7 Komponen Penting PHT
7 Komponen Penting PHT
Pengendalian Fisik
Pengendalian ini dilakukan dengan cara mengubah faktor lingkungan fisik sedemikian rupa sehingga dapat mematikan atau menekan laju populasi hama.
Aspek Utama:
Pengaturan suhu (pemanasan/pendinginan)
Pengaturan kelembapan
Penggunaan cahaya (lampu perangkap)
Gelombang suara
Penghalang fisik (barisan penghalang)
Tujuan:
Menciptakan kondisi lingkungan yang tidak kondusif bagi kelangsungan hidup atau reproduksi hama tanpa mengubah sifat genetik tanaman.
Pengendalian Mekanik
Pengendalian mekanik dilakukan dengan tindakan nyata atau bantuan alat untuk mematikan hama secara langsung.
Aspek Utama:
Pengambilan hama dengan tangan (gropyokan)
Penggunaan perangkap (trapping)
Pemasangan mulsa plastik
Pembungkusan buah (brongsong)
Pemotongan bagian tanaman yang terserang penyakit
Pengusiran (misalnya bunyi-bunyian untuk burung)
Tujuan:
Mengurangi populasi hama secara cepat dan langsung pada saat terjadi ledakan populasi di area yang terbatas.
Pengendalian Kultur Teknis (Agronomis)
Pengendalian ini melibatkan modifikasi cara bercocok tanam agar ekosistem menjadi kurang menguntungkan bagi hama dan penyakit.
Aspek Utama:
Rotasi tanaman (pergiliran tanaman)
Tumpangsari (intercropping)
Pengaturan jarak tanam
Sinkronisasi waktu tanam
Sanitasi lahan (pembersihan sisa tanaman)
Manajemen pengairan
Tujuan:
Memutus siklus hidup hama (terutama melalui rotasi tanaman) dan meningkatkan kesehatan tanaman agar lebih kompetitif melawan OPT.
Pengendalian dengan Varietas Tahan
Menggunakan benih atau bibit yang secara genetik memiliki kemampuan untuk menolak atau toleran terhadap serangan OPT tertentu.
Aspek Utama:
Penggunaan varietas yang memiliki sifat:
antixenosis (tidak disukai untuk makan/bertelur)
antibiosis (menghambat pertumbuhan hama)
toleransi (tetap berproduksi meski diserang)
Tujuan:
Menyediakan garis pertahanan pertama yang bersifat internal dan murah bagi petani, sehingga mengurangi ketergantungan pada intervensi eksternal.
Pengendalian Hayati (Biologis)
Memanfaatkan musuh alami untuk menekan populasi hama di bawah ambang ekonomi.
Aspek Utama:
Pemanfaatan:
predator (pemangsa)
parasitoid (serangga yang bertelur pada inang)
agens hayati (cendawan/bakteri/virus yang menyerang hama)
Tujuan:
Mengembalikan keseimbangan ekologi di lahan pertanian melalui mekanisme rantai makanan alami yang berkelanjutan.
Pengendalian dengan Peraturan/Regulasi (Legal/Karantina)
Langkah pencegahan melalui jalur hukum untuk mencegah masuknya atau tersebarnya OPT dari satu area ke area lain.
Aspek Utama:
Karantina tumbuhan di pelabuhan/bandara
Sertifikasi benih
Peraturan pelarangan pengiriman komoditas tertentu antar daerah/negara (peraturan ekspor-impor)
Tujuan:
Mencegah masuknya OPT Baru yang belum ada di suatu wilayah agar tidak terjadi epidemi.
Pengendalian Kimiawi
Penggunaan pestisida sintetis sebagai langkah terakhir ketika metode lain sudah tidak mampu menahan populasi hama di atas Ambang Ekonomi (AE).
Aspek Utama:
Penggunaan pestisida secara bijaksana (6 Tepat)
Tepat Sasaran
Tepat Jenis
Tepat Waktu
Tepat Dosis
Tepat Cara
Tepat Mutu
Diutamakan menggunakan pestisida yang selektif dan mudah terurai (biodegradable).
Tujuan:
Menurunkan populasi hama secara drastis dalam kondisi darurat untuk menyelamatkan hasil panen, dengan tetap meminimalkan dampak residu bagi manusia dan lingkungan.