Bejana berhubungan adalah kumpulan bejana yang saling terhubung bagian bawahnya dengan bagian atasnya dibiarkan terbuka. Jika bejana tersebut diisi oleh satu jenis zat cair, maka bagian permukaan zat cair di dalamnya akan terletak pada satu bidang datar yang sama. Hal itu berlaku untuk semua bentuk bejana berhubungan.
Corong gelas adalah alat laboratorium yang digunakan untuk memudahkan dan memasukkan cairan ke dalam wadah/peralatan gelas di laboratorium. Alat yang satu ini memiliki bentuk seperti kerucut dan memiliki bentuk batang corong seperti pipa silinder yang panjang. Alat gelas yang satu ini biasanya memiliki beberapa ukuran diameter, yakni 50 mm sampai 120 mm. Peralatan gelas yang satu ini juga memiliki ukuran yang beragam, mulai dari yang paling besar 200 mm hingga terkecil 50 mm.
Labu ukur adalah alat gelas berbentuk bulat di bagian bawah dengan leher sempit dan panjang. Pada lehernya terdapat satu tanda garis kalibrasi yang menunjukkan volume tertentu secara presisi, seperti 50 mL, 100 mL, 250 mL, hingga 1.000 mL (1 liter). Labu ukur umumnya terbuat dari kaca borosilikat tahan panas atau plastik khusus laboratorium. Labu ukur memiliki beberapa fungsi utama dalam laboratorium, seperti: Membuat Larutan Standar, Melakukan Pengenceran Larutan, Mencampur Larutan Secara Homogen, dan Standarisasi dalam Analisis Kimia.
Erlenmeyer atau dikenal juga dengan labu erlenmeyer adalah salah satu alat gelas laboratorium yang salah satu fungsinya untuk menjadi wadah dari bahan kimia cair. Gelas ini juga sering digunakan untuk proses titrasi untuk menampung larutan yang akan digunakan. Selain itu, erlenmeyer juga dapat dimaksimalkan untuk tempat pembiakan mikroba. Volume erlenmeyer sendiri cukup beragam. Dimulai dari 25 ml hingga 2.000 ml.
Plat tetes merupakan sebuah peralatan laboratorium yang terbuat dari bahan keramik atau dari bahan porselen yang memiliki bentuk seperti menyerupai lempengan dan juga memiliki beberapa titik cekungan-cengkungan seperti mangkok yang berukuran lebih kecil. Plat tetes ini pada umumnya, yaitu terdiri dari 6, 12, dan 16 lubang tetes tergantung jenisnya dan sesuai kebutuhan. Plat tetes berfungsi sebagai tempat untuk dapat mereaksikan suatu zat dengan jumlah yang kecil. Plat tetes ini sangat baik digunakan dalam melakukan sebuah uji kualitatif sampel mineral yang berupa serbuk maupun berupa larutan, dan identik untuk sebagai wadah pengujian pada pH larutan asam ataupun pada larutan basa.
Pinset laboratorium adalah alat bantu yang berfungsi untuk menjepit atau menggenggam suatu objek yang kecil atau objek lainnya yang tak bisa dipegang oleh tangan secara langsung. Pinset laboratorium umumnya berbentuk seperti paruh burung dengan dua bilah dengan salah satu ujung saling terhubung, sementara ujung lainnya terpisah, sehingga dapat bergerak bebas. Pinset laboratorium biasanya terbuat dari bahan stainless steel yang tahan karat dan mudah disterilisasi.
Gelas beaker atau yang biasa disebut dengan gelas piala merupakan sebuah gelas kimia yang berfungsi sebagai wadah penampung yang digunakan untuk mencapur, mengaduk, dan memanaskan cairan yang biasanya digunakan di dalam laboratorium. Gelas beaker biasanya berbentuk silinder dengan dasar datar, selain itu Gelas beaker memiliki skala dan tersedia berbagai ukuran mulai dari 10, 100, 250, 500, dan 1000 mL.
Cawan petri adalah wadah atau alat laboratorium yang biasanya digunakan untuk menumbuhkan atau mengisolasi mikroorganisme. Cawan petri biasanya terbuat dari plastik atau kaca, dan berbentuk seperti cawan kecil dengan tutup. Cawan petri biasanya digunakan dalam berbagai macam penelitian mikrobiologi dan laboratorium biomedis. Cawan petri biasanya memiliki diameter sekitar 9 cm dan tinggi sekitar 2 cm. Selain itu Cawan petri memiliki dua bagian yakni cawan dan tutup. Tutup Cawan petri biasanya terbuat dari plastik atau kaca, dan dilengkapi dengan lipatan yang dapat menutup cawan dengan rapat.
Mortar dan Alu atau lumpang dan alu merupakan alat yang biasanya juga digunakan di dalam laboratorium, alat yang terbuat dari bahan porselin, yang dapat digunakan untuk menggerus atau untuk menghaluskan suatu sampel padatan menjadi serbuk di laboratorium. Fungsi alat ini di laboratorium biasanya yaitu digunakan untuk menghancurkan sampel berbentuk padat seperti batu, bata, plester, dan endapan garam.
