TEKS EKSPLANASI
Teks eksplanasi merupakan teks yang menjelaskan sebab akibat suatu fenomena, baik itu peristiwa alam, ilmu pengetahuan, sosial, budaya, dan lainnya. Teks eksplanasi berisi fakta yang dapat menjawab pertanyaan tentang “bagaimana” dan “mengapa” suatu fenomena terjadi.
Oleh sebab itu, tujuan utama teks eksplanasi adalah untuk memaparkan proses dan sebab terjadinya suatu fenomena. Penjelasan yang dipaparkan dalam teks eksplanasi berdasarkan bidang keilmuan (bersifat ilmiah) yang mengacu pada fakta, realita, teori, dan hasil penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan.
Pernyataan umum
Bagian ini menjelaskan mengenai latar belakang dan tinjauan umum topik yang dapat berupa definisi, klasifikasi, sejarah, dan asal usul. Bagian dalam teks ini berupa gambaran secara umum tentang apa, mengapa, dan bagaimana proses peristiwa alam terjadi.
Deretan penjelas
Pada bagian ini berisi perincian proses atau sebab terjadinya suatu fenomena yang juga mencakup akibat dan dampak yang ditimbulkan.
Interpretasi
Bagian ini berisi penafsiran penulis mengenai topik dengan perspektif tertentu yang lebih luas dan menyeluruh, serta menjelaskan korelasi peristiwa yang menyertainya.
Simpulan
Pada bagian akhir teks terdapat tanggapan penulis dalam menyikapi fenomena berupa pernyataan reflektif yang bersifat umum.
Pembahasan dalam teks eksplanasi menggunakan konteks ilmiah melalui pemaparan sejarah, definisi, klasifikasi, dan kebiasaan. Informasi tersebut dapat berupa fakta-fakta empiris, data statistik, dan rangkaian peristiwa yang menjelaskan korelasi antaraspek dan antarperistiwa dalam teks. Berikut ciri-ciri atau karakteristik teks eksplanasi yang dapat memudahkan kita untuk membedakan antara teks eksplanasi dengan teks lainnya.
Ilmiah
Fenomena yang dijelaskan dalam teks eksplanasi berdasarkan konteks ilmiah, yaitu berupa fakta, realita, teori, dan penelitian. Penjelasan tersebut dapat berupa sejarah, klasifikasi, atau definisi.
Logis
Penjelasan fenomena dalam teks eksplanasi bersifat logis dan teoretis.
Objektif
Penjelasan dalam teks dapat disertai argumen yang bersifat objektif dengan didukung teori yang relevan, sehingga dapat pula dijadikan rujukan yang valid.
Bukan teks eksposisi
Teks eksplanasi tidak bertujuan memengaruhi pembaca, tetapi memaparkan fakta berdasarkan bidang keilmuan.
Bukan teks prosedur
Teks eksplanasi menjelaskan proses yang alami, tidak disadari, dan melalui jangka waktu yang panjang.
Teks eksplanasi menjelaskan secara ilmiah proses dan sebab terjadinya suatu fenomena dengan menggunakan ragam bahasa baku yang bersifat universal. Pemaparan informasi dalam teks eksplanasi mudah dimengerti pembaca umum atau tidak terbatas pada kalangan tertentu saja. Oleh sebab itu, penulisan dan penggunaan kata dalam teks eksplanasi harus sesuai dengan PUEBI. Berikut ciri kaidah kebahasaan teks eksplanasi.
Kopula
Kata ini digunakan untuk menjelaskan definisi kata, istilah, atau konsep yang berkaitan dengan suatu fenomena. Misalnya, merupakan dalam kalimat Indonesia merupakan negara kepulauan.
Kata kerja aktif
Kata ini kerap digunakan pada bagian deretan penjelas, sebab bertujuan menjelaskan sebab dan proses, sehingga subjek (fenomena) berperan sebagai tujuan dari suatu perbuatan atau peristiwa tertentu.
Konjungsi
Konjungsi yang digunakan menjelaskan hubungan sebab akibat dan hubungan kronologi terjadinya suatu fenomena. Misalnya, jika, bila, sehingga, sebelum, pertama, dan kemudian.
Keterangan waktu
Kata ini digunakan untuk menjelaskan waktu terjadinya suatu fenomena.
Istilah ilmiah
Istilah ilmiah yang sesuai konteks kerap digunakan untuk memperjelas definisi, hubungan sebab akibat, ataupun kronologi terjadinya suatu fenomena.
Kata ganti benda
Subjek yang dijelaskan menggunakan kata ganti benda (nonpersona), seperti itu, ini, dan tersebut. Teks eksplanasi juga hanya fokus pada hal umum, seperti gempa bumi, banjir, hujan, dan udara.
Dalam membuat teks eksplanasi, kita dapat menggunakan dua pola pengembangan, yaitu pola pengembangan sebab akibat dan pola pengembangan proses. Berikut langkah-langkah menulis teks eksplanasi.
Menentukan topik yang menarik
Tentukan fenomena alam, sosial, atau budaya yang ingin kamu sajikan. Misalnya proses terjadinya pasang surut air laut.
Membuat rancangan kerangka/teks
Buatlah kerangka karangan berdasarkan struktur teks eksplanasi, yaitu identifikasi fenomena, penggambaran rangkaian kejadian, dan ulasan.
Mengumpulkan referensi
Cantumkan fakta dan data yang kamu kumpulkan pada bagian penggambaran rangkaian kejadian.
Mengembangkan teks
Kembangkan kerangka karangan hingga menjadi teks eksplanasi yang utuh.
Menyunting teks
Periksa dan baca kembali teks yang telah kamu buat. Suntinglah jika ada ada kalimat yang tidak sesuai atau kesalahan dalam penulisan.
Bacalah contoh teks eksplanasi berikut untuk memudahkanmu dalam memahami karakteristik teks eksplanasi.
Sumber gambar: lonelyplanet.com
Candi Borobudur merupakan bangunan bersejarah Buddha terbesar di Dunia. Candi Borobudur sudah dibangun jauh sebelum Angkor Wat di Kamboja dan katedral-katedral agung di Eropa. Candi ini dibangun pada tahun 824 M, yaitu masa Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra. Kini, Candi Borobudur menjadi tempat ziarah umat Buddha dari berbagai negara seperti China, India, Tibet, dan Kamboja.
Candi Borobudur berada di Jawa Tengah, di puncak bukit dengan pemandangan di sekitarnya berupa sawah-sawah yang subur dan bukit-bukit. Luas candi Borobudur adalah 123 x 123 m3 yang tersusun atas 1 stupa induk, 72 stupa terawang, dan 504 patung Buddha. Selain itu, ada pula 2672 panel relief yang jika disusun berjajar bisa mencapai 6 km.
