PEMBIASAAN 5S DI SMK NEGERI TEMPURSARI
Setiap pagi di SMK Negeri Tempursari, suasana hangat dan penuh semangat menyambut kedatangan para siswa. Di pintu gerbang sekolah, Bapak dan Ibu Guru Piket berdiri dengan senyum ramah, siap menyambut siswa-siswi dengan pembiasaan 5S yang memikat hati. Program 5S ini, yang terdiri dari (Salam, Senyum, Sapa, Santun, dan Sopan), bukan sekadar rutinitas, tetapi sebuah upaya membangun budaya positif dan menjalin hubungan harmonis antara guru dan murid.
Ketika siswa mulai memasuki gerbang sekolah, mereka disambut dengan sapaan hangat dan senyum tulus dari guru-guru piket. “Selamat pagi, bagaimana kabar kalian hari ini?” adalah kalimat pembuka yang sering terdengar, mencairkan suasana pagi yang mungkin masih dingin dan mengantuk. Senyum yang terpancar dari wajah para guru mengisyaratkan keikhlasan dan kasih sayang, menumbuhkan rasa nyaman dan semangat belajar dalam diri setiap siswa.
Salam menjadi bagian utama dalam pembiasaan ini, mengajarkan siswa untuk selalu menghormati dan menghargai orang lain. Setiap salam yang diberikan bukan hanya formalitas, tetapi juga bentuk penghormatan dan pengakuan atas keberadaan masing-masing individu. Siswa pun merespons dengan hangat, memberikan salam kembali dengan penuh semangat, menciptakan interaksi yang positif dan saling menghargai.
Senyum yang tulus dari para guru membuat suasana pagi menjadi lebih ceria dan menyenangkan. Senyum adalah bahasa universal yang mampu menembus segala batasan, membuat siswa merasa diterima dan dihargai. Dengan senyum, guru tidak hanya menyampaikan pesan kedekatan, tetapi juga menginspirasi siswa untuk menyebarkan kebaikan yang sama kepada teman-teman mereka.
Lalu, Sapa menjadi jembatan komunikasi yang menghubungkan guru dan siswa. Dengan sapaan yang ramah, guru membangun kedekatan emosional dengan siswa, menciptakan ikatan yang kuat antara keduanya. Sapaan hangat ini juga mendorong siswa untuk lebih terbuka dan percaya diri dalam berkomunikasi, baik dengan guru maupun sesama teman.
Santun dan Sopan adalah nilai-nilai luhur yang ditanamkan melalui pembiasaan ini. Guru-guru di SMK Negeri Tempursari memberikan teladan nyata bagaimana bersikap santun dan sopan dalam setiap interaksi. Dengan demikian, siswa belajar pentingnya berperilaku baik dan menghargai sesama, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Selain membangun karakter, pembiasaan 5S ini juga meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab siswa. Ketika mereka memasuki sekolah dengan sikap yang positif dan penuh semangat, mereka lebih siap menghadapi tantangan belajar yang ada. Pembiasaan ini juga menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif dan harmonis, di mana setiap individu merasa dihargai dan didukung.
Secara keseluruhan, pembiasaan 5S di SMK Negeri Tempursari bukan hanya sekadar program, tetapi sebuah gerakan transformasi yang membentuk karakter generasi muda. Dengan dukungan penuh dari Bapak dan Ibu Guru Piket, pembiasaan ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya sekolah, menginspirasi setiap siswa untuk menjadi pribadi yang lebih baik, penuh empati, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat. Di sinilah, di SMK Negeri Tempursari, nilai-nilai kebajikan diajarkan dan dipraktikkan dengan penuh dedikasi dan cinta, menciptakan generasi yang tidak hanya pintar dalam akademik tetapi juga unggul dalam budi pekerti.