TEKS BERITA
1. Pengertian Teks Berita
Menurut Kamus Bahasa Indonesia (KBBI), berita adalah, kabar; cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa hangat.
Teks berita adalah suatu teks yang berisi informasi mengenai suatu hal, kejadian atau peristiwa yang terjadi dan masih hangat dibicarakan oleh banyak orang. Sebuah berita harus berdasarkan fakta tapi tidak semua fakta diangkat menjadi sebuah berita
2. Fungsi teks berita
Fungsi teks berita yaitu kita dapat memperoleh berbagai informasi mengenai suatu hal. Bertambahnya informasi berarti bertambah pula wawasan kita, sehingga kita dapat berfikir secara menyeluruh, efektif, kreatif dan kritis terhadap suatu masalah yang terjadi di sekitar kita.
Dapat disimpulkan fungsi atau manfaat teks berita adalah untuk:
1. Mendapatkan informasi
2. Menambah wawasan
3. Sebagai pelajaran hidup
3.Ciri-ciri Teks Berita:
a) Faktual berdasarkan atas kejadian yang sebenarnya (dapat dipercaya)
b) Aktual sesuatu yang sedang hangat dibicarakan (terkini)
c) Unik dan menarik
d) Seimbang yaitu bersifat netral dan tidak memihak
e) Sistematis dan lengkap
f) Komunikatif dan mudah dipahami oleh semua orang
g) Objektif bersifat apa adanya.
4. Jenis teks berita:
(1) berita langsung (straight news)
(2) berita mendalam (depth news)
(3) berita penyelidikan/penelitian dari berbagai sumber (investigation news)
(4) berita interpretatif / pendapat penulis (interpretative news)
(5) berita opini / pendapat ahli (opinion news)
5.Unsur-unsur Teks Berita
Dikenal dengan istilah 5W+1H.
1. apa (what) apa kejadian atau peristiwa yang diberitakan
2. siapa (who) siapa saja orang yang terlibat
3. kapan (when) kapan waktu kejadian
4. dimana (where) dimana tempat kejadian
5. mengapa (why), memuat alasan dan sebab akibat
6. bagaimana (how) menjelaskan proses terjadinya peristiwa
Dalam bahasa Indonesia sering juga disingkat dengan ADIKSIMBA
Yaitu: Apa, Dimana, kapan, Siapa, Mengapa dan Bagaimana
6.Struktur Teks Berita
1. Kepala Berita, disebut juga Judul Berita merupaka kata kunci yang mewakili keseluruhan isi berita
2. Teras / Lead Berita, merupakan bagian yang sangat penting dari berita. Di dalam teras berita terangkum inti keseluruhan isi berita, berisi jawaban unsur 5W+1H
3. Tubuh Berita, merupakan tempat berita berada, di dalam tubuh berita inilah pembaca dapat mengetahui isi berita secara terperinci
4. Ekor Berita, berisi informasi tambahan. Bagian ini merupakan pelengkap dari sebuah berita.
7. Unsur Kebahasaan Teks Berita
1. Mudah dipahami, yaitu bahasa yang biasa dipakai sehari-hari bersifat standar atau baku.
2. Menggunakan kalimat simpleks atau tunggal yang terdiri atas subjek dan predikat
3. Menggunakan kalimat langsung. Ditandai dengan penggunaan tanda petik ganda disertai keterangan penyertaan.
4. Menggunakan verba transitif : verba yang memerlukan nomina.
Contohnya: Aisyah membeli Koran terbitan hari ini.
5. Menggunakan verba pewarta : kata yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu percakapan.
Contohnya: Shadeq selaku ketua panitia, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk memupuk rasa kepedulian antarsesama di kalangan siswa SMP Islam Al-Ishlah.
6. Menggunakan konjungsi untuk memperjelas maksud berita. Seperti, kemudian, sejak, setelah, awalnya, akhirnya dll.
7. Mempunyai makna yang jelas dan tidak menimbulkan makna yang taksa atau ambigu (membingungkan / bermakna ganda).
8. Meringkas Teks Berita
Ringkasan berguna untuk membuat ide-ide pokok yang mewakili setiap bagian bacaan aslinya. Dalam meringkas berita kita tidak boleh menghilangkan unsur 5W+1H atau ADIKSIMBA namun, kita dapat meringkasnya dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut.
• Pertama, mencermati naskah asli untuk menangkap kesan umum dan sudut pandang pembaca.
