Teks Eksplanasi
TEKS EKSPLANASI
Teks eksplanasi merupakan teks yang menjelaskan sebab akibat suatu fenomena, baik itu peristiwa alam, ilmu pengetahuan, sosial, budaya, dan lainnya. Teks eksplanasi berisi fakta yang dapat menjawab pertanyaan tentang “bagaimana” dan “mengapa” suatu fenomena terjadi.
Oleh sebab itu, tujuan utama teks eksplanasi adalah untuk memaparkan proses dan sebab terjadinya suatu fenomena. Penjelasan yang dipaparkan dalam teks eksplanasi berdasarkan bidang keilmuan (bersifat ilmiah) yang mengacu pada fakta, realita, teori, dan hasil penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan.
Teks eksplanasi tersusun atas suatu struktur yang memudahkan kita dalam memahami isi teks. Adapun struktur teks eksplanasi adalah sebagai berikut.
Pernyataan umum
Bagian ini menjelaskan mengenai latar belakang dan tinjauan umum topik yang dapat berupa definisi, klasifikasi, sejarah, dan asal usul. Bagian dalam teks ini berupa gambaran secara umum tentang apa, mengapa, dan bagaimana proses peristiwa alam terjadi.
Deretan penjelas
Pada bagian ini berisi perincian proses atau sebab terjadinya suatu fenomena yang juga mencakup akibat dan dampak yang ditimbulkan.
Interpretasi
Bagian ini berisi penafsiran penulis mengenai topik dengan perspektif tertentu yang lebih luas dan menyeluruh, serta menjelaskan korelasi peristiwa yang menyertainya.
Simpulan
Pada bagian akhir teks terdapat tanggapan penulis dalam menyikapi fenomena berupa pernyataan reflektif yang bersifat umum.
Pembahasan dalam teks eksplanasi menggunakan konteks ilmiah melalui pemaparan sejarah, definisi, klasifikasi, dan kebiasaan. Informasi tersebut dapat berupa fakta-fakta empiris, data statistik, dan rangkaian peristiwa yang menjelaskan korelasi antaraspek dan antarperistiwa dalam teks. Berikut ciri-ciri atau karakteristik teks eksplanasi yang dapat memudahkan kita untuk membedakan antara teks eksplanasi dengan teks lainnya.
Ilmiah
Fenomena yang dijelaskan dalam teks eksplanasi berdasarkan konteks ilmiah, yaitu berupa fakta, realita, teori, dan penelitian. Penjelasan tersebut dapat berupa sejarah, klasifikasi, atau definisi.
Logis
Penjelasan fenomena dalam teks eksplanasi bersifat logis dan teoretis.
Objektif
Penjelasan dalam teks dapat disertai argumen yang bersifat objektif dengan didukung teori yang relevan, sehingga dapat pula dijadikan rujukan yang valid.
Bukan teks eksposisi
Teks eksplanasi tidak bertujuan memengaruhi pembaca, tetapi memaparkan fakta berdasarkan bidang keilmuan.
Bukan teks prosedur
Teks eksplanasi menjelaskan proses yang alami, tidak disadari, dan melalui jangka waktu yang panjang.
Teks eksplanasi menjelaskan secara ilmiah proses dan sebab terjadinya suatu fenomena dengan menggunakan ragam bahasa baku yang bersifat universal. Pemaparan informasi dalam teks eksplanasi mudah dimengerti pembaca umum atau tidak terbatas pada kalangan tertentu saja. Oleh sebab itu, penulisan dan penggunaan kata dalam teks eksplanasi harus sesuai dengan PUEBI. Berikut ciri kaidah kebahasaan teks eksplanasi.
Kopula
Kata ini digunakan untuk menjelaskan definisi kata, istilah, atau konsep yang berkaitan dengan suatu fenomena. Misalnya, merupakan dalam kalimat Indonesia merupakan negara kepulauan.
Kata kerja aktif
Kata ini kerap digunakan pada bagian deretan penjelas, sebab bertujuan menjelaskan sebab dan proses, sehingga subjek (fenomena) berperan sebagai tujuan dari suatu perbuatan atau peristiwa tertentu.
Konjungsi
Konjungsi yang digunakan menjelaskan hubungan sebab akibat dan hubungan kronologi terjadinya suatu fenomena. Misalnya, jika, bila, sehingga, sebelum, pertama, dan kemudian.
Keterangan waktu
Kata ini digunakan untuk menjelaskan waktu terjadinya suatu fenomena.
Istilah ilmiah
Istilah ilmiah yang sesuai konteks kerap digunakan untuk memperjelas definisi, hubungan sebab akibat, ataupun kronologi terjadinya suatu fenomena.
Kata ganti benda
Subjek yang dijelaskan menggunakan kata ganti benda (nonpersona), seperti itu, ini, dan tersebut. Teks eksplanasi juga hanya fokus pada hal umum, seperti gempa bumi, banjir, hujan, dan udara.
Dalam membuat teks eksplanasi, kita dapat menggunakan dua pola pengembangan, yaitu pola pengembangan sebab akibat dan pola pengembangan proses. Berikut langkah-langkah menulis teks eksplanasi.
Menentukan topik yang menarik
Tentukan fenomena alam, sosial, atau budaya yang ingin kamu sajikan. Misalnya proses terjadinya pasang surut air laut.
Membuat rancangan kerangka/teks
Buatlah kerangka karangan berdasarkan struktur teks eksplanasi, yaitu identifikasi fenomena, penggambaran rangkaian kejadian, dan ulasan.
Mengumpulkan referensi
Cantumkan fakta dan data yang kamu kumpulkan pada bagian penggambaran rangkaian kejadian.
Mengembangkan teks
Kembangkan kerangka karangan hingga menjadi teks eksplanasi yang utuh.
Menyunting teks
Periksa dan baca kembali teks yang telah kamu buat. Suntinglah jika ada ada kalimat yang tidak sesuai atau kesalahan dalam penulisan.
Bacalah contoh teks eksplanasi berikut untuk memudahkanmu dalam memahami karakteristik teks eksplanasi.
Sumber gambar: lonelyplanet.com
Candi Borobudur merupakan bangunan bersejarah Buddha terbesar di Dunia. Candi Borobudur sudah dibangun jauh sebelum Angkor Wat di Kamboja dan katedral-katedral agung di Eropa. Candi ini dibangun pada tahun 824 M, yaitu masa Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra. Kini, Candi Borobudur menjadi tempat ziarah umat Buddha dari berbagai negara seperti China, India, Tibet, dan Kamboja.
Candi Borobudur berada di Jawa Tengah, di puncak bukit dengan pemandangan di sekitarnya berupa sawah-sawah yang subur dan bukit-bukit. Luas candi Borobudur adalah 123 x 123 m3 yang tersusun atas 1 stupa induk, 72 stupa terawang, dan 504 patung Buddha. Selain itu, ada pula 2672 panel relief yang jika disusun berjajar bisa mencapai 6 km.
