Asam Sulfat atau dengan rumus H2SO4 merupakan salah satu bahan kimia yang berbahaya jika masuk ke dalam tubuh atau terpapar dalam jumlah tertentu. Asam sulfat atau Sulfuric Acid adalah senyawa kimia yang terdiri dari atom sulfur, oksigen, dan hidrogen, dengan rumus kimia H2SO4. Bahan kimia ini memiliki sifat asam yang kuat dan bersifat korosif.
Methylene orange merupakan zat warna yang biasanya digunakan pada industri tekstil, percetakan, kertas, makanan, bidang farmasi dan penelitian laboratorium. Methylene orange adalah senyawa yang memiliki rumus kimia C14H14N3O3SNa dan biasanya dipakai sebagai indikator titrasi asam basa pada penelitian laboratorium. Indikator methylene orange ini akan berubah warna dari merah pada pH di bawah 3,1 dan menjadi warna kuning pada pH di atas 4,4.
Metil merah, disebut juga C.I. Acid Red 2, adalah indikator warna yang berubah menjadi merah dalam larutan asam. Ini merupakan zat warna azo, dan berbentuk bubuk kristal berwarna merah gelap. Metil merah adalah indikator pH berwarna merah pada pH di bawah 4,4; kuning pada pH 6,2; dan jingga pada pH di antaranya.
Metil jingga atau sindur metil adalah indikator pH yang sering digunakan dalam titrasi karena perubahan warnanya yang jelas dan kontras. Oleh karena ia berubah warna pada pH sedikit asam, maka biasa digunakan dalam titrasi asam. Tidak seperti indikator universal, metil jingga tidak memiliki spektrum perubahan warna yang lengkap, tetapi memiliki titik akhir yang lebih tajam.
Bromotimol biru (juga dikenal sebagai Bromotimol sulfonftalein dan BTB) adalah suatu indikator pH. Senyawa ini banyak digunakan dalam aplikasi yang memerlukan pengukuran zat yang memiliki pH relatif netral (dekat 7). Senyawa ini umum digunakan untuk mengukur kehadiran asam karbonat dalam cairan. Senyawa ini biasanya dijual dalam bentuk padatan seperti garam natrium pada indikator asam.
Merkuri adalah salah satu zat beracun yang bisa ditemukan secara alami di lingkungan, baik di udara, air, maupun tanah. Merkuri adalah logam berat yang berada dalam bentuk cair pada suhu kamar. Hal ini membuatnya unik diantara unsur-unsur kimia, karena sebagian besar logam berada dalam bentuk padat pada suhu tersebut. Merkuri memiliki warna perak yang mengkilap, dan memiliki sifat konduktivitas panas dan listrik yang baik.
Alkil Iodida adalah senyawa organik dari golongan haloalkana yang memiliki atom Iodium terikat pada gugus alkil. Senyawa ini merupakan cairan berminyak yang umumnya tidak larut dalam air dan sensitif terhadap cahaya. Fungsi utamanya di laboratorium kimia organik, terutama dalam konsentrasi tertentu (misalnya 3%), adalah sebagai reagen perantara yang digunakan dalam reaksi alkilasi, yaitu proses memperkenalkan gugus alkil ke dalam molekul lain, serta untuk mempelajari mekanisme reaksi seperti substitusi nukleofilik pada haloalkana
Alkohol 70% adalah larutan alkohol yang mengandung 70% etanol (alkohol) dan 30% air. Ini adalah disinfektan umum yang digunakan untuk membunuh kuman dan bakteri pada kulit, permukaan benda, dan peralatan medis. Alkohol 70% efektif membunuh sebagian besar kuman dan bakteri, termasuk bakteri yang menyebabkan infeksi, seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Ini juga dapat digunakan untuk membersihkan luka dan mencegah infeksi. Alkohol 70% tersedia dalam berbagai bentuk, termasuk cairan, gel, dan tisu.
Spirtus adalah istilah umum untuk larutan etanol yang telah mengalami denaturasi. Proses denaturasi ini bertujuan untuk menghilangkan sifatnya sebagai minuman beralkohol, sehingga tidak dikenakan pajak dan tidak layak dikonsumsi. Etanol sendiri merupakan alkohol yang banyak digunakan sebagai pelarut, antiseptik, dan bahan bakar.
