Laporan adalah segala sesuatu yang disampaikan seseorang, baik berupa lisan atau tulisan, yang berisi kegiatan yang sudah dilakukan pada pihak yang meminta hasil kegiatan tersebut.
Sedangkan percobaan ialah suatu bentuk kegiatan penelitian untuk menguji atau membuktikan suatu teori. Jadi, jika digabungkan, teks laporan percobaan ialah bentuk teks atau tertulis yang berfungsi untuk menyampaikan hasil kegiatan percobaan yang tujuannya menguji atau membuktikan teori.
Teks laporan percobaan sering juga disebut sebagai teks laporan eksperimen. Biasanya, kelompok yang melakukan percobaan punya dugaan hasil atau hipotesis. Dugaan hasil inilah yang harus diuji dan dibuktikan dalam kegiatan percobaan.
Ketika menulis teks laporan percobaan, ada beberapa hal yang harus perhatikan sebagai ciri-ciri laporan. Apa saja?
A. Objektif
Menyampaikan informasi atau data sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Apabila hasil tidak sesuai hipotesis, sampaikan apa adanya sesuai hasil percobaan yang dilakukan. Misalnya, kamu sedang menguji perbandingan vitamin C pada buah jeruk dan stroberi. Kamu menduga buah jeruk punya vitamin C lebih tinggi daripada stroberi. Ternyata, setelah dilakukan percobaan, hasilnya tidak sesuai dugaan. Nah, jika hipotesis tidak sesuai hasil, sampaikanlah hasil percobaan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
B. Berupa Fakta
Hasil yang disampaikan dalam teks laporan percobaan benar-benar sudah dilakukan. Penyampaian kalimat pun harus berupa fakta. Coba bandingkan kedua kalimat di bawah ini:
Kandungan vitamin C stroberi sekitar 29 mg tiap 100 mg.
Terkandung 54 mg vitamin C dalam setiap 100 mg jeruk.
Kalimat 1) bukanlah fakta karena informasinya belum pasti dan terkesan masih berupa dugaan karena penggunaan kata “sekitar.” Sedangkan kalimat 2) berupa fakta karena menyampaikan informasi secara pasti dan bisa dibuktikan.
C. Lengkap
Kamu harus menyampaikan semua informasi dalam teks laporan percobaan, Quipperian. Tulis selengkap-lengkapnya supaya pembaca bisa mengerti laporan secara utuh dan bisa bermanfaat.
Kemudian, untuk ciri-ciri kebahasaannya ialah sebagai berikut:
Menggunakan kaidah bahasa Indonesia yang baku (sistem : sistim)
Menggunakan kalimat simpleks dan kalimat kompleks
Menggunakan konjungsi (kata penghubung)
Menggunakan istilah teknis
Menggunakan kata bilangan (numeralia)
Memperhatikan kata depan dan imbuhan awal
Percobaan dilakukan untuk mencoba suatu kegiatan baru yang belum pernah dilakukan orang lain atau membuktikan kebenaran dari suatu teori dan ilmu yang telah ada. Nah, kalau kamu melakukan suatu percobaan, kamu dapat menggunakan struktur di bawah ini dalam penyusunan laporannya.
Judul
Tujuan
Alat dan bahan
Langkah-langkah
Hasil
Simpulan
Setelah membahas pengertian, ciri-ciri, dan strukturnya, tentu kamu mau tahu dong seperti apa sih langkah-langkah dalam membuat teks laporan percobaan? Yuk, simak di bawah ini!
Membuat judul
Menyusun kalimat pembuka
Menyusun isi laporan
Menyusun kalimat penutup
Merangkai dan meninjau kembali
Menyunting
Supaya belajarnya lebih afdol, Quipper Blog akan memberikan beberapa contoh teks laporan percobaan. Langsung saja dibaca, ya!
1. Contoh Teks Laporan Percobaan Membuat Telur Asin
Tujuan
Telur asin adalah telur yang dibuat dari bebek yang sudah melalui proses pengasinan lebih dahulu. Telur asin mengandung banyak vitamin dan gizi, sehingga mengonsumsi telur asin bisa bermanfaat bagi tubuh. Telur asin bisa dibuat dengan cara tradisonal dan sangat mudah karena alat dan bahannya yang sederhana.
Alat dan Bahan
Telur bebek
Abu gosok
Tanah liat
Garam
Ampelas
Langkah-langkah Membuat
Cuci telur bebek hingga bersih, kemudian ampelas kulit telur sampai tipis.
Campurkan abu gosok, tanah liat, dan garam hingga merata.
Lapisi telur yang sudah diampelas menggunakan bahan campuran tadi.
Diamkan telur pada suhu ruang hingga 20 hari atau 3 minggu.
Hasil
Telur bebek yang dibuat melewati proses pengasinan seperti di atas menghasilkan telur asin yang sempurna dan lezat. Telur asin ini sangat cocok dikonsumsi bersama nasi putih. Telur asin ini membuat varian konsumsi telur bebek jadi lebih banyak dan tidak begitu amis.
Kesimpulan
Pembuatan telur asin di atas menghasilkan kandungan gizi yang cukup lengkap dan cocok dikonsumsi oleh segala usia. Namun, bagi penderita darah tinggi tidak disarankan mengonsumsi telur asin karena kandungan garamnya yang sangat tinggi. Meskipun kandungan gizinya lengkap, tetapi telur asin tidak dianjurkan dikonsumsi dalam jumlah banyak.
2. Contoh Teks Laporan Percobaan Membuat Pelangi
Tujuan
Pelangi merupakan fenomena alam yang terjadi di langit, berupa aneka ragam warna cahaya yang saling sejajar. Di langit, pelangi terlihat seperti busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon dan terjadi saat hujan ringan. Dalam percobaan ini, akan diuji tentang proses terbentuknya pelangi, faktor-faktor yang menyebabkan pelangi terbentuk, dan bagaimana prosesnya.
Alat dan bahan
Kaca
Air
Baskom
Kertas putih atau dinding
Senter atau cahaya ponsel
Proses Membuat Pelangi
Isi baskom dengan air hingga setengah penuh.
Masukkan kaca di dalamnya dengan posisi miring.
Lalu, sorot kaca dengan senter dan arahkan pantulan cahayanya pada kertas putih atau dinding.
Pelangi buatan pun akan segera muncul.
Hasil
Pelangi akan berhasil terbentuk apabila arah cahaya atau sumber cahaya yang menyinarinya berada di posisi yang pas, yakni dari depan dan masuk ke dalam cermin, lalu dipantulkan ke kertas putih. Cahaya yang masuk ke dalam air akan menghasilkan pembiasan yang kemudian membentuk warna-warni atau pelangi.
Kesimpulan
Pada pelangi sungguhan, sinar matahari memantul pada tetesan air, lalu terjadi pembengkokan sedemikian rupa dan terjadilah pemisahan warna pada cahaya. Awalnya warna cahaya ini hanya berwarna putih, tetapi pada prosesnya tercipta banyak warna, yakni menjadi merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.
3. Contoh Teks Laporan Percobaan Praktikum Biologi
Tujuan
Dalam dunia pertanian, tanaman hidroponik jadi inovasi yang diklaim mampu menghemat air, tanpa perlu menggunakan media tanah. Menanam tanaman hidroponik sendiri sebenarnya sama seperti menanam sayur pada umumnya.
Alat dan Bahan
Tunas tanaman
Media hidroponik (bisa dibeli langsung atau dibuat sendiri dengan bahan sederhana)
Air
Langkah-langkah
Pindahkan tunas tanaman yang telah melewati proses pembenihan pada media hidroponik.
Masukkan air ke dalam media hidroponik, letakkan pada tempat tinggi atau digantung.
Hasil
Melalui percobaan di atas akan dihasilkan tanaman hidroponik yang hemat air, praktis karena tak perlu disiram tiap hari, juga cocok dan indah sebagai tanaman vertikal yang menghiasi rumah.
Kesimpulan
Tanaman hidroponik memang hemat air dan merupakan inovasi bagus dalam dunia pertanian.
TUJUAN PEMBELAJARAN :
Mengamati teks pidato yang didengar atau dibaca
Mendiskusikan informasi yang didengar atau dibaca
Mendiskusikan struktur teks pidato secara benar
Menentukan ciri-ciri kebahasaan
Pengertian pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan khalayak ramai atau berorasi dalam menyatakan pendapatnya, atau memberikan sebuah gambaran tentang sebuah hal. Umumnya pidato dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi dan pernyataan terkait hal-hal atau peristiwa penting serta patut untuk diperbincangkan.