Pada 1814, Sir Thomas Stamford Raffles menemukan Candi Borobudur dalam kondisi rusak. Ia mengusulkan agar candi tersebut dibersihkan dan dilakukan pemugaran. Proyek restorasi Borobudur pun dimulai dari tahun 1905 sampai tahun 1910. Kemudian dengan bantuan UNESCO, restorasi kedua dilaksanakan pada bulan Agusutus 1913 sampai tahun 1983. Pada 1991, Borobudur ditetapkan sebagai warisan dunia. Keindahan dan kemegahan Candi Borobudur menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Candi Borobudur juga menjadi salah satu destinasi wajib jika berkunjung ke Yogyakarta.
Dapatkah kamu memahami dan mengidentifikasi isi teks tersebut? Mengapa teks tersebut termasuk ke dalam teks eksplanasi? Teks tersebut termasuk teks eksplanasi karena menjelaskan suatu peristiwa, yaitu terbentuknya Candi Borobudur. Berikut penjelasannya berdasarkan struktur dan ciri-ciri teks eksplanasi.
Struktur teks eksplanasi
Berdasarkan strukturnya, teks eksplanasi diawali dengan pernyataan umum. Pada teks tersebut, di awal paragraf dijelaskan secara umum mengenai Candi Borobudur.
“Candi Borobudur merupakan bangunan bersejarah Buddha terbesar di Dunia. Candi Borobudur sudah dibangun jauh sebelum Angkor Wat di Kamboja dan katedral-katedral agung di Eropa.”
Kemudian, teks dilanjutkan dengan deretan penjelas yang berisi perincian bentuk dan hal yang terjadi pada Candi Borobudur.
“Candi Borobudur berada di Jawa Tengah, di puncak bukit dengan pemandangan di sekitarnya berupa sawah-sawah yang subur dan bukit-bukit. Luas candi Borobudur adalah 123 x 123 m3 yang tersusun atas 1 stupa induk, 72 stupa terawang, dan 504 patung Buddha.”
“Pada 1814, Sir Thomas Stamford Raffles menemukan Candi Borobudur dalam kondisi rusak. Ia mengusulkan agar candi tersebut dibersihkan dan dilakukan pemugaran.”
Teks pun ditutup dengan bagian interpretasi/penafsiran dan simpulan dari pertanyaan utama, yaitu mengapa Candi Borobudur menjadi warisan dunia.
“Pada 1991, Borobudur ditetapkan sebagai warisan dunia. Keindahan dan kemegahan Candi Borobudur menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Candi Borobudur juga menjadi salah satu destinasi wajib jika berkunjung ke Yogyakarta.”
Ciri-ciri teks eksplanasi
Fenomena yang dijelaskan dalam teks tersebut berdasarkan konteks ilmiah, yaitu berupa fakta tentang terbentuknya suatu candi yang megah sejak ratusan tahun lalu. Teks tersebut juga bersifat logis atau masuk akal dan objektif dengan didukung teori yang relevan. Hal ini dibuktikan dengan adanya keterangan waktu dan tempat.
“Candi Borobudur berada di Jawa Tengah, di puncak bukit dengan pemandangan di sekitarnya berupa sawah-sawah yang subur dan bukit-bukit. Luas candi Borobudur adalah 123 x 123 m3 yang tersusun atas 1 stupa induk, 72 stupa terawang, dan 504 patung Buddha.”
“Proyek restorasi Borobudur pun dimulai dari tahun 1905 sampai tahun 1910.”
Teks tersebut juga memaparkan suatu fenomena berdarkan fakta dengan tujuan menambah pengetahuan pembaca. Fenomena tersebut juga terjadi secara alami dan melalui jangka waktu yang panjang. Oleh sebab itu, teks tersebut tidak berusaha memengaruhi pembaca dan menjelaskan suatu proses yang alami.
Bacalah teks berikut dan jelaskan mengapa teks tersebut merupakan teks eksplanasi dengan menganalisis ciri-ciri dan strukturnya.
Industri batik di Indonesia tersebar di beberapa daerah di Pulau Jawa yang kemudian menjadi nama dari jenis-jenis batik, seperti batik Pekalongan, batik Yogyakarta, dan batik Cirebon. Setiap batik di daerah tersebut memiliki kekhasan motif masing-masing. Misalnya, batik Pekalongan dikenal dengan motif flora dan fauna yang berwarna-warni, serta desainnya tidak terpaku dengan pakem, seperti pada batik Solo dan Yogyakarta.
Saat ini, industri batik mengalami fluktuasi. Tidak ada industri batik yang dapat bertahan secara terus menerus. Walaupun sempat maju dan berkembang pesat pada tahun1970-an, beberapa industri batik di Jawa mengalami penurunan produksi. Di Yogyakarta misalnya, unit usaha batik tersisa 400 dari yang sebelumnya 1.200 unit. Hal yang sama terjadi di Kabupaten Gunug Kidul, unit usaha batik tulis hanya tersisa 8 unit dari sebelumnya mencapai 107 unit. Akan tetapi, situasi industri batik Pekalongan menunjukkan kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya. Terdapat 1.719 unit usaha batik yang tersebar di tiga kecamatan.
Permasalahan yang dihadapi industri batik di antaranya adalah perkembangan teknologi tekstil yang semakin pesat. Selain itu, kurangnya bahan baku juga ikut memengaruhi produksi batik. Pengusaha batik harus mengimpor bahan baku yang dibutuhkan sehingga biaya produksi jadi meningkat. Peningkatan biaya produksi tersebut berdampak pula pada peningkatan harga jual, sehingga pengusaha terpaksa mengurangi jumlah produksi
Teks Eksplanasi
Teks Ulasan
Teks ulasan atau teks review adalah teks yang mengandung penilaian yang kritis sebagai bentuk informasi yang bersifat memberikan pertimbangan kepada para calon pembaca atau penikmat atas sebuah karya, seperti film, prosa, buku, bahkan produk, dsb. Karena bersifat memberikan pertimbangan berupa rekomendasi atau pendapat subjektif, setelah membaca teks ulasan, seseorang akan berada pada beberapa kemungkinan, antara lain apakah akan membaca/melihat/menonton karya atau sebaliknya, mengurungkan niatnya.
Dapat dikatakan bahwa teks ulasan juga dikenal dengan teks resensi. Teks ulasan diperlukan sebagai wujud kita dalam mendukung berbagai karya hasil anak bangsa. Selain itu, teks ulasan biasanya ditulis dalam bentuk artikel (artikel ulasan).
Teks ulasan memiliki berbagai ciri sebagai berikut, antara lain
Teks ulasan memiliki struktur yang tersusun atas orientasi, tafsiran, rangkuman serta evaluasi.
