Sebuah acara yang diadakan oleh Hotel Grand Mercure Malang Mirama dengan tajuk Go Local Culture & Heritage merupakan acara yang cukup berkesan bagi pecinta seni dan budaya di Kota malang. Bagaimana tidak, acara tersebut dimeriahkan oleh beberapa Maestro seniman dan budayawan baik dari kota maupun Kabupaten Malang, seperti contoh stand topeng malangan, stand melukis kaos tanpa tinta, stand kacamata yang terbuat dari kayu, dsb. Acara ini sendiri diadakan mulai tanggal 1 – 5 Oktober 2022 yang harapannya mampu memberikan edukasi kepada generasi muda untuk mengenal seni dan budaya lokal. Sudah seharusnya generasi muda perlu lebih mengenal dan peduli terhadap seni dan budaya lokal daerahnya, sehingga mereka mampu mengetahui eksistensi kota asalnya yang apabila dipelajari dan digali lebih dalam niscaya 20 tahun lagi generasi muda tersebut akan menjadi Maestro dibidangnya, pungkas Mbah Yongki.
Acara tersebut tidak hanya berkutat pada pameran hasil karya seniman dan budayawan saja, namun ada waktu untuk para seniman dan budayawan serta para pemegang kepentingan untuk saling berdiskusi demi keberlanjutan seni dan budaya lokal di Malang ini. Dari dsikusi tersebut banyak sekali saran dan masukkan bagi semua pihak agar kiranya mampu untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan fokus melanjutkan eksistensi seni dan budaya lokal Malang. Salah satunya adanya kolaborasi antara Pemerintahan dengan seniman topeng dari Jabung untuk memberikan pelatihan desain grafis dan animasi kepada seniman yang belajar secara otodidak untuk belajar bersama dengan para akademisi untuk mendapatkan pebelajaran tentang metode – metode secara akademik serta untuk mendapatkan sertifikasi yang diprakarsai dari program Provinsi Jatim dan Kota Malang agar mampu mengikuti perkembangan budaya masa kini.
Source : Sumber Pribadi