Berdoa bersama sebelum pelajaran dimulai, merupakan pembiasaan yang dilakukan peserta didik disetiap harinya. Kegiatan yang sederhana ini namun penuh makna, pembiasaan ini bukan sekadar rutinitas melainkan sebuah simbol religi yang menanamkan nilai-nilai spiritual dan moral kepada para peserta didik. Kegiatan berdoa ini memiliki banyak manfaat bagi siswa, baik secara individu maupun kolektif, dan mencerminkan komitmen sekolah untuk membangun karakter yang kuat dan berakhlak mulia.
Berdoa sebelum memulai pelajaran merupakan momen reflektif yang memberikan waktu bagi siswa untuk menenangkan pikiran dan memfokuskan diri pada kegiatan belajar. Dalam kehidupan sehari-hari yang serba cepat, momen berdoa ini menjadi saat berharga untuk berhenti sejenak dan mengalihkan perhatian dari hiruk-pikuk dunia luar ke dalam diri sendiri. Dengan berdoa, siswa diajak untuk bersyukur atas kesempatan belajar yang mereka miliki dan memohon bimbingan agar bisa menjalani hari dengan baik.
Kegiatan ini juga memperkuat hubungan sosial di antara siswa. Ketika mereka berdoa bersama, ikatan kebersamaan dan rasa saling mendukung semakin kokoh. Dalam momen hening tersebut, siswa saling mengingatkan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi tantangan belajar; ada teman-teman yang akan selalu ada untuk memberikan dukungan. Lebih dari itu, kebiasaan berdoa mengajarkan siswa tentang pentingnya solidaritas dan empati, nilai-nilai yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Berdoa sebelum pelajaran juga memupuk rasa disiplin dan tanggung jawab. Dengan meluangkan waktu untuk berdoa setiap hari, siswa belajar tentang pentingnya konsistensi dan komitmen. Mereka diajak untuk memahami bahwa setiap tindakan, sekecil apa pun, membutuhkan niat dan usaha. Ini adalah pelajaran berharga yang akan berguna tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Selain itu, pembiasaan berdoa di SMK Negeri Temursari juga merupakan bentuk pengenalan dan penghargaan terhadap keragaman religi. Sekolah ini menyadari bahwa siswa berasal dari berbagai latar belakang agama, dan dengan demikian, doa dilakukan dengan cara yang inklusif dan terbuka. Siswa dipersilakan untuk berdoa sesuai dengan keyakinan masing-masing, sehingga setiap individu merasa dihargai dan diterima. Ini adalah langkah penting dalam membangun lingkungan sekolah yang toleran dan harmonis.
Selanjutnya, dari perspektif pendidikan karakter, pembiasaan berdoa ini membentuk siswa yang memiliki integritas dan kejujuran. Dengan menanamkan nilai-nilai spiritual sejak dini, siswa didorong untuk selalu bertindak sesuai dengan hati nurani dan menjunjung tinggi kebenaran. Mereka belajar untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka dan menghormati orang lain, yang merupakan dasar dari perilaku etis.
Pada akhirnya, pembiasaan berdoa sebelum pelajaran di SMK Negeri Temursari bukan hanya tentang menjalankan ritual agama, tetapi lebih dari itu, membangun fondasi moral yang kuat dalam diri setiap siswa. Dengan mengintegrasikan aspek spiritual dalam pendidikan, sekolah ini berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Ini adalah investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat besar bagi para siswa di masa depan dan, pada gilirannya, bagi masyarakat secara keseluruhan. Berdoa sebelum pelajaran adalah langkah kecil namun berdampak besar dalam perjalanan pendidikan di SMK Negeri Temursari.