Bunsen atau biasa disebut pembakar spiritus sering digunakan dalam proses pembakaran dan pemanasan pada pengujian di laboratorium. Bentuknya seperti labu ukur namun bagian bawahnya lebih lebar daripada labu ukur dan di bagian atas terdapat bagian mulut. Berikutnya terdapat porselen tahan panas yang berfungsi sebagai penyangga sumbu, sumbu ini memiliki sifat daya kapilaritas yang sangat tinggi. Fungsi Bunsen yakni digunakan sebagai sumber panas dalam banyak kepentingan laboratorium yang berfungsi untuk memanaskan larutan, mengubah fasa zat, uji nyala, sterilisasi sederhana, dan lain-lain.
Gelas ukur, atau sering disebut juga sebagai measuring cylinder, adalah alat berbentuk silinder yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mengukur volume cairan. Gelas ini biasanya memiliki tanda-tanda pengukuran yang tertera di bagian sisinya, yang memungkinkan pengguna untuk mengukur volume cairan dengan presisi. Fungsi utama gelas ukur adalah untuk mengukur volume cairan secara akurat. Gelas ukur biasanya digunakan dalam berbagai eksperimen untuk mencampur atau menghitung jumlah bahan kimia yang diperlukan dalam reaksi. Dalam penggunaan laboratorium, akurasi pengukuran sangat penting untuk memastikan hasil eksperimen yang tepat.
Pengaduk Kaca/Batang pengaduk adalah alat laboratorium yang terbuat dari kaca. Alat ini biasanya sudah menjadi peralatan yang wajib ada di dalam setiap laboratorium, baik kimia, farmasi, biologi hingga kedokteran. Alat ini terbuat dari bahan kaca atau gelas, lebih tepatnya dari kaca borosilikat. Kaca borosilikat digunakan bukan tanpa alasan, hal ini dikarenakan borosilikat tersebut tidak akan bereaksi dengan zat kimia lain. Batang pengaduk memiliki fungsi untuk mengaduk suatu larutan, melakukan dekantasi larutan, memecah emulsi pada proses ekstraksi hingga proses kristalisasi. Tanpa alat yang satu ini, suatu larutan tidak dapat bercampur secara merata.
Tabung reaksi adalah peralat gelas dalam laboratorium yang berfungsi untuk menaruh suatu larutan atau bahan kimia. Peralatan gelas yang satu ini memiliki bentuk seperti tabung panjang. Larutan yang bisa ditaruh di dalam tabung ini bisa bermacam-macam. Mulai dari suspensi, gel, cair padat dan yang lainnya. Biasanya dalam praktikum di laboratorium, peralatan gelas yang satu ini juga digunakan untuk melakukan pencampuran pada beberapa reaksi kimia. Alat ini terbuat dari bahan kaca, sehingga pada beberapa praktikum pun, boleh langsung didekatkan dengan nyala api seperti bunsen dengan menggunakan penjepit kayu, ketika hendak melakukan pemanasan pada suatu bahan atau larutan.
Kotak kaca akuarium laboratorium adalah wadah transparan, biasanya terbuat dari kaca atau akrilik, yang dirancang khusus untuk menampung dan memelihara organisme air (seperti ikan, invertebrata, atau tumbuhan air) dalam lingkungan terkontrol untuk tujuan penelitian ilmiah dan eksperimen.
Kaki tiga digunakan untuk menopang atau menahan alat gelas kimia seperti beaker glass, erlenmeyer atau labu selama pemanasan. Umumnya, kaki tiga ini terbuat dari logam ringan seperti baja yang tahan karat atau besi sehingga mudah dipindahkan kapan saja. Kaki tiga ini memiliki bentuk yang bervariasi seperti segitiga atau lingkaran, terkadang ada juga yang ketiga kakinya dapat dilepas dan disesuaikan tergantung pada kebutuhan penggunaannya. Fungsi utama dari kaki tiga adalah untuk menopang atau menahan labu dan gelas kimia selama pemanasan. Biasanya kasa kawat dengan bagian tengah keramik harus diletakkan di atas kaki tigas agar alat gelas seperti beaker glass bisa diletakkan di atasnya.
Statif adalah struktur penopang yang digunakan di laboratorium untuk menahan alat gelas (biasanya berupa labu alas bulat atau Tabung reaksi pada posisi tertentu). Selain itu Statif digunakan untuk menjepit Soxhlet pada proses ekstraksi, menjepit Buret pada proses titrasi, dan menjepit Kondensor pada proses destilasi. Sementara itu, Klem adalah alat yang digunakan untuk mengikat alat atau benda-benda ke Statif agar tetap stabil selama percobaan. Karena keduanya merupakan bagian penting dalam kelancaran eksperimen.