Teks mengandung informasi mengenai pandangan penulis yang didasari atas opini yang dilandaskan dengan fakta atas suatu karya atau produk.
Teks ulasan dapat disebut juga dengan teks resensi.
Teks ulasan memiliki beberapa tujuan, antara lain
Menunjukkan keberpihakan penulis terhadap suatau karya. Misalnya, baru-baru ini film “Tilik” menjadi trending topic pada berbagai sosial media. Dari karya ini, berbagai teks ulasan muncul, baik yang pro, maupun kontra.
Memaparkan penilaian dari suatu karya berdasarkan standar atau acuan tertentu. Artinya, dalam memerikan ulasan dari suatu karya, bukan berarti tanpa aturan. Jadi, teks ulasan juga memiliki penilaian pada setiap pembaca: apakah bagus ataukah sebaliknya.
Memberikan bantuan kepada pembaca berupa gambaran umum dari suatu karya. Pada umumnya, seseorang akan mencari berbagai sumber mengenai teks ulasan sebelum
Memberikan informasi secara keseluruhan atas suatu karya kepada pembaca. Pada umumnya, para pembaca mendapatkan sesuatu informasi yang secara tidak sadar tidak didapatkan setelah membaca teks ulasan.
Memberikan kesempatan kepada para pembaca untuk mendiskusikan karya yang telah diulas. Teks ulasan mengundang keinginan pembaca untuk berdiskusi lebih dalam setelah membaca teks ulasan. Dengan begini, terjadilah tukar-tambah argumen sehingga suatu karya dapat dilihat dari berbagai sisi.
Teks ulasan memiliki beragam jenis, antara lain:
Pada teks ulasan jenis ini, sebuah karya atau produk diuraikan dengan tujuan memberikan informasi kepada pembaca. Pada umumnya, jenis teks ulasan ini hanya memaparkan secara umum gambaran dari suatu karya, yang dapat dinilai dari bahasa yang digunakan, yaitu singkat, padat, dan lugas. Selain itu, teks ulasan informatif, biasanya berfokus pada kelebihan dan kekurangan suatu karya atau produk, tanpa diulas lebih lengkap lagi.
Objek dari teks uasan deskriptif biasanya berupa karya sastra. Hal ini disebabkan karya sastra membutuhkan ulasan yang berisi penggambaran sejelas-jelasnya agar sepenuhnya dipahami oleh pembaca.
Jika suatu karya atau produk ingin diberikan suatu kritika dari pandangan tertentu, teks ulasan inilah yang dimaksud. Dengan catatan, penulis sepenuhnya menggunakan daya analisis secara objektif, bukan objektif. Artinya, teks ulasan kritis bersifat tidak memihak pada siapapun dan dapat dijadikan sevagai acuan untuk suatu karya atau produk tertentu.
Agar menjadi sebuah teks ulasan yang baik, teks ulasan memiliki struktur yang terdiri atas:
Orientasi
Bagian ini menjelaskan gambaran umum dari suatu karya atau produk, seprti informasi mendasar dan hal-hal lain yang dapat menambah gambaran umum. Selain itu, penulis juga memberikan pemaparan menganai apa yang akan diulas.
Tafsiran
Bagian ini mengulas topik yan diangkat dengan mendetail. Pada umumnya, yang dibahas berupa keunggulan, keunikan, kualitas, dsb, dari karya atau produk tersebut.
Evaluasi
Pada bagian ini, penulis menuangkan segala pandangannya mengenai karya atau produk yang diulas. Sebelum masuk ke dalam bagian evauasi, tentunya, penulis melakukan tafisran yang mendalam atas karya atau produk tersebut. Hal ini disebabkan oleh penulis akan menuliskan kekurangan dan kelebihannya.
Rangkuman
Bagian ini adalah bagian terakhir pada teks ulasan. Pada bagian ini, penulis sampai pada tahap penulisan simpulan dari ulasan atas suatu karya atau produk. Bagini ini juga biasanya terdapat peniaian akhir penulis apakah karya dapat ditonton ataukah tidak, serta begitu juga dengan produk: apakah direkomendasikan untuk dipakai ataukah tidak.
Identitas Karya
Sumber gambar: wikipedia.org
Judul film: Dilan 1990
Jenis Film: Drama
Produser: Ody Mulya
Pemain utama: Iqbal Ramadhan, Vanesha Prescila
Penulis: Pidi B, Titien Wattimena
Produksi: MAX Pictures
Orientasi:
Sebagai film terfavorit sepanjang masa, film “Dilan 1990” disutradarai oleh Pidi Baik dan Fahar Bustomi, serta diperankan oleh salah satu idola remaja Indonesia, yaitu Iqbal Ramadhan dan Vanesha Prescila. Selain itu, film ini merupakan adapatasi dari novel karangan Pidi Baiq.
Tafsiran: Dilan (Iqbal Ramadhan) bertemu dengan Milea (Vanesha Priscela) pada awa tahun 1990 di salah satu SMA di Bandung. Dengan karakter romantis dan humoris yang dimilikinya, dengan percaya diri, Dilan mendekati Milea sehingga pada akhirnya Milea jatuh cinta padanya. Akan tetapi, kisah cinta mereka diterpa dengan berbagai rintangan, salah satunya adalah Beni, seorang anggota geng motor, dan Kang Adi sering menimbulkan masalah. Namun, Dilan selalu memiliki berbagai cara untuk mengatasinya.
Dapat dikatakan bahwa Dilan adalah seseorang laki-laki yang bad boy, tetapi dengan keunikannya, yaitu karakter romantis, humoris, dan penuh dengan gombalan yang tidak picisan. Di samping itu, Milea merupakan sosok perempuan pendiam, penyayang, dan tentunya sangat cantik, serta dia sangat menaruh perhatiannya terhadap Dilan. Alur cerita sama sekali tidak membuat bosan para penonton karena bumbum-bumbu rayuan Dilan untuk Milea selalu ditunggu-tunggu oleh penonton.
Evaluasi:
Iqbal dan Vanesha dapat memerankan sosok Dilan dan Milea dengan penjiwaan yang sangat baik. Selain itu, alur cerita dapat diterima oleh berbagai kalangan dari mulai ramaja, hingga orang tua karena sama sekali tidak rumit. Selain itu, nuansa cerita yang sangat kental dengan tema SMA, membuat penonton mendapatkan nilai intertektualiatasnya. Namun, sinematografi dan setting pada beberapa bagian dinilai belum optimal dalam merepresentasikan Bandung pada tahun 1990an.
Rekomendasi:
Film ini menceritakan kisah cinta yang unik, lucu, menggelitik, dan menegangkan sehingga lengkap rasanya. Terlebih, secara keseluruhan film ini cocok untuk ditonton oleh berbagai kalangan, kecuali yang masih di bawah umur.
