PERTEMUAN 1
Peranan Jamur (Fungi)
>> Karakteristik dan Reproduksi Fungi <<
>> Karakteristik dan Reproduksi Fungi <<
Petunjuk Pembelajaran
Berdoa sebelum memulai pembelajaran
Silahkan perhatikan absensi dari guru.
Bacalah materi pada halaman ini untuk menambah wawasan anda terkait topik pembahasan peranan jamur (fungi).
Materi Ini dapat diakses setiap saat.
Untuk menambah pemahaman anda, telah disediakan video terkait materi yang dapat ditonton.
Buatlah resume terkait materi pada pertemuan ini. Kemudian kirimkan pada tombol yang tersedia di bagian paling bawah.
Setelah memahami materi pada pertemuan ini, silahkan menjawab soal evaluasi yang tersedia di bagian paling bawah.
Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat menjelaskan karakteristik kingdom fungi
Peserta didik dapat mengindentifikasi reproduksi fungi
Peranan Jamur (Fungi)
Di sebuah desa pertanian, seorang petani menyimpan hasil panen jagung di gudang dengan kondisi lembap. Beberapa minggu kemudian, sebagian jagung tersebut ditumbuhi jamur berwarna kehijauan dan tidak lagi layak dikonsumsi. Di sisi lain, masyarakat desa yang sama juga memanfaatkan jamur dalam kehidupan sehari-hari, seperti pembuatan tempe melalui fermentasi kedelai, serta penggunaan ragi dalam pembuatan roti. Menariknya, ada pula jamur tertentu yang dimanfaatkan dalam dunia medis untuk menghasilkan antibiotik.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa jamur memiliki peran yang beragam dalam kehidupan manusia, baik menguntungkan maupun merugikan. Secara ilmiah, jamur merupakan organisme heterotrof yang memperoleh nutrisi dengan cara menyerap zat organik dari lingkungannya. Kemampuannya sebagai pengurai (dekomposer) menjadikan jamur berperan penting dalam siklus materi di ekosistem. Namun, sifat tersebut juga menyebabkan jamur dapat merusak bahan makanan dan menghasilkan zat beracun (mikotoksin). Oleh karena itu, pemahaman mengenai peranan jamur menjadi penting agar manusia dapat memanfaatkan jamur secara optimal sekaligus meminimalkan dampak negatifnya.
Reproduksi Fungi
Reproduksi jamur (fungi) pada materi Biologi kelas X terjadi melalui dua cara, yaitu aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual berlangsung tanpa peleburan sel kelamin dan bertujuan memperbanyak jumlah individu dengan cepat, misalnya melalui pembentukan spora, pertunasan (budding) pada ragi, dan fragmentasi hifa. Spora yang dihasilkan akan tersebar ke lingkungan dan tumbuh menjadi jamur baru jika kondisi mendukung. Sementara itu, reproduksi seksual terjadi melalui peleburan dua sel yang berbeda jenis, yang diawali dengan plasmogami (peleburan sitoplasma), dilanjutkan kariogami (peleburan inti), dan diakhiri dengan meiosis yang menghasilkan spora seksual seperti zigospora, askospora, dan basidiospora. Reproduksi seksual ini menghasilkan variasi genetik yang lebih tinggi. Secara umum, jamur lebih banyak berkembang biak dengan spora dan proses reproduksinya sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti suhu, kelembapan, dan ketersediaan nutrisi.
Silahkan upload resume dan catatannya !
Jika sudah paham, kerjakan asesmen berikut!
🍄 “Jamur tidak butuh cahaya terang untuk tumbuh, cukup lingkungan yang tepat—begitu juga kesuksesan, tidak selalu harus terlihat oleh semua orang.”