Jumat, 26 Agustus 2022
Renungan Pagi
♪ KJ. 462 : 1 - Berdoa
TUHAN BUKA HATI, KITA BUKA RUMAH
Kisah Para Rasul 16 : 13 - 15
Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus (ay.14c)
Lidia merupakan seorang perempuan yang berasal dari Tiatira. Ia punya status sosial yang tinggi, karena merupakan pedagang kain ungu. Pada masa itu kain ungu merupakan kain yang berkualitas tinggi dengan harga yang sangat mahal. Oleh karena itu, kain ungu hanya digunakan oleh orang-orang kelas atas sebagai penanda status bangsawan atau keluarga kerajaan. Dari pekerjaannya, nampaklah bahwa Lidia adalah pekerja keras.
Ketika bertemu Paulus, yang bersama Silas sedang memberi takan Injil di Sinagoge, Tuhan membuka hati Lidia, sehingga ia dengan penuh perhatian mendengarkan pengajaran Paulus. Perhatiannya terhadap pengajaran Paulus, membuat ia bersama seisi rumahnya memberi diri untuk hidup baru sebagai pengikut Kristus. Mereka pun menyerahkan diri untuk dibaptis.
Respons lain dari Lidia terhadap pemberitaan Injil Paulus ada lah dengan menawarkan tumpangan bagi Paulus dan kawan kawannya. Memberikan tawaran untuk menumpang di rumah pribadi oleh seorang perempuan bukanlah hal yang lumrah pada masa itu. Biasanya laki-lakilah yang memberi tawaran agar sese orang bisa masuk apalagi menumpang di rumahnya. Akan tetapi, Lidia berani melakukannya. Rumahnya yang merupakan ruang privat ia buka menjadi ruang publik. Dan itu terjadi karena kuasa Tuhan yang berkarya dalam dirinya. Ia tidak hanya tersentuh de ngan pengajaran Paulus, tetapi juga terbuka untuk menjadi saksi iman lewat kemurahan hatinya untuk menyediakan tumpangan.
Keramahtamahan Lidia untuk membuka rumahnya sebagai tempat menumpang telah menyediakan ruang bagi Paulus dan kawannya untuk menjadi pintu pelayanan gereja di Filipi. Lidia telah menjadi saksi iman lewat keramahtamahan guna partum buhan gereja di Filipi. Dari Lidia kita belajar bahwa iman yang hidup adalah iman yang mau "repot" untuk memberi, termasuk memberikan rumahnya sebagai ruang persekutuan dengan Tuhan.
♪ KJ 462 : 4
Doa : (Ya Allah, bentuklah aku seturut kehendak-Mu agar bermurah hati untuk berbagi kasih kepada sesama)
Renungan Malam
♪ KJ. 436 : 1 - Berdoa
DEMI NAMA YESUS KRISTUS
Kisah Para Rasul 16 : 26 - 18
"Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini!" Seketika itu juga keluarlah roh itu (ay.18)
Ada sebuah nasihat yang harus selalu diingat khususnya oleh para pelayan Tuhan Yesus. Nasihat itu sebagai berikut: "Jangan pernah berpuas diri ketika berhasil meraih sukses dalam pelayanan". Mengapa? Sebab Iblis tidak senang melihat para pelayan Tuhan berhasil dalam mengerjakan pelayanan yang Tuhan percayakan. Sebab iblis dengan segala macam tipu muslihat, iblis akan berusaha membuat para pelayan Tuhan yang sukses itu gagal dalam pelayanan. Mari simak pengalam an Paulus dan Silas, pelayan-pelayan Tuhan Yesus ketika me reka memberitakan Injil di Filipi. Hamba perempuan dalam teks ini berasal dari status sosial kelas bawah. Ia merupakan seorang peramal yang memiliki kemampuan untuk bicara dengan perut. la gila, namun dihormati oleh orang-orang di sekitarnya, yang berpikir bahwa para dewa telah mengambil kecerdasannya dan menggantikannya dengan pikiran para dewa. Bagi mereka, sang peramal ini memiliki pikiran dewa.
Ketika Paulus dan rombongannya melayani di Filipi, sang pera mal mengikuti mereka. Ia terus berteriak mengatakan bahwa Pau lus dan timnya datang untuk membawa jalan keselamatan. Seki las seruan itu kedengarannya memberikan dukungan bagi pela yanan Paulus. Akan tetapi, menurut Paulus seruan itu justru mengganggu pelayanannya. Paulus sadar bahwa roh yang meng gerakkan peramal itu berseru bukanlah Roh Allah, melainkan roh tenung. Oleh karenanya, Paulus mengusir roh tenung itu dari sang perempuan. Dan nyata bahwa, kuasa Allah yang lebih dah syat sanggup mengusir roh jahat yang masuk ke tubuh perem puan itu. Tuhan Yesus tidak hanya mengutus pelayan-pelayan Nya untuk memberitakan Injil. Tuhan Yesus juga melengkapi pelayan-pelayan-Nya dengan kuasa Allah supaya para pelayan Nya bisa dan mampu mengalahkan iblis dengan segala bentuk tipu muslihatnya.
♪ KJ 436 : 2
Doa : (Ya Allah, Engkaulah andalan hidup kami. Hanya kepada-Mu kami berserah diri. Pimpinlah kami selalu)