Upacara & Do'a Untuk Leluhur Di Monumen Tugu Jepang
Upacara & Do'a Untuk Leluhur Di Monumen Tugu Jepang
Kuburan sukun atau kuburan Londo merupakan komplek pemakaman yang memiliki sejarah tersendiri dalam perkembangan Kota Malang. Hal tersebut disebabkan Kuburan Sukun atau Kuburan Londo merupakan komplek pemakaman bangsa Eropa dan masuk ke dalam Bouwplan Tiga (3) sekitar tahun 1920-an. Disana terdapat banyak sekali tokoh – tokoh dari bangsa Eropa yang dimakamkan, seperti tokoh pendiri Balewiyata, Gereja Ijen, tokoh kepasturan hingga tokoh – tokoh Freemason. Tak hanya itu, komplek pemakaman ini juga memiliki nilai seni yang terbilang estetik, baik dari sisi epigrafi maupun arsitekturnya yang kesan heritage-nya tampak sangat elegan. Selain itu di dalam komplek pemakaman terdapat makam masal dari bangsa Jepang, yang mana pada setiap bulan September maupun Oktober akan tampak pemandangan yang tak biasa di sekitaran tempat yang terdapat Monumen Tugu Jepang-nya. Tepat pada hari minggu tanggal 16 Oktober 2022 kemarin, pemandangan tersebut mulai terlihat pada pukul 14.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB bersamaan dengan berjajarnya kendaraan secara rapi disekitaran Blok XIII pemakaman Sukun. Pemandangan yang tak biasa tersebut merupakan kegiatan upacara & do’a serta tabur bunga yang diadakan oleh Konsulat Jendral Jepang yang ada di Surabaya. Kegiatan di Tugu Jepang itu sudah merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Konsulat Jendral Jepang guna menghormati dan mendoakan para leluhur yang telah gugur di kota Malang. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan akan membawa makna tersendiri bagi kedua negara, yang tak lain adalah untuk mempererat hubungan baik antara Indonesia dan Jepang sebagai bentuk rasa persahabatan dan persaudaraan yang telah terbentuk sejak lama, ujar TAKEYAMA Ken-ichi (Konsulat Jendral Jepang) saat di wawancarai oleh Malang Pagi (Har/MAS).
Dari kegiatan tersebut tentunya kita bisa mengambil sisi baik tentang sebuah tradisi yang sudah selayaknya untuk kita pertahankan, baik secara diplomatis maupun secara tindakan sederhana yang dapat kita lakukan sebagai wujud rasa penghormatan kepada leluhur – leluhur kita terdahulu. Oleh sebab itu, kehadiran FKTKLH (Forum Komunikasi Tata Kelola Lingkungan Heritage) dibawah binaan Subaedi selaku kepala UPT Kuburan Londo akan mengupayakan penuh untuk menjaga tradisi dan menjalin komunikasi yang telah terbentuk sebaik mungkin demi keberlangsungan persahabatan dan persaudaraan yang berkelanjutan dimasa mendatang.
Source : www.ngalam.co, www.kumparan.com, malangpagi.com, Sumber Pribadi.