Kamis, 11 Desember 2025: Penyuluh Agama Islam KUA Wonoayu menang Juara 1 dan 3 dalam Penyuluh Agama Islam Award yang diselenggarakan di Kantor Kemenag Kab. Sidoarjo
Kamis, 11 Desember 2025: Penyuluh Agama Islam KUA Wonoayu menang Juara 1 dan 3 dalam Penyuluh Agama Islam Award yang diselenggarakan di Kantor Kemenag Kab. Sidoarjo
Juara 3 Penyuluh Agama Islam Award
Alhamdulillah Penyuluh Agama Islam KUA Wonoayu menjadi pemenang dalam Final PAI Award Sidoarjo 2025, sebagai rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Tahun 2026. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Selasa, 9 Desember 2025 di Aula Al Ikhlas 1 ini menjadi ajang seleksi Penyuluh Agama Islam teladan dari berbagai kategori untuk memperkuat kualitas layanan penyuluhan kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Zakat Wakaf Kanwil Kemenag Jawa Timur, Dr. Moh. Arwani, M.Ag, menyampaikan rasa bangga atas capaian Jawa Timur yang pada tahun 2025 kembali meraih penghargaan dari Kemenag RI dan Pokja Majelis Taklim Pusat. Ia menegaskan bahwa penyuluh agama memegang peran besar dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam memberikan edukasi dan literasi keagamaan.
“Peran penyuluh agama sangat diharapkan oleh masyarakat. Mereka adalah garda terdepan yang memberikan edukasi, literasi, serta siraman rohani kepada binaannya. Penyuluh harus mampu menjadi uswatun hasanah, memiliki kompetensi pribadi yang baik, serta menjaga citra dan martabat Kementerian Agama,” ujar Arwani.
Final PAI Award Sidoarjo 2025 menjadi ruang apresiasi bagi penyuluh yang telah berinovasi, berkontribusi sosial, serta memberikan layanan terbaik di bidang keagamaan. Melalui kompetisi ini, Kemenag Sidoarjo berkomitmen memperkuat kualitas penyuluhan dan meningkatkan peran penyuluh sebagai penggerak literasi keagamaan yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada pengabdian masyarakat.
KUA Wonoayu diwakili oleh Bapak H. Torikhul Wasyik, LC, M.Pd., dan Bapak Nurul Fathurrozi, S.Ag., yang berhasil meraih juara 1 dan 2. Bapak H. Torikhul Wasyik, LC, M.Pd., dalam event ini mengambil kategori metode penyuluhan baru dengan inovasi program MANIS, yakni Konsultasi Keluarga Harmonis yang siap sedia melayani 24 jam dan siap terjun langsung ke lapangan. inovasi ini bertujuan untuk mengurangi angka perceraian di Sidoarjo khususnya di wilayah kecamatan Wonoayu
sedangkan Bapak Nurul Fathurrozi, S.Ag., mengambil tema Pemberdayaan Ekonomi Umat dengan inovasi Pinjaman Lunak Tanpa Bunga. Inovasi tersebut dilaksanakan di wilayah Desa Karangpuri Kecamatan Wonoayu. Inovasi tersebut bertujuan untuk memberdayakan ekonomi umat, memberikan pinjaman tanpa bunga yang dapat diakses oleh warga sehingga memiliki modal untuk usaha. Pada akhirnya dengan inovasi ini masyarakat dapat memiliki usaha yang memajukan ekonomi mereka
Semoga inovasi yang telah dihasilkan menjadi wasilah kebaikan bagi keduanya dan bermanfaat kepada masyarakat.