Pita Magnesium adalah bahan kimia yang berupa logam magnesium (Mg) dalam bentuk lembaran tipis memanjang atau pita. Fungsinya di laboratorium adalah sebagai pereaksi kimia yang digunakan dalam berbagai percobaan, terutama untuk mendemonstrasikan reaksi pembakaran dan sifat-sifat logam alkali tanah.
Kertas Saring adalah lembaran kertas khusus yang berpori dan semi-permeabel, biasanya terbuat dari serat selulosa murni. Fungsinya adalah sebagai media penyaring untuk memisahkan zat padat dari zat cair atau gas dalam suatu campuran (proses yang disebut filtrasi).
Jarum Suntik adalah alat medis dan laboratorium yang terdiri dari tabung silinder berongga dengan piston bergerak di dalamnya (disebut plunger) dan dilengkapi dengan jarum tajam berongga (needle) pada ujungnya. Fungsinya di laboratorium adalah untuk mengambil, memindahkan, atau menyuntikkan (memasukkan) cairan atau gas dalam volume yang sangat akurat dan terkontrol, terutama saat bekerja dengan bahan kimia atau sampel dalam jumlah kecil.
Pembakar Spirtus adalah alat pemanas laboratorium yang sederhana, berbentuk wadah kecil (biasanya kaca atau logam) yang diisi dengan bahan bakar spirtus atau alkohol denaturasi, dan memiliki sumbu yang menjulur keluar. Fungsinya adalah untuk menghasilkan nyala api kecil dengan suhu rendah hingga sedang yang stabil. Alat ini umumnya digunakan untuk pemanasan ringan, seperti memanaskan larutan dalam waktu singkat dan sterilisasi alat kecil
Lilin adalah sumber cahaya dan panas sederhana yang terdiri dari sumbu (biasanya terbuat dari kapas) yang diselimuti oleh bahan bakar padat, yaitu lilin atau parafin (sejenis hidrokarbon). Fungsinya di laboratorium seringkali bukan sebagai alat pemanas utama, melainkan sebagai sumber api atau cahaya yang mudah didapat untuk demonstrasi konsep fisika atau kimia.
Senter adalah alat yang berfungsi sebagai sumber cahaya portabel yang bekerja menggunakan daya listrik dari baterai. Alat ini terdiri dari bola lampu atau LED, reflektor yang mengarahkan cahaya menjadi berkas, dan saklar yang mengontrol aliran listrik. Fungsinya di laboratorium adalah sebagai sumber cahaya terarah yang aman dan mudah dipindahkan.
Alat ini adalah dua cermin datar yang saling terhubung oleh engsel, mirip seperti buku yang bisa dibuka tutup, untuk mengatur sudutnya. Fungsinya adalah menunjukkan hubungan antara sudut cermin dengan jumlah bayangan yang terbentuk. Dengan mengubah sudut lipatan cermin, dapat diamati bahwa semakin kecil sudutnya, semakin banyak bayangan benda yang muncul di dalamnya, membuktikan prinsip optik dasar.
Sikat Pembersih adalah alat yang terdiri dari tangkai kawat atau plastik dengan untaian bulu sikat yang biasanya terbuat dari nilon atau serat sintetis. Fungsinya di laboratorium adalah untuk membersihkan dan menyikat bagian dalam berbagai peralatan gelas, terutama tabung reaksi, labu Erlenmeyer, dan gelas kimia, yang sulit dijangkau oleh tangan.
Konektor adalah sebuah alat penghubung yang dirancang untuk membuat sambungan listrik, mekanik, atau optik, yang bersifat sementara atau semi-permanen, antara dua perangkat atau sirkuit. Fungsinya sangat penting di laboratorium, terutama dalam percobaan Fisika dan Elektronika, yaitu untuk menghubungkan komponen listrik (seperti menghubungkan kabel ke sumber daya, multimeter, atau komponen sirkuit) agar arus listrik dapat mengalir.
Tabung Plastik dengan Penggantung adalah wadah berbentuk silinder yang terbuat dari plastik bening (seperti PETG atau PVC) dan dilengkapi dengan lubang gantungan di salah satu ujungnya.
Lensa Plus 50 adalah lensa dengan kekuatan positif (+0.50 Dioptri). Fungsinya dalam optik adalah sebagai lensa cembung (pengumpul cahaya). Digunakan untuk mengoreksi rabun dekat (hipermetropi) pada mata, atau dalam eksperimen fisika untuk mempelajari pembiasan dan sifat-sifat lensa cembung.
Lensa Minus 100 adalah lensa dengan kekuatan negatif (-1.00 Dioptri). Fungsinya dalam optik adalah sebagai lensa cekung (penyebar cahaya). Digunakan untuk mengoreksi rabun jauh (miopi) pada mata, di mana cahaya perlu disebar sebelum mencapai retina. Dalam eksperimen fisika, lensa ini dipakai untuk mempelajari pembiasan dan sifat-sifat lensa cekung yang selalu menghasilkan bayangan maya.