Pidato biasanya dibuat oleh seorang pemimpin untuk memimpin serta berorasi di depan khalayak ramai atau anak buahnya.
Sebuah kegiatan dapat dikatakan sebagai pidato apabila memiliki ciri sebagai berikut:
Mempunyai tujuan yang jelas.
Isinya tentang kebenaran.
Cara penyampaian sesuai dengan para pendengar.
Menciptakan suasana efektif pada pendengar.
Penyampaiannya jelas serta menarik.
Memakai intonasi, artikulasi, dan volume yang jelas.
Fungsi Pidato Secara Umum
Pidato juga memiliki beberapa fungsi penting dalam sebuah alur komunikasi, diantaranya:
– Mempermudah komunikasi
Pidato berfungsi guna mempermudah komunikasi antara pembicara dengan pendengar. Pembicara dapat menyampaikan gagasan, ide serta konsep yang dimiliki pada pendengar sampai terjadi interaksi yang saling menguntungkan.
– Media komunikasi organisasi
Pidato memiliki peranan penting untuk sebuah organisasi, biasanya ketua akan menyampaikan informasi penting pada anggotanya sehingga seluruh anggota akan mengerti informasi penting itu.
– Menciptakan suasana kondusif
Pidato dinilai sangat efektif dalam penyampaian informasi pada khalayak ramai, selain itu pidato pun menciptakan suasana yang kondusif karena cukup dengan satu orang saja yang berorasi serta pendengar dengan jumlah banyak dapat menyimak dan memberikan umpan balik berupa pertanyaan, argumentasi atau sanggahan.
– Menciptakan hubungan harmonis
Pidato akan membuat hubungan yang harmonis pada atasan dan bawahan karena pidato ini adalah komunikasi langsung dan dapat media penyampaian saran serta kritik dari atasan kepada bawahan.
Jenis-Jenis Pidato
Terdapat beberapa jenis pidato yang berdasarkan tujuannya. Jenis pidato yang sering ditemui adalah sebagai berikut:
1. Pidato Pembukaan
Pidato Pembukaan merupakan pidato singkat yang disampaikan dari seorang MC atau pembawa acara.
Baca juga: Pengertian Moderator: Tugas dan Cara Menjadi Moderator yang Baik
2. Pidato Pencerahan
Pidato Pencerahan merupakan pidato yang memiliki tujuan untuk mengarahkan pada sebuah pertemuan atau rapat.
3. Pidato Sambutan
Pidato sambutan merupakan pidato yang disampaikan dari oleh seseorang yang biasanya dilakukan oleh pihak penyelenggara sebuah acara dengan batasan waktu tertentu.
4. Pidato Peresmian
Pidato peresmian merupakan pidato yang disampaikan pada acara peresmian.
5. Pidato Pertanggung jawaban
Pidato pertanggungjawaban merupakan pidato yang disampaikan oleh seseorang terkait laporan penyelenggaraan atau pertanggung jawaban sebuah acara.
6. Pidato Laporan
Pidato laporan merupakan pidato yang berisi terkait laporan dari sebuah tugas atau kegiatan tertentu.
7. Pidato Persuasif
Pidato persuasif adalah pidato yang bertujuan untuk meyakinkan atau mempengaruhi audiens dan mengajak mereka agar mau melakukan sesuatu sesuai dengan isi pidatonya.
Jika pada bagian awal kita telah mengulas tentang pengertian pidato secara umum, pada bagian ini kita akan lebih spesifik membahas tentang pidato persuasif.
Apa itu Pidato Persuasif?
Pidato persuasif adalah jenis video yang bertujuan mengimbau atau mengajak masyarakat untuk berbuat suatu hal yang berguna bagi kehidupan. Pidato persuasif merupakan satu di antara cara menggerakkan masyarakat untuk berbuat lebih baik dan lebih kreatif.
Jadi, pidato persuasif sifatnya sama dengan definisinya, yaitu mengajak, memengaruhi, dan menghimbau pendengarnya untuk melakukan hal yang dianggap bermanfaat bagi kepentingan bersama.
Bersifat mendorong/mengajak.
Reaksi yang diinginkan adalah membangkitkan emosi agar pendengar menyetujui atau meyakini dan mungkin membangkitkan timbulnya tindakan tertentu pada pendengarnya.
Menggunakan kalimat-kalimat yang bersifat membangun.
Menyertakan topik permasalahan yang akan dibahas dan dijelaskan.
Tujuan Pidato Persuasif
Pidato persuasif bertujuan ingin mengajak/membujuk pendengar agar terpengaruh terhadap isi pidato yang disampaikan. Contohnya adalah pidato tentang budaya bersih dan pidato keagamaan.
Topik yang tepat seperti:
Buanglah sampah pada tempatnya
Jagalah kebersihan lingkungan
Taat beribadah, dan masih banyak lainnya.
Prinsip-Prinsip Pidato Persuasif
Sebuah pidato persuasif terdapat prinsip-prinsip yang membedakan dari jenis pidato lainnya, yaitu:
Membujuk demi konsistensi
Prinsip pertama persuasif yaitu untuk mengubah perilaku apabila perubahan yang dianjurkan sejalan dengan kepercayaan, sikap, dan nilai mereka saat ini. Perubahan perilaku akan lebih mungkin bila konsisten dengan nilai, sikap, dan kepercayaan.
Membujuk demi perubahan-perubahan kecil
Perubahan perilaku lebih memungkinkan apabila perubahan yang dianjurkan merupakan perubahan kecil, bukan perubahan perilaku besar. Kesalahan umum pembicara pemula adalah keinginan yang menuntut terlalu banyak perubahan dan tergesa-gesa.
Membujuk demi keuntungan
Masyarakat akan mengubah perilakunya apabila perubahan yang disarankan akan menguntungkan.
Membujuk demi pemenuhan kebutuhan
Mengubah perilaku masyarakat apabila perubahan yang disarankan berhubungan dengan kebutuhan mereka.
Membujuk berdasarkan pendekatan pendekatan gradual (sedikit demi sedikit)
Efektivitas pidato persuasif bergantung pada penerimaan khalayak terhadap perubahan yang disarankan pembicara. Pendekatan gradual (sedikit demi sedikit) yang lebih memungkinkan untuk bekerja dibandingkan dengan pendekatan yang meminta masyarakat untuk segera mengubah perilakunya.
Struktur Pidato Persuasif
Pidato persuasif umumnya memiliki struktur yang sama dengan jenis pidato lain, yaitu:
Salam Pembukaan: bagian ini terdapat di awal pidato, bisa berisi salam dan sambutan.
Pendahuluan: bagian ini berisi gambaran umum dari maksud pidato secara keseluruhan agar bisa menarik perhatian para pendengar.
Isi: bagian inti dari pidato yang berisi maksud, tujuan, rencana, dan semua yang ingin disampaikan untuk para pendengar.
Penutup: bagian akhir pidato yang berisi simpulan dan harapan yang menjadi tujuan dari pidato.
Persiapan Membuat Teks Pidato Persuasif
Agar saat berpidato kamu tidak bingung dengan materi yang disampaikan, maka saat berpidato kamu perlu mempersiapkan materi yang dibutuhkan oleh khalayak dan tingkah laku seperti apa yang khalayak inginkan.
Setelah mengetahui dua hal tersebut, nantinya kamu dapat memilih topik yang tepat dan lebih mudah dalam mengembangkan topik. Maka dalam tahap persiapan membuat teks persiapkan hal-hal berikut ini.
1. Tentukan Topik
Langkah pertama yang harus kamu lakukan untuk membuat sebuah teks pidato persuasif adalah menentukan topik yang ingin disampaikan. Tidak hanya menentukan topik saja, namun kamu juga harus mempelajari topik yang dipilih.
Lakukan riset dan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang topik tersebut. Dan pastikan kamu menggunakan referensi dari sumber yang terpercaya. Dijaman yang serba mudah seperti sekarang, kamu bisa memanfaatkan berbagai media online untuk mencari data akurat. Selain media online, kamu juga dapat mencari sumber referensi melalui buku, koran atau majalah, internet, wawancara, dan metode lainnya.
2. Tentukan Tujuan Pidato
Setelah mengetahui topik apa yang akan dibahas maka selanjutnya tentukan apa yang ingin kamu capai dari pidato persuasif yang kamu buat. Pidato yang kamu buat harus bisa merefleksikan apa yang kamu harapkan dari para audiens/pendengar.
