Alat Lab Meter Dasar/ Basic Meter adalah alat ukur listrik selain dari mutimeter. Basic Meter ini digunakan sebagai alat ukur arus dan tegangan DC dengan shunt dan pengganda terpasang pada alat. Dilengkapi dengan tutup geser untuk mengubah fungsi sebagai amperemeter atau voltmeter. Pada posisi A, alat berfungsi sebagai amperemeter dengan batas 100 mA, 1A, 5A, (DC). Pada posisi V (DC). Skala ganda, dengan batasan -10; 0; 100 dan -5; 0; 50. Hambatan dalam sekitar 1000 Ohm dengan pencegah pembebanan lebih, dilengkapi pengatur kalibrasi jarum. Ketelitian + 2,5% pada simpangan penuh. Alat Lab Meter Dasar/ Basic Meter ini terpasang dalam kotak plastik ABS, ukuran sekitar 165 x 115 x 65 mm, dan disertai 2 konektor (merah-hitam).
Rheostat adalah resistor variabel yang digunakan untuk mengontrol arus yang mengalir dalam rangkaian atau sirkuit. Rheostat adalah salah satu jenis potensiometer yang memiliki 2 kawat kaki untuk koneksi. Rheostat (hambatan geser) merupakan resistor variabel yang didesain untuk menangani arus dan tegangan yang tinggi.
Multimeter adalah suatu alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur tiga jenis besaran listrik yaitu arus listrik, tegangan listrik, dan hambatan listrik. Sebutan lain untuk multimeter adalah AVO-meter yang merupakan singkatan dari satuan Ampere, Volt, dan Ohm. Selain itu, multimeter juga disebut dengan nama multitester. Multimeter terbagi menjadi dua jenis yaitu multimeter analog dan multimeter digital. Perbedaan antara multimeter analog dan multimeter digital terletak pada tingkat ketelitian nilai pengukuran yang diperoleh. Multimeter dapat digunakan untuk pengukuran listrik arus searah maupun pengukuran listrik arus bolak-balik.
Kabel penghubung adalah kabel elektrik fleksibel yang biasanya dilengkapi dengan konektor (seperti plug pisang atau pin jumper) di kedua ujungnya. Kabel ini berfungsi sebagai konduktor listrik untuk menyediakan jalur aliran arus listrik antar komponen tanpa memerlukan penyolderan permanen. Di laboratorium IPA, kabel ini sering tersedia dalam berbagai warna standar (umumnya merah, hitam, dan putih) untuk membantu mengidentifikasi polaritas atau jalur rangkaian yang berbeda.
Papan rangkaian listrik adalah alas padat dengan jalur konduktif yang berfungsi sebagai media untuk menyusun dan menghubungkan komponen listrik menjadi sebuah sirkuit lengkap. Di laboratorium IPA, fungsi utamanya adalah sebagai platform eksperimen untuk praktikum, memungkinkan siswa dan guru merakit, menguji, dan memodifikasi berbagai jenis rangkaian listrik (seri, paralel) dengan mudah dan aman untuk mempelajari konsep dasar listrik.
Galvanometer merupakkan suatu alat ukur listrik yang dipakai untuk mendeteksi dan mengukur arus listrik DC yang sangat kecil, serta menentukan arah alirannya. Alat ini bekerja berdasarkan prinsip elektromagnetisme, di mana arus listrik menyebabkan gerakan jarum penunjuk. Fungsi utamanya sering terlihat dalam eksperimen induksi elektromagnetik dan sebagai komponen dasar untuk membuat amperemeter atau voltmeter.
Saklar tukar (atau two-way switch) adalah komponen dalam rangkaian listrik yang berfungsi untuk menghubungkan atau memutuskan aliran listrik, dengan kemampuan khusus untuk mengendalikan suatu beban (misalnya lampu) dari dua tempat atau lokasi yang berbeda. Saklar tukar memiliki tiga terminal atau lubang, berbeda dengan saklar tunggal biasa yang hanya memiliki dua terminal. Cara kerjanya didasarkan pada prinsip pertukaran kontak, di mana arus listrik dari satu terminal input dapat diarahkan ke salah satu dari dua terminal output yang tersedia.
