Penelitian sejarah merupakan sebuah metode sejarah yang memuat suatu sistem dari cara-cara yang benar untuk memperoleh kebenaran sejarah. Setiap peneliti sejarah tentunya memerlukan metode penelitian sejarah untuk bisa membuat sebuah eksperimen yang tersusun dan sistematis.
Menurut Guide to historical method karya Gilbert J. Garraghan (1957) pengertian penelitian sejarah adalah kumpulan yang sistematis, terdiri dari beberapa prinsip dan beberapa aturan yang ditujukan untuk mengumpulkan bahan-bahan sumber sejarah secara efektif serta mempermudah menilai dan menguji sumber-sumber secara kritis dan menyajikan hasil dalam bentuk tertulis dari hasil-hasil yang dicapai.
Setelah memahami pengertian penelitian sejarah secara umum, Anda juga harus mengetahui bagaimana pengertian penelitian sejarah menurut para ahli. Berikut penelitian sejarah menurut pendapat para ahli:
Menurut Alfian, penelitian sejarah merupakan seperangkat aturan dan prinsip-prinsip yang sistematis untuk mengumpulkan sumber-sumber secara efektif, menilainya secara kritis, dan mengujikan sintesis dari hasil-hasil yang dicapai dalam bentuk tulisan.
Yatim Rianto berpendapat bahwa penelitian sejarah berbeda dengan penelitian yang lain. Penelitian sejarah merupakan tx post facto research yang dinaungi oleh penelitian kualitatif. Dalam penelitian sejarah tidak terdapat manipulasi atau kontrol terhadap suatu variabel, sebagaimana dalam penelitian eksperimental.
Menurut Donald Ary, penelitian sejarah merupakan sebuah usaha untuk menetapkan fakta dan mencapai simpulan mengenai hal-hal yang telah lalu, yang dilakukan secara sistematis dan objektif oleh ahli sejarah dalam meneliti, mengevaluasi, dan menafsirkan bukti-bukti untuk mempelajari masalah baru.
Menurut Jack R. Fraenkel dan Norman E. Wallen, penelitian sejarah adalah sebagai penelitian yang secara eksklusif memfokuskan pada masa lalu. Penelitian sejarah mencoba merekonstruksi apa yang terjadi pada masa lalu selengkap dan seakurat mungkin dan biasanya menjelaskan mengapa hal itu terjadi.
E. H. Carr mengungkapkan bahwa penelitian sejarah sebagai suatu proses sistematis dalam mencari data agar dapat menjawab berbagai pertanyaan tentang fenomena dari masa lalu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dari suatu institusi, praktik, tren, keyakinan, dan berbagai isu dalam pendidikan.
Menurut John W. Best, penelitian sejarah yang merupakan rekaman prestasi manusia. Bukan semata-mata sebagai daftar rentetan peristiwa secara kronologis saja, namun merupakan gambaran melalui berbagai hubungan yang benar-benar manunggal antara manusia, peristiwa, waktu, dan juga tempat.
Pemilihan Topik
Sama seperti penelitian pada umumnya, langkah pertama yang harus dilakukan seorang sejarawan dalam melakukan penelitian sejarah adalah menentukan judul dan topik yang akan diteliti. Dasar yang harus dimiliki peneliti dalam memilih topik adalah kedekatan emosional dan kedekatan intelektual. Kedekatan emosional berarti topik yang dipilih harus disenangi. Sementara kedekatan intelektual, peneliti harus menguasai topik yang dipilih. Selain itu dalam pemilihan topik harus diperhatikan juga sumber atau bahan penelitian. Kelayakan topik penelitian sejarah dapat dilihat dari ketersediaan sumber dan bahan tersebut. Topik penelitian diharapkan dapat memberikan informasi atau teori baru. Untuk mengarahkan topik penelitian pada sumber, penelitian sejarah harus mencakup 5W+1H (What, Where, When, Why, Who, dan How).
