PERTEMUAN 3
Peranan Jamur (Fungi)
>> Ascomycota dan Basidiomycota <<
>> Ascomycota dan Basidiomycota <<
Petunjuk Pembelajaran
Berdoa sebelum memulai pembelajaran
Silahkan perhatikan absensi dari guru.
Bacalah materi pada halaman ini untuk menambah wawasan anda terkait topik pembahasan peranan jamur (fungi).
Materi Ini dapat diakses setiap saat.
Untuk menambah pemahaman anda, telah disediakan video terkait materi yang dapat ditonton.
Buatlah resume terkait materi pada pertemuan ini. Kemudian kirimkan pada tombol yang tersedia di bagian paling bawah.
Setelah memahami materi pada pertemuan ini, silahkan menjawab soal evaluasi yang tersedia di bagian paling bawah.
Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat memahami Ascomycota
Peserta didik dapat memahami Basidiomycota
Divisi Ascomycota
Divisi Ascomycota merupakan kelompok jamur yang dikenal sebagai jamur kantung, karena menghasilkan spora seksual yang disebut askospora di dalam struktur khusus berbentuk kantung yang disebut askus. Jamur ini memiliki hifa bersekat (septat) dan dapat hidup sebagai saprofit, parasit, maupun simbiosis (misalnya dalam lumut kerak/lichen). Reproduksi Ascomycota terjadi secara aseksual dengan membentuk konidia yang mudah tersebar oleh angin, serta secara seksual melalui pembentukan askospora di dalam askus setelah melalui tahap plasmogami, kariogami, dan meiosis. Ascomycota memiliki bentuk yang beragam, mulai dari yang mikroskopis seperti ragi hingga yang makroskopis seperti morel dan truffle. Peranannya sangat penting dalam kehidupan manusia, misalnya Saccharomyces cerevisiae untuk fermentasi roti dan minuman, serta Penicillium yang dimanfaatkan dalam pembuatan antibiotik dan keju. Namun, beberapa jenis juga dapat merugikan karena menyebabkan penyakit pada tanaman dan manusia.
Divisi Basidiomycota
Divisi Basidiomycota merupakan kelompok jamur yang dikenal sebagai jamur klub (club fungi) karena menghasilkan spora seksual yang disebut basidiospora pada struktur khusus berbentuk gada yang disebut basidium. Jamur ini umumnya memiliki tubuh buah yang besar dan mudah dilihat, seperti jamur payung, jamur kuping, dan jamur kayu. Hifanya bersekat (septat) dan sering membentuk jaringan miselium yang kompleks. Reproduksi Basidiomycota terutama berlangsung secara seksual melalui tahapan plasmogami, kariogami, dan meiosis yang menghasilkan basidiospora, sedangkan reproduksi aseksual jarang terjadi. Jamur ini banyak hidup sebagai saprofit yang berperan penting dalam menguraikan bahan organik, tetapi ada juga yang bersifat parasit, seperti penyebab penyakit karat dan gosong pada tanaman. Selain itu, beberapa Basidiomycota bermanfaat bagi manusia sebagai bahan makanan, misalnya jamur merang dan jamur tiram, meskipun ada juga yang beracun sehingga perlu kehati-hatian dalam mengonsumsinya.
Silahkan upload resume dan catatannya !
Jika sudah paham, kerjakan asesmen berikut!
🍄 “Jamur tidak butuh cahaya terang untuk tumbuh, cukup lingkungan yang tepat—begitu juga kesuksesan, tidak selalu harus terlihat oleh semua orang.”