Tujuan umum pidato biasanya dirumuskan dalam tiga hal: memberitahukan (informatif), mempengaruhi (persuasif), dan menghibur (rekreatif). Tujuan khusus adalah tujuan yang dapat dijabarkan dari tujuan umum. Tujuan khusus bersifat konkret dan sebaiknya dapat diukur tingkat pencapaiannya atau dapat dibuktikan segera.
Bagaimana cara menentukan tujuan pidato? Daftar pertanyaan di bawah ini dapat membantumu dalam menguraikan jawaban:
Apakah kamu ingin para audiens melakukan suatu kegiatan?
Apakah kamu ingin para audiens merubah perilaku?
Dan sebagainya.
Dengan mengetahui tujuan, maka isi pidato yang kamu buat bisa lebih sesuai.
3. Pahami Audiens
Pahami audiens untuk pidato yang sesuai sasaran. Tentunya kamu tidak ingin bukan kalau pidatomu hanya dianggap angin lalu oleh audiens karena topik yang tidak relevan dengan kondisi mereka. Maka setidaknya kamu harus bisa memahami beberapa hal seperti:
Siapakah audiens kamu nanti?
Bagaimana latar belakang mereka?
Berapa rentang usia mereka?
Dengan begitu, kamu bisa merancang pidato yang isinya bisa dipahami dengan mudah oleh para audiens dan tujuan dari pidato bisa terlaksana.
4. Tentukan Pokok Argumentasi
Langkah selanjutnya adalah menentukan pokok-pokok argumentasi yang ingin disampaikan dalam pidato tersebut. Kamu bisa menyampaikan 3 – 4 pokok argumentasi atau lebih, tergantung dari durasi pidato yang ingin dilakukan.
Perlu diingat, pastikan kamu menyampaikan argumentasi yang logis, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan.
5. Mengembangkan Naskah Pidato
Setelah melakukan beberapa langkah di atas, kamu sudah bisa memulai untuk menuliskan naskah pidato persuasif. Kamu bisa mengembangkan naskah pidato sesuai dengan struktur pidato persuasif dan poin-poin penting yang kamu dapatkan dari langkah sebelumnya.
Baca juga: 7 Tips Menghadapi Seminar Proposal, Dijamin Presentasi Sempro Bakal Lancar
Cara Menyampaikan Pidato yang Benar
Setelah teks pidato sudah jadi, yang perlu dipikirkan selanjutnya adalah bagaimana menyampaikan pidato supaya sesuai dengan tujuan awal yakni mampu mengajak banyak orang. Agar bisa menyampaikan pidato dengan benar, ikuti tipsnya di bawah ini.
Dalam menyampaikan sebuah pidato persuasif, ada 2 hal yang harus kamu perhatikan, yaitu cara persuasi audiens dan metode penyampaian yang akan kamu gunakan. Mari kita ulas satu per satu.
– Cara Persuasi Audiens
Cara ini bertujuan untuk membujuk atau mengajak audiens supaya yakin dengan apa yang kamu sampaikan. Dalam memersuasi audiens, kamu bisa menggunakan 3 pendekatan, yakni:
Pendekatan Etika: menggunakan nilai-nilai moral atau menyajikan mana hal yang benar dan mana yang salah.
Pendekatan Emosi: menggugah perasaan audiens dengan membuat mereka merasa terharu, semangat, atau tergugah (tergantung tujuan pidato).
Pendekatan Logika: buat isi pidato masuk akal dengan didasari hal-hal yang kuat seperti sumber informasi yang terpercaya. teraktual, dan berdasarkan fakta.
– Metode Penyampaian Pidato
Tidak kalah penting, metode atau cara menyampaikan sebuah pidato perlu ditentukan supaya dapat lebih meyakinkan audiens.
Ada 4 macam metode penyampaian pidato persuasif, yaitu metode impromptu, ekstemporan, membaca naskah, dan menghafal.
Metode Impromptu: adalah metode yang dikerjakan secara tiba-tiba (dadakan) tanpa persiapan apapun. Isi pidato akan disesuaikan dengan situasi di lapangan.
Metode Ekstemporan: yaitu metode yang dilakukan tanpa menggunakan naskah pidato, tetapi pembicara masih memiliki kesempatan untuk membuat kerangka isi pidato.
Metode Membaca Naskah: yaitu metode yang dilakukan dengan membawa teks pidato dan membacanya pada acara yang berlangsung.
Metode Menghafal: yaitu metode yang dilakukan dengan menghafal naskah teks pidato yang sudah disiapkan sebelumnya.
Meskipun metode 1 dan 2 tidak memerlukan teks, namun pembicara tetap harus paham seperti apa bentuk pidato persuasif. Sehingga ketika berpidato, pembicara tetap fokus pada konteks yang dibahas.
Untuk metode 3 dan 4 cocok untuk digunakan jika pembicara sudah menyiapkan naskah pidato seperti Langkah yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Baca juga: 10 Cara Menjadi Moderator Presentasi Kuliah Yang Baik
Contoh Teks Pidato Persuasif
Berikut adalah contoh teks pidato persuasif dengan tema ajakan untuk mulai membaca buku.
1. Salam Pembuka:
Assalamualaikum Wr.Wb
Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua. Semoga kita semua selalu dalam keadaan yang sehat dan menjadi makhluk yang dirahmati Tuhan Yang Maha Esa.
Apakah diantara kalian sudah ada yang mengenal saya? Mungkin ada beberapa diantara kalian yang sudah mengenal, namun bagi kalian yang belum izinkanlah saya untuk memperkenalkan diri.
Pendahuluan:
Nama saya Novia Intan, saya adalah pegawai swasta yang sudah berkecimpung dalam bidang tulis menulis lebih dari 10 tahun lamanya. Maka dalam kesempatan kali ini saya ingin sedikit mengulas pentingnya membaca buku di era gawai serba digital seperti sekarang ini.
Dimulai dari semenjak pandemic Covid-19 membuat kebiasaan kita menjadi berubah. Penggunaan gawai semakin bertambah, namun sayangnya tidak diimbangi dengan meningkatkan jumlah minat baca buku.
2. Isi:
Sangat disayangkan, di jaman serba mudah seperti sekarang ini, anak muda cenderung lebih suka aktif di media social ketimbang membaca buku. Hal tersebut dilansir dari data Dikti menyebutkan bahwa tingkat literasi Indonesia berada di urutan 3 terbawah di ASEAN. Dengan jumlah penduduk yang banyak seperti ini, sangat disayangkan jika generasinya muda hanya diperbudak oleh media social.
Padahal ada banyak cara membaca buku walau menggunakan gawai. Ada banyak manfaat membaca buku diantaranya:
Memperkuat otak. Para peneliti menyebut, kegiatan membaca buku melibatkan jaringan sirkuit dan sinyal yang kompleks dalam otak. Saat kemampuan membaca buku Anda bertambah, jaringan-jaringan itu akan menjadi lebih kuat dengan sendirinya.
Meningkatkan kemampuan berempati
Sejumlah penelitian menemukan, orang yang gemar membaca buku fiksi sastra punya kemampuan yang tinggi untuk berempati dan memahami perasaan orang lain.
Menambah kemampuan berbahasa
Kehadiran ribuan kosakata itu membuat kebiasaan membaca buku secara bertahap mampu mengembangkan kemampuan seseorang dalam berbahasa.
Penting untuk dicatat, kemampuan untuk berbahasa menjadi salah satu faktor penting dalam kehidupan. Sebuah jajak pendapat menemukan, 69 persen perusahaan akan mempekerjakan karyawan dengan keterampilan berbahasa yang mumpuni.
Mencegah penurunan fungsi kognitif
Beberapa studi mempelajari hubungan antara kebiasaan membaca buku dan penurunan fungsi kognitif pada orang lanjut usia. Hasilnya, fungsi kognitif pada lansia yang rajin membaca buku cenderung meningkat.
3. Penutup:
Teman-teman yang berbahagia, banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dengan membaca buku. Saya berharap, mulai hari ini kita bisa saling mengingatkan dan mempraktikkan untuk mulai membaca buku walau hanya 1 lembar saja. Dengan begitu, generasi muda Indonesia akan lebih kaya ilmu dan wawasan yang bermanfaat untuk kemajuan bangsa.
Sekian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Terima kasih atas perhatiannya.
