Neraca Ohaus tiga lengan adalah alat ukur massa yang berfungsi untuk menimbang benda kecil dengan tingkat ketelitian tinggi, hingga 0,01 gram. Cara kerjanya adalah dengan membandingkan massa benda yang akan diukur dengan anak timbangan yang dapat digeser pada tiga lengannya (ratusan, puluhan, dan satuan) hingga mencapai kesetimbangan, di mana total massa dari anak timbangan yang digeser sama dengan massa benda.
Neraca Ohauss 4 lengan adalah alat ukur massa dengan tingkat ketelitian sebesar 0,01 gram. Cara kerjanya adalah dengan membandingkan massa benda yang akan diukur dengan anak timbangan yang dapat digeser pada empat lengannya (ratusan, puluhan, dan satuan hingga desimal) hingga mencapai kesetimbangan, di mana total massa dari anak timbangan yang digeser sama dengan massa benda.
Kaki statif adalah penyangga vertikal yang dilengkapi dengan klem untuk menstabilkan dan memegang peralatan laboratorium secara kokoh, seperti buret, labu, atau corong. Fungsinya utama adalah memberikan stabilitas, ketinggian yang dapat diatur, dan keamanan selama eksperimen seperti titrasi, destilasi, atau filtrasi, dengan klem yang menjepit peralatan pada tiang statif.
Balok kaca adalah alat laboratorium berbentuk balok yang terbuat dari kaca bening dan digunakan dalam percobaan optik. Alat ini berfungsi untuk menunjukkan gejala pembiasan dan pemantulan cahaya, serta membantu memahami konsep indeks bias. Dalam praktikum IPA, balok kaca sering digunakan untuk membelokkan sinar cahaya atau memisahkan cahaya putih menjadi spektrum warna pelangi.
Balok kayu merupakan benda berbentuk persegi panjang yang terbuat dari kayu dan digunakan dalam percobaan gaya dan gerak. Alat ini biasanya dipakai untuk mengamati pengaruh gaya gesek antara dua permukaan dengan bantuan dinamometer. Melalui percobaan tersebut, siswa dapat memahami hubungan antara gaya, massa, dan permukaan benda terhadap besar gaya gesek yang terjadi.
Beban pemberat adalah alat laboratorium yang digunakan sebagai sumber gaya gravitasi dalam berbagai percobaan fisika. Alat ini biasanya berbentuk silinder kecil yang terbuat dari logam, dengan massa tertentu seperti 25 gram,50 gram, 100 gram, atau 200 gram. Beban pemberat sering digunakan bersama alat lain seperti neraca pegas (dinamometer), katrol, atau bidang miring untuk mempelajari konsep gaya, massa, dan percepatan. Melalui penggunaan beban pemberat, peserta didik dapat memahami hubungan antara gaya, massa, dan percepatan sesuai dengan hukum Newton.
Beban berkait ganda adalah alat laboratorium berbentuk silinder logam kecil yang memiliki dua buah kait (kail) di bagian atas dan bawahnya. Alat ini digunakan untuk memberikan gaya berupa beban dengan massa tertentu pada kedua sisi sistem percobaan, seperti pada percobaan katrol, keseimbangan gaya, atau dinamika gerak.
Batang di laboratorium adalah alat berbentuk lurus dan panjang yang biasanya terbuat dari logam (seperti besi atau baja tahan karat), dan menjadi bagian utama dari statif atau penyangga alat. Batang ini berfungsi sebagai tempat menempel atau mengaitkan peralatan lain, seperti klem, cincin besi, buret, termometer, atau corong, agar alat-alat tersebut dapat berdiri tegak dan stabil saat digunakan dalam percobaan.
Bosshead adalah alat penjepit logam yang digunakan di laboratorium untuk menghubungkan batang statif dengan klem. Alat ini berfungsi sebagai penghubung yang kuat dan dapat diatur posisinya, sehingga klem bisa dipasang pada batang statif dengan sudut dan ketinggian yang diinginkan. Bosshead biasanya terbuat dari logam tahan karat dan memiliki dua sekrup pengencang, satu untuk menjepit batang statif dan satu lagi untuk menahan klem.