Mencari Bukti/Bahan Sumber
Langkah kedua dari penelitian sejarah adalah mencari bukti-bukti atau bahan-bahan sumber yang dibutuhkan ke depannya. Bukti atau bahan sejarah ini biasanya bersifat heuristik atau memiliki hubungan dengan penemuan baru. Hal-hal yang bisa dilakukan dalam langkah penelitian sejarah ini adalah mencatat bahan-bahan sumber yang bisa didapat dari studi pustaka atau dokumen sejenisnya.
Menilai dan Menguji Bahan Sumber (Verifikasi)
Dalam menilai tingkai otensitas sebuah bahan sumber, maka bisa dilakukan pengujian dengan mendatangkan kritik luar (external critism) atau kritik dalam (internal critism). Kritik ini digunakan untuk menunjukkan kebenaran, kesejatian maupun kesahihan bahan-bahan sumber yang akan digunakan oleh sejarawan nantinya.
Konstruksi dan Komunikasi
Setelah menilai dan menguji bahan-bahan sumber, hasil analisis sejarawan biasanya dituangkan atau dikonstruksi ke dalam sebuah tulisan. Dalam menuliskan hasil penelitian sejarah, bahasa yang digunakan harus lugas, sederhana, dan ilmiah.
Historiografi
Hasil konstruksi dari sebuah penelitian sejarah disebut historiografi. Historiografi adalah proses penulisan sejarah sekaligus menjadi akhir tahapan dari metode penelitian sejarah.
Dari pengertian penelitian sejarah yang telah dibahas di atas, maka didapatkan bahwa tujuan penelitian sejarah ini tentu dilakukan agar membuat orang di masa kini sadar mengenai bagaimana kejadian atau peristiwa di masa lalu. Mengapa demikian? Berikut adalah pentingnya manusia mengenal peristiwa di masa lalu:
belajar dari kegagalan dan juga belajar dari kesuksesan di masa lalu yang dapat dihindari atau diterapkan di masa kini,
dari peristiwa yang berlangsung atau terjadi di masa lalu tersebut, maka peristiwa tersebut dapat diterapkan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi pada saat ini,
peristiwa masa lalu bisa dijadikan sebuah ilmu untuk memprediksi suatu peristiwa atau kejadian di masa kini,
peristiwa atau kejadian masa lalu bisa digunakan untuk menguji hipotesis mengenai hubungan atau tren yang terjadi di masa kini, dan
peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa digunakan untuk memahami praktik dan juga bagaimana kebijakan pendidikan di masa kini secara lebih lengkap dan mendalam.
Di bawah ini merupakan beberapa kelebihan dari dilakukannya penelitian sejarah:
penelitian ini tidak terlibat di dalam situasi yang dipelajari,
para peneliti tidak melakukan interaksi langsung dengan subjek penelitian,
analisis data historis yang diperoleh dapat membantu menjelaskan bagaimana peristiwa saat ini dan juga peristiwa di masa depan yang akan terjadi.
Selain memiliki kelebihan, penelitian sejarah ini juga memiliki beberapa kekurangan, seperti:
data historis yang dikumpulkan atau didapatkan tidak lengkap dan bahkan rentan terhadap waktu, misalnya saja dokumen yang dapat hancur karena perang, bencana alam, kebakaran, dan lain sebagainya dari waktu ke waktu,
dapat menjadi bias dan korup sehingga dapat rusak, misalnya di dalam buku harian, surat kabar, dan media lainnya yang dipengaruhi oleh orang yang menulis,
penelitian sejarah menjadi kategori penelitian yang kompleks dan luas karena di dalam topik penelitian tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor yang perlu dipertimbangkan dan dianalisis lebih dalam, salah satunya misalnya studi masyarakat.
Sumber dari data penelitian ini sangat penting untuk diperhatikan yang mana sangat berpengaruh pada hasil penelitian. Sumber dalam penelitian sejarah ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sumber primer dan sumber sekunder.