Filter Cahaya adalah lembaran material transparan yang berfungsi untuk memilih dan mengubah warna (panjang gelombang) cahaya yang melaluinya. Fungsinya di laboratorium optik adalah untuk mengisolasi satu warna spesifik (misalnya, hanya meloloskan warna biru) untuk keperluan eksperimen, atau untuk mengurangi intensitas cahaya tanpa mengubah warna aslinya. Alat ini penting untuk studi tentang warna, pembiasan, dan pencampuran cahaya.
Cermin Cekung adalah cermin lengkung yang melengkung ke dalam, sehingga berfungsi sebagai pengumpul cahaya (konvergen). Fungsinya adalah untuk memfokuskan sinar cahaya sejajar ke satu titik di depannya. Cermin ini dipakai untuk memperbesar bayangan benda dekat (seperti pada cermin rias) dan juga digunakan dalam lampu sorot atau senter karena kemampuannya memantulkan dan mengumpulkan cahaya menjadi berkas yang kuat.
Mikrometer adalah alat ukur panjang yang berfungsi untuk mengukur dimensi luar (seperti tebal atau diameter) suatu benda dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, jauh melebihi jangka sorong, biasanya hingga 0.01 mm (atau 0.001 mm pada jenis tertentu).
Lensa Bikonkav adalah jenis lensa cekung yang memiliki dua permukaan melengkung ke dalam (cekung) pada kedua sisinya, membuatnya lebih tipis di bagian tengah daripada di bagian tepinya. Lensa ini termasuk lensa divergen (menyebarkan cahaya). Fungsinya adalah untuk menyebarkan (mendivergensikan) sinar cahaya yang datang sejajar sehingga cahaya tampak berasal dari satu titik fokus maya di depan lensa.
Lensa Bikonveks adalah jenis lensa cembung yang memiliki dua permukaan melengkung ke luar (cembung) pada kedua sisinya, sehingga bagian tengahnya lebih tebal daripada tepinya. Lensa ini termasuk lensa konvergen (pengumpul cahaya). Fungsinya di laboratorium optik adalah untuk mengumpulkan (memfokuskan) sinar cahaya yang datang sejajar ke satu titik fokus nyata di belakang lensa.
Prisma Siku-Siku adalah balok kaca transparan yang dibentuk menjadi prisma dengan alas segitiga yang memiliki satu sudut 90° (siku-siku). Fungsinya dalam optik adalah untuk mengubah arah sinar cahaya menggunakan prinsip pemantulan internal total (TIR). Prisma ini dapat membelokkan sinar cahaya secara tepat sebesar 90° atau 180°, menjadikannya komponen penting untuk membalikkan atau membelokkan gambar pada alat-alat optik seperti periskop dan binokular.
Lensa Setengah Lingkaran adalah alat optik yang terbuat dari balok kaca atau akrilik transparan dengan bentuk potongan setengah lingkaran atau setengah cakram (sektor 180°). Fungsinya di laboratorium optik adalah untuk mempelajari fenomena pembiasan cahaya (refraksi).
Penggaris adalah alat ukur yang berupa bilah lurus dengan skala tertera, umumnya dalam sentimeter (cm) dan milimeter (mm). Fungsinya di laboratorium IPA adalah sebagai alat paling dasar untuk mengukur panjang, jarak, atau tinggi suatu benda dengan ketelitian standar, biasanya hingga 1 mm. Alat ini juga wajib digunakan sebagai pemandu untuk membuat garis lurus saat menggambar diagram atau grafik.
Rel di laboratorium fisika umumnya merujuk pada batang logam lurus dan sangat datar (seperti Rel Presisi atau Rel Udara). Fungsinya adalah sebagai jalur eksperimen yang dirancang untuk memastikan objek bergerak dalam garis lurus dengan hambatan gesek minimal. Rel ini penting untuk percobaan yang menguji Hukum Newton, momentum, dan gerak lurus dalam kondisi yang mendekati ideal, memungkinkan pengukuran data yang akurat.
Penyambung Rel adalah komponen logam kecil yang dirancang untuk menghubungkan dua ujung Rel Presisi atau Rel Udara agar membentuk jalur yang lebih panjang dan berkelanjutan. Fungsinya adalah untuk memperluas jarak eksperimen yang dapat dilakukan, memungkinkan percobaan yang membutuhkan lintasan gerak lebih panjang, seperti pengukuran kecepatan akhir atau tumbukan berantai. Penyambung ini memastikan permukaan sambungan tetap datar dan halus sehingga pergerakan kereta (glider) tidak terganggu oleh celah atau tonjolan.