Pada 1814, Sir Thomas Stamford Raffles menemukan Candi Borobudur dalam kondisi rusak. Ia mengusulkan agar candi tersebut dibersihkan dan dilakukan pemugaran. Proyek restorasi Borobudur pun dimulai dari tahun 1905 sampai tahun 1910. Kemudian dengan bantuan UNESCO, restorasi kedua dilaksanakan pada bulan Agusutus 1913 sampai tahun 1983. Pada 1991, Borobudur ditetapkan sebagai warisan dunia. Keindahan dan kemegahan Candi Borobudur menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Candi Borobudur juga menjadi salah satu destinasi wajib jika berkunjung ke Yogyakarta.
Dapatkah kamu memahami dan mengidentifikasi isi teks tersebut? Mengapa teks tersebut termasuk ke dalam teks eksplanasi? Teks tersebut termasuk teks eksplanasi karena menjelaskan suatu peristiwa, yaitu terbentuknya Candi Borobudur. Berikut penjelasannya berdasarkan struktur dan ciri-ciri teks eksplanasi.
Struktur teks eksplanasi
Berdasarkan strukturnya, teks eksplanasi diawali dengan pernyataan umum. Pada teks tersebut, di awal paragraf dijelaskan secara umum mengenai Candi Borobudur.
“Candi Borobudur merupakan bangunan bersejarah Buddha terbesar di Dunia. Candi Borobudur sudah dibangun jauh sebelum Angkor Wat di Kamboja dan katedral-katedral agung di Eropa.”
Kemudian, teks dilanjutkan dengan deretan penjelas yang berisi perincian bentuk dan hal yang terjadi pada Candi Borobudur.
“Candi Borobudur berada di Jawa Tengah, di puncak bukit dengan pemandangan di sekitarnya berupa sawah-sawah yang subur dan bukit-bukit. Luas candi Borobudur adalah 123 x 123 m3 yang tersusun atas 1 stupa induk, 72 stupa terawang, dan 504 patung Buddha.”
“Pada 1814, Sir Thomas Stamford Raffles menemukan Candi Borobudur dalam kondisi rusak. Ia mengusulkan agar candi tersebut dibersihkan dan dilakukan pemugaran.”
Teks pun ditutup dengan bagian interpretasi/penafsiran dan simpulan dari pertanyaan utama, yaitu mengapa Candi Borobudur menjadi warisan dunia.
“Pada 1991, Borobudur ditetapkan sebagai warisan dunia. Keindahan dan kemegahan Candi Borobudur menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Candi Borobudur juga menjadi salah satu destinasi wajib jika berkunjung ke Yogyakarta.”
Ciri-ciri teks eksplanasi
Fenomena yang dijelaskan dalam teks tersebut berdasarkan konteks ilmiah, yaitu berupa fakta tentang terbentuknya suatu candi yang megah sejak ratusan tahun lalu. Teks tersebut juga bersifat logis atau masuk akal dan objektif dengan didukung teori yang relevan. Hal ini dibuktikan dengan adanya keterangan waktu dan tempat.
“Candi Borobudur berada di Jawa Tengah, di puncak bukit dengan pemandangan di sekitarnya berupa sawah-sawah yang subur dan bukit-bukit. Luas candi Borobudur adalah 123 x 123 m3 yang tersusun atas 1 stupa induk, 72 stupa terawang, dan 504 patung Buddha.”
“Proyek restorasi Borobudur pun dimulai dari tahun 1905 sampai tahun 1910.”
Teks tersebut juga memaparkan suatu fenomena berdarkan fakta dengan tujuan menambah pengetahuan pembaca. Fenomena tersebut juga terjadi secara alami dan melalui jangka waktu yang panjang. Oleh sebab itu, teks tersebut tidak berusaha memengaruhi pembaca dan menjelaskan suatu proses yang alami.
Bacalah teks berikut dan jelaskan mengapa teks tersebut merupakan teks eksplanasi dengan menganalisis ciri-ciri dan strukturnya.
Industri batik di Indonesia tersebar di beberapa daerah di Pulau Jawa yang kemudian menjadi nama dari jenis-jenis batik, seperti batik Pekalongan, batik Yogyakarta, dan batik Cirebon. Setiap batik di daerah tersebut memiliki kekhasan motif masing-masing. Misalnya, batik Pekalongan dikenal dengan motif flora dan fauna yang berwarna-warni, serta desainnya tidak terpaku dengan pakem, seperti pada batik Solo dan Yogyakarta.
Saat ini, industri batik mengalami fluktuasi. Tidak ada industri batik yang dapat bertahan secara terus menerus. Walaupun sempat maju dan berkembang pesat pada tahun1970-an, beberapa industri batik di Jawa mengalami penurunan produksi. Di Yogyakarta misalnya, unit usaha batik tersisa 400 dari yang sebelumnya 1.200 unit. Hal yang sama terjadi di Kabupaten Gunug Kidul, unit usaha batik tulis hanya tersisa 8 unit dari sebelumnya mencapai 107 unit. Akan tetapi, situasi industri batik Pekalongan menunjukkan kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya. Terdapat 1.719 unit usaha batik yang tersebar di tiga kecamatan.
Permasalahan yang dihadapi industri batik di antaranya adalah perkembangan teknologi tekstil yang semakin pesat. Selain itu, kurangnya bahan baku juga ikut memengaruhi produksi batik. Pengusaha batik harus mengimpor bahan baku yang dibutuhkan sehingga biaya produksi jadi meningkat. Peningkatan biaya produksi tersebut berdampak pula pada peningkatan harga jual, sehingga pengusaha terpaksa mengurangi jumlah produksi
Teks Ulasan
Teks ulasan atau teks review adalah teks yang mengandung penilaian yang kritis sebagai bentuk informasi yang bersifat memberikan pertimbangan kepada para calon pembaca atau penikmat atas sebuah karya, seperti film, prosa, buku, bahkan produk, dsb. Karena bersifat memberikan pertimbangan berupa rekomendasi atau pendapat subjektif, setelah membaca teks ulasan, seseorang akan berada pada beberapa kemungkinan, antara lain apakah akan membaca/melihat/menonton karya atau sebaliknya, mengurungkan niatnya.
Dapat dikatakan bahwa teks ulasan juga dikenal dengan teks resensi. Teks ulasan diperlukan sebagai wujud kita dalam mendukung berbagai karya hasil anak bangsa. Selain itu, teks ulasan biasanya ditulis dalam bentuk artikel (artikel ulasan).
Teks ulasan memiliki berbagai ciri sebagai berikut, antara lain
Teks ulasan memiliki struktur yang tersusun atas orientasi, tafsiran, rangkuman serta evaluasi.
Teks mengandung informasi mengenai pandangan penulis yang didasari atas opini yang dilandaskan dengan fakta atas suatu karya atau produk.
Teks ulasan dapat disebut juga dengan teks resensi.
