Dipublikasikan pada 30 September 2026
Industri pengolahan buah sitrus global menghasilkan jutaan ton produk sampingan setiap tahunnya, di mana sekitar 50% dari berat total buah terbuang sebagai limbah padat berupa kulit, biji, dan residu serat. Di tingkat lokal maupun industri skala besar, penumpukan limbah kulit jeruk ini kerap dibiarkan menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA) tanpa pengelolaan terstruktur. Apabila limbah organik tersebut tidak dikelola dengan baik dan mengalami dekomposisi dalam kondisi minim oksigen, proses penguraiannya dapat berkontribusi terhadap pembentukan gas rumah kaca, termasuk metana.