Colokan mono adalah konektor kabel sederhana yang hanya mampu membawa satu sinyal suara atau listrik tunggal, berbeda dengan colokan stereo yang membawa sinyal ganda (kanan dan kiri). Di laboratorium IPA, colokan ini berfungsi sebagai penghubung praktis untuk peralatan yang membutuhkan transmisi sinyal satu jalur saja, seperti menghubungkan generator fungsi ke osiloskop atau speaker tunggal, karena desainnya yang sederhana dan fungsional untuk eksperimen dasar.
Bohlam adalah sumber cahaya buatan yang menghasilkan cahaya dengan memanaskan filamen (benang kawat, biasanya dari tungsten) hingga pijar, atau melalui prinsip lain seperti LED. Fungsi utamanya adalah sebagai sumber penerangan buatan. Dalam praktikum IPA, bohlam sering digunakan sebagai indikator visual untuk menunjukkan adanya aliran listrik dalam suatu rangkaian atau untuk menguji sifat konduktivitas berbagai bahan.
Konektor adalah perangkat yang memungkinkan kontak atau sambungan antara dua komponen atau lebih, yang dapat dilepas dan dipasang kembali dengan mudah. Fungsi utama konektor di laboratorium yaitu menciptakan sambungan listrik yang aman dan andal antara sumber daya (misalnya, stopkontak, catu daya) dengan perangkat laboratorium (misalnya, inkubator, sentrifugasi, peralatan elektronik) untuk mengalirkan daya listrik.
Tahanan variabel adalah resistor yang tidak memiliki nilai resistansi tetap, melainkan rentang nilai hambatan yang dapat disesuaikan. Penyesuaian ini biasanya dilakukan dengan memutar kenop atau menggeser tuas yang terhubung dengan kontak geser di dalam komponen, mengubah jalur aliran arus listrik dan dengan demikian mengubah hambatan totalnya.
Water block adalah komponen inti dalam sistem pendinginan cairan, berfungsi sebagai penyerap panas utama yang bersentuhan langsung dengan komponen yang menghasilkan panas. Fungsi utamanya adalah mentransfer panas dari komponen ke cairan pendingin (𝑙𝑖𝑞𝑢𝑖𝑑 atau 𝑐𝑜𝑜𝑙𝑎𝑛𝑡) untuk mencegah komponen menjadi terlalu panas.
Pita ketik untuk ticker timer adalah selembar pita kertas yang digunakan bersama ticker timer untuk merekam jejak gerakan benda. Fungsinya adalah untuk menganalisis gerakan, seperti menentukan kecepatan dan percepatan, dengan cara mengamati jarak antar titik yang dihasilkan oleh ticker timer pada pita tersebut. Titik-titik ini dibuat dengan frekuensi tetap, sehingga jarak antar titik menunjukkan perubahan gerak benda secara visual.
lampu holder adalah tempat di mana bohlam lampu dipasang. Ini dirancang untuk menahan bohlam pada posisinya secara aman dan stabil, serta memfasilitasi koneksi listrik yang diperlukan agar lampu dapat menyala.
Kompas adalah alat navigasi dan eksperimen ilmiah yang berfungsi berdasarkan prinsip kemagnetan untuk menunjukkan arah utara-selatan magnetik Bumi. Di laboratorium, fungsi utamanya adalah untuk mempelajari dan memvisualisasikan medan magnet. Perbedaan ukuran kompas (besar, sedang, kecil) di laboratorium biasanya merujuk pada perbedaan dalam sensitivitas, resolusi, dan konteks penggunaan dalam berbagai jenis eksperimen.