Pemegang Slide Diafragma adalah alat yang berfungsi sebagai tempat meletakkan objek (slide) dalam percobaan optik, dan dilengkapi dengan diafragma (lubang bukaan yang dapat diatur ukurannya). Fungsinya adalah untuk memegang slide yang berisi celah atau objek uji lainnya secara tegak dan stabil, sekaligus mengatur intensitas dan diameter berkas cahaya yang akan dilewatkan. Pengaturan bukaan diafragma sangat penting untuk mengontrol jumlah cahaya yang masuk ke sistem optik, memastikan hasil eksperimen (seperti difraksi atau interferensi) lebih jelas dan terfokus.
Ujung Rel adalah penahan yang dipasang di akhir lintasan Rel. Fungsinya adalah menghentikan kereta (glider) secara aman setelah percobaan selesai, mencegahnya terlepas dari rel. Sering kali dilengkapi pegas untuk meredam benturan dan membatasi gerak sistem.
Slide Diafragma adalah pelat tipis (biasanya logam atau plastik buram) yang memiliki satu atau beberapa lubang bukaan (aperture) dengan ukuran dan bentuk yang sangat spesifik, misalnya berupa celah tunggal yang sangat sempit. Fungsinya di laboratorium optik adalah untuk mengontrol bentuk, ukuran, atau diameter berkas cahaya yang melewati sistem optik. Alat ini sangat penting dalam eksperimen seperti difraksi atau interferensi, di mana harus dipastikan bahwa cahaya yang masuk memiliki celah atau bukaan yang sangat presisi untuk menghasilkan pola yang dapat diukur dengan akurat.
Fitingan Lampu adalah komponen listrik yang berfungsi sebagai dudukan atau tempat memasang bola lampu pada rangkaian listrik. Fungsinya di laboratorium IPA atau fisika adalah untuk menghubungkan bola lampu secara aman dan stabil ke sumber listrik (melalui kabel) sehingga lampu dapat menyala dan digunakan sebagai sumber cahaya dalam eksperimen, seperti rangkaian listrik sederhana, percobaan optik, atau studi tentang energi.
Gelas Ukur adalah alat laboratorium berbentuk silinder vertikal dengan alas datar dan dilengkapi skala volume tertera pada sisinya (graduasi). Fungsinya adalah untuk mengukur volume cairan atau larutan secara kurang akurat atau semikuantitatif (tidak seakurat buret atau pipet). Alat ini sering digunakan saat membuat larutan atau mengambil sejumlah cairan dengan volume tertentu untuk keperluan eksperimen, tetapi bukan untuk analisis yang membutuhkan presisi tinggi.
Layar Transparan adalah lembaran material (biasanya kaca buram atau kertas kalkir) yang tidak sepenuhnya bening (transparan) tetapi juga tidak sepenuhnya buram (opak), melainkan bersifat translusen (tembus cahaya). Fungsinya di laboratorium optik adalah sebagai bidang penerima bayangan (Image Screen). Layar ini digunakan untuk menangkap dan mengamati bayangan nyata yang dibentuk oleh lensa (cembung) atau cermin (cekung).
Bimetal adalah komponen yang terdiri dari dua lapisan logam berbeda yang direkatkan menjadi satu, seperti strip tembaga (koefisien muai besar) dan baja (koefisien muai kecil). Fungsinya adalah untuk mengubah perubahan suhu menjadi gerakan mekanis. Alat ini bekerja berdasarkan prinsip pemuaian termal: karena setiap logam memiliki laju pemuaian yang berbeda, perubahan suhu (panas atau dingin) akan menyebabkan salah satu logam memuai atau menyusut lebih cepat, sehingga strip bimetal akan melengkung ke arah logam yang muainya lebih kecil.
Baterai A2 (lebih umum disebut Baterai AA) adalah salah satu jenis sel elektrokimia (baterai) berbentuk silinder standar yang sering digunakan sebagai sumber daya listrik portabel. Fungsinya di laboratorium atau dalam peralatan IPA adalah sebagai sumber tegangan DC (Arus Searah) yang stabil dan aman, biasanya memberikan tegangan nominal 1.5 Volt.
Batang Statif adalah batang logam vertikal yang panjang, lurus, dan kuat, yang menjadi bagian utama dan penyangga vertikal pada Statif (Stand). Fungsinya di laboratorium adalah untuk menyediakan kerangka pendukung yang kokoh dan dapat disesuaikan ketinggiannya. Batang ini digunakan untuk memasang dan menjepit berbagai peralatan gelas atau alat lainnya (seperti buret, klem, termometer, atau labu)
Alat Konveksi Zat Cair adalah perangkat eksperimen yang dirancang khusus, seringkali berupa tabung kaca berbentuk cincin atau persegi panjang yang diisi dengan air dan sedikit kristal pewarna (misalnya kalium permanganat). Fungsinya adalah untuk mendemonstrasikan dan memvisualisasikan terjadinya perpindahan kalor secara konveksi di dalam zat cair.