Materi : dari berbagai sumber
Seperti yang diketahui, cerpen merupakan suatu karya sastra dalam bentuk tulisan yang mengisahkan tentang sebuah cerita fiksi lalu dikemas secara pendek, jelas dan ringkas. Cerpen biasanya hanya mengisahkan cerita pendek tentang permasalahan yang dialami satu tokoh saja.
Cerpen juga bisa disebut sebagai fiksi prosa karena cerita yang disuguhkan hanya berfokus pada satu konflik permasalahan yang dialami oleh tokoh mulai dari pengenalah karakter hingga penyelesaian permasalahan yang dialami oleh tokoh. Cerpen juga terdiri tidak lebih dari 10.000 kata saja.
Cerpen merupakan singkatan dari cerita pendek. Saat membaca cerpen biasanya sangat cepat selesai. Selain itu isi pada cerpen juga sangat mudah dipahami karena ceritanya yang relatif pendek. Oleh karena itu banyak orang yang suka dengan cerita yang singkat dan tidak rumit seperti pada cerpen.
Pada umumnya permasalahan yang dikisahkan pada cerpen tidak terlalu rumit. Maka dari itu jumlah kata pada cerpen juga dibatasi. Biasanya cerpen terdiri dari berbagai kisah seperti genre percintaan, kasih sayang, jenaka, dan lain-lain. Pada cerpen juga mengandung pesan dan amanat untuk para pembaca.
Berikut inilah beberapa pengertian cerpen menurut para ahli:
Cerpen merupakan cerita pendek yang berisi tentang kisah cerita yang berisi tidak lebih dari 10 ribu kata. Pada umumnya cerita pada cerpen bisa memberikan kesan dominan dan berkonsentrasi pada permasalahan satu tokoh. Menurutnya dalam cerpen tidak ada cerita hingga 100 halaman.
Menurut Nugroho Notosusanto cerpen adalah kisah cerita pendek yang dibuat dalam jumlah kata mulai dari 5000 kata beserta memperkirakan 17 pp kuarto spasi ganda. Selain itu kisah pada cerpen hanya berpusat pada dirinya sendiri yang berarti hanya pada satu tokoh saja.
Menurut J.S Badudu cerpen adalah cerita pendek yang yang berfokus dan berkonsentrasi pada satu peristiwa kejadian. Pada peristiwa kejadian tersebut hanya mengisahkan satu tokoh cerita saja.
Menurutnya cerpen adalah kisah cerita yang tidak benar-benar terjadi di dunia nyata. Namun cerita tersebut bisa terjadi dimana dan kapan saja bahkan di dunia nyata dan ceritanya relatif singkat dan pendek.
Menurut Hendy, cerpen merupakan cerita pendek yang ditulis secara singkat dan pendek. Tulisan pada cerpen tidak diceritakan terlalu panjang serta berisi tentang kisah narasi tunggal.
Menurut Badudu cerpen adalah suatu karya cerita yang berpusat pada satu peristiwa kejadian yang dialami oleh satu tokoh saja. Kisah yang terjadi pada cerpen terjadi karena peristiwa yang menumbuhkan peristiwa tersebut.
Menurut Aoh. K.H cerpen merupakan prosa pendek dimana kisah ceritanya ditulis secara fiksi dan fantasi.
Cerpen merupakan sebuah cerita pendek yang memiliki bagian dimana terdapat struktur yang lengkap mulai dari perkenalan, permasalahan dan penyelesaian dari masalah tersebut.
Menurut Saini cerpen merupakan sebuah cerita pendek yang bersifat fiksi dan tidak terjadi di dunia nyata akan tetapi dapat terjadi kapan saja serta dimana saja dalam kisah cerita yang relatif singkat dan jelas.
Menurut Hamid cerpen merupakan cerita pendek yang memiliki ciri-ciri seperti jumlah kata yang sedikit antara 500 hingga 10.000 kata dalam satu cerpen serta hanya memiliki satu karakter tokoh saja.
Baca juga : Pengertian Puisi dan Jenis-jenisnya
Pada cerpen biasanya terdiri beberapa struktur yang diperlukan seperti elemen dasar dan tambahan abstrak. Struktur tersebut sangat diperlukan ketika menyusun sebuah cerpen. Berikut inilah beberapa elemen dasar untuk membangun sebuah cerpen:
Abstrak merupakan pemaparan gambaran awal dari cerita yang dikisahkan. Pada cerpen abstrak biasanya digunakan sebagai pelengkap cerita. Maka dari itu abstrak bersifat opsional atau bisa jadi tidak ada pada cerpen tersebut.
Pada orientasi cerpen biasanya menjelaskan tentang latar cerita seperti waktu, suasana, tempat/lokasi yang digunakan dalam penggambaran cerita cerpen.
Komplikasi menjelaskan tentang struktur yang berkaitan dengan pemaparan awal suatu masalah yang dihadapi oleh tokoh. Watak dari tokoh juga dijelaskan pada bagian ini. Selain itu pada komplikasi juga menjelaskan urutan kejadian yang berhubungan dengan sebab akibat.
Pada bagian evaluasi ini terjadi konflik masalah yang semakin memuncak. Konflik mulai menuju bagian klimaks dan mendapatkan penyelesaian atas masalah yang terjadi.
Resolusi merupakan bagian akhir permasalahan yang terjadi pada cerpen. Pada bagian ini terdapat penjelasan dari pengarang mengenai solusi permasalahan yang dialami tokoh.
Koda merupakan nilai atau pesan moral yang terdapat pada sebuah cerpen yang disampaikan oleh penulis kepada para pembaca. Pesan moral yang disampaikan sesuai dengan jenis cerpen.
Baca juga : Cerpen yang Cocok Dibaca Saat Pulang Kantor
Pada umumnya cerpen memiliki cerita yang sangat singkat dan jelas. Namun cerpen juga memiliki fungsi seperti karya sastra lainnya. Berikut inilah yang termasuk dalam fungsi cerpen :
Fungsi rekreatif yaitu sebagai sarana penghibur bagi para pembaca.
Fungsi estetis yaitu sebagai nilai estetika atau keindahan yang ada pada cerpen sehingga memberikan kepuasan kepada pembaca.
Fungsi didaktif yaitu sebagai pemberi pelajaran atau pendidikan yang akan bermanfaat bagi para pembaca.
Fungsi moralitas yaitu sebagai nilai moral berdasarkan isi cerita untuk mengetahui baik buruk yang disampaikan penulis kepada para pembaca.
Fungsi religiusitas yaitu sebagai pemberi pelajaran yang religius yang nantinya bisa dijadikan sebagai contoh baik oleh pembaca.
Meskipun cerpen hanya memiliki kisah cerita yang singkat, akan tetapi memiliki makna dan pengetahuan yang terkandung dalam sebuah cerpen. Biasanya cerpen memberikan nilai positif yang dapat diambil oleh pembacanya. Dengan begitu nilai positif tersebut dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari.
Sebuah cerpen memiliki ciri-ciri tertentu yang khas dimana ciri-ciri ini nantinya akan digunakan sebagai pembeda dari karya sastra lainnya. Berikut inilah ciri-ciri dari cerpen :
Pada umumnya cerpen bersifat fiktif atau berupa karangan dari penulis.
Cerpen memiliki susunan kata yang tidak lebih dari 10.000 (sepuluh ribu) kata.
Saat membaca cerpen biasanya selesai dengan sekali duduk.
Cerpen memiliki bentuk cerita yang sangat singkat.
Cerpen memiliki diksi atau pilihan kata yang tidak rumit sehingga mudah dipahami oleh pembaca.
Cerpen hanya memiliki alur cerita tunggal atau satu jalan cerita saja.
Kisah cerita pada cerpen biasanya berasal dari peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.
Karakter tokoh pada cerpen sangat sederhana.
Di akhir bagian biasanya terdapat pesan moral yang sangat mendalam sehingga membuat pembaca ikut merasakan kisah pada cerpen tersebut.
Tidak selamanya semua cerita yang berukuran pendek dikategorikan dalam cerita pendek semuanya. Ada beberapa jenis dari cerita pendek / cerpen yang biasanya dibuat oleh penulis. Berikut ini berbagai jenis cerpen yang harus Anda ketahui :
Seperti yang kita ketahui, cerita pendek adalah jenis cerita yang kurang dari 10.000 kata panjangnya. Jenis pertama dari cerpen adalah Cerpen Pendek. Dan seperti namanya, cerita pendek yang satu ini cenderung lebih pendek daripada jenis cerita pendek lainnya. Panjang kata dari Cerpen Pendek yaitu sekitar 500 hingga 700 kata.