• Kedua, mencatat gagasan utama yang mengandung unsur 5W+1H.
• Ketiga, membuat reproduksi, yaitu dengan menyusun kembali suatu karangan singkat (ringkasan) berdasarkan gagasan utama.
• Keempat, ketentuan tambahan yang harus kita cermati adalah (a) sebaiknya menggunakan kalimat tunggal. (b) bila mungkin ringkas kalimat menjadi frasa, frasa menjadi kata, rangkaian gagasan diganti dengan gagasan sentral saja. (c) pertahankan susunan gagasan asli dan ringkas gagasan-gagasan tersebut dalam urutan seperti urutan naskah asli. (d) bila teks mengandung dialog, maka harus diubah kedalam bahasa tak langsung.
9. Menyimpulkan teks berita
Kesimpulan adalah kata-kata akhir dari suatu uraian. Didalam suatu kesimpulan juga harus memuat unsur-unsur berita dengan rumusan yang lebih ringkas. Dengan demikian, kesimpulan tentang isi suatu berita juga harus memanfaatkan ringkasan kita sebelumnya terhadap pokok-pokok informasi dengan berpatokan pada rumus ADIKSIMBA.
10. Tanggapan terhadap isi teks berita
Tanggapan adalah sambutan terhadap suatu ucapan. Isinya bisa berupa kritik atau komentar. Berkaitan dengan pemberitaan, aspek yang ditanggapi bisa berkenaan dengan isi beritanya itu sendiri dan kebahasaannya. Suatu tanggapan dapat berupa kritik, saran, sanggahan, dukungan, ataupun komentar-komentar lainnya. Suatu tanggapan sebaiknya disertai dengan fakta ataupun contoh-contoh dan alasan-alasan yang logis.
11. Langkah-Langkah Menulis Berita
• Pertama, menentukan dengan pasti sumber berita, yakni berupa peristiwa yang menarik dan menyangkut kepentingan orang banyak.
• Kedua, mendatangi sumber berita yakni dengan mengamati langsung dan mewawancarai orang-orang yang bersangkutan dengan peristiwa itu.
• Ketiga, mencatat fakta-fakta dengan berkerangka pada pola 5W+1H.
• Keempat, mengembangkan catatan itu menjadi sebuah teks berita yang utuh, yang disajikan mulai dari bagian penting ke kurang penting
12. Menyunting Teks Berita
Tahap terakhir sebelum berita itu dipublikasikan yakni harus melalui tahap penyuntingan.
Aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam tahap ini adalah sebagai berikut.
· Pertama, kebenaran isi berita, yang ditunjang oleh keakuratan fakta-faktanya.
· Kedua, kelengkapan isi berita, yang ditandai oleh hadirnya komponen-komponen berita yang terangkum dalam 5W+1H.
· Ketiga, struktur penyusunan berita yang dimulai dari bagian yang penting ke bagian yang kurang penting.
· Keempat, penggunaan bahasanya, yang terkait dengan keefektifan kalimat, kebakuan kata, dan ketepatan ejaan dan tanda bacanya.
13. Membacakan Teks Berita
Dalam membacakan berita harus diperhatikan hal-hal berikut:
1. lafal dan pengucapan yang jelas;
2. intonasi yang benar;
3. sikap yang benar;
Kompetensi Dasar
3.3 Mengidentifikasi informasi teks iklan, slogan, atau poster (yang membuat bangga dan memotivasi) dari berbagai sumber yangdibaca dan didengar
3.4 Menelaah pola penyajian dan kebahasaan teks iklan, slogan, atau poster (yang membuatbangga dan memotivasi) dariberbagai sumber yang dibaca dan didengar
4.3 Menyimpulkan isi iklan, slogan, atau poster (membanggakan dan memotivasi) dari berbagaisumber
4.4 Menyajikan gagasan, pesan, dan ajakan dalam bentuk iklan,slogan, atau poster secara lisan dan tulis
Pada ulasan kali ini kita akan membahas mengenai iklan slogan dan poster.
Iklan merupakan salah satu media informasi yang dapat di gunakan untuk menawarkan barang dan jasa,baik secara online maupun offline. Jenis media yang di gunakan antara lain media cetak dan media elektronik. Koran, majalah, televisi, radio, handphone, internet, poster dan lain sebagainya.
Dalam iklan terdapat teks iklan yang berisi kalimat ajakan atau bujukan kepada khalayak ramai agar orang lain tersebut dapat mengenali, membeli dan mengunakan barang atau jasa yang ditawarkan.
