Ketersediaan Learning Management System (LMS) merupakan salah satu elemen yang dapat digunakan untuk melaksanakan pembelajaran secara daring. Keberhasilan pembelajaran daring yang menggunakan LMS sangat bergantung pada model LMS yang digunakan serta optimalisasi penggunaannya agar efektif dan efisien (Munir, 2010). Dalam konteks ini, LMS merupakan sebuah perangkat lunak yang digunakan untuk keperluan administrasi, dokumentasi, dan pelaporan dalam proses belajar mengajar daring melalui internet (Ellis, 2009). LMS dapat digunakan untuk membuat materi pembelajaran daring berbasis web, mengelola jalannya kegiatan pembelajaran, dan mengevaluasi hasilnya.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Di suatu pertemuan, Fulan tidak dapat hadir di kelas karena harus mewakili sekolah dalam lomba pramuka. Walaupun tanpa kehadiran Fulan, pembelajaran di kelas tetap dilaksanakan. Ada beberapa tugas yang diberikan oleh guru kepada para siswa, dan seluruh siswa yang hadir di kelas telah menyelesaikan tugas-tugasnya.
Bagaimana dengan Fulan yang tidak dapat hadir di kelas karena harus mewakili sekolahnya dalam kegiatan pramuka? Bagaimana agar Fulan dapat mengetahui kegiatan pembelajaran dan tugas-tugas yang ditinggalkannya saat mewakili sekolah?
Ya, LMS dapat menjadi alternatif solusi bagi Fulan.
Jika guru menggunakan LMS dan mengelolanya sesuai dengan kegiatan pembelajaran, Fulan akan sangat terbantu untuk bisa mengetahui kegiatan pembelajaran dan tugas-tugas yang ditinggalkan.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Terdapat beberapa jenis LMS yang dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Pemilihan jenis LMS dapat disesuaikan dengan kebutuhan dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan. Beberapa jenis LMS, diantaranya sebagai berikut.
1. LMS Proprietary
LMS Proprietary merupakan LMS yang dilisensikan di bawah hak-hak legal eksklusif dari
pemegang hak cipta. LMS Proprietary yang termasuk dalam perangkat lunak proprietary
dikembangkan oleh individu atau perusahaan yang memiliki hak untuk menggunakan alat-alat
yang ada atau mengembangkan alat baru untuk membuat perangkat lunak baru (Pankaja & Raj,
2013). Identitas utama dari perangkat lunak proprietary adalah bahwa source-codenya selalu
dijaga kerahasiaannya dari dunia luar. Oleh karena itu, struktur internal perangkat lunak
proprietary tidak terbuka. Contoh LMS yang dikembangkan dengan jenis LMS proprietary yaitu
Canvas.
Canvas : https://www.instructure.com/
Source : https://www.instructure.com/
2. LMS Open-source
Open-source software adalah perangkat lunak komputer dengan source-code yang tersedia
dan dilisensikan dengan lisensi open-source, di mana pemegang hak cipta memberikan hak
untuk mempelajari, mengubah, dan mendistribusikan perangkat lunak secara gratis kepada
siapa saja dan untuk tujuan apa pun (Pankaja & Raj, 2013). Perangkat lunak open-source
seringkali dikembangkan secara kolaboratif dalam lingkungan publik. Dengan demikian, LMS
berbasis open-source adalah LMS yang dapat diunduh dan digunakan secara gratis. LMS ini
memiliki source-code terbuka yang dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan pengguna, seperti
Sakai dan Moodle.
Sakai : https://www.sakailms.org/
3. LMS Cloud-based
LMS berbasis cloud adalah integrasi antara LMS dan cloud computing (Ekuase-Anwansedo &
Smith, 2019). LMS Cloud-Based dihosting di server cloud dan dapat diakses melalui internet,
seperti Google Classroom dan Schoology. Sistem LMS memanfaatkan infrastruktur cloud
computing untuk menyediakan alat dan strategi pengajaran dan pembelajaran yang lebih
canggih. LMS berbasis cloud dapat menyediakan alat-alat perangkat lunak sosial dan alat
pembelajaran canggih seperti realitas virtual dan simulasi, agar pengguna dapat memilih alat
yang sesuai untuk mendukung proses pembelajaran mereka tanpa perlu diatur terlebih dahulu
oleh pengguna.
Google Classroom : https://classroom.google.com/
Tugas guru adalah memfasilitasi belajar, sehingga gunakanlah beragam cara agar para siswa dapat belajar sesuai dengan prosesnya masing-masing. Jangan pernah merasa berat dengan hal-hal yang akan berdampak baik bagi siswa.