Teks persuasif adalah varian teks yang berisi ajakan atau bujukan untuk mendorong seseorang mengikuti harapan dan keinginan yang disampaikan dalam teks melalui pendapat yang diperkuat oleh argumen
Struktur teks persuasif adalah berbagai unsur atau bagian yang membangun teks persuasif. Tim Kemdikbud (2017, hlm. 186) memaparkan bahwa struktur teks persuasif terdiri dari:
Pengenalan isu, yaitu pengantar umum atau penyampaian masalah yang menjadi dasar teks.
Rangkaian argumen, yakni sejumlah pendapat atau argumen yang terkait dengan isu yang telah diperkenalkan sebelumnya. Bagian ini juga biasanya diperkuat oleh pengungkapan fakta untuk menyokong pendapat atau argumen yang disajikan.
Ajakan-ajakan, merupakan inti dari teks yang memberikan dorongan kepada pembaca atau pendengar agar melakukan sesuatu baik secara tersirat maupun tersurat.
Penegasan kembali, yakni menegaskan kembali inti pernyataan, fakta, dan ajakan yang sebelumnya telah dipaparkan melalui simpulan dan rangkuman untuk memastikan bahwa persuasi telah tersampaikan dan dapat diingat lalu memengaruhi pembaca atau pendengar untuk benar-benar mengikutinya.
Sementara itu, dengan pendapat yang serupa tapi cukup tak sama, Mulyadi (2016, hlm. 223) secara lebih singkat dan padat berpendapat bahwa struktur teks persuasi terdiri dari:
Pengenalan isu
Penyampaian mengenai dasar dari masalah tulisan atau pembicaraan.
Rangkaian argumen
Berisi sejumlah pendapat atau argumen mengenai isu yang dikemukakan dan diperkuat oleh bagian fakta untuk mendukungnya.
Pernyataan ajakan
Merupakan bagian yang berisi dorongan kepada pembaca atau pendengar untuk mengikuti pendapat dari teks.
Penegasan kembali
Meyakinkan kembali pembaca terhadap pernyataan pendapat, dan ajakan yang telah disampaikan sebelumnya
Berdasarkan genre atau jenis teks yang menggunakan persuasi, teks persuasif dapat dibagi menjadi sesederhana:
Persuasi propaganda, yang berusaha menggiring pembaca/pendengar terhadap opini tertentu.
Persuasi politik, berusaha untuk mengajak pembaca/pendengar untuk memilih partai atau calon pemimpin dalam kegiatan kampanye politik.
Persuasi advertensi, merupakan teks yang berusaha untuk membujuk pembaca/penontonnya untuk membeli barang atau jasa yang ditawarkan.
Persuasi pendidikan, teks persuasif yang berusaha agar pembacanya mengikuti atau mau mempelajari dan bersikap sesuai dengan pendidikan yang tengah diberikan.
Sementara itu, jika dibedakan berdasarkan teknik atau metode persuasi, Keraf (12011, hlm. 124) mengemukakan. bahwa metode-metode yang bisa dipergunakan dalam persuasi mencakup beberapa poin berikut ini.
Persuasi rasionalisasi, yaitu pembuktian mengenai suatu kebenaran dalam bentuk yang agak lemah, dan berdasarkan suatu dasar pembenaran kepada suatu persoalan saja, di mana dasar atau alasan itu tidak merupakan sebab langsung dari masalah itu;
Persuasi identifikasi , persuasi yang berusaha menghadiri situasi konflik sehingga penulis atau pembicara menganalisa hadirin/pembaca dan seluruh situasi yang dihadapinya dengan seksama untuk membuat gagasan persuasifnya.
Persuasi sugesti, berarti membujuk atau mempengaruhi orang lain untuk menerima suatu keyakinan atau pendirian tertentu tanpa memberi suatu dasar kepercayaan yang logis pada orang yang ingin dipengaruhi.
Persuasi konformitas, yakni persuasi yang dilakukan melalui mekanisme mental untuk menyesuaikan diri atau mencocokkan diri dengan suatu yang diinginkannya itu.
Persuasi kompensasi, merupakan suatu tindakan atau suatu hasil dari usaha untuk mencari suatu pengganti bagi susatu hal yang tak dapat diterima, atau suatu sikap atau keadaan yang tidak dapat diperhatikan, sehingga pembaca atau pendengar merasa “terpuaskan” oleh kompensasi yang diberikan.
Persuasi penggantian (displacement), persuasi dengan cara menggantikan suatu maksud atau hal yang mengalami rintangan dengan suatu maksud atau hal lain yang dapat menggantikannya.
Persuasi proyeksi, yaitu suatu teknik untuk menjadikan sesuatu yang tadinya adalah subyek menjadi objek, sehingga rasa kepemilikian pendengar atau pembaca menjadi lebih kuat. Misalnya: “sekotak hati nurani ini adalah milik kita bersama”.
Berdasarkan berbagai penjelasan pengertian dan strukturnya, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri teks persuasi adalah sebagai berikut.
Berisi ajakan atau dorongan untuk melakukan sesuatu yang dibahas dalam teks.
Terdapat argumentasi atau pendapat penulis agar ajakan dapat dipertimbangkan oleh pendengar atau pembaca.
Berisi fakta yang berusaha membuktikan salah satu kebenaran sebagaimana yang digariskan dari penalaran penulis.
Sasaran proses berpikir teks berorientasi kepada pembacanya, bukan kepada penulisnya sendiri seperti dalam teks argumentasi.
Ide pokoknya biasanya menghindari konflik atau berusaha untuk senetral mungkin agar kepercayaan pembaca tidak hilang karena teks terlalu menjurus pada hal yang spesifik.
Tim Kementerian dan Kebudayaan Republik Indonesia (2017, hlm. 188) mengungkapkan bahwa ciri bahasa atau kaidah kebahasaan teks persuasi adalah sebagai berikut.
Menggunakan kata-kata teknis atau peristilahan yang berkenaan dengan topik yang dibahas. Contohnya jika teks berkenaan dengan permasalahan remaja, maka persuasi akan menggunakan kata: internet, narkoba, reproduksi.
Menggunakan kata-kata penghubung argumentatif seperti: sebab, karena, jika, dengan demikian, akibatnya, oleh karena itu.
Untuk membuat penulis seolah-olah berada di pihak yang sama dengan pembaca dan “sepakat” sehingga lebih terbujuk oleh penulis, biasanya teks menggunakan kata ganti kita, contoh kalimat: kita harus berjuang bersama melawan permasalahan ini.
Menggunakan kata kerja mental, seperti: memprihatinkan, memperkirakan, mengagumkan, diharapkan, menduga, berpendapat, berasumsi, dan menyimpulkan.
Menggunakan kata-kata perujukan dalam pemaparan fakta, seperti: berdasarkan itu, merujuk pada pendapat.
Menggunakan kata kerja imperatif seperti: penting, harus, sepantasnya, jadikanlah.