Teks ulasan memiliki beberapa tujuan, antara lain
Menunjukkan keberpihakan penulis terhadap suatau karya. Misalnya, baru-baru ini film “Tilik” menjadi trending topic pada berbagai sosial media. Dari karya ini, berbagai teks ulasan muncul, baik yang pro, maupun kontra.
Memaparkan penilaian dari suatu karya berdasarkan standar atau acuan tertentu. Artinya, dalam memerikan ulasan dari suatu karya, bukan berarti tanpa aturan. Jadi, teks ulasan juga memiliki penilaian pada setiap pembaca: apakah bagus ataukah sebaliknya.
Memberikan bantuan kepada pembaca berupa gambaran umum dari suatu karya. Pada umumnya, seseorang akan mencari berbagai sumber mengenai teks ulasan sebelum
Memberikan informasi secara keseluruhan atas suatu karya kepada pembaca. Pada umumnya, para pembaca mendapatkan sesuatu informasi yang secara tidak sadar tidak didapatkan setelah membaca teks ulasan.
Memberikan kesempatan kepada para pembaca untuk mendiskusikan karya yang telah diulas. Teks ulasan mengundang keinginan pembaca untuk berdiskusi lebih dalam setelah membaca teks ulasan. Dengan begini, terjadilah tukar-tambah argumen sehingga suatu karya dapat dilihat dari berbagai sisi.
Teks ulasan memiliki beragam jenis, antara lain:
Pada teks ulasan jenis ini, sebuah karya atau produk diuraikan dengan tujuan memberikan informasi kepada pembaca. Pada umumnya, jenis teks ulasan ini hanya memaparkan secara umum gambaran dari suatu karya, yang dapat dinilai dari bahasa yang digunakan, yaitu singkat, padat, dan lugas. Selain itu, teks ulasan informatif, biasanya berfokus pada kelebihan dan kekurangan suatu karya atau produk, tanpa diulas lebih lengkap lagi.
Objek dari teks uasan deskriptif biasanya berupa karya sastra. Hal ini disebabkan karya sastra membutuhkan ulasan yang berisi penggambaran sejelas-jelasnya agar sepenuhnya dipahami oleh pembaca.
Jika suatu karya atau produk ingin diberikan suatu kritika dari pandangan tertentu, teks ulasan inilah yang dimaksud. Dengan catatan, penulis sepenuhnya menggunakan daya analisis secara objektif, bukan objektif. Artinya, teks ulasan kritis bersifat tidak memihak pada siapapun dan dapat dijadikan sevagai acuan untuk suatu karya atau produk tertentu.
Agar menjadi sebuah teks ulasan yang baik, teks ulasan memiliki struktur yang terdiri atas:
Orientasi
Bagian ini menjelaskan gambaran umum dari suatu karya atau produk, seprti informasi mendasar dan hal-hal lain yang dapat menambah gambaran umum. Selain itu, penulis juga memberikan pemaparan menganai apa yang akan diulas.
Tafsiran
Bagian ini mengulas topik yan diangkat dengan mendetail. Pada umumnya, yang dibahas berupa keunggulan, keunikan, kualitas, dsb, dari karya atau produk tersebut.
Evaluasi
Pada bagian ini, penulis menuangkan segala pandangannya mengenai karya atau produk yang diulas. Sebelum masuk ke dalam bagian evauasi, tentunya, penulis melakukan tafisran yang mendalam atas karya atau produk tersebut. Hal ini disebabkan oleh penulis akan menuliskan kekurangan dan kelebihannya.
Rangkuman
Bagian ini adalah bagian terakhir pada teks ulasan. Pada bagian ini, penulis sampai pada tahap penulisan simpulan dari ulasan atas suatu karya atau produk. Bagini ini juga biasanya terdapat peniaian akhir penulis apakah karya dapat ditonton ataukah tidak, serta begitu juga dengan produk: apakah direkomendasikan untuk dipakai ataukah tidak.
Identitas Karya
Sumber gambar: wikipedia.org
Judul film: Dilan 1990
Jenis Film: Drama
Produser: Ody Mulya
Pemain utama: Iqbal Ramadhan, Vanesha Prescila
Penulis: Pidi B, Titien Wattimena
Produksi: MAX Pictures
Orientasi:
Sebagai film terfavorit sepanjang masa, film “Dilan 1990” disutradarai oleh Pidi Baik dan Fahar Bustomi, serta diperankan oleh salah satu idola remaja Indonesia, yaitu Iqbal Ramadhan dan Vanesha Prescila. Selain itu, film ini merupakan adapatasi dari novel karangan Pidi Baiq.
Tafsiran: Dilan (Iqbal Ramadhan) bertemu dengan Milea (Vanesha Priscela) pada awa tahun 1990 di salah satu SMA di Bandung. Dengan karakter romantis dan humoris yang dimilikinya, dengan percaya diri, Dilan mendekati Milea sehingga pada akhirnya Milea jatuh cinta padanya. Akan tetapi, kisah cinta mereka diterpa dengan berbagai rintangan, salah satunya adalah Beni, seorang anggota geng motor, dan Kang Adi sering menimbulkan masalah. Namun, Dilan selalu memiliki berbagai cara untuk mengatasinya.
Dapat dikatakan bahwa Dilan adalah seseorang laki-laki yang bad boy, tetapi dengan keunikannya, yaitu karakter romantis, humoris, dan penuh dengan gombalan yang tidak picisan. Di samping itu, Milea merupakan sosok perempuan pendiam, penyayang, dan tentunya sangat cantik, serta dia sangat menaruh perhatiannya terhadap Dilan. Alur cerita sama sekali tidak membuat bosan para penonton karena bumbum-bumbu rayuan Dilan untuk Milea selalu ditunggu-tunggu oleh penonton.
Evaluasi:
Iqbal dan Vanesha dapat memerankan sosok Dilan dan Milea dengan penjiwaan yang sangat baik. Selain itu, alur cerita dapat diterima oleh berbagai kalangan dari mulai ramaja, hingga orang tua karena sama sekali tidak rumit. Selain itu, nuansa cerita yang sangat kental dengan tema SMA, membuat penonton mendapatkan nilai intertektualiatasnya. Namun, sinematografi dan setting pada beberapa bagian dinilai belum optimal dalam merepresentasikan Bandung pada tahun 1990an.
Rekomendasi:
Film ini menceritakan kisah cinta yang unik, lucu, menggelitik, dan menegangkan sehingga lengkap rasanya. Terlebih, secara keseluruhan film ini cocok untuk ditonton oleh berbagai kalangan, kecuali yang masih di bawah umur.
Teks Persuasi
Secara umum, teks Persuasif adalah suatu paragraf yang isinya berupa ajakan atau membujuk pembacanya agar melakukan atau mengikuti apa yang penulis ungkapkan di dalam teks.
