Program SYNCORN: Peran dan Komitmen Ormawa KAPSTRA Mewujudkan Peningkatan Kesejahteraan bagi Masyarakat Kalurahan Bumirejo
Program SYNCORN: Peran dan Komitmen Ormawa KAPSTRA Mewujudkan Peningkatan Kesejahteraan bagi Masyarakat Kalurahan Bumirejo
Potret kegiatan produksi di minggu kedua bulan Juli.
Sumber: Dok. Tim PPK Ormawa KAPSTRA
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) merupakan program inisiasi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan dibawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang bertujuan melatih kepemimpinan serta meningkatkan kualitas organisasi kemahasiswaan melalui pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Pada tahun 2026 ini, sembilan mahasiswa Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) bersama enam mahasiswa lain dari berbagai fakultas di Universitas Gadjah Mada tergabung dalam Tim Ormawa KAPSTRA (Keluarga Mahasiswa Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan) dikirimkan untuk menjadi delegasi. Membawa ide besar berbasis rural empowerment yang didukung konsep circular economy dan zero waste, berhasil mengantarkan Tim KAPSTRA sebagai salah satu kandidat lolos pendanaan. Gagasan ini tertuang dalam program Syncorn (Synergy Corn Innovation for Rural Empowerment) yaitu Inovasi Pengolahan Dan Kelembagaan Usaha Jagung Lokal untuk Penguatan Ekonomi di Kalurahan Bumirejo sebagai sasaran pelaksanaan program.
Pemilihan Kalurahan Bumirejo dilatarbelakangi oleh permasalahan tingkat kemiskinan struktural sebesar 10,23% yang ada di Kulon Progo, dengan didukung pernyataan pemerintah kalurahan bahwa terdapat 70% dari total 9.193 masyarakat Bumirejo masih menerima bantuan kebutuhan hidup dasar. Ditemukan permasalahan lain berupa ketimpangan ekonomi dan ketidakstabilan tingkat pendapatan disebabkan oleh mayoritas pekerjaan yang tumbuh di sektor informal. Hal ini mengindikasikan adanya kerentanan sosial dan ekonomi masyarakat sehingga diperlukan intervensi melalui mengembangkan kapasitas untuk menumbuhkan kemandirian dan kesejahteraan yang berkelanjutan. Maka berdasarkan permasalahan tersebut, Tim KAPSTRA yang berbekal teori-teori serta wawasan mengenai community development dalam studi PSdK, berkomitmen untuk mengimplementasikannya di Kalurahan Bumirejo melalui program Syncorn.
Melihat potensi pertanian dalam komoditas jagung yang tinggi, dapat menjadi jawaban yang dapat mengatasi permasalahan di Kalurahan Bumirejo. Terlebih selama ini jagung yang menjadi komoditas unggulan, hanya dipasarkan secara mentah dengan harga fluktuatif berkisar Rp5.000 per kilogram serta limbahnya dibuang atau bahkan dibiarkan membusuk begitu saja. Tim KAPSTRA menilai ini menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan dengan menghadirkan inovasi pada diversifikasi produk berupa Cornch (keripik jagung), Zealoops (sereal jagung), Huskara Tea (teh herbal dari serabut jagung), dan Jabricks (briket dari bonggol jagung sebagai bahan bakar alternatif). Keempat produk ini dirancang berbasis zero waste sehingga tidak ada bagian jagung yang terbuang percuma.
Potret kegiatan FGD bersama perwakilan kelompok kalurahan.
Sumber: Dok. Tim PPK Ormawa KAPSTRA
Dalam program ini, masyarakat dilibatkan secara aktif selama pelaksanaan program. Jauh sebelum dinyatakan sebagai kandidat lolos pendanaan, Tim KAPSTRA telah memulai observasi lapangan dengan turut mengajak masyarakat dan pemerintah kalurahan dalam Forum Grup Discussion yang membahas permasalahan, potensi, serta rekomendasi terhadap program. Sehingga peran masyarakat disini tidak hanya sebagai objek, namun juga sebagai subjek yang berpartisipasi mengawal setiap tahapan program, termasuk dalam hal pengambilan keputusan. Kemudian untuk mewadahi keterlibatan yang inklusif, Tim KAPSTRA berinisiatif membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) dengan beranggotakan perwakilan kelompok masyarakat yang ada di Kalurahan Bumirejo seperti Kelompok Tani (KT), Kelompok Wanita Tani (KWT), Bina Keluarga Remaja (BKR), Karang Taruna, dan Kelompok Disabilitas Kalurahan (KDK).
Sepanjang dua bulan pelaksanaan program, Tim KAPSTRA bersama masyarakat Kalurahan Bumirejo telah menjalani berbagai kegiatan yang tidak hanya diwujudkan melalui pengolahan jagung, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas masyarakat, pembentukan kelembagaan KUB, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak seperti Rumah Zakat Yogyakarta, Social Development Studies Center (SODEC), Journal of Social Development Studies (JSDS), Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) UGM, UKM Peduli Difabel UGM, dan lainnya. Perlahan, masyarakat mulai terlibat secara lebih aktif dalam proses produksi dan pengelolaan usaha, sementara produk-produk Syncorn mulai diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas melalui berbagai upaya pemasaran luring dan daring seperti pop-up store, open pre-order, live shopping, serta marketplace.
Perjalanan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem usaha berbasis potensi lokal yang tidak berhenti pada produksi semata. Dengan mengusung prinsip rural empowerment, circular economy, dan zero waste, SYNCORN berupaya memastikan bahwa inovasi yang dihadirkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat. Nantinya, Tim KAPSTRA bersama KUB SYNCORN akan terus memperkuat kualitas produksi, kelembagaan, legalitas, serta akses pasar agar usaha yang telah dirintis dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat Kalurahan Bumirejo.