Sebagai pembanding, berikut adalah pendapat Mulyadi (2016, hlm. 224) yang menjelaskan kaidah kebahasaan sebagai berikut.
Pernyataan yang bersifat bujukan ditandai dengan kata harus, sepantasnya, sebaiknya, hendaknya, dan kata kerja imperatif.
Adanya penggunaan kata ganti “kita” yang bertujuan agar penulis seolah-olah mewakili keinginan pembicara.
Penggunaan kata teknis atau istilah yang berkenaan dengan topik yang dibahas.
Adanya penggunaan kata penghubung yang argumentatif. Misalnya, jika, maka, sebab, karena, dengan demikian, akibatnya, oleh karena itu.
Penggunaan kata kerja mental, seperti diharapkan, memprihatinkan, mengagumkan, berpendapat, dan menyimpulkan.
Untuk meyakinkan dan memperkuat bujukan yang telah dibahas sebelumnya, penulis menggunakan kata-kata perujukan. Misalnya berdasarkan pada…, merujuk pada pendapat…
Langkah-langkah menyusun atau menulis teks persuasi merupakan tahapan mengungkapkan pikiran dan seseorang yang dituangkan ke dalam sebuah teks atau gagasan umum. Tim Kemdikbud mengungkapkan bahwa langkah-langkah teks menulis teks persuasi terdiri dari poin-poin berikut ini.
Menentukan tema yang berisi dorongan atau bujukan utama.
Menyusun rincian yang berisi pengenalan isu dan rangkaian pendapat atau argumentasi.
Mengumpulkan bahan penguat pendapat atau argumentasi berupa data dan fakta.
Mengembangkan teks dengan memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaannya.
Sementara itu, Suparno dan Yunus (2008, hlm.150), berpendapat bahwa ada beberapa langkah untuk menyusun teks persuasi, yakni:
Menentukan tema atau topik teks.
Menentukan tujuan yang mendasari suatup permasalahan yang akan dibawakan.
Mengumpulkan data yang mendukung keseluruhan gagasan teks, dapat diperoleh dari pengalaman empiris atau pengamatan (observasi) kita sendiri pula.
Membuat kerangka teks, kerangka teks disusun berdasarkan struktur dan kalimat-kalimat utamanya.
Mengembangkan kerangka menjadi teks sempurna.
Membuat judul.
Menariknya, judul justru ditentukan di akhir tahap. Hal ini memang salah satu teknik yang sering digunakan oleh penulis profesional seperti jurnalis. Mengapa? Karena judul sangat menentukan ketertarikan utama dari suatu teks.
Hal ini sama dengan bagaimana para pemengaruh sosial media yang membuat judul mereka seagitatif mungkin (click bait). Namun para jurnalis dan sastrawan yang menjunjung tinggi kode etiknya tidak memanfaatkan daya tipu semacam itu dan hanya berusaha untuk membuat judul yang semenarik mungkin.
Teks fiksi dan non fiksi
Rock Gerung
Fiksi adalah energi yang dihubungkan dengan telos dan bersifat fiksi. Dan itu baik. Fiksi adalah fiction, dan itu berbeda dengan fiktif,"ujar rocky. Telos sendiri dalam bahasa Yunani memiliki arti yakni “akhir”, sasaran atau tujuan. Rocky menambahkan, jika dalam agama, fiksi yaitu keyakinan. sedangkan dalam literatur, fiksi yaitu energi untuk mengaktifkan imajinasi.
Krismarsanti (2009:1)
Fiksi merupakan karangan yang berisi kisah atau cerita yang dibuat berdasarkan khayalan atau imajinasi dari pengarang.
Thani Ahmad
Fiksi merupakan suatu cerita naratif yang timbul dari imajinasi suatu penulis atau pengarang serta tidak memperdulikan fakta dari sejarah.
KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Fiksi diartikan sebagai cerita rekaan seperti (roman, novel dan lain sebagainya), rekaan khayalan, dan tidak berdasarkan dengan kenyataan, pernyataan yang hanya berdasarkan khayalan atau pemikiran.
Henry Guntur Tarigan
Menurut Henry Guntur Tarigan, fiksi adalah suatu karya sastra yang berasal dari hasil imajinasi penulis.
Dalam cerita Fiksi bersifat imajinasi dari pengarang
Dalam Fiksi terdapat kebenaran yang tidak mutlak
Biasanya fiksi menggunakan bahasa yang bukan sebenarnya atau konotatif
Karya Fiksi tujuannya menyasar pada emosi dan mengesampingkan logika
Fiksi tidak memiliki sistematika yang baku
Dalam karya Fiksi memiliki pesan moral atau amanat tertentu
1. Roman
Roman adalah bagian dari karya sastra dengan bentuk prosa yang berisi pengalaman kehidupan tokoh, mulai dari lahir sampai dewasa dan meninggal. Roman juga memiliki cerita dengan urutan kejadian yang bersambung satu dengan yang lain yang melukis pengalaman-pengalaman batin dan lahir tokoh-tokohnya.
Contoh Karya Sastra berbentuk Roman:
Si Dul Anak Jakarta
Mencari Pencuri Anak Perawan
Gadis Empat Zaman
2. Novel
Novel adalah karangan prosa panjang yang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang yang berada di sekelilingnya dan menonjolkan watak (karakter) dan sifat setiap pelaku. Novel terdiri dari bab dan sub-bab tertentu sesuai dengan kisah ceritanya.
Contoh Fiksi Novel:
Tenggelamnya Kapal Vander Wick
Laskar Pelangi
Siti Nurbaya
Dilan 1990
3. Cerpen
Cerpen (cerita pendek) adalah jenis karya sastra berbentuk prosa dan bersifat fiktif yang menceritakan/menggambarkan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh secara ringkas disertai dengan berbagai konflik dan terdapat penyelesaian atau solusi dari masalah yang dihadapi.
Contoh Fiksi Cerpen:
Kedelai dan Penjual Garam
Cinderella
Legenda Dewi Bulan
Karangan non fiksi yaitu karangan yang dibuat berdasarkan fakta, realita, atau hal-hal yang benar-benar dan terjadi dalam keidupan kita sehari-hari. Tulisan nonfiktif biasanya berbentuk tulisan ilmiah dan ilmiah populer, laporan, artikel, feature, skripsi, tesis, desertasi, makalah, dan sebagainya.
Buku harian
Buku ilmiah
Buku teks
Dokumen desain
Filsafat
Kamus
Makalah Ilmiah
Panduan dan manual
Sejarah
Surat dan lainnya
1. Asal Mula Gema Di Ruang Hampa
Suatu hari pada sebuah desa hidup seorang wanita cantik yang sombong, ia disukai banyak orang namun dirinya terlalu memandang rendah siapapun yang ingin meminangnya.
Kebiasaan buruk Gema adalah tidak mau menanggapi orang yang dia anggap di bawahnya, Gema akan memperlakukanya seperti orang tersebut tidak ada.