Teks ini memiliki beberapa ciri yang berbeda dari teks lainnya, diantaranya sebagai berikut:
1. Berisi data dan fakta
Hal ini dikarenakan tujuan utama dari teks ini adalah untuk mempengaruhi pembaca, sebab itu teks persuasif memiliki alasan-alasan yang kuat disertai dengan data dan fakta.
2. Meyakinkan pembaca
Teks ini berusaha meyakinkan pembacanya untuk melakukan atau mempercayai yang ditulis oleh penulis.
(Baca juga: Pengertian Teks Deskripsi, Beserta Contohnya)
3. Berisi kata-kata ajakan
Teks ini banyak menggunakan kata-kata ajakan seperti ayo, mari, lakukanlah, dan lain-lain.
4. Menghindari konflik
Teks Persuasif biasanya menghindari konflik agar kepercayaan pembacanya tidak hilang dan supaya kesepakatan pendapat antara penulis dan pembaca tercapai. Pendapat ataupun fakta digunakan dalam teks persuasif bertujuan untuk memengaruhi pembaca supaya mengikuti ajakan-ajakannya.
Teks persuasif memiliki tujuan untuk meyakinkan pembaca bahwa ide, gagasan, atau pendapat di dalam teks adalah benar dan terbukti dan juga melaksankan apa yang menjadi ajakan dari ide tersebut.
Mengacu pada tujuan tersebut, maka kata-kata ajakan pun menjadi kunci utama dalam teks persuasif. Kita bisa menemukan itu baik secara tersurat maupun tersirat. Oke, bedanya apa?
Pengertian tersurat adalah penyampaian ajakan secara langsung, sedangkan tersirat adalah penyampaian ajakan secara tidak langsung.
Secara tersurat, teks persuasif menggunakan kata-kata yang dapat diketahui langsung bahwa itu bertujuan untuk melakukan sesuatu. Kata-kata yang sering dipakai misalnya sebaiknya, seharusnya, jangan, hindarilah dan lain-lain.
Secara tersirat, teks ini mengharuskan pembaca untuk menerjemahkan ajakan yang dimaksud dalam teks tersebut. Biasanya ini tersembunyi dan tidak tertulis.
Teks persuasif memiliki tatanan dan urutan dalam penyusunan teksnya. Paragraf pada setiap teks memiliki struktur tersendiri. Berikut beberapa hal yang menunjukkan struktur pada teks persuasif.
1. Pengenalan Isu
Pengenalan isu berupa pengantar atau awalan pada teks yang mengenalkan isu atau permasalahan yang akan dibahas pada teks.
2. Rangkaian Argumen
Rangkaian argumen berupa pendapat-pendapat dari penulis mengenai isu yang dikemukakan sebelumnya. Pada bagian ini juga dikemukakan mengenai data atau fakta yang mendukung argumen tersebut.
3. Pernyataan Ajakan
Pernyataan ajakan berupa kalimat-kalimat dorongan kepada para pembaca untuk melakukan sesuatu. Pernyataan ajakan dapat berupa tersirat maupun tersurat pada teks.
(Baca juga: Pengertian, Ciri dan Struktur Teks Eksplanasi)
4. Penegasan Kembali
Penegasan kembali bertujuan untuk memperkuat pernyataan dan argumen-argumen sebelumnya.
Rokok atau sigaret adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau kering yang telah dicacah. Rokok mengandung banyak bahan kimia, yang dapat membuat perokok tak hanya merasa rileks tetapi juga kecanduan. Sebut saja nikotin, tar, sianida dan banyak lagi.
Banyak orang berpendapat bahwa rokok bisa membuat mood menjadi lebih baik, bisa membuat pikiran lebih konsentrasi, dan sebagainya. Padahal, ini semua hanya ‘kesenangan’ sesaat. Apalagi mengingat bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh rokok. Sejak beberapa tahun terakhir, di setiap bungkusan rokok bahkan telah disertai pesan kesehatan yang memeringatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, seperti jantung koroner, kanker paru, penyakit paru obstruktif dan lainnya. Walaupun imbauan tersebut lebih sering diabaikan.
Tapi, tidak pernah ada kata terlambat untuk membuat hidup lebih baik. Oleh karena dampak negatifnya yang amat besar, dan tentunya bisa merugikan tak hanya diri sendiri tetapi juga orang lain, maka sebaiknya kita menghindari rokok.
Sayangi tidak hanya diri Anda sendiri tetapi juga orang-orang di sekitar Anda. Percayalah bahwa merokok tidak akan pernah membuat hidup Anda lebih sehat. Jangan sampai berbagai penyakit seperti jantung koroner, paru-paru, dan lainnya menggerogoti badan Anda pelan-pelan. Ayo berhenti merokok!
Pengertian Drama Menurut Para Ahli
Menurut Moulton, Drama adalah kisah hidup digambarkan dalam bentuk gerak (disajikan langsung dalam tindakan).
Menurut Balthazar Vallhagen
Drama adalah seni yang menggambarkan alam dan sifat manusia dalam gerakan.
Menurut Ferdinand Brunetierre
Drama adalah seni yang bisa menglahirkan gerakan dan aksi yang bisa dijadikan pertunjukan.
Menurut Budianta
Drama adalah genre sastra yang menunjukkan penampilan fisik secara lisan setiap percakapan atau dialog antara pemimpin di sana.
Menurut Tim Matrix Media Literata
Drama adalah suatu bentuk narasi yang menggambarkan kehidupan dan alam manusia melalui perilaku (akting) yang dipentaskan.
Menurut Seni Handayani
Drama adalah suatu bentuk komposisi berdasarkan dua cabang seni, seni sastra dan seni pertunjukan sehingga drama sendiri dibagi menjadi dua, yaitu drama dalam bentuk teks tertulis dan drama dipentaskan.
Menurut Wildan
Drama adalah komposisi berdasarkan beberapa cabang seni, sehingga drama dibagi menjadi dua, yaitu drama dalam bentuk teks tertulis dan drama dipentaskan.
Menurut Anne Civardi
Drama adalah sebuah kisah yang diceritakan melalui kata-kata dan diperagakan dengan gerakan.
Pengertian Drama Secara Umum
Kata drama dari bahasa Yunani yaitu dromai yang mepunyai makna berbuat, bertindak, dan bergerak melakukan aksi sesuai naskah. Secara umum, drama merupakan suatu karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dan dengan maksud dipertunjukkan oleh aktor.
Pementasan drama sering disebut dengan istilah teater. Drama juga bisa dikatakan sebagai cerita dalam naskah yang diperagakan dalam panggung. Secara umum drama mempunyai dua makna secara sempit dan secara luas.
Drama dalam arti luas adalah suatu pertunjukkan yang mengandung cerita dan dipentaskan di depan khalayak umum. Sedangkan untuk dalam arti sempit yaitu sebuah kisah hidup seseorang yang di ditampilkan di atas panggung yang ditonton oleh kalayak umum.