Eosin merupakancairan berwarna merah yang biasanya dipakai untuk eksperimen biologi mengenai "Kecepatan Laju O2 yang dibutuhkan Serangga dan Tumbuhan". Dalam penggunaanya, eosin dimasukkan ke dalam pipa respirometer agar dapat melihat kecepatan laju oksigennya, untuk mengetes kecepatan pernapasan serangga atau tumbuhan pada saat dimasukkan ke dalam tabung yang udaranya terbatas
Petroleum Jelly adalah campuran semi-padat yang terdiri dari hidrokarbon (parafin) yang diperoleh dari proses penyulingan minyak bumi. Secara kimia, bahan ini sangat inert (tidak reaktif) dan hidrofobik (anti-air). Fungsinya di laboratorium adalah sebagai penyegel (sealant) yang digunakan untuk melumasi dan menyegel sambungan kaca atau keran agar kedap udara atau vakum, mencegah kebocoran gas atau cairan.
Fenolftalein adalah senyawa kimia organik yang disintesis sebagai bubuk kristal putih dan paling dikenal sebagai indikator asam-basa dalam laboratorium. Fungsinya yang utama adalah untuk menentukan titik akhir titrasi karena sifatnya yang dapat berubah warna pada rentang pH tertentu. Fenolftalein akan tetap tidak berwarna dalam kondisi asam atau netral (pH < 8.3), namun akan berubah menjadi warna merah muda cerah hingga magenta ketika dimasukkan ke dalam larutan yang bersifat basa kuat (pH > 10.0).
Reagen Biuret adalah larutan kimia yang terdiri dari Tembaga (II) Sulfat (CuSO) yang dilarutkan dalam larutan basa kuat (biasanya Natrium Hidroksida, NaOH, atau Kalium Hidroksida, KOH). Fungsinya yang utama adalah sebagai indikator untuk menguji keberadaan ikatan peptida (C–N) dalam suatu sampel, yang merupakan ciri khas dari protein dan molekul peptida
Amonia adalah senyawa kimia anorganik berbentuk gas tak berwarna yang memiliki bau menyengat dan sangat mudah larut dalam air membentuk Larutan Amonia (NH4OH), yang bersifat basa lemah. Fungsinya di laboratorium adalah sebagai basa lemah untuk mengatur pH atau sebagai reagen analitik untuk mengendapkan ion logam tertentu dalam analisis kualitatif anorganik. Dalam skala industri, Amonia adalah bahan baku vital untuk pembuatan pupuk (seperti urea) dan asam nitrat (HNO3).
Asam Asetat (CH3COOH) adalah senyawa kimia organik yang merupakan anggota dari kelompok asam karboksilat, terkenal karena menjadi komponen utama yang memberikan aroma dan rasa asam khas pada cuka dapur (biasanya dalam konsentrasi 4–7%). Di laboratorium, Asam Asetat memiliki fungsi vital sebagai pelarut polar protik dan reagen penting dalam berbagai sintesis kimia, seperti produksi asetat vinil dan asetat selulosa. Selain itu, dalam skala industri makanan, Asam Asetat digunakan sebagai pengawet dan zat pengatur keasaman
Larutan Lugol adalah larutan yang terbuat dari Yodium (I} dan Kalium Iodida (KI) dalam air. Fungsinya utama adalah sebagai indikator untuk menguji keberadaan amilum (pati). Ketika ditambahkan, larutan ini akan berubah warna dari cokelat kekuningan menjadi biru tua hingga hitam keunguan, mengindikasikan hasil positif adanya pati. Di biologi, juga digunakan sebagai pewarna sel (staining).
Air suling adalah air murni yang dihasilkan melalui proses distilasi (penyulingan), yaitu dengan memanaskan air hingga menjadi uap lalu mendinginkannya kembali menjadi cairan. Proses ini menghilangkan kotoran, mineral, dan kontaminan lainnya, sehingga sering digunakan di laboratorium, medis, dan industri. Meskipun aman dikonsumsi, air suling hambar karena tidak memiliki mineral.
Fehling A & B adalah dua larutan kimia yang digabungkan menjadi Reagen Fehling. Fungsinya adalah untuk menguji keberadaan Gula Fehling A adalah larutan biru tembaga(II) sulfat (CuSO4). Fehling B adalah larutan kalium natrium tartrat (garam Rochelle) dan natrium hidroksida (𝑁𝑎𝑂𝐻) yang tidak berwarna.