Hingga suatu ketika datanglah seorang laki-laki itu hendak melamar Gema.
“Perkenalkan namaku Erlangga, aku seorang pengawal pribadi pangeran. Aku datang untuk melamarmu”
Mendengarnya Gema hanya diam dan memberikan senyuman sinis dalam hati Gema berfikir hanya seorang pengawal bukan pangeran berani sekali mengajukan lamaran padanya.
“Aku adalah pengawal kesayangan pangeran yang akan menjadi raja negeri ini”
Gema masih saja diam.
“Kamu tuli atau bagaimana?” ucapnya yang seketika membuat Gema memelotot tajam.
Laki-laki itu berjalan medekati Gema “Baiklah kalau itu maumu, hei wanita sombong jika kamu dikarunia mulut namun tidak mau berbicara pada orang yang kamu anggap rendah niscaya mulutmu hanya akan dapat meniru akhir omongan orang saja. Aku pangeran Erlangga mengutukmu!”
Seketika Gema terkejut saat tahu bahwa yang dihadapannya adalah pangeran dan tidak tahu kenapa mulutnya mengeluarkan kata-kata tanpa perintahnya “mengutukmu, mu, mu” ucap Gema dengan terkejut.
Hal itu membuat Gema terkejut dan hal itu membuatnya mulai diolok-olek hingga akhirnya Gema sakit dan tidak ada seorangpun yang mau mengurusnya hingga Gema menutup mata.
Dari sejak itu setiap siapun yang berbicara di ruang hampa akan ada Gema yang menyaut.
2. Matikan Lampu
Terik matahari membuat Bowo membasuh keringatnya yang kian membasahi wajah dan tubuhnya. Siang itu Bowo baru saja diusir dari kamar kosnya karena menunggak.
Mau bagaimana lagi, Bowo hanya seorang buruh bangunan yang kadang kerja dan kadang tidak. Sangat sulit untuk Bowo mencari kamar yang disewakan dengan harga murah, jika harus ukuran sempitpun Bowo bersedia.
Hingga suatu ketika Bowo melihat plang di depan sebuah rumah bertuliskan ada kamar kosong harga murah.
Saat memasuki halaman rumah itu tidak tahu kenapa perasaan Bowo tidak enak, rasanya sunyi, sepi dan dingin.
“Ada perlu apa”
Suara berat itu membuat Bowo seketika terkejut dan jantungnya hampir copot. Seorang wanita parubaya mendekatinya.
“Saya cari kamar kos Bu” ucap Bowo.
“Masuklah, disini ada 1 kamar kosong, kamu tidak perlu membayar hanya saja tetapi listrik sistem pulsa jadi kamu bayar sendiri”
Tentu Bowo terkejut mendengarnya, siapa yang akan memberikan penawaran seperti ini.
“Tapi kamu dengar, lampu kamar jangan pernah dimatikan, walaupun itu pagi ataupun siang”
Bowo mengiyakan saja padahal dirinya tidak akan menuruti hal tersebut, dia harus mengirit.
Letak kamar ini terpisah dari rumah ibu tadi, letaknya di belakang rumah, cukup lusuh dan tidak terawat. Tidak tahu kenapa Bowo seperti merasakan banyak sorotan mata yang memandangnya saat Bowo memasuki kamar.
Karena hari sudah mau malam akhirnya Bowo memilih tidak mematikan lampunya dan mulai bersiap tidur. Tidak tahu kenapa mata Bowo sulit sekali terpejam dan rasanya kamar ini sangatlah dingin.
Pagi harinya walaupun sempat ragu akhirnya Bowo memilih mematikan lampu dan berangkat kerja.
Sore hari saat Bowo pulang dan hendak mandi Bowo melihat lampu kamarnya menyala “Pasti ibu kos, enggak tau orang ngirit apa” ucap Bowo sembari mematikan lampu dan berjalan masuk ke kamar mandi.
Saat Bowo mandi tidak tahu dari mana Bowo mendengar suara orang ramai, seperti di depan pintu kamar mandinya. Sangat dekat dan semakin membesar saja suaranya dengan cepat Bowo meraih handuk dan keluar.
Namun hal yang ditemukan tidak ada, kamar itu kosong tanpa ada satupun orang serta suara ramai tadi telah menghilang.
Bowo merinding seketika dan langsung menyalakan lampu, namun nihil lampu tidak menyala.
Hingga malam lampu masih tidak mau menyala dan Bowo memilih tidak terlalu memikirkannya dan memilih tidur.
Saat baru menutup matanya suara berisik orang terdengar kembali dan Bowo yakin dirinya tidak salah dengar, suara ramai itu ada disini, bersamanya di kamar ini.
Benar saja saat Bowo membuka mata, seketika ruangan terang namun bukan dari cahaya lampu tapi cahaya rembulan yang tidak tahu dari mana.
Begitu juga dengan begitu ramainya makhluk-makhluk tak kasat mata, mulai dari yang berbadan hitam besar dengan mata merah dan tubuh berbulu.
Hingga wanita berpakaian putih dengan rambut panjang yang wajahnya sangat pucat dan penuh darah.
Menatap Bowo lekat-lekat dan seketika jeritan Bowo tidak terelakan. Perlahan makhluk itu mendekati Bowo sembari salah satunya mengucapkan kalimat yang sama dengan ibu kosnya. “Jangan matikan lampu” ucap mereka.
Bowo jatuh pingsan dan saat bangun terkejutlah Bowo mendapati dirinya yang sudah terbaring di sebuah pemakaman.
Teks Drama
Kamu pernah menonton drama di teater atau televisi? Jika pernah, tahukah kamu kalau suatu pertunjukan drama yang dipentaskan itu memerlukan teks agar pementasannya berjalan lancar. Nah, teks yang digunakan untuk pementasan disebut teks drama. Kali ini, kita akan bahas mengenai pengertian teks drama, ciri-ciri, unsur-unsur, hingga contohnya.
Tapi, sebelum membahas materi teks drama, kamu perlu memahami dulu nih, apa itu drama. Drama berasal dari bahasa Yunani, yaitu draomai yang berarti ‘berbuat, berlaku, bertindak, beraksi, dan sebagainya’. Drama juga bisa berarti perbuatan, tindakan atau action.
Jadi, bisa disimpulkan, pengertian drama adalah sebuah lakon atau cerita berupa kisah kehidupan dalam dialog dan lakuan tokoh yang berisi konflik.
Dalam KBBI, drama memiliki beberapa pengertian, di antaranya sebagai berikut:
Drama diartikan sebagai syair atau prosa yang menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (acting) atau dialog yang dipentaskan.
Drama adalah cerita atau kisah yang melibatkan konflik atau emosi, yang khusus disusun untuk pertunjukan teater.