Lensa adalah komponen optik yang berfungsi untuk memperbesar dan memfokuskan cahaya dari spesimen atau objek, sehingga dapat diamati secara detail. Fungsi utamanya adalah membuat bayangan yang lebih besar dari objek asli, yang kemudian bisa dilihat oleh mata pengamat atau direkam.
Power supply adalah komponen elektronik yang bertugas menyediakan energi listrik dengan mengubah arus listrik dari sumbernya menjadi bentuk yang sesuai dan stabil untuk perangkat elektronik. Fungsi utamanya adalah mengubah arus bolak-balik (AC) tegangan tinggi dari stopkontak menjadi arus searah (DC) tegangan rendah yang dibutuhkan.
Lensa cembung adalah lensa yang lebih tebal di bagian tengah daripada di tepinya, dengan dua permukaan melengkung ke luar. Fungsi utamanya adalah membiasakan dan memfokuskan sinar cahaya sejajar menjadi satu titik fokus, dan sering digunakan dalam laboratorium untuk memperbesar objek atau membentuk bayangan.
Lensa cembung adalah lensa yang lebih tebal di bagian tengah daripada di tepinya, dengan dua permukaan melengkung ke luar. Fungsi utamanya adalah membiasakan dan memfokuskan sinar cahaya sejajar menjadi satu titik fokus, dan sering digunakan dalam laboratorium untuk memperbesar objek atau membentuk bayangan.
Cermin Normal adalah cermin datar dengan permukaan pemantul yang rata dan halus. Fungsinya adalah untuk memantulkan cahaya dan membentuk bayangan maya yang memiliki ukuran sama besar dengan objek aslinya, tegak, dan terbalik secara lateral (kiri menjadi kanan). Cermin ini digunakan di laboratorium optik dasar untuk mempelajari hukum pemantulan dan sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar.
Lilin adalah sumber cahaya dan panas sederhana yang terdiri dari sumbu (biasanya terbuat dari kapas) yang diselimuti oleh bahan bakar padat, yaitu lilin atau parafin (sejenis hidrokarbon). Fungsinya di laboratorium seringkali bukan sebagai alat pemanas utama, melainkan sebagai sumber api atau cahaya yang mudah didapat untuk demonstrasi konsep fisika atau kimia.
Kaca Pembesar adalah alat optik yang terdiri dari sebuah lensa cembung (konveks) tunggal yang dipasang pada bingkai dengan pegangan. Fungsinya di laboratorium atau pengamatan alam adalah untuk memperbesar ukuran visual objek atau tulisan kecil, sehingga detailnya dapat diamati dengan lebih jelas oleh mata. Pembesaran terjadi karena lensa cembung ini membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar saat objek diletakkan di antara lensa dan titik fokusnya.
Lensa Cekung adalah lensa yang lebih tipis di tengah daripada di tepinya, sehingga berfungsi sebagai penyebar cahaya (divergen). Fungsinya adalah untuk menyebarkan sinar cahaya dan selalu membentuk bayangan maya, tegak, dan diperkecil. Lensa ini utama digunakan untuk mengoreksi rabun jauh (miopi).
Pegas Spiral adalah kawat elastis yang dibentuk menjadi kumparan ulir. Fungsinya di laboratorium fisika adalah untuk menyimpan energi elastis dan menjadi media utama untuk eksperimen yang menguji Hukum Hooke (F = kΔx) serta mempelajari Gerak Harmonik Sederhana (GHS) (getaran). Alat ini bertindak sebagai penyerap guncangan dan dapat kembali ke bentuk semula. Pegas spiral ini tersedia dalam beberapa ukuran. Ada yang kecil yang bisa digantung di statif dan juga ada ukuran sedang dan besar
Plastisin adalah bahan plastis lunak yang terbuat dari campuran kalsium garam, petrolatum (jeli minyak bumi), dan alifatik asam lemak, membuatnya mudah dibentuk dan tidak mengering di udara terbuka. Fungsinya di laboratorium IPA adalah sebagai bahan bantu perekat atau bahan pembentuk massa yang fleksibel dan mudah diubah bentuk.