Natrium hidroksida, juga dikenal sebagai lindi (lye) dan soda kaustik atau soda api, adalah suatu senyawa anorganik dengan rumus kimia NaOH. Senyawa ini merupakan senyawa ionik berbentuk padatan putih yang tersusun dari kation natrium Na+ dan anion hidroksida OH−. Natrium hidroksida merupakan basa dan alkali yang sangat kaustik, mampu menguraikan protein pada suhu lingkungan biasa dan dapat menyebabkan luka bakar bila terpapar.
Molisch berfungsi sebagai indikator kualitatif untuk mendeteksi adanya karbohidrat. Zat ini bereaksi dengan semua jenis karbohidrat, baik monosakarida, disakarida, maupun polisakarida, sehingga sangat berguna untuk pemeriksaan awal sebelum uji lanjutan yang lebih spesifik dilakukan. Fungsi utamanya adalah menimbulkan reaksi kondensasi yang menghasilkan cincin berwarna ungu pada batas cairan sampel dengan asam sulfat pekat.
Tembaga(II) sulfat, juga dikenal dengan cupri sulfat, adalah sebuah senyawa kima dengan rumus molekul CuSO4. Senyawa garam ini eksis di bumi dengan kederajatan hidrasi yang berbeda-beda. Bentuk anhidratnya berbentuk bubuk hijau pucat atau abu-abu putih, sedangkan bentuk pentahidratnya (CuSO4·5H2O), berwarna biru terang.
Asam klorida adalah larutan akuatik dari gas hidrogen klorida (HCl). Ia adalah asam kuat, dan merupakan komponen utama dalam asam lambung. Senyawa ini juga digunakan secara luas dalam industri. Asam klorida harus ditangani dengan prosedur keselamatan yang tepat karena merupakan cairan yang sangat korosif.
Air kapur adalah air yang mengandung kalsium hidroksida (Ca(OH)₂), hasil reaksi antara kalsium (Ca), oksigen (O), dan air (H₂O). Kapur ini berupa mineral halus berwarna putih, yang berasal dari batuan kapur dan batuan sedimen, serta biasanya dijumpai di daerah pegunungan kapur (karst).
Air raksa atau mercury merupakan suatu unsur kimia dengan simbol Hg dan nomor atom 80 pada tabel periodik. Sifat fisik air raksa adalah berwujud cairan, berwarna keperakan, dan berkilau seperti logam Secara umum, air raksa digunakan dalam berbagai industri seperti pembuatan termometer, lampu neon, dan batere. Namun bila terlalu banyak terhirup, air raksa dapat menyebabkan keracunan
Glukosa, suatu gula monosakarida, adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi respirasi. Bentuk alami (D-glukosa) disebut juga dekstrosa, terutama pada industri pangan.
Kapur tohor, atau dikenal pula dengan nama kimia kalsium oksida (CaO), adalah hasil pembakaran kapur mentah (kalsium karbonat atau CaCO3) pada suhu kurang lebih 90 derajat Celcius. Jika disiram dengan air, maka kapur tohor akan menghasilkan panas dan berubah menjadi kapur padam (kalsium hidrogsida, CaOH)
Timbal(II) oksida, juga disebut timbal monoksida, adalah senyawa anorganik dengan rumus molekul PbO. PbO terjadi dalam dua polimorf, satu litharge yang memiliki struktur kristal tetragonal dan yang lainnya massicot memiliki kristal struktur kristal ortorombik. Aplikasi modern untuk PbO sebagian besar untuk industri terkemuka berbasis timbal, kaca dan keramik industri, termasuk komponen komputer.
Kalium dikromat, K2Cr2O7, adalah suatu pereaksi kimia anorganik yang umum, yang biasa digunakan sebagai agen pengoksidasi dalam berbagai aplikasi laboratorium dan industri. Seperti halnya seluruh senyawa kromium heksavalensi, senyawa ini akut dan secara kronis berbahaya bagi kesehatan. Senyawa ini adalah kristal padat ionik dengan warna merah-jingga yang sangat terang.
Natrium kromat adalah senyawa anorganik dengan rumus Na2CrO4. Senyawa ini berbentuk padatan higroskopis berwarna kuning, yang dapat membentuk tetra-, heksa-, dan dekahidrat. Senyawa ini merupakan zat antara dalam ekstraksi kromium dari bijihnya.