Drama adalah kisah kehidupan manusia yang dikemukakan dalam pentas berdasarkan naskah, menggunakan percakapan, gerak laku, unsur-unsur pembantu (dekor, kostum, rias, lampu, musik), serta disaksikan oleh penonton.
Teks drama adalah teks cerita yang dipentaskan di atas panggung yang menceritakan kehidupan melalui adegan tokoh. Drama juga dapat diartikan sebagai cerita atau kisah yang menggambarkan kehidupan atau watak melalui tingkah laku tokoh serta dialog yang dipentaskan.
Teks drama pada umumnya digunakan sebagai naskah lakon dari para pemeran drama, berupa alur-alur cerita, dan elemen apapun yang mendukung dalam sebuah pementasan drama.
Baca Juga: Ketahui Syarat dan Cara Menulis Proposal Kegiatan
Terus, apa saja sih ciri-ciri teks drama itu? Saat ingin membuat teks drama, tentu kamu perlu memahami karakteristik atau ciri-cirinya, ya. Berikut ciri-ciri teks drama yang bisa kamu perhatikan:
Memiliki cerita berbentuk dialog, baik yang dituturkan oleh narator maupun tokoh.
Memiliki instruksi khusus yang harus dilakukan oleh aktor saat memerankan tokoh di dalamnya dan biasanya ditulis dalam tanda kurung.
Membuat banyak konflik dan aksi.
Teks drama berada di atas atau samping kiri dialog.
Teks drama harus diperankan atau dipentaskan oleh manusia melalui lisan, ekspresi wajah, dan gerakan tubuh.
Biasanya didukung oleh pencahayaan dan musik.
Biasanya dipentaskan dengan durasi kurang dari tiga jam.
Memerlukan latihan khusus sebelum dipentaskan.
Nah, selain ciri-ciri, teks drama juga mengandung beberapa unsur di dalamnya. Unsur-unsur teks drama terbagi menjadi unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Yuk, simak masing-masing penjelasannya berikut ini!
Unsur intrinsik teks drama adalah unsur-unsur pembentuk drama yang terdapat di dalam teks drama. Contohnya seperti tema, latar, tokoh dan penokohan, dialog, babak, konflik, hingga amanat. Mari kita bahas satu per satu!
Tema
Hal pertama dan yang terpenting dari sebuah drama, ialah tema. Tema adalah gagasan utama yang menjalin struktur isi drama. Tema berkaitan dengan proses jalan cerita sebuah drama. Beberapa contoh tema drama antara lain, kemanusiaan, nasionalisme, kasih sayang, persahabatan, dan sebagainya. Bagaimana sebuah drama disampaikan, akan bergantung dari bagaimana tema drama tersebut dipilih oleh penulisnya.
Latar
Setelah tema sudah ditetapkan, unsur teks drama selanjutnya ialah bagiamana latar dari drama tersebut. Latar adalah keterangan tentang tempat, waktu, dan suasana dalam drama.
Tokoh
Masuk ke unsur ketiga yang juga tidak kalah pentingnya, yakni mengenai tokoh. Tokoh adalah pemegang peran yang ada dalam cerita dan menggambarkan karakter atau watak dari perannya. Sebuah drama akan bergantung pada tokoh, karena merekalah yang memerankan setiap karakter dalam cerita disebuah drama. Tokoh-tokoh tersebut juga yang bertanggung jawab dalam menyampaikan ide atau gagasan dari sebuah drama, agar dapat dicerna oleh penonton drama.
Penokohan
Selanjutnya, penulis drama juga harus menetapkan penokohan dalam teks drama. Penokohan adalah proses, cara, atau perbuatan menokohkan, dapat diartikan sebagai proses penciptaan citra tokoh dalam karya sastra. Ada tiga jenis penokohan dalam drama. Pertama, tokoh protagonis atau tokoh utama. Kedua, tokoh antagonis, yaitu tokoh penentang protagonis. Ketiga, tokoh tritagonis, yaitu tokoh pendukung cerita.
Penokohan ini yang kemudian penting untuk menetapkan watak, perilaku, atau sifat utama dari masing-masing tokoh yang memerankan cerita dalam teks drama.
Dialog
Apa yang pertama kali kamu bayangkan ada di dalam sebuah teks drama? Tentunya adalah percakapan atau dialog dari pemerannya, bukan? Dialog dalah percakapan antara dua tokoh atau lebih dalam sebuah drama. Bagian ini merupakan unsur yang penting untuk ada dalam sebuah teks drama, khususnya pada drama yang adegannya terdapat percakapan diantara para tokohnya.
Babak
Selanjutnya, ialah babak. Babak adalah bagian dari lakon drama. Dalam satu lakon atau pementasan, terdiri dari satu atau beberapa babak.
Batas antara babak satu dengan babak selanjutnya ditandai dengan turunnya layar atau padamnya lampu pementasan. Babak dalam suatu drama diperlukan agar penonton dapat mengikuti alur cerita secara jelas dan runut. Selain itu, babak menjadi penting apabila penulis teks drama ingin memainkan sebuah pementasan drama yang terdiri dari beberapa latar waktu maupun tempat yang berbeda.
Konflik
Menurutmu, apa hal yang membuat suatu cerita menjadi seru dan mampu menarik emosi penonton? Yap, bagian tersebut ialah konflik dari sebuah cerita. Konflik adalah ketegangan atau pertentangan dalam drama yang ditandai dengan adanya masalah. Pertentangannya terjadi pada satu tokoh atau antara satu tokoh dengan tokoh lain.
Konflik ini relatif dibutuhkan, karena pada dasarnya sebuah cerita pasti memiliki tujuan atau pesan tertentu yang ingin disampaikan. Konflik atau masalah dapat mengantarkan sebuah pesan tersebut dalam alur cerita di dalam sebuah drama.
Amanat
Seperti yang kita bahas sebelumnya, jika ada suatu konflik atau masalah, pasti akan ada pesan yang bisa kita ambil dari kejadian tersebut. Disitulah fungsi dari amanat. Amanat adalah simpulan tentang ajaran atau pesan moral yang terdapat dalam drama. Amanat dalam drama bersifat ajaran moral dan mendidik. Sebuah drama dapat memiliki lebih dari satu amanat.
Nah, kalau unsur ekstrinsik teks drama adalah unsur-unsur pembentuk drama yang terdapat di luar teks drama. Meskipun begitu, unsur-unsur ini juga memiliki peranan terhadap pembuatan teks drama itu sendiri, ya. Contoh unsur ekstrinsik drama, antara lain biografi pengarang, falsafah hidup pengarang, dan keadaan sosial budaya masyarakat.
Biografi Pengarang
Setiap pengarang memiliki latar belakang atau riwayat hidup yang berbeda-beda. Mulai dari lingkungan ia tumbuh, orang tua, pendidikan, lingkup pertemanan, hingga kepercayaan. Hal ini lah yang bisa mempengaruhi sebuah karya yang diciptakannya. Setiap pengarang, pasti punya nuansa sendiri dalam menciptakan karya mereka.
