Kehadiran Peserta Didik SMKN Tempursari Dalam Kegiatan Sosialisasi
Kamis tanggal 18 September 2025, Satpol Pamong Praja Kabupaten Lumajang mengadakan kegiatan sosialisasi anti kekerasan yang penuh makna di gedung KPRI Kecamatan Tempursari sesuai surat undangan sosialisasi yang disampaikan oleh Satpol PP. Acara ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai anti kekerasan dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik SMK Negeri Tempursari. Dengan partisipasi yang antusias dari siswa dan jajaran pendidik, kegiatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam upaya membangun kesadaran akan pentingnya keamanan dan kenyamanan di lingkungan sekolah.
Memupuk Kesadaran Anti Kekerasan
Sosialisasi ini melibatkan berbagai segmen kegiatan yang dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai bahaya kekerasan serta langkah-langkah pencegahannya. Para peserta didik diajak untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi dan sesi tanya jawab, yang dipandu oleh anggota Satpol PP yang berpengalaman. Dalam sesi ini, siswa diajak untuk mengeksplorasi berbagai bentuk kekerasan, baik fisik maupun psikologis, serta dampak negatif yang ditimbulkannya terhadap individu dan komunitas.
Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya peran setiap individu dalam upaya pencegahan kekerasan. Melalui permainan peran dan skenario yang realistis, peserta didik diajarkan bagaimana mengenali tanda-tanda perilaku kekerasan, cara melaporkannya, dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk melindungi diri dan orang lain. Pendekatan ini tidak hanya memberi siswa pengetahuan teoretis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran Peserta Didik SMKN Tempursari Dalam Kegiatan Sosialisasi
Kehadiran Peserta Didik SMKN Tempursari Dalam Kegiatan Sosialisasi
Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Aman dan Nyaman
Salah satu tujuan utama dari sosialisasi ini adalah mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Lingkungan yang bebas dari kekerasan akan mendorong terciptanya suasana belajar yang kondusif, di mana setiap siswa dapat berkembang secara optimal tanpa rasa takut. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang dampak kekerasan, siswa menjadi lebih peka terhadap tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, serta lebih bertanggung jawab dalam menjaga keharmonisan di sekolah.
Kerjasama antara pihak sekolah dan Satpol PP menjadi kunci sukses dari kegiatan ini. Dukungan penuh dari para guru dan staf sekolah tidak hanya memperkuat pesan anti kekerasan, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam menciptakan lingkungan yang positif dan suportif bagi seluruh warga sekolah. Melalui kolaborasi ini, diharapkan bahwa nilai-nilai anti kekerasan dapat terus diinternalisasi dan diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan sekolah.
Dampak Jangka Panjang
Dampak dari sosialisasi ini tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek. Dengan meningkatnya kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya pencegahan kekerasan, diharapkan bahwa para peserta didik SMK Negeri Tempursari dapat menjadi agen perubahan di komunitas mereka. Mereka diharapkan dapat menyebarluaskan pesan anti kekerasan dan mendorong terciptanya lingkungan yang lebih aman, tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan mereka yang lebih luas.
Melalui kegiatan seperti ini, Satpol PP Kabupaten Lumajang menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan kenyamanan di masyarakat. Dengan pendekatan yang edukatif dan partisipatif, sosialisasi anti kekerasan ini berhasil menanamkan kesadaran yang mendalam dan membangun fondasi bagi terciptanya lingkungan yang lebih damai dan harmonis. Sosialisasi ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara institusi pemerintah dan lembaga pendidikan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi generasi muda.
Kegiatan Sosialisasi oleh Satpol Pamong Praja