Karangan fiktif yang satu ini biasanya digunakan untuk menjelaskan sebuah kejadian dengan bahasa yang singkat, padat, menarik perhatian, dan efektif. Bagian pembuka biasanya sangat sedikit, sekitar 1 hingga 2 paragraf, lalu masuk ke bagian konflik inti. Bagian akhir juga biasanya lebih sedikit daripada jenis cerpen lainnya.
Jenis cerita pendek atau cerpen yang kedua yaitu cerita pendek sedang / Cerpen Sedang. Cerita pendek Sedang biasanya memiliki panjang sekitar 700 hingga 1.000 kata panjangnya. Cerpen sedang juga bisa ditemui dengan mudah pada buku-buku pelajaran sekolah karena dianggap efektif dan menarik perhatian.
Cerpen Sedang sedikit lebih panjang daripada Cerpen Pendek. Sehingga bagian pembukaannya juga akan lebih panjang sedikit daripada cerpen pendek. Selain itu, penokohan dari tokoh yang diceritakan bisa dijabarkan dengan kalimat yang lebih jelas. Tak hanya itu, Cerpen Sedang biasanya digunakan untuk menjelaskan cerita dengan lebih mendetail.
Jenis cerpen yang terakhir yaitu Cerpen Panjang. Cerpen yang satu ini biasanya dibuat dengan panjang sekitar 1.000 kata atau lebih. Dan bahkan ada sebuah cerpen yang dibuat mendekati 5.000 kata atau bahkan 10.000 kata. Jenis cerpen yang satu ini memiliki ciri umum yang penuturannya yang santai.
Karena penulis ingin menuturkan cerita yang lumayan panjang, biasanya bagian pembukaan dan penutupan cukup panjang pula. Proses memasuki bagian konflik juga lebih panjang dari biasanya, sehingga pembaca bisa lebih memahami cerita dengan lebih mendetail. Biasanya jenis cerita pendek yang satu ini jarang ditampilkan pada buku pelajaran karena cukup panjang.
Baca juga : Pengertian Cerita Anak dan Unsur-unsurnya
Sebuah cerpen atau cerita pendek memiliki suatu unsur pembentuk yang harus ada di dalam cerpen itu sendiri. Unsur ini dinamakan dengan unsur intrinsik. Unsur intrinsik akan membangun kisah cerita yang ingin disampaikan oleh penulis. Berikut inilah beberapa unsur intrinsik:
Sebuah cerpen harus memiliki tema cerita. Hal ini karena tema menjadi unsur utama yang ingin disampaikan penulis pada kisah ceritanya.
Alur atau plot merupakan urutan peristiwa atau jalan cerita pada sebuah cerpen. Pada umumnya alur pada cerpen diawali dengan perkenalan, konflik masalah, lalu penyelesaian. Namun ada beberapa jenis alur cerita yaitu alur maju, alur mundur, dan alur campuran.
Setting merupakan penjelasan mengenai latar atau tempat, waktu, dan suasana yang terjadi dalam cerpen tersebut.
Tokoh merupakan pemeran yang diceritakan dalam sebuah cerpen. Tokoh terdiri dari pemeran utama dan pemeran pendukung.
Watak merupakan gambaran sifat dari para pemeran. Watak terdiri dari tiga jenis yaitu protagonis (baik), antagonis (jahat) dan netral.
Sudut pandang merupakan cara pandang pengarang saat menceritakan kisah pada sebuah cerpen. Sudut pandang dibagi menjadi dua bentuk yaitu sudut pandang orang pertama yang terdiri dari pelaku utama (“aku” merupakan tokoh utama) dan pelaku sampingan (“aku menceritakan orang lain). Sedangkan sudut pandang orang ketiga terdiri dari serba tahu (“dia” menjadi tokoh utama) dan pengamat (“dia” menceritakan orang lain).
Amanat merupakan pesan moral atau pelajaran yang disampaikan oleh penulis kepada pembaca. Pesan moral yang disampaikan biasanya dalam bentuk tersirat maupun tersurat.
Baca juga : Kumpulan Cerita Pendek Untuk Anak
Pada sebuah cerpen seringkali terdapat penambahan peristiwa yang terjadi di sebuah lingkungan. Hal tersebut dinamakan dengan unsur ekstrinsik atau unsur yang berasal dari luar untuk membangun sebuah cerpen.
Berikut inilah beberapa unsur ekstrinsik pada sebuah cerpen:
Terdapat latar belakang dari pengarang. Biasanya latar belakang pada kisah cerpen berasal dari pengalaman pribadi pengarangnya. Namun tak jarang jika pengarang mengambil cerita dari kisah orang lain.
Terdapat latar belakang dari masyarakat. Latar belakang dari masyarakat ini akan membantu berlangsungnya jalan cerita. Biasanya juga mempengaruhi isi ceritanya juga.
Terdapat biografi yang memaparkan biodata, riwayat hidup dan pengalaman secara menyeluruh dan lengkap dari pengarangnya.
Terdapat aliran sastra yang mempengaruhi gaya bahasa yang digunakan oleh penulis saat menyampaikan ceritanya.
Terdapat kondisi psikologis berupa keadaan senang, sedih, suka dan duka yang mempengaruhi mood penulis saat membuat sebuah cerita pendek.
Cerpen memiliki ciri-ciri kebahasaan yang dapat dilihat melalui pemilihan gaya bahasa dan diksi yang digunakan. Pada cerpen umumnya penulis menggunakan pendeskripsian fisik tokoh secara kuat. Hal ini akan membantu menggambarkan suasana yang tepat dan sesuai dengan ceritanya.
Pada cerpen juga menggunakan frasa adverbial atau kata keterangan yang membantu menunjukan latar tempat atau waktu seperti di pagi hari, sore hari atau di sebuah tempat pada peristiwa kejadian. Selain itu juga harus menerapkan penggunaan kalimat langsung dan tak langsung atau berupa dialog.
Cerpen juga identik dengan penggunaan kata-kata kiasan atau konotatif untuk menambah kesan keestetikan sehingga akan menambah nilai kepuasan para pembaca. Selain itu juga menggunakan kalimat informal maupun semi formal sesuai dengan peristiwa kejadian.
Liburan Sekolahku
Usai pembagian rapot di sekolah, akhirnya aku bisa menikmati liburan panjang. Meskipun aku tidak mendapat rangking atas, tapi aku tetap mendapat nilai yang lumayan baik. Aku tetap bahagia karena membayangkan keluargaku mengajak aku pergi liburan.
Ayah dan ibuku mengajakku pergi liburan ke suatu tempat wisata yang menyenangkan. Aku sangat tidak sabar untuk pergi menikmati liburan. Bahkan aku bingung untuk memilih pakaian mana yang akan kupakai. “Kali aku pakai baju yang mana ya?” Tanyaku dalam hati. “Ah yang biru sangat bagus, tapi yang merah juga sangat cocok!”
Aku pun pergi menemui ayah dan ibu yang sedang asyik menonton TV. Lalu aku berbincang dengan mereka, “Ayah, Ibu, bagaimana kalau kita pergi liburan ke pantai? Aku sangat ingin pergi ke sana”. Ayah dan ibu tiba-tiba hanya saling pandang, lalu ayah berkata “Nak, liburan kali ini kamu di rumah saja ya sama Ibu, karena Ayah harus ada pekerjaan di luar kota.” Aku sangat kecewa dengan pernyataan ayah tapi aku harus menerima keputusannya.
Hari-hari telah berlalu dan aku hanya menikmati libur sekolahku di rumah saja. Meskipun aku sebenarnya juga ingin pergi ke luar rumah bersama teman-teman. Tapi ibu melarangku pergi ke luar, dan hanya menyuruhku membantu melakukan pekerjaan rumah seperti bersih-bersih rumah. Kalaupun aku keluar hanya saat ke pasar dan itu pun juga ditemani oleh ibu.
Namun aku tetap melakukan pekerjaan yang produktif seperti belajar untuk menyambut ujian nasional yang akan berlangsung beberapa bulan lagi. Sebenarnya aku juga merasa suntuk berada di rumah terus. Terkadang aku ingin menolak permintaan ibu saat menyuruhku, tapi aku cuma bisa terima dan melakukannya.