Sumber primer merupakan sumber sejarah asli yang didapatkan langsung dari pihak yang mengalami peristiwa sejarah di masa lampau. Bentuk dari sumber primer ini beragam, bisa dalam bentuk dokumen tertulis, hasil wawancara, dan juga benda-benda.
Hasil wawancara bisa dari rekaman suara atau video yang mana pelaku sejarah menjadi narasumber dalam wawancara tersebut sehingga yang disampaikan selama wawancara adalah valid dan asli, sesuai dengan peristiwa yang terjadi.
Sumber primer juga bisa berasal dari benda, yang mana menjadi bukti terjadinya peristiwa, misalkan candi, keris, mata uang, dan lain sebagainya yang benar-benar ada dan berlaku di masa lalu.
Sumber primer ini menjadi sumber utama atau yang diprioritaskan para peneliti karena terbukti valid dan dalam mendapatkan datanya, diperlukan upaya atau usaha yang lebih keras karena memang tidak mudah dalam mendapatkan datanya.
Jenis sumber penelitian yang kedua adalah sumber sekunder yang biasanya berbentuk tulisan yang ditulis setelah peristiwa di masa lalu terjadi, sehingga sumber sekunder ini sangat umum ditemukan dalam bentuk tulisan. Misalnya ulasan sebuah buku, surat kabar, artikel ilmiah, ulasan literatur, biografi, dan lain sebagainya.
Di masa yang serba digital seperti saat ini, tak menutup kemungkinan sumber sekunder ini disajikan dalam bentuk video misalnya film dokumenter mengenai peristiwa, suatu tokoh, dan lain sebagainya sehingga dapat mendukung sumber primer.
Ada berbagai penelitian sejarah di Indonesia yang dilakukan dan dijadikan sebuah karya ilmiah atau bahkan dijadikan sebuah literatur. Misalnya mengenai masuknya kerajaan Islam di Indonesia, bagaimana penjajahan sebelum kemerdekaan, peristiwa G30S-PKI, bagaimana perkembangan agama di Indonesia, dan lain sebagainya.
Bahkan banyak pula penelitian sejarah tentang adat atau suku di suatu daerah di Indonesia, penyebaran wilayah di Indonesia, berdirinya suatu organisasi atau komunitas, bagaimana kehidupan para raja di Indonesia, bagaimana sejarah atau biografi tokoh berpengaruh di Indonesia misalnya Presiden Soekarno, para pahlawan, dan lain sebagainya yang dirangkai dan dikemas dalam bentuk penelitian sejarah.
Salah satu contoh dari penelitian sejarah misalnya adalah penelitian sejarah tentang peninggalan Kerajaan Majapahit.
Dalam melakukan penelitian terhadap peninggalan Kerajaan Majapahit iniĀ
langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan judul atau topik, yakni Kerajaan Majapahit.
langkah kedua adalah mengumpulkan bahan sumber (heuristik). Sumber-sumber yang terkait Kerajaan Majapahit bisa diperolah dari Kitab Pararaton, Kitab Negarakertagama atau Kitab Sundayana.
Langkah ketiga yakni menilai dan menguji bahan sumber melalui kritik dalam atau kritik luar. Kritik dalam bisa dilakukan dengan menguji kembali bahan-bahan sumber seperti isi dari Kitab Pararaton, Kitab Negarakertagama atau Kitab Sundayana. Sedangkan kritik luar bisa diperolah dari bahan sumber seperti berita Cina.
Langkah terakhir adalah menuangkan hasil interpretasi sejarawan terkait bahan-bahan sumber tersebut ke dalam karya tertulis. Contoh-contoh hasil penelitian sejarah terkait Kerajaan Majapahit terdapat dalam buku yang berjudul Ibukota Majapahit, Masa Jaya dan Pencapaian karya Agus Aris Munandar atau Gajah Mada: Hamukti Palapa karya Langits Kresna Hariadi.