Balok pendukung adalah alat laboratorium berbentuk balok padat yang biasanya terbuat dari kayu atau logam, berfungsi sebagai penopang atau alas tambahan untuk menahan dan menyeimbangkan peralatan percobaan. Alat ini digunakan agar posisi alat lebih stabil, sejajar, atau berada pada ketinggian tertentu sesuai kebutuhan praktikum.
Balok aluminium adalah alat laboratorium berbentuk batang atau balok padat yang terbuat dari logam aluminium. Alat ini memiliki sifat ringan, kuat, tahan karat, dan menghantarkan panas dengan baik, sehingga sering digunakan dalam berbagai percobaan fisika maupun kimia. Dalam praktikum IPA, balok aluminium berfungsi untuk menunjukkan sifat konduktor panas, mempelajari pemuaian logam, atau sebagai komponen penopang alat dalam rangkaian percobaan.
Kubus jenis bahan adalah alat laboratorium berbentuk kubus kecil yang terbuat dari berbagai macam bahan padat, seperti aluminium, besi, tembaga, kuningan, atau kayu. Setiap kubus memiliki ukuran yang sama, tetapi massa dan jenis bahan berbeda, sehingga dapat digunakan untuk membandingkan sifat fisik tiap bahan. Alat ini membantu memahami konsep hubungan antara massa, volume, dan massa jenis dalam materi tentang zat dan wujudnya.
Beban berkait adalah alat laboratorium berbentuk silinder logam kecil yang memiliki satu kait (kail) di salah satu ujungnya. Alat ini digunakan sebagai pemberat dalam berbagai percobaan fisika, terutama untuk mempelajari gaya, massa, dan keseimbangan.
Tabung jenis bahan adalah alat laboratorium berbentuk silinder berongga (tabung kecil) yang terbuat dari berbagai macam bahan padat, seperti aluminium, besi, tembaga, kuningan, atau plastik. Setiap tabung memiliki ukuran yang sama, tetapi massa dan jenis bahan berbeda, sehingga digunakan untuk membandingkan sifat fisik antar bahan. Dalam praktikum IPA atau fisika, tabung jenis bahan berfungsi untuk menentukan dan membandingkan massa jenis (densitas) berbagai bahan berbentuk silinder.
Kelereng adalah benda kecil berbentuk bulat yang biasanya terbuat dari kaca, plastik, atau keramik, dan memiliki permukaan halus serta ukuran yang seragam. Dalam kegiatan laboratorium IPA, kelereng sering digunakan sebagai benda percobaan untuk mempelajari konsep gerak, gaya, dan energi. Kegunaan kelereng di laboratorium antara lain untuk menunjukkan gerak lurus beraturan (GLB), gerak jatuh bebas, atau tumbukan antar benda.
Klem adalah alat penjepit yang digunakan di laboratorium untuk memegang atau menahan peralatan lain agar tetap stabil selama percobaan. Alat ini biasanya terbuat dari logam dan dipasang pada batang statif dengan bantuan bosshead. Dalam praktikum IPA, klem berfungsi untuk menjepit alat seperti buret, corong, tabung reaksi, atau termometer, sehingga alat tersebut dapat berdiri tegak dan tidak mudah terguling.
Motor penggerak kecil (Dinamo)
Motor penggerak kecil adalah alat berupa mesin listrik berukuran mini yang berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi gerak (energi mekanik). Dalam laboratorium IPA atau fisika, alat ini digunakan sebagai sumber gaya penggerak pada percobaan yang berkaitan dengan gerak dan dinamika benda.
Kereta Dinamika
Kereta dinamika adalah alat laboratorium berbentuk kereta kecil beroda yang digunakan untuk mempelajari konsep gaya, gerak, percepatan, dan momentum dalam percobaan fisika. Alat ini biasanya terbuat dari logam atau plastik ringan dan dapat bergerak di atas lintasan datar atau miring dengan bantuan gaya dorong, tarikan, atau motor penggerak kecil. Fungsi utama kereta dinamika adalah untuk menunjukkan hubungan antara gaya, massa, dan percepatan (hukum II Newton) secara nyata.