Keberagaman merupakan sebuah keniscayaan dan menjadi hal tidak bisa tidak disangkal. Sejak makhluk hidup diciptakan, keberagaman telah dimunculkan. Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, keberagaman adalah fakta keindonesiaan kita. Masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia pada umumnya adalah komunitas yang beragam, penuh dengan perbedaan, sehingga kita harus dapat bersikap arif dalam menyikapi perbedaan yang ada agar tidak berujung pada sebuah konflik.
Ada beberapa teori konflik yang menjelaskan penyebab terjadinya konflik di tengah masyarakat. Beberapa teori tersebut adalah 1) Teori hubungan masyarakat yang berpandangan bahwa konflik yang sering muncul ditengah masyarakat disebabkan polarisasi yang terus terjadi, ketidakpercayaan dan permusuhan di antara kelompok yang berbeda, perbedaan bisa dilatarbelakangi sara bahkan pilihan ideologi politiknya; 2) Teori identitas yang berpandangan bahwa konflik yang mengeras di masyarakat tidak lain disebabkan identitas yang terancam yang sering berakar pada hilangnya sesuatu atau penderitaan masa lalu yang tidak terselesaikan; 3) Teori kesalahfahaman antarbudaya yang berpandangan bahwa konflik disebabkan ketidakcocokan dalam cara-cara berkomunikasi di antara budaya yang berbeda; atau 4) Teori transformasi yang memfokuskan pada penyebab terjadi konflik sehingga berpandangan bahwa ketidaksetaraan dan ketidakadilan yang muncul sebagai masalah sosial budaya dan ekonomi. Munculnya berbagai teori yang membahas tentang konflik antar manusia itu membuat kita belajar bahwa manusia yang beradab harus bersikap terbuka dalam melihat semua perbedaan dalam keragaman yang ada dan menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan agar keragaman menjadi aset kekayaan bangsa yang dapat mempersatukan bangsa ini.
Sejalan dengan gagasan pokok di atas, pembahasan tema Keberagaman dalam Masyarakat akan terbagi dalam beberapa sub tema, yakni:
Keberagaman sebagai Realitas Asali Kehidupan Manusia
Berupaya Membangun Perdamaian dan Persatuan bangsa