenalin yang memperburuk kondisi ini. Individu dengan respons fisiologis tinggi terhadap stres lebih rentan mengembangkan tekanan darah tinggi, terutama jika mereka memiliki mekanisme coping yang buruk.
Gejala stres yang dapat mempengaruhi kondisi pasien dengan hipertensi (Taylor, 2011)
Kecemasan Kronis
Tegang Otot & Tubuh Tidak Nyaman
Insomnia
Iritabilitas
Menurut SEFT, stres pada pasien hipertensi menunjukan gejala seperti berikut:
Tubuh lebih cepat lelah, bahkan tanpa aktivitas berat
Sering terjadi saat tekanan emosional pasien tinggi
Respons tubuh terhadap stres
Meningkatkan respon stres secara fisiologis
Bentuk dari tekanan emosional yang tidak tersalurkan
Stres pada pasien hipertensi tidak hanya memperburuk kondisi medis, tetapi juga berdampak negatif pada kualitas hidup secara keseluruhan. Oleh karena itu, intervensi yang tepat menjadi penting dalam perawatan holistik.