Falsafah Hidup Pengarang
Sama seperti biografi pengarang, falsafah hidup setiap pengarang naskah drama juga berbeda-beda. Apa itu falsafah hidup? Falsafah hidup adalah pandangan hidup, gagasan, ide, dan sikap batin yang dimiliki setiap manusia. Hal ini akan melandasi tema drama yang akan dibuat.
Keadaan Sosial dan Budaya Masyarakat
Kemudian, situasi sosial dan budaya masyarakat juga menjadi hal yang dipertimbangkan, atau bisa menjadi inspirasi bagi pengarang dalam membuat naskah drama. Dalam hal ini, pengarang akan melihat isu-isu apa yang terjadi dalam masyarakat, agar menarik perhatian audiens drama.
Sebuah teks drama juga memiliki struktur yang menjadi kerangka pembuatan naskah. Struktur teks drama terbagi menjadi 3, yaitu prolog, dialog, dan epilog. Apa saja perbedaannya?
Prolog adalah pembuka atau pengantar yang disampaikan oleh narator atau tokoh tertentu.
Dialog adalah percakapan antartokoh yang menggambarkan cerita.
Epilog adalah kata-kata penutup yang berisi simpulan atau amanat.
Sekarang, kamu sudah tahu ya tentang seluk beluk teks drama. Supaya belajar kamu lebih afdhol, simak contoh teks drama singkat berikut ini, yuk!
Mengejar Cita-Cita
Ada dua anak yang bersahabat sejak kecil bernama Adi dan Anjas. Mereka selalu bersama, tetapi semenjak ayah Adi pindah bekerja mereka berdua pun terpisah. Pada suatu ketika tanpa disadari mereka bertemu kembali.
Ketika bertemu, mereka berbincang-bincang perihal rencana kuliah.
Anjas : “Adi, rencananya kamu mau kuliah di mana?”
Adi : “Aku mau kuliah di PIP.”
Anjas : “Memangnya kamu mau pilih jurusan apa?”
Adi : “Pelayaran. Mau jadi kapten kapal dong hehehe. Hmm tap i…”
Anjas : “Kamu kenapa?”
Adi : “Tapi aku lemah dengan pelajaran fisika.”
Anjas : “Duh jangan sedih dong, sudah enggak apa-apa. Kalau kamu belajar lebih giat lagi kamu pasti bisa. Teruslah berusaha, jangan menyerah. Kejar cita-cita kamu. Eits! Tapi jangan lupa kalau sudah usaha, kita juga harus tetap berdoa.”
Adi : “Iya, terima kasih ya atas masukannya. asti aku bakal belajar lebih giat lagi.”
Anjas : “Nah gitu dong!”
Adi : “Kalau kamu? Mau kuliah dimana?”
Anjas : “Aku belum tau nih. Kira-kira menurut kamu di mana ya? Terus, jurusan apa?”
Adi : “Kalau menurut aku sih lebih baik kamu ikuti kata hati kamu aja. Pastinya yang sesuai dengan bakat dan minat kamu juga.”
Anjas : “Iya sih, tapi masalahnya aku belum tau nih bakat aku di mana.”
Adi : “Ya, kalau menurut aku sih, soal bakat kamu sebaiknya minta pendapat ke orang lain. Misalnya, ke teman, guru, dan juga orang tua. Terus kalau kamu masih bingung juga, aku saranin kamu untuk minta petunjuk Tuhan Yang Maha Esa. Ya, dengan berdoa.
Anjas : “Wah makasih ya, Adi, atas pendapat dan saran kamu. Aku akan coba ikuti saran kamu. Oh iya, udah sore, nih. Aku pulang, ya. Makasih Adi.”
Adi : “Oh iya, oke, deh. . Sama-sama. Makasih juga ya Anjas.”
Setelah perbincangan tadi, mereka berdua menjadi lebih giat belajar. Akhirnya, Anjas telah mengetahui bakat dan minatnya untuk melanjutkan kuliah. .
Waktu terus berlalu. Tidak terasa mereka berdua telah lulus ujian dan mereka pun ingin melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi yang mereka inginkan. Berkat kegigihan yang dilakukan Adi dan Anjas, akhirnya mereka diterima di perguruan tinggi yang mereka impikan.
Sumber :
https://www.ruangguru.com/blog/pengertian-dan-unsur-unsur-teks-drama
Literasi
Judul: Anak Jujur
Nama Penulis: Ali Muakhi
Penerbit: Tiga Serangkai
Jumlah Halaman: 24 halaman
Buku “Anak Jujur” mengisahkan seorang adik bernama Gaga sebagai anak yang jujur. Gaga adalah adik dari Titi. Diceritakan bahwa pensil warna Titi hilang dan ia menemukannya di kamar Gaga. Tetapi, pensil warna itu sudah pendek. Kemudian, Gaga datang dan memberikan pensil warna yang baru. Ia berkata jujur bahwa sedang belajar meraut pensil. Dengan begitu, Titi memaafkan adiknya.
Buku “Anak Jujur” memiliki sampul berwarna putih dan tulisan berwarna menarik. Ceritanya singkat dengan disertai gambar. Cerita ini diceritakan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Buku tersebut menunjukkan keteladanan yang baik untuk selalu bersikap jujur.
Baca Juga :
Kumpulan Contoh Cerita Liburan ke Rumah Nenek Singkat dan Menarik untuk Mengisi Libur Sekolah
Novel “Dear Nathan” menceritakan kisah anak SMA. Novel tersebut bergenre romansa. Dalam kisah tersebut terdapat dua tokoh dengan kepribadian yang berbeda. Salma, seorang gadis yang takut berbuat kesalah, bertemu dengan anak-anak SMA dengan latar belakang yang urakan.
Hal itu membuat Salma tidak nyaman. Apalagi, Salma sudah mendapatkan masalah dengan datang terlambat di hari pertama sekolah.
Akan tetapi, seorang anak laki-laki bernama Nathan membantu Salma lolos dari hukuman. Padahal anak laki-laki itu terkenal dengan sifat yang sering membuat masalah di sekolah.
Judul cerita: Bangau yang Angkuh
Isi cerita:
Tentang burung bangau yang tidak mau makan ikan kecil, sehingga ia menunggu hingga siang hari untuk mendapatkan ikan besar. Akan tetapi, ternyata hanya ada ikan kecil saja. Maka, ia terpaksa makan ikan kecil.
Amanat cerita:
Pesan moral dari cerita itu adalah agar anak-anak tidak bersikap angkuh atau sombong. Sikap angkuh dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Literasi sebagai kemampuan memahami dan mengambil informasi yang didapatkan dari membaca dan menulis. Ada berbagai jenis literasi sesuai dengan tujuan pemaham