Sejarah Drama
Drama sudah dijadikan sebuah pertunjukkan yang dipertontonkan nenek moyang dan sekarang juga masih banyak yang meminatinya. Nenek moyang melakukan pertunjukan ini sejak beberapa abad silam. Ada bukti tertulis bahwa drama sudah ada sejak abad ke-5 SM.
Hal ini berdasarkan atas penemuan naskah drama yang ada di Yunani. Yang di tulis oleh Aeschylus diperkiran hidup 525-256 SM. Isi teks naskah drama pertama kali berisi tentang persembahan kepada dewa-dewa.
Jenis-jenis Drama
Dalam drama ada 3 jenis sesuai dengan bentuk strukutrnya, yaitu berdasarkan penyajian kisah drama, berdasarkan sarana, dan berdasarkan keberadaan naskah drama.
Berdasarkan penyajian kisah drama
Tragedi
Dalam drama ini banyak bercerita tentang kesedihan.
Komedi
Dalam drama ini bercerita tentang hal hal yang mengandung kelucuan dengan maksud menghibur
Tragekomedi
Dalam drama ini menceritakan tentang perpaduan drama tragedi dan drama komedi.
Opera
Penyampaian dialog dalam drama ini menggunakan nyanyian atau musik
Melodrama
Penyapaian dialognya dalam drama ini diucapkan dan diiringi dengan suara musik atau lagu.
Farce
Drama ini menyerupai dengan drama dagelan tetapi tidak sepenuhnya sama , ada perbedaan ketika dalam penyampaian.
Tablo
Drama ini lebih dominan dengan melakukan dengan gerak dan para pemainnya tidak mengeluarkan ucapan dialog.
Sendratari
Drama ini penggabungan antara seni drama dan seni tari.
Berdasarkan Dengan Sarana Pementasan
Drama Panggung
Drama yang dimainkan oleh para aktor yang dipentaskan diatas panggung.
Drama radio
Drama ini tidak bisa tonton secara langsung, tetapi hanya bisa didengar oleh penimat.
Drama televisi
Drama ini hampir sama dengan drama panggung, namun tidak bisa diraba dan hanya bisa ditonton saja.
Drama film
Drama ini menggunakan media layar lebar serta biasanya dipertunjukkan di bioskop.
Drama wayang
Drama ini ketika pertunjukan diiringi oleh pagelaran wayang.
Drama boneka
Drama ini seorang tokoh di digambarkan dengan oneka yang dimainkan oleh bebrapa orang.
Jenis drama berdasarkan masanya
Drama tradisional
Drama tradisional adalah drama yang pada umumnya menceritakan tentang kesaktian, kehidupan istana atau kerajaan, kehidupan dewi-dewi, kejadian luar biasa, dll.Pada umumnya drama ini dipentaskan tidak menggunakan naskah.
Drama modern
Drama modern adalah drama yang memiliki tujuan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat yang umumnya bertema kehidupan manusia sehari-hari. Pada umumnya drama ini dipentaskan dengan menggunkan naskah.
Unsur-unsur drama
Tema
merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran tentang suatu hal, salah satunya dalam membuat suatu didalam suatu drama.
Alur
Alur adalah struktur rangkaian kejadian-kejadian dalam sebuah cerita dalam drama yang disusun secara kronologis. pengertian lain adalah rangkaian cerita sejak awal hingga akhir. Alur mengatur bagaimana tindakan-tindakan yang terdapat dalam cerita saling berkaitan satu sama lain
Tokoh
Tokoh adalah pelaku yang mengemban peristiwa dalam suatu drama sehingga peristiwa itu mampu menjalin suatu cerita. Dalam sebuah cerita drama terdiri dari toko utama yaitu sebagai pelaku utama. Tokoh pembantu, yang biasanya berperan sebagai figuran.
Watak
Watak adalah perilaku yang diperankan oleh tokoh dalam sebuah cerita drama. Watak protagonis adalah salah satu jenis watak dan protagonis adalah berwatak baik. Sedangkan watak antagonis merupakan watak yang jahat.
Latar
Latar adalah keterangan mengenai ruang, waktu serta suasana terjadinya peristiwa-peristiwa didalam suatu karya sastra. Pengertian lainnya adalah unsur intrinsik pada karya sastra yang meliputi ruang, waktu serta suasana yang terjadi pada suatu peristiwa didalam sebuah cerita drama.
Amanat
amanat adalah pesan adab yang disampaikan penulis kepada penonton berupa nilai- nilai luhur yang dapat dijadikan pola atau teladan. Penyampaian pesan selalu didasarkan tema dan tujuan yang telah ditetapkan penulis pada dikala menyusun rancangan cerita drama. Dalam sebuah amanat bisa disampaikan dengan melalui peran para tokoh.
Ciri-ciri Drama
1. Seluruh cerita yang ada didalam cerita drama mengadung bentuk dialog. Baik tokoh maupun narrator. Ciri utama pada naskah dialog adalah semua ucapan disusun dalam bentuk teks.
2. Dalam dialog drama tidak menggunakan tanda petik (“…”). Karena dalam dialog drama tidak menggunakan kalimat langsung. Sehingga dalam drama tidak menggunakan tanda petik.
3. Dalam suatu drama diengkapi dengan sebuah petunjuk tertentu yang perlu diperhatikan oleh tokoh pameran yang bersangkutan. Pada umumnya petunjuk ditulis didalam tanda kurung dan bisa juga menggunakan jenis huruf yang berbeda yang tidak ada pada dialog.
4. Naskah drama terletak pada ditas dialaog atau disamping dialog.
Struktur Teks Drama
Dalam sebuah teks drama tersusun 3 struktur yaitu
1. Prolog
Prolog adalah bagian pengantar dari sebuah naskah/cerita drama, biasanya ini digunakan untuk menceritakaan keadaan atau gambaran secara umum dari sebuah cerita.
2. Dialog
Dialog adalah komunikasi antar tokoh atau pemain yang terjadi dalam sebuah drama, pada umumnya dilakukan oleh dua orang atau lebih.
3. Epilog
Epilog adalah bagian penutup dari sebuah naskah/cerita drama, biasanya ini berisi kesimpulan, simpulan dan pesan yang bisa diambil dari cerita drama tersebut.
Tujuan Drama
1. Untuk membahagiakan sekaligus menghibur intruksi untuk para penonton.
2. Memperoleh suatu pengetahuan, pengalaman, pengetahuan seni keindahan.
3. Untuk menghibur santai dan pengalaman mengenai estetika.
Manfaat Drama
1. Membentuk kersa sama yang baik dalam sebuah pergaulan sosial.
2. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melahirkan daya kreasi bagian setiap orang.
