Selasa, 23 Agustus 2022
Renungan Pagi
♪ KJ. 438 : 1 - Berdoa
MEMUJI-MUJI TUHAN
Yesaya 62 : 8 - 9
tetapi orang yang menuainya akan memakannya juga dan akan memuji-muji TUHAN, dan orang yang mengumpulkannya akan meminumnya juga di pelataran-pelataran tempat kudus-Ku (ay.9)
Maksud dari teks ini bukanlah untuk menolak praktik berbagi makanan dengan musuh, melainkan untuk menyatakan jaminan keamanan yang akan Tuhan karuniakan kepada umat. Umat akan dijaga dari penjarahan penjajah asing. Kebutuhan akan bahan makanan dan minuman akan dilindungi.
Sebelumnya ketika terjadi perang antar bangsa, tanaman umat akan menjadi bekal bagi pasukan musuh. Bukan hanya itu, sis tem perpajakan dari pihak musuh juga akan menjadi beban yang sangat besar kepada para petani
Tema tentang keamanan ini terkait erat dengan ayat sebelum nya, ayat 6-7 tentang para pengintai yang berjaga di tembok Yerusalem. Kedua bagian ini menyatakan bahwa keamanan umat dijaga oleh Allah. Ia memakai para nabi sebagai penjaga, la juga menjamin keamanan hasil bumi.
Terjaminnya hasil bumi berupa gandum dan anggur mendorong umat untuk membawa buah sulung gandum dan anggur, juga ternak sulung ke bait suci di Yerusalem. Semua itu mereka beri kan sebagai persembahan yang kudus bagi Tuhan. Pemulihan hidup yang nyata melalui hasil bumi, membuat bait suci di Yeru salem pun akan kembali menjadi pusat peribadatan umat. Umat akan datang membawa puji-pujian kepada Tuhan karena menya dari bahwa hanya Dialah sumber berkat.
Penyertaan Tuhan yang membuat kita selamat adalah alasan bagi kita untuk setia memuji Dia. Pujian kepada-Nya dapat kita lakukan di mana pun dan kapan pun. Kita bisa memuji Tuhan de ngan cara melayani orang lain, entah sebagai pengurus Pelkat, sebagai pemimpin paduan suara, sebagai panitia yang baik. Kita pun bisa memuji Tuhan dengan bertutur kata yang sopan dan santun. Selain itu, pujian kepada Tuhan pun dapat kita lakukan melalui kerelaan untuk memberikan persembahan.
♪ KJ 438 : 2
Doa : (Ya Allah, terima kasih untuk rasa aman yang membuat kami bisa tenang menjalani hidup ini)
Renungan Malam
♪ GB. 116 : 1 - Berdoa
BANGSA YANG KUDUS
Yesaya 62 : 10 - 12
"... dan engkau akan disebutkan "yang dicari", "kota yang tidak ditinggalkan" (ay.12b)
Kota Yerusalem yang telah lama ditinggalkan akan kembali menjadi kota yang semarak. Bangsa-bangsa dari jauh akan kembali memenuhi kota Yerusalem. Oleh karena itu, Tuhan memberikan tugas agar umat mempersiapkan jalan bagi bangsa bangsa yang akan berdatangan ke kota. Kondisi jalan yang telah lama ditinggalkan dan penuh dengan reruntuhan harus dibersih kan. Yerusalem, kota Allah akan menjadi kota yang bisa diakses oleh semua peziarah.
Jaminan keselamatan dari Tuhan ditandai dengan identitas baru, yaitu "bangsa kudus", "orang-orang tebusan TUHAN", "yang dicari", dan "kota yang tidak ditinggalkan", sebagaimana juga yang sudah disinggung dalam ayat-ayat sebelumnya. Identitas sebagai "bangsa kudus" dalam Perjanjian Lama hanya ada di bagian ini, meskipun gagasan umat Tuhan sebagai umat yang dikuduskan oleh Tuhan sudah menjadi hal yang biasa, yang ada di beberapa bagian kitab lainnya. "Bangsa kudus" merupakan identitas umat sebagai bangsa yang dikhususkan untuk mela kukan pelayanan milik Tuhan.
Pemulihan Israel adalah juga pemulihan bangsa-bangsa. Ini nyata dengan terbukanya akses bagi kedatangan bangsa lain ke kota Yerusalem. Mereka datang untuk sebuah pemulihan untuk menjadi bangsa yang kudus bagi Tuhan. Orang-orang yang ter sesat dan terhilang sebelumnya kini akan menjadi "orang-orang yang dicari." Mereka semua akan menjadi umat yang turut memuliakan Tuhan.
Tak bisa kita sangkal, bahwa dalam hidup ini kita seringkali ter sesat dari jalan Tuhan. Oleh karena keegoisan kita, kita memilih untuk lebih mengikuti kehendak hati daripada tunduk pada kete tapan-Nya. Namun karena cinta kasih-Nya, Tuhan setia mencari dan memanggil kita agar kembali di jalan-Nya. Mari, kita lanjutkan hidup ini dengan terus membuka pintu dan jendela hati kita untuk diisi dengan firman-Nya sebagai kekuatan untuk berbagi berkat dengan sesama.
♪ GB 116 : 2
Doa : (Ya Allah, kiranya dengan limpahan rahmat-Mu kami semakin termotivasi untuk berbagi kasih dan kebaikan bagi orang lain)