Pada suatu sora ibu mengetuk pintu kamarku dan bilang kepadaku “kamu segera mandi ya, Ibu tunggu di luar.” Aku menjawabnya “loh kita mau kemana Bu?” Lalu ibu menjawab “Ibu mau mengajak kamu jalan-jalan ke taman kota, ya sekalian masa kau di rumah terus.” Sontak aku merasa senang “yang benar Bu, oke kalau begitu aku mandi dulu.”
Setelah itu aku pergi ke taman kota bersama Ibu. Meskipun hanya jalan-jalan sore di sekitar taman, aku sudah merasa senang banget. Mungkin ini karena aku terlalu lama berdiam diri di rumah dan baru kali ini menikmati jalan-jalan. Yang pasti aku sangat senang karena ibu mengajak aku jalan-jalan sore.
Cerpen di atas memiliki tema liburan.
Alur pada cerpen yaitu alur maju.
Cerpen di atas memiliki latar tempat di rumah dan taman kota. Latar waktu menunjukan sore hari.
Tokoh yang diceritakan adalah Aku, Ibu dan Ayah.
Setiap tokoh memiliki watak atau karakter yang berbeda dan saling mendukung. Karakter tokoh Aku adalah pendiam, berbakti pada orang tua, sedangkan tokoh Ibu memiliki karakter sabar, telaten, peduli dan tidak tegaan. Karakter tokoh Ayah adalah sabar, penyayang dan pekerja keras serta bertanggung jawab kepada keluarga.
Sudut pandang yang digunakan adalah orang pertama
Pada cerpen diatas memiliki amanat berupa pesan moral dimana melatih anak supaya tidak selalu berlibur saat memasuki musim liburan. Selain itu juga mengajarkan sikap mandiri kepada anak agar memanfaatkan liburan dengan produktif.
Itulah pembahasan tentang pengertian cerpen (cerita pendek) yang wajib kamu ketahui. Semoga menambah pengetahuan kamu tentang seluk beluk cerpen. Selamat Belajar!
Nah agar lebih dapat memahami apa itu literasi, maka kita dapat merujuk pada pendapat dari beberapa sumber berikut ini:
Menurut Elizabeth Sulzby “1986”, Literasi ialah kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi “membaca, berbicara, menyimak dan menulis” dengan cara yang berbeda sesuai dengan tujuannya. Jika didefinisikan secara singkat, definisi literasi yaitu kemampuan menulis dan membaca.
Menurut Harvey J. Graff “2006”, Literasi ialah suatu kemampuan dalam diri seseorang untuk menulis dan membaca.
Menurut Jack Goody, Literasi ialah suatu kemampuan seseorang dalam membaca dan juga menulis.
Menurut kamus online Merriam – Webster, Literasi ialah suatu kemampuan atau kualitas melek aksara di dalam diri seseorang dimana di dalamnya terdapat kemampuan membaca, menulis dan juga mengenali serta memahami ide-ide secara visual.
Menurut UNESCO “The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization”, Literasi ialah seperangkat keterampilan nyata, terutama ketrampilan dalam membaca dan menulis yang terlepas dari konteks yang mana ketrampilan itu diperoleh serta siapa yang memperolehnya.
Menurut Alberta, Literasi ialah kemampuan membaca dan menulis, menambah pengetahuan dan ketrampilan, berpikir kritis dalam memecahkan masalah, serta kemampuan berkomunikasi secara efektif yang dapat mengembangkan potensi dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.
National Institute for Literacy, mendefinisikan Literasi sebagai “kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat.” Definisi ini memaknai Literasi dari perspektif yang lebih kontekstual. Dari definisi ini terkandung makna bahwa definisi Literasi tergantung pada keterampilan yang dibutuhkan dalam lingkungan tertentu.
Baca juga: Pengertian Karya Ilmiah Menurut Para Ahli dan Jenis-jenis Karya Ilmiah
Education Development Center (EDC) menyatakan bahwa Literasi lebih dari sekedar kemampuan baca tulis. Namun lebih dari itu, Literasi adalah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan skill yang dimiliki dalam hidupnya. Dengan pemahaman bahwa literasi mencakup kemampuan membaca kata dan membaca dunia.
Adapun setelah kita memahami pengertian Literasi diatas, hal ini tentunya kita sudah memiliki gambaran mengenai tujuan literasi, nah adapaun tujuan literasi itu sendiri ialah sebagai berikut:
1. Membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan cara membaca berbagai informasi bermanfaat.
2. Membantu meningkatkan tingkat pemahaman seseorang dalam mengambil kesimpulan dari informasi yang dibaca.
3. Meningkatkan kemampuan seseorang dalam memberikan penilaian kritis terhadap suatu karya tulis.
4. Membantu menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti yang baik di dalam diri seseorang.
5. Meningkatkan nilai kepribadian seseorang melalui kegiatan membaca dan menulis.
6. Menumbuhkan dan mengembangkan budaya literasi di tengah-tengah masyarakat secara luas.
7. Membantu meningkatkan kualitas penggunaan waktu seseorang sehingga lebih bermanfaat.
Setelah melihat tujuan literasi yang begitu baik, hal ini tentunya masyarakat akan mendapatkan berbagai manfaat darinya, dan adapun beberapa manfaat literasi ialah sebagai berikut:
1. Menambah perbendaharaan kata “kosa kata” seseorang.
2. Mengoptimalkan kinerja otak karena sering digunakan untuk kegiatan membaca dan menulis.
3. Mendapat berbagai wawasan dan informasi baru.
4. Kemampuan interpersonal seseorang akan semakin baik.
5. Kemampuan memahami makan suatu informasi akan semakin meningkat.
6. Meningkatkan kemampuan verbal seseorang.
7. Meningkatkan kemampuan analisis dan berpikir seseorang.
8. Membantu meningkatkan daya fokus dan kemampuan konsentrasi seseorang.
9. Meningkatkan kemampuan seseorang dalam merangkai kata yang bermakna dan menulis.
Dalam hal ini meskipun penggunaan istilah literasi sudah sangat jamak, namun pada dasarnya istilah tersebut tetap merujuk pada kemampuan dasar seseorang dalam membaca dan menulis, mengacu pada literasi, berikut ini ialah beberapa jenis literasi yaitu:
1. Literasi Dasar
Literasi dasar adalah kemampuan dasar dalam membaca, menulis, mendengarkan dan berhitung. Tujuan literasi dasar ialah untuk mengoptimalkan kemampuan seseorang dalam membaca, menulis, berkomunikasi dan berhitung.
2. Literasi Perpustakaan
Literasi perpustakaan adalah kemampuan dalam memahami dan membedakan karya tulis berbentuk fiksi dan non-fiksi, memahami cara menggunakan katalog dan indeks, serta kemampuan memahami informasi ketika membuat suatu karya tulis dan penelitian.
3. Literasi Media
Literasi media adalah kemampuan dalam mengetahui dan memahami berbagai bentuk media “media elektronik, media cetak dan lain-lain” dan memahami cara penggunaan setiap media tersebut.
4. Literasi Teknologi
Literasi teknologi adalah kemampuan dalam mengetahui dan memahami hal-hal yang berhubungan dengan teknologi misalnya hardware dan software, mengerti cara menggunakan internet serta memahami etika dalam menggunakan teknologi.
5. Literasi Visual
Literasi visual adalah pemahaman yang lebih kemampuan dalam menginterpretasi dan memberi makna dari suatu informasi yang berbentuk gambar atau visual. Literasi visual hadir dari pemikiran bahwa suatu gambar bisa “dibaca” dan artinya bisa dikomunikasikan dari proses membaca.
Ada beberapa prinsip penting dalam pengembangan literasi di suatu lembaga pendidikan, menurut Kylene Beers “2009”, berikut ini ialah beberapa prinsip pengembangan literasi sekolah yaitu:
1. Bersifat Berimbang
Setiap siswa memiliki kebutuhan yang berbeda satu dengan yang lain, sekolah harus menerapkan prinsip ini dengan menerapkan strategi dalam membaca dan variasi bacaan.
2. Bahasa Lisan Sangat Penting
Setiap siswa harus dapat berdiskusi tentang suatu informasi dalam diskusi terbuka yang memungkinkan terjadinya perbedaan pendapat, dengan begitu diharapkan siswa mampu menyampaikan pendapatnya dan melatih kemampuan berpikir lebih kritis.