3. Mengembangkan emosi yang sehat untuk pada anakanakagar dapat melahirkan daya kreasi.
4. Dapat menghilangkan rasa malu, gugup, takut yang terdapat pada didri seseorang.
5. Mengembangkan sifat dan sikap percaya diri untuk tampil didepan orang banyak.
6. Mengharagai pendapat dan pikiran seseorang dengan cara baik.
BUKU FIKSI DAN NON FIKSI
PENGERTIAN FIKSI
Teks cerita fiksi adalah suatu karya sastra yang berisi cerita rekaan, yang didasari imajinasi pengarangnya ( bukan kejadian nyata ), dan hanya berdasarkan angan angan fantasi pengarang.
STRUKTUR FIKSI
Struktur teks cerita fiksi tak jauh berbeda dengan struktur cerpen. Dimana struktur cerita fiksi terdiri dari 6 unsur berikut
1. abstrak, bagian ini adalah bagian opsi, yang boleh ada dan boleh tidak ada dan bagian ini juga menjadi suatu inti dari sebuah karangan teks cerita fiksi
2. orientasi, bagian ini berisi tentang pengenalan tokoh yang terlibat dalam cerita dan bagian ini pula yang menjadi bagian awal dari penjelasan dari teks cerita fiksi di sebuah novel
3. komplikasi, pada bagian ini saat saat dimulainya suatu permasalahan ( munculnya masalah) dari tesk cerita fiksi dan menjadi daya tarik tersendiri pembaca pada sebuah novel
4. evaluasi, pada bagian ini jika dalam teks novel adalah bagian pemecahan masalah atau penyelesaian masalah yang sedang di hadapi oleh para tokoh.
5. resolusi, pada bagianini merupakan suatu inti pemecahan masalah dari masalah masalah yang di hadapi tokoh, dan menjadi akhir penyelesaian masalah pakah dapat berakhir dengan baik atau pun berakhir dengan tidak baik
6. koda atau reorientasi, merupakan akhir cerita yang berisi kesimpulan suatu cerita dan menjadi penutup yang berisi amanat dan pesan moral yang dapat di petik atau di teladani dari teks cerita fiksi.
CIRI CIRI BUKU FIKSI
Bersifat rekaan atau imajinasi
Menggunakan bahasa yang konotatif atau tidsk sebenarnya
Tida mempunyai sistematika yang baku
Memiliki pesan moral atau amanat yang disampaikan kepada pembaca
Ketika dibaca ceritanya membuat pembaca menjadi merasakan yang sedang diceritakan.
KAIDAH KEBAHASAAN BUKU FIKSI
1. menggunakan perumpamaan yang sering digunakan untuk membandingkan sebuah benda atau yang seing disebut juga dengan METAFORA
2. menggunakan kata ganti trtentu dan gaya bahasa yang digunakan memiliki pertalian yang kuat atau sering disebut juga dengan METONIMIA
3. menggunakan persamaan atau SIMILE, yang digunkan sebagai pendamping yang menyataka sesuatu hal lainya.
PENGERTIAN BUKU NON FIKSI
Cerita non fiksi adalah cerita yang di buat berdasarkan fakta yang benar benar terjadi di kehidupan sehari hari. Dengan kata lain cerita non fiksi adalah cerita yang benar terjadi buakan imajinasi pengarang. Sehingga semua hal yang dituliskan benar terjadi dalam kehidupan sehari hari dan bukan rekaan.
Perbedaan fiksi dan non fiksi terletak pada imajener atau fakta dan tidak fakta (rekaan), namun dengan perbedaan tersebut tidak mengubah gaya bahasa yang digunakan dalam pembuatan cerita. Bahasa yang di gunakan bersifat denotative yang mengarang pada pengertian yang terbatas.
STRUKTUR NON FIKSI
Struktur non fiksi hamper sama dengan struktur novel yaitu ada 3 struktur sebagai berikut
1. orientasi, , bagian ini berisi tentang pengenalan tokoh yang terlibat dalam cerita dan bagian ini pula yang menjadi bagian awal dari penjelasan dari teks cerita fiksi di sebuah novel
2. urutan peristiwa, berisi urutan peristiwa yang terjadi dala cerita mulai dari awal permasalahan sampai akhir permasalahan.
3. reorientasi, merupakan akhir cerita yang berisi kesimpulan suatu cerita dan menjadi penutup yang berisi amanat dan pesan moral yang dapat di petik atau di teladani dari teks cerita fiksi.
CIRI CIRI BUKU NON FIKSI
1. menyajikan temuan baru atau menyajikan temuan yang sudah ada namu di perbarui menggunakan fakta yang ditemukan kembali
2. ide yang tertulis secara jelas da sistematis
3. menggunakan istilah asing yang kadang dicampur seperti handphone, gadget.
KAIDAH KEBAHASAAN BUKU NON FIKSI
a. menggukan kata baku yang terkesan resmi dan formal
b. cerita yang dituliskan terkesan santai cerita demi cerita yang terjadi dikrehidupan sehari hari
c. mengukakan kat asing dan kata yang belum termasuk kata serapan
LANGKAH LANGKAH MENGANALISIS BUKU FIKSI DAN NON FIKSI
a. membaca teks ulang dalam buku
b. memahami teks dala buku
c. menyimpulkan amanat yang tersirat ataupun tersurat
Indeks
Adanya indeks buku tentu tak lepas dari fungsi adanya unsur tersebut di dalam buku. Lalu apa fungsi dari indeks buku? Menurut M. Musfiqon di dalam bukunya yang berjudul Menjadi Penulis Hebat (2016), indeks buku pada dasarnya menjadi hal yang wajib ada atau wajib tercantum di dalam buku.
Akan tetapi memang tak semua buku memiliki indeks buku. Ada beberapa buku yang memang dirasa tidak lazim atau tidak umum menggunakan indeks di dalam penulisannya. Contoh buku yang tidak lazim atau tidak umum dalam menggunakan indeks buku adalah buku novel atau cerpen.
Mengapa demikian? Hal ini karena di dalam buku novel atau cerpen biasanya tidak termuat daftar istilah baru atau nama tokoh yang harus dijelaskan siapa identitasnya karena sudah dapat dipahami di dalam isi buku. Sehingga biasanya indeks buku hanya dijumpai atau ada di dalam buku referensi atau buku ilmiah saja.
Pada dasarnya, ada dua fungsi utama adanya indeks buku. Yang pertama adalah membantu mencari kata atau istilah penting di dalam suatu buku dan yang kedua indeks buku berfungsi untuk memudahkan pembaca dalam mencari berbagai istilah yang ada di dalam daftar pustaka.
Akan tetapi, indeks buku memiliki fungsi lainnya lagi seperti yang akan disebutkan di bawah ini.
