PERTEMUAN 2
Peranan Jamur (Fungi)
>> Zygomycota dan Deuteromycota <<
>> Zygomycota dan Deuteromycota <<
Petunjuk Pembelajaran
Berdoa sebelum memulai pembelajaran
Silahkan perhatikan absensi dari guru.
Bacalah materi pada halaman ini untuk menambah wawasan anda terkait topik pembahasan peranan jamur (fungi).
Materi Ini dapat diakses setiap saat.
Untuk menambah pemahaman anda, telah disediakan video terkait materi yang dapat ditonton.
Buatlah resume terkait materi pada pertemuan ini. Kemudian kirimkan pada tombol yang tersedia di bagian paling bawah.
Setelah memahami materi pada pertemuan ini, silahkan menjawab soal evaluasi yang tersedia di bagian paling bawah.
Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat memahami Zygomycota
Peserta didik dapat memahami Deuteromycota
Divisi Zygomycota
Divisi Zygomycota merupakan kelompok jamur yang umumnya hidup sebagai saprofit di darat, seperti pada sisa-sisa makanan, tanah, atau bahan organik yang membusuk, meskipun ada juga yang bersifat parasit. Jamur ini memiliki ciri khas berupa hifa yang tidak bersekat (aseptat) sehingga sitoplasmanya mengandung banyak inti dalam satu sel. Struktur tubuhnya sederhana, dengan bagian seperti rizoid (akar semu) untuk melekat dan menyerap makanan, stolon sebagai penghubung, serta sporangiofor yang menyangga sporangium. Reproduksi Zygomycota dapat berlangsung secara aseksual melalui pembentukan sporangiospora di dalam sporangium yang mudah tersebar oleh angin, dan secara seksual melalui peleburan dua hifa yang berbeda jenis sehingga terbentuk zigospora yang berdinding tebal dan tahan terhadap kondisi lingkungan yang buruk. Contoh jamur dari divisi ini adalah Rhizopus yang sering ditemukan pada roti basi, serta memiliki peran penting baik dalam proses pembusukan maupun dalam pemanfaatan tertentu seperti pembuatan makanan tradisional.
Divisi Deuteromycota
Divisi Deuteromycota dikenal sebagai jamur tidak sempurna (Fungi Imperfecti) karena belum diketahui atau tidak memiliki tahap reproduksi seksual dalam siklus hidupnya. Oleh karena itu, jamur dalam kelompok ini hanya berkembang biak secara aseksual, terutama dengan membentuk konidia (spora aseksual) pada ujung hifa. Struktur hifanya bersekat (septat) dan umumnya hidup sebagai saprofit di bahan organik yang membusuk, meskipun ada juga yang bersifat parasit pada tumbuhan, hewan, bahkan manusia. Deuteromycota banyak dimanfaatkan dalam kehidupan, misalnya dalam industri antibiotik seperti Penicillium penghasil penisilin, serta dalam pembuatan makanan dan fermentasi. Namun, beberapa jenis juga merugikan karena dapat menyebabkan penyakit, seperti Trichophyton yang menyebabkan kurap dan Candida yang dapat menimbulkan infeksi pada manusia. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, banyak jamur yang dulu dimasukkan ke dalam Deuteromycota kemudian direklasifikasi ke divisi lain (seperti Ascomycota) setelah diketahui fase reproduksi seksualnya.
Silahkan upload resume dan catatannya !
Jika sudah paham, kerjakan asesmen berikut!
🍄 “Jamur tidak butuh cahaya terang untuk tumbuh, cukup lingkungan yang tepat—begitu juga kesuksesan, tidak selalu harus terlihat oleh semua orang.”