Baca juga: 10 Contoh Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang Baik & Benar
3. Berlangsung Pada Suatu Kurikulum
Menurut Kylene Beers, seharusnya program literasi diterapkan pada seluruh siswa dan tidak tergantung pada kurikulum tertentu, dengan kata lain kegiatan literasi menjadi suatu kewajiban bagi semua guru dan bidang studi.
4. Pentingnya Keberagaman
Keberagaman ialah sesuatu yang layak untuk dihargai dan dirayakan di setiap sekolah. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menyediakan berbagai buku bertema kekayaan budaya negara Indonesia sehingga siswa lebih mengenal budaya bangsa dan turut serta melestarikannya.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa literasi bukan hanya sekedar kemampuan membaca dan menulis karena melibatkan pengetahuan bahasa (lisan dan tulisan), kemampuan kognitif, serta pengetahuan mengenai genre dan kultural.
FIKSI
adalah cerita khayalan atau tidak nyata. Cerita fiksi dibuat berdasarkan imajinasi dan kreativitas dari si penulis cerita.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fiksi berarti cerita rekaan, khayalan, dan tidak berdasarkan kenyataan. Jadi, cerita fiksi merupakan karya sastra berisi cerita rekaan dan bukan berdasarkan atas kejadian nyata.
BACA JUGA
Macam-Macam Penyerbukan pada Tumbuhan, Lengkap Beserta Penjelasannya
40 Kata-Kata Bijak tentang Ketakpastian dalam Hidup, Jangan Takut dan Khawatir
Dalam cerita fiksi biasanya menggambarkan kejadian, pengalaman seseorang, atau sejarah yang dibumbui dengan imajinasi dan kreativitas dari penulis.
Cerita fiksi cenderung memiliki struktur yang bebas atau sesuai dengan penulis. Kendati demikian, cerita fiksi biasanya sarat akan pesan moral di dalamnya.
Meski hanya berupa cerita khayalan atau imajinasi, karya sastra fiksi terbukti banyak diminati. Terlebih lagi, ada berbagai jenis cerita fiksi
Berikut ini rangkuman tentang jenis-jenis cerita fiksi beserta penjelasannya, seperti dilansir dari laman Haloedukasi.com, Kamis (10/6/2021).
2 dari 5 halaman
Ilustrasi membaca cerita fiksi. Credit: pexels.com/Enzo
Novel
Novel merupakan sebuah cerita fiksi yang menceritakan seorang tokoh utama yang kehidupannya dipenuhi dengan pro dan kontra dalam ceritanya. Mulai awal hingga akhir, novel memiliki klimaks atau ending.
Ciri-ciri novel:
Tidak dibaca sekali duduk.
Plot mengarah ke insiden atau kejadian jamak.
Watak tokoh dilakukan pengembangan secara penuh.
Dimensi ruang dan waktu yang lebih luas, cerita lebih luas dan bisa mencapai keutuhan secara inklusi.
Jenis-jenis novel
Berdasarkan kejadian: novel nonfiksi dan novel fiksi,
Berdasarkan ceritanya: novel inspirasi, novel horor, novel komedi, novel romantis, novel misteri.
Berdasarkan isi: novel songlit, novel roman, novel chicklit, novel dewasa
Fungsi novel
Memberikan hiburan bagi para pembaca.
Pengarang dapat menceritakan beragam aspek kehidupan secara lebih mendalam.
Membantu setiap individu dalam menghadapi permasalahan hidup.
Memberikan kesadaran kepada para pembaca terhadap kebenaran hidup.
Dapat mengarahkan ataupun mendidik pembaca dengan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang terdapat di dalamnya.
Mampu mempersembahkan keindahan untuk pembaca.
Memberikan pengetahuan kepada pembaca sehingga dapat mengetahui etika yang baik dan buruk.
Terdapat kandungan pemikiran agama yang bisa diteladani bagi para pembaca.
3 dari 5 halaman
Ilustrasi membaca cerita fiksi. Credit: pexels.com/Aline
Roman
Roman adalah cerita fiksi yang menceritakan kehidupan seorang atau beberapa tokoh, mulai lahir hingga kematiannya.
Cerita roman biasanya memiliki banyak hikmah dan cenderung mengarah pada cerita klasik. Banyak jenis bacaan roman yang sering ditemui, seperti roman petualangan, roman psikologis, roman percintaan, dan lain-lain.
Ciri-ciri roman
Menceritakan seorang tokoh yang tidak nyata atau fiktif.
Dalam roman, tokoh diceritakan mulai kelahiran sampai dengan kematiannya.
Mempunyai alur cerita yang amat kompleks.
Karakter dari tokoh diceritakan atau dijabarkan dengan terperinci.
Fungsi roman
Fungsi roman yakni untuk mengetahui secara keseluruhan perjalanan hidup dari seorang tokoh secara lengkap, termasuk permasalahan di lingkungan sosial yang dibuat oleh pengarang.
4 dari 5 halaman
Ilustrasi membaca cerita fiksi. Credit: pexels.com/Gabby
Cerpen
Cerpen adalah karya fiksi dengan cerita yang lebih pendek dan lebih padat dibanding novel dan roman. Cerpen bisa dikatakan karya sastra berbentuk prosa naratif yang di dalamnya terdapat kisah, tokoh hingga konflik yang harus diselesaikan.
Ciri-ciri cerpen
Bisa dibaca dalam sekali duduk.
Plotnya mengarah hanya kepada suatu insiden atau kejadian tunggal.
Watak tokoh tidak dikembangkan secara penuh. Apabila tokoh itu baik, hanya kebaikan saja yang diceritakan sedangkan sifat lainnya tidak.
Dimensi ruang dan waktunya terbatas, cerita lebih berisi, memusat dan mendalam, mencapai keutuhan secara ekslusi.
Fungsi cerpen
Sebagai rekreatif, yakni memberikan rasa senang, gembira, dan terhibur bagi para pembaca.
Sebagai didaktif, mengarahkan dan mendidik para pembacanya kepada nilai kebenaran serta kebaikan.
Sebagai estetis, memberikan keindahan kepada para pembaca karya sastra.
Sebagai moralitas, mengandung atau memiliki nilai moral, apakah itu moral baik maupun tidak bagi para pembaca.
Sebagai relegiusitas, mengandung ajaran agama yang nantinya dapat menjadi teladan untuk para pembaca.
5 dari 5 halaman
Ilustrasi buku fiksi. Credit: pexels.com/Annelis
Dongeng
Dongeng merupakan bentuk cerita khayal dan ajaib yang berasal dari mulut ke mulut atau diceritakan dari generasi ke generasi. Dongeng bertujuan sebagai cerita untuk menghilangkan kesedihan dan mendatangkan kegembiraan.
Dalam dongeng banyak terkandung nilai-nilai moral dan nasihat bagi pembaca atau pendengarnya.
Jenis-jenis dongeng
Mite, merupakan cerita yang berhubungan dengan kepercayaan suatu benda, alam gaib, peristiwa gaib atau apa pun yang berhubungan dengan supranatural.
Fabel, adalah cerita di mana tokoh-tokohnya merupakan hewan atau binatang yang diceritakan hidup dan bermasyarakat layaknya manusia.
Legenda, yakni sebuah cerita lama yang mengisahkan riwayat terjadinya suatu tempat atau wilayah tertentu, asal-usul suatu tempat, kejadian alam, atau kejadian di suatu daerah.
Saga, adalah cerita lama yang mengandung unsur sejarah seperti kisah kepahlawanan.
Paralel, adalah cerita rakyat yang menggunakan tokoh manusia dan hewan.
Cerita berbingkai, cerita yang di dalamnya terdapat cerita lagi.
Parabel, cerita yang menggambarkan cerita moral yang tokoh utamanya berupa benda mati.
Fungsi dongeng
Sebagai sarana pendidikan terutama dalam menyampaikan amanat atau pesan yang bermanfaat bagi para pembaca dan pendengar.
Sebagai sarana hiburan yang membuat para pembaca dan pendengar turut merasakan masuk ke dunia cerita.
Sebagai sarana penggalang, yakni rasa kesetiakawanan yang erat di dalam masyarakat.
Sebagai pengukuhan nilai sosial dan budaya yang berlaku dalam kehidupan masyarakat.
Dalam dongeng biasanya banyak mengandung ajaran moral dan etika yang dapat digunakan sebagai pedoman masyarakat.
Ciri-Ciri dongeng
Dongeng atau cerita rakyat biasanya disampaikan secara lisan.
Tidak ada informasi mengenai siapa pencipta atau orang yang pertama kali menceritakan dongeng.