Adanya indeks buku membantu pembaca agar dapat memindai daftar kata atau istilah yang ingin dicari. Karena di dalam indeks buku, terdapat daftar istilah atau daftar kata dan juga daftar tokoh, sehingga pembaca hanya perlu membuka halaman indeks buku untuk mengetahui suatu istilah tertentu atau tokoh tertentu yang ada di dalam buku.
Dengan demikian, maka pembaca akan lebih mudah dalam menemukan suatu topik pembicaraan.
Karena indeks buku berisi daftar istilah atau daftar kata dan juga daftar tokoh, maka adanya indeks buku ini mempermudah pembaca lebih mudah memahami istilah atau arti kata yang belum dipahami dalam istilah tertentu.
Selain itu, indeks buku juga dapat membantu pembaca dalam menemukan atau mendapatkan berbagai informasi baru yang sebelumnya belum pernah diketahui di dalam buku tersebut karena dengan membuka indeks buku, maka Anda akan mendapatkan informasi baru dan mudah dalam menemukannya.
Terakhir, fungsi dari indeks buku adalah agar pembaca yang ingin mencari topik, istilah, nama, atau kata tertentu di dalam buku tersebut dapat menemukannya dengan cepat karena adanya indeks buku yang nantinya dapat menunjukkan di mana letak bahan baik itu topik, istilah, nama, atau kata yang dicari.
Perlu diketahui, selain memahami fungsi indeks buku Anda juga harus memahami bahwa indeks yang terdapat di dalam buku yang fungsinya memudahkan Anda untuk menemukan informasi atau mencari kata kunci tertentu dengan cepat tanpa Anda perlu membaca buku secara menyeluruh.
Sama halnya seperti database, indeks atau index ini merupakan program yang sifatnya database yang digunakan untuk menemukan data pada suatu tabel tanpa menelusuri keseluruhan tabel. Sehingga satu indeks di dalam suatu buku pasti berisi daftar istilah dengan angka halaman yang isinya mengenai masing-masing kata atau istilah yang dimuat di dalamnya.
Satu indeks buku di suatu database tersebut digunakan untuk daftar data tertentu dari tabel yang lokasi penyimpanan baris di dalam tabel berisi masing-masing nilai yang termuat di dalamnya. Indeks ini pada dasarnya bisa diciptakan di mana pun suatu kolom atau kombinasi dari kolom tabel dan juga buku.
Biasanya, di satu indeks berisi masukan dengan satu atau lebih kolom yang berisi kata kunci pencarian dan dari masing-masing baris pada suatu tabel. Daftar istilah tersebut disortir di data pencarian dan Anda dapat menemukan istilah yang ingin Anda ketahui secara efisien di setiap subscen terdepan pada kata kunci pencarian.
Selain memiliki fungsi, indeks buku juga memiliki tujuan. Dari fungsi yang sudah dijelaskan di atas bahwa indeks buku memiliki berbagai fungsi mulai dari sebagai alat baca memindai, dapat mempermudah pembaca memahami arti kata, dapat membantu menemukan dan juga mendapatkan berbagai informasi di dalam buku, hingga membantu mempercepat pembaca menemukan topik, istilah, dan nama, atau kata.
Sehingga artinya, tujuan dari indeks buku ini adalah agar para pembaca bisa menandai bacaan sebelumnya agar pembaca kemudian dapat melanjutkan membaca kembali bacaan sebelumnya. Dengan demikian, maka pembaca akan lebih cepat memindai dan mendapatkan bacaan yang selanjutnya akan Anda baca.
Dengan adanya indeks buku, maka Anda sebagai pembaca sudah mengetahui berbagai poin penting dalam penyusunan buku yang dibaca.
Di dalam indeks buku, termuat daftar istilah atau daftar kata atau bahkan daftar tokoh yang penting di dalam isi buku. Dengan demikian, maka artinya indeks buku memiliki bagian-bagian yang di dalamnya berisi mengenai detail topik atau pembahasan tersebut berada.
Berikut adalah beberapa bagian yang membangun indeks buku dan harus ada di dalam indeks buku yang perlu Anda ketahui.
Indeks nama atau indeks pengarang merupakan indeks yang dapat ditentukan di dalam sebuah bentuk indeks atau di dalam nama grup. Artinya, indeks nama ini merupakan susunan atau kumpulan dari berbagai nama orang di dalam sebuah indeks.
Perincian indeks topik merupakan istilah yang digunakan atau topik yang digunakan yang kaitannya adalah dengan topik yang berada arau digunakan di dalam buku di dalam indeks topik. Dapat diartikan juga bahwa indeks topik berkaitan dengan sebuah subjek yang ada di dalam sebuah indeks topik.
Indeks topik merupakan suatu kumpulan dari subjek atau sebuah istilah yang disusun berdasarkan abjad yang istilah yang ada di dalamnya berada di dalam buku atau bersangkutan dengan isi buku tersebut. Misalnya di dalam buku geografi, indeks topik yang ada biasanya merupakan berbagai istilah yang kaitannya dengan ilmu geografi.
Bagian terakhir dari indeks topik adalah nomor halaman. Nomor halaman merupakan direktori buku yang merujuk ke dalam nomor halaman yang memiliki terminologi. Maksudnya, di dalam nomor halaman ini berisi bagian indeks buku yang menunjukkan di mana kata-kata atau berbagai istilah di dalam indeks buku tersebut berada.
Perlu diketahui, indeks buku dibedakan menjadi 2 macam bentuk. Yang pertama adalah indeks subjek dan yang kedua merupakan indeks pengarang. Kedua jenis indeks buku tersebut memiliki pengertian dan fungsi yang berbeda. Berikut penjelasan mengenai perbedaan dari jenis-jenis indeks buku tersebut.
Indeks subjek merupakan isi dari daftar istilah yang ada pada sebuah buku.
Yang kedua adalah indeks pengarang. Indeks pengarang merupakan indeks yang berisi mengenai daftar nama pengarang atau daftar nama tokoh yang pendapat atau teorinya dimuat dan juga dikutip di dalam buku yang Anda baca tersebut.
Dari penjelasan tersebut, maka dengan mudah dipahami bahwa jenis indeks buku yang terbagi atas 2 macam indeks buku, yakni indeks subjek dan juga indeks pengarang memiliki pengertian dan juga fungsi yang berbeda.
Jika indeks subjek merupakan indeks yang berisi daftar istilah yang dimuat di dalam sebuah buku, berbeda dengan indeks pengarang yang merupakan bentuk indeks yang berisi mengenai daftar nama pengarang atau daftar nama tokoh yang teori atau pendapatnya dikutip dan digunakan di dalam buku tersebut.