Untuk memperkenalkan produk atau jasa kepada orang lain.
Untuk memudahkan orang lain dalam mencari barang atau jasa yang sedang dibutuhkan.
Untuk mempercepat proses penjualan barang atau jasa.
Sebagai media promosi barang yang paling efektif.
Iklan pemberitahuan
Iklan pemberitahuan merupakan jenis iklan yang isinya memberitahukan kepada orang lain tentang hal-hal yang penting. Contoh iklan tentang pemberitahuan pernikahan, iklan tentang peresmian tempat, gedung atau yang lain sejenisnya.
Iklan layanan masyarakat
Iklan layanan masyarakat merupakan jenis iklan yang berisi tentang program-program kegiatan pemerintah. Contohnya seperti iklan program pemerintah pencegahan penyakit polio, program gerakan hidup sehat, program kelestarian lingkungan dan lain-lain.
Iklan penawaran
Iklan penawaran merupakan jenis iklan yang berisi tentang penawaran barang dan jasa.
Unsur pembentuk iklan meliputi:
Sumber iklan adalah dari pemasang iklan yang menanggung keseluruhan dana.
Pesan merupakan isi dari kalimat yang akan di sampaikan kepada orang lain.
Media merupakan sarana yang akan digunakan baik, media cetak maupun media elektronik.
Penerima merupakan bagian dari penerima yang menjadi sasaran objek dari barang yang akan di tawarkan.
Efek adalah bagian dari sifat perubahan yang dialami oleh penerima.
Umpan balik merupakan reaksi yang akan di hendaki penerima.
Dalam iklan media cetak, iklan dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu sebagai berikut:
Iklan baris
Merupakan sebuah iklan dari media cetak (koran) yang penulisan kalimatnya di singkat dan membentuk baris-baris.
Iklan kolom
Merupakan iklan yang di buat dengan bentuk kolom-kolom.
Iklan advertorial
Merupakan sebuah iklan yang penyajiannya di buat seperti bentuk berita.
Iklan display
Merupakan iklan yang bentuk kolom, namun ukurannya lebih besar lagi.
Slogan merupakan perkataan atau kalimat pendek yang singkat dan mudah di ingat. Isi pesan dari kalimat slogan hampir sama dengan iklan teks iklan yang sama-sama bertujuan untuk membujuk kepada orang lain.
Syarat slogan
Kalimat slogan harus singkat
Memiliki pesan dan tujuan yang tersirat
Pilihan data yang indah mengandung visi dan harapan
Objektif dan menarik
Poster merupakan media informasi yang berbentuk plakat yang terdiri atas tulisan dan gambar.
Syarat dalam membuat poster antara lain
Terdapat kalimat yang singkat dan efektif sesuai dengan tema pada gambar.
Bahasa yang jelas dan mudah dipahami.
Menarik perhatian.
Unsur iklan slogan dan poster
Iklan memiliki gambar, kata, gerak, suara dan video
Slogan meliputi kata atau kalimat yang menarik dan terdapat suara
Poster terdapat unsur gambar dan gerak
Pola penyajian teks iklan, slogan dan poster.
Untuk yang pertama adalah tentang penyajian iklan yang perlu di perhatikan. Diantaranya adalah sebagai berikut:
Membuat judul yang menarik, mewakili isi dan pesan yang akan disampaikan.
Membuat kalimat pembuka pada iklan yang efektif sesuai dengan tema.
Berisi kalimat persuasif atau ajakan agar orang lain tertarik.
Terdapat isi tentang keunggulan atau kelebihan produk maupun jasa yang akan tawarkan.
Menentukan tempat atau lokasi pemasangan iklan, baik melalui media cetak maupun media elektronik.
Membuat rencana kelanjutan tentang program keinginan yang dicapai setelah memasang iklan.
Memperbaiki iklan-iklan yang penulisannya salah atau pengeditan.
Penyajian slogan
Teks slogan selalu menyajikan kalimat yang ringkas dan padat. Namun ada juga slogan yang menggabungkan antar kalimat dengan perpaduan gambar. Kalimatnya yang menarik, mencolok dan mudah di ingat oleh publik.
Poster merupakan bagian dari iklan yang di sajikan dalam bentuk yang lebih bebas. Ada poster yang berisi gambar, simbol, dan angka yang disertai dengan penggabungan foto guna memperindah tampilan poster.
Adapun struktur teks iklan, slogan dan poster adalah sebagai berikut:