Disampaikan secara turun-temurun.
Bersifat tradisional.
Kaya akan nilai-nilai luhur.
Terdapat banyak versi dan variasi.
Mempunyai bentuk-bentuk klise tertama dalam pengungkapan atau susunannya.
TEKS TANGGAPAN
Teks Tanggapan Kritis adalah teks yang berisi kritik tajam terhadap suatu hal yang mengenai kesalahan. Biasanya terjadi jika ada debat , orang B memberi kritik kepada orang A karena apa yang disampaikannya kurang pas. Bisa disebut juga dengan menganalisa suatu pendapat. Kita harus menerima semua tanggapan yang diberikan oleh orang atau teman kita saat kita memberikan pendapat. Karena setiap tanggapan yang mereka berikan pasti ada alasan dan bisa membuat kita menjadi lebih baik.
Tujuan Teks Tanggapan Kritis
Adapun tujuan teks tanggapan kritis yakni untuk memilih salah satu pernyataan, karena pada teks tanggapan kritis berisi alasan yang mendukung dan yang menolak.
Ciri teks tanggapan kritis ini berfungsi agar kita dapat lebih mudah untuk mengenali apakah teks yang kita baca merupakan teks tanggapan kritis atau bukan. Jika suatu teks memiliki semua ciri teks tanggapan kritis, maka dapat dikatakan bahwa teks tersebut adalah sebuah teks tanggapan kritis. Berikut ciri teks tanggapan kritis :
1. Teks ini memuat tanggapan terhadap fenomena yang terjadi di sekitar dengan disertai fakta dan alasan.
2. Mempunyai 3 Struktur teks yaitu : Evaluasi , Deskripsi Teks , dan Penegasan Ulang.
3. Mengandung kaidah kebahasaan atau ciri kebahasaan yang dimiliki teks tanggapan kritis.
Struktur teks tanggapan kritis terdiri dari evaluasi, deskripsi dan penegasan. Nah, untuk penjelasan lebih lengkapnya, simak strukturnya berikut ini:
1. Evaluasi
Evaluasi yaitu bagian awal dari teks tanggapan kritis. Di bagian evaluasi ini berisi tentang pernyataan-pernyataan umum yang berhubungan dengan permasalahan yang telah disampaikan oleh penulis.
2. Deskripsi teks
Deskripsi merupakan bagian yang berisi tentang informasi. Informasi ini berkaitan dengan alasan yang digunakan untuk mendukung atau menolak suatu pernyataan. Deskripsi teks berada di bagian tengah dari teks tanggapan kritis.
3. Penegasan ulang
Bagian ini merupakan penegasan ulang atau kesimpulan sekaligus saran terhadap sesuatu yang sudah diputuskan oleh individu dalam sebuah teks tanggapan kritis.Jenis Kalimat Tanggapan
Dalam berdiskusi, kita diharuskan untuk aktif baik dengan menyampaikan pertanyaan, menyatakan pendapat, atau menanggapi suatu pendapat orang lain. Nah, dalam menanggapi suatu pendapat, kita kadang setuju, menolak, atau menyanggah pendapat seseorang sesuai dengan pola pikir kita.
Adapun untuk menanggapi suatu pendapat kita dituntut untuk menyampaikan tanggapan tersebut dengan cara yang baik dan sopan. Berikut ini merupakan jenis jenis alimat tanggapan :
1. Contoh Kalimat Persetujuan
Secara umum, kalimat persetujuan diartikan sebagai suatu kalimat yang menyatakan kesetujuan seseorang terhadap ide, gagasan, atau pendapat orang lain. Ciri-ciri kalimat persetujuan adalah adanya kata “setuju”, “sependapat”, “sejalan”, atau kata lain yang menunjukan keberpihakan pada suatu pendapat.
Ada beberapa contoh kalimat persetujuan yang bisa Anda gunakan dalam diskusi. Berikut ini contoh-contoh tersebut:
A. Terus terang saya sangat setuju dengan pendapat Anda!
B. Kita sejalan! Apa yang Anda sampaikan sangat sesuai dengan apa yang saya pikirkan!
2. Contoh Kalimat Penolakan
Kalimat penolakan adalah kebalikan dari kalimat persetujuan. Kalimat penolakan adalah kalimat yang menyatakan penolakan atau pengingkaran terhadap suatu ide, gagasan, atau pendapat orang lain. Dalam menyampaikan kalimat penolakan, kita dituntut untuk dapat bersikap sopan sehingga orang yang pendapatnya kita tolak tidak tersinggung.
Salah satu cara untuk menimbulkan kesan sopan pada kalimat penolakan adalah adanya pembubuhan kata “maaf”, “mohon maaf”, “izin”, dan lain sebagainya. Selain itu, kalimat penolakan juga dicirikan dengan adanya kata “tidak setuju”, “tidak sejalan”, “kurang sependapat”, dan lain sebagainya.
Berikut ini beberapa contoh kalimat penolakan yang sopan untuk dapat Anda terapkan.
A. Mohon maaf. Saya tampaknya tidak sejalan dengan apa yang telah Anda kemukakan.
B. Izin menanggapi. Saya terus terang tidak setuju dengan gagasan yang Anda tawarkan.
3. Contoh Kalimat Sanggahan
Kalimat sanggahan adalah kalimat penolakan terhadap suatu ide, gagasan, atau pendapat yang dirangkai dengan kesan persetujuan agar tidak menimbulkan konotasi kasar dalam menyatakan penolakan. Kalimat sanggahan sering digunakan dalam diskusi untuk mempengaruhi seseorang yang pendapatnya kita tolak agar dapat menerima saran, masukan, dan pendapat kita. Selain itu, kalimat sanggahan umumnya juga dibubuhi dengan argumentasi logis yang memungkinkan penolakan kita terhadap suatu pendapat dapat diterima. Ciri ciri khusus kalimat sanggahan adalah adanya kata tetapi, namun, atau kata sambung lain yang menimbulkan pertentangan.
Adapun berikut ini beberapa contoh kalimat sanggahan yang dapat Anda kembangkan untuk menghadapi diskusi yang panas.
A. Pada dasarnya saya setuju dengan pendapat Anda, akan tetapi tentu menjadi lebih baik bila kita memperhatikan unsur estetika atau keindahan dari karya seni yang kita buat.
B. Pada prinsipnya pendapat Anda sudah sangat baik, namun menurut saya akan menjadi lebih baik lagi bila kita juga melakukan perencanaan yang matang.
kaidah pembahasannya? Mari simak ulasannya berikut ini:
1. Kalimat yang biasa digunakan dalam teks tanggapan kritis termasuk kalimat yang bersifat kompleks. Komplek disini dalam artian kalimat yang terdiri dari 2 verba dan 2 stuktur.
2. Teks tanggapan kristis menggunakan konjungsi atau penghubung. Konjungsi bertujuan untuk menghubungkan antar kalimat dalam teks tanggapan kritis.
3. Menggunakan pilihan kata. Tujuan dari pemilihan kata ini agar bisa memilih kata yang yang tepat untuk digunakan dalam teks tanggapan kritis.
4. Teks yang menggunakan rujukan. Rujukan ini biasanya digunakan sebagai penguat argumen yang disampaikan oleh penulis, karena dalam penulisannya teks tanggapan kritis memang harus membutuhkan bukti.
Sumber: https://akupintar.id/belajar/-/online/materi/9/bahasa-indonesia/teks-tanggapan-kritis/5821498
unsur kebahasaan Teks Tanggapan
Kaidah kebahasaan teks tanggapan kritis Kaidah kebahasaan teks tanggapan kritis adalah sebagai berikut:
Kalimat kompleks: kalimat yang memiliki lebih dari dua struktur dan dua verba. Kalimat macam ini ditandai dengan anak kalimat dan induk kalimat.
Konjungsi: kata penghubung yang menyambungkan anak kalimat dan induk kalimat. Konjungsi juga dapat dipakai untuk menyambung satu kalimat dengan kalimat lain.
Rujukan: referensi atau informasi yang dipakai untuk mendukung penilaian penulis teks tanggapan kritis.
Diksi: pilihan kata yang digunakan dalam teks tanggapan kritis. Pilihan kata sebaiknya disesuaikan dengan obyek yang dikritik. Usahakan tidak bertele-tele dan dapat dipahami khalayak.
Penulis : Rosy Dewi Arianti Saptoyo
Editor : Arum Sutrisni Putri