A
accuracy, 190
afiksasi nol 195
ajakan 356
akronim 122
aksen 4, 84, 86
audio lingual method 211, 213, 214, 216, 218, 221,223
aktivitas, 122,124,126,131
aku sertaan, 78
aku tak sertaan, 78
alat ucap 47
alofon 26, 27, 53, 60, 72
alomorf 226, 242
Anafora, 44, 417, 430
Analogi, 31, 228
anteseden, 417
assess the outcome 193
B
background 134
best Practices 188,198
bibliografi, 13
breadth 187, 188, 190, 194, 195
bahasa Indonesia 1
bahasa kedua 2
bahasa nasional, 15, 23
bahasa nusantara purba, 3
bahasa pertama 1
bahasa resmi, 22
bahasa tona, 55
benefaktif, 345
C
clarity 187,188, 190, 194,195
cooperative learning 163,164,165, 168,171,172,173
create a schedule 192
creating 189
creative thinking 194
critical thinking 194
D
depth 187,188,190,194,195
design a plan for the project 191
design research 150,153,154,159,162
diasistem 57
E
eksperimen semu 133
evaluate the experience 194
epidemiologi 86
epiglotis 67
epistemologi 88, 99, 124
G
grammar reported speech 164
H
handphone 14,120
honesty 187,188,190,194,195
I
implication 187,188,190,194,195
independent sample t-test 133
interpersonal 125
K
kolaboratif 176,180
L
learning society 190
lesson study 174,175,176,177,179,180, 181,183,184,185,186
logic 187,188,190,194,195
M
main product revision 113
mobile learning 113,114,115,117, 118, 119,120,121
model jigsaw 163,164,165,167,168, 169,1770,171
monitoring 189
O
ornamen 134
P
pembelajaran proyek 187,188, 189,190,198
pendongeng 134
pembakuan 11
penelitian deskriptif 190
penutur 1, 4
perubahan tingkah laku 167
persebaran 2
pilot experiment 154,159
planning 189
PMRI 150,151,152,153,158,160
portable 114
posttest 134,135
precision 187,188,190,194,195
pretest-post-test group 135
processing 189 puzzle 151,152
R
ragam 3
rekaman performansi 135
relevance 187,188,190,194,195
reported speech 163,164,167,170
RME 151,152,168
S
satuan petak 151
self regulated thinking 194
soft skill 174,175, 186
T
Tangram berpetak 150,151,152, 154,155,156,159
tata bahasa 18
tata bunyi 56
teaching experiment 150,153,154,159
tokoh flanel 137,138
two stay three stray 187,188
W
wayang karton 134,140
Abadi Husnu, 101
Abdillah, A. Hamid, 31
Abeba, A. Aris, 3
Achmad, Sri Wintala, 222
Achmad Buchori 113
Ahmad, Dewantoro, 54
Anis Dwi Winarsih 122
Bachri, Sutardji Calzoum, 233
Balada 62
Chudori, Leila S., 101
Copluka, Kontrata M., 81
Dian Husni, 121
Dina Prasetyowati 113
Donggo, A.D., 8
Ekarini Saraswati 174
Elvy Rachmanita 133
Gantang, I Gusti Putu Bawa Samar, 106
Harrison, George 2 : 41
Harrison, John 11 : 20
Harry Aveling 1 : 112
Harry S. Truman 4 : 94
Harsaja, R.A.S 8 : 101
Harsanyi, John C. 11 : 35
J.S. Badudu 40
Kartinah 113
Khoirul Anwar 141
Leila Chudori S., 101
Lathifah Iramawaty 141
Lia Puspasari 150
Niken Sholi Indrianie 163
Purwati Anggraini 174
Rasiman 113
Roimil Latifa 187
Rr. Eko Susetyarini 187
Somakim 150
Sri Wahyuni 187
Sugiarti 174
Sutardji Bachri 31
Titin Rustini 201
Toto Sudarto Bachtiar 43
Widias, Montella, 140
Yuni Lestari 211
Zulkardi 150
Artikel Terkait:
Bagaimana Mengatur Margin Buku A5?
Cara Mengatur Margin di Microdoft Word
Jenis-Jenis Ukuran Buku yang Biasa Digunakan
6 Identitas Buku di Penerbit Buku
Tahukah Anda bahwa salah satu cara untuk meningkatkan poin KUM adalah menerbitkan buku. Aturan ini tertuang dalam PO PAK 2019.
Sayangnya, kesibukan dalam mengajar, membuat dosen lupa dengan kewajiban lainnya yaitu mengembangkan karir. Maka dari itu, Penerbit Deepublish hadir untuk membantu para dosen meningkatkan poin KUM dengan menerbitkan buku.
Kunjungi halaman Daftar Menerbitkan Buku, agar konsultan kami dapat segera menghubungi Anda.
Selain itu, kami juga mempunyai E-book Gratis Panduan Menerbitkan Buku yang bisa membantu Anda dalam menyusun buku. Berikut pilihan E-Book Gratis yang bisa Anda dapatkan:
Download Ebook Gratis: Pedoman Menulis Buku tanpa Plagiarisme
Download Ebook Gratis: Panduan Menulis Buku Ajar (Versi Cepat Paham)
Salmaa
sharing and optimazing
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *
Komentar *
Nama *
Email *
Situs Web
Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.
Share :
Pentingnya Konsultasi Menulis Sebelum Menerbitkan Buku
11 Tips Mengubah Skripsi/Tesis/Disertasi Menjadi Buku
Mau Menulis Buku Referensi dari Hasil Penelitian? Ini Syaratnya
Cara Menulis Footnote: Ketentuan dan Contoh
Cara Menulis Daftar Pustaka Dari Jurnal dan Contohnya
Mudah, Cara Membuat Novel Kisah Sendiri yang Banyak Diminati
Artikel Lainnya
Pentingnya Konsultasi Menulis Sebelum Menerbitkan Buku
11 Tips Mengubah Skripsi/Tesis/Disertasi Menjadi Buku
Mau Menulis Buku Referensi Dari Hasil Penelitian? Ini Syaratnya
Cara Menulis Footnote: Ketentuan Dan Contoh
Cara Menulis Daftar Pustaka Dari Jurnal Dan Contohnya
E-Book Gratis
Penelitian Komparatif: Pengertian, Cara Menyusun Dan Contoh Lengkap
Ketentuan Dan Syarat Penyusunan Disertasi Yang Wajib Diketahui
Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang
Penerbit Deepublish adalah penerbit buku yang memfokuskan penerbitannya dalam bidang pendidikan, pernah meraih penghargaan sebagai Penerbit Terbaik pada Tahun 2017 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI).
Kritik/Saran Pelayanan : 0811- 2846 – 130
Service
About
Alamat Kantor
Jl.Rajawali G. Elang 6 No 3 RT/RW 005/033, Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I Yogyakarta 55581
Telp/Fax kantor : (0274) 283-6082
E1 Marketing : adminkonsultan@deepublish.co.id
E2 Marketing : cs@deepublish.co.id
© 2022 All rights reserved | Penerbit Buku Deepublish - CV. Budi Utama