Petunjuk Pembelajaran
Berdoa sebelum memulai pembelajaran
Silahkan perhatikan absensi dari guru.
Bacalah materi pada halaman ini untuk menambah wawasan anda terkait topik pembahasan peranan jamur (fungi).
Materi Ini dapat diakses setiap saat.
Untuk menambah pemahaman anda, telah disediakan video terkait materi yang dapat ditonton.
Buatlah resume terkait materi pada pertemuan ini. Kemudian kirimkan pada tombol yang tersedia di bagian paling bawah.
Setelah memahami materi pada pertemuan ini, silahkan menjawab soal evaluasi yang tersedia di bagian paling bawah.
Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat melaksanakan praktikum pengamatan jamur
Jamur merupakan organisme yang termasuk dalam Kingdom Fungi. Dalam bidang Biologi, jamur memiliki ciri khas yang membedakannya dari tumbuhan maupun hewan.
Jamur memiliki karakteristik sebagai berikut:
Bersifat eukariotik (memiliki inti sel sejati)
Tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat berfotosintesis
Bersifat heterotrof, yaitu memperoleh makanan dari organisme lain (saprofit, parasit, atau simbiosis)
Dinding sel tersusun dari kitin
Tubuh tersusun atas hifa yang membentuk jaringan disebut miselium
Dalam praktikum, bagian jamur yang diamati meliputi:
Hifa: benang halus penyusun tubuh jamur
Miselium: kumpulan hifa
Tubuh buah (fruiting body): bagian yang terlihat, misalnya tudung jamur
Spora: alat reproduksi jamur
Jamur berkembang biak dengan dua cara:
Aseksual: melalui spora, tunas, atau fragmentasi
Seksual: melalui peleburan dua hifa yang berbeda
Pada kelompok Basidiomycota, reproduksi seksual menghasilkan basidiospora pada struktur yang disebut basidium.
Jamur dibagi menjadi beberapa kelompok, di antaranya:
Zygomycota (contoh: Rhizopus)
Ascomycota (contoh: ragi, Penicillium)
Basidiomycota (contoh: jamur tiram, jamur kancing)
Deuteromycota (jamur tidak diketahui fase seksualnya)
Dalam kehidupan, jamur memiliki peranan:
Menguntungkan: pengurai bahan organik, bahan makanan, obat-obatan
Merugikan: menyebabkan penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan
Praktikum ini bertujuan untuk:
Mengamati struktur morfologi jamur
Mengidentifikasi jenis-jenis jamur di lingkungan sekitar
Memahami perbedaan antar kelompok jamur
Melatih keterampilan menggunakan alat seperti mikroskop
Pengamatan jamur dapat dilakukan secara:
Makroskopis: melihat bentuk, warna, ukuran jamur secara langsung
Mikroskopis: mengamati hifa dan spora menggunakan mikroskop
Silahkan upload resume dan catatannya !
Jika sudah paham, kerjakan asesmen berikut!
🍄 “Jamur tidak butuh cahaya terang untuk tumbuh, cukup lingkungan yang tepat—begitu juga kesuksesan, tidak selalu harus terlihat oleh semua orang.”