Sabtu, 20 Agustus 2022
Renungan Pagi
♪ KJ. 335 : 1 - Berdoa
PEMIMPIN YANG MELAYANI
2 Timotius 4 : 1 - 5
Tetapi kuasailah dirimu dalalm segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu! (ay.5)
Tuhan uhan Yesus pernah menyampaikan pernyataan menarik dalam Matius 20: 26, 27 yakni: "barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu" Sebuah pernyataan yang tidak umum dan berbeda dengan pandangan orang pada umumnya, yaitu justru untuk menjadi besar, harus berkuasa, dihormati, disegani bahkan ditakuti serta dilayani.
Rasul Paulus, melalui surat pastoralnya juga menyiapkan Timotius sebagai seorang pemimpin muda dalam jemaat. la tahu bahwa waktu kematiannya sudah dekat (ay.6) dan saatnya menyiapkan tokoh pengganti, dalam hal ini Timotius. Beberapa hal penting ditekankan Paulus kepada Timotius: Pertama, Semangat bertugas tidak ditentukan situasi (ay. 2). Entah baik atau tidak baik kondisi dan situasi sekitar, tugas dan tanggung jawab harus tetap dilaksanakan. Kedua, Kuasai diri dan sabar menderita (ay.5a). Supaya mampu menghadapi berbagai kondisi dan situasi, maka hal pertama yang harus dilakukan Timotius adalah menguasai dirinya yakni mengendalikan kondisi mental, emosional dan fisik sekalipun agar bertahan diberbagai situasi dan keadaan. Dampaknya adalah kemampuan bertahan di tengah penderitaan. Ketiga, Lihatlah tugas itu sebagai bagian dari penghambaan atau pelayanan (ay. 5b). Paulus menggiring Timotius pada perspektif penting ketika melaksanakan tugas kepemimpinan tersebut, yakni memandang tugas itu sebagai bagian dari pelayanan. Dengan memandang tugas kepemimpinan itu sebagai bentuk pelayanan, maka pengorbanan, kerelaan, ketulusan dan kerendahan hati menjadi bagian utama dibanding kepentingan dan kenyamanan pribadi. Melakukan tugas dalam prinsip melayani pada poin 3 ini akan memudahkan Timotius mengerjakan poin 1 dan 2.
Tidak mudah memang melayani dan menjadi hamba. Kristus memberi teladan penting yakni la Yang Maha Tinggi menjadi rendah untuk melayani kita. Jadilah pemimpin yang melayani.
♪ KJ 335 : 2
Doa : (Ya Tuhan, kami siap memberi diri menghamba kepada-Mu)
Renungan Malam
♪ KJ. 445 : 1 - Berdoa
MENGHADAPI TANTANGAN
2 Timotius 4 : 16 - 18
"Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku ... (ay.18)
Ditinggalkan sendiri ketika ketika sedang menghadapi suatu persoalan adalah suatu keadaan yang berat. Demikian juga halnya yang dialami oleh Paulus, ketika ia harus menghadapi pengadilan karena pekabaran Injil, ia menanggungnya sendiri. Orang-orang dekat tidak lagi menemani, bukan karena membenci atau malu terhadap status Paulus, tetapi lebih karena takut dan sebagian mencari aman. Bagaimana Paulus menyikapinya? 1. Paulus tidak membenci. Perhatikan ayat 16, Paulus tidak mendendam apalagi menyumpahi. Sebaliknya ia mendoakan kiranya mereka TIDAK menerima balasan atas kejahatan mereka. 2. Berpikir positif. Kekuatan dari Tuhan adalah penghiburannya. Sehingga Paulus memandang deritanya secara berbeda. Bahwa orang bisa melihat kesaksian di balik penderitaan itu sebagai kesempatan memberitakan Injil. 3. Pengharapan iman. Masalah berat yang dihadapi Paulus tidak sekalipun membuatnya kehilangan pengharapan dan melemahkan iman percayanya. Sebaliknya justru pengharapan semakin kokoh dan imannya semakin kuat dan teguh. Dengan yakin Paulus berucap: "... Tuhan akan melepaskan aku dari tiap usaha yang jahat (ay.18). Paulus melalui pengalamannya yang sulit dan tdak menyenangkan, ia bersaksi tentang bagaimana seharusnya menghadapi tantangan. 66
Masalah dan tantangan hidup akan selalu ada. Entah dalam keluarga, usaha-kerja juga dalam pelayanan. Belajar pada seo rang Paulus, kitapun kiranya tidak pernah menyesali tiap peris tiwa yang sudah terlanjur terjadi. Tidak harus kecewa terhadap perilaku tidak adil orang lain. Mendoakan yang terbaik untuk me reka yang berbuat buruk dan melihat secara berbeda (positif) tiap susah hidup, akan memampukan kita tegar hadapi tiap tantang an. Selanjutnya, berharaplah pada Tuhan. Pengharapan iman yang teguh pada pertolongan-Nya, adalah obat Ajaib hadapi kesulitan dan tantangan tersebut. Kiranya kita dimampukan menghadapi semua itu dan keluar sebagai pemenang.
♪ KJ 445 : 2
Doa : (Ya Tuhan, tolong kami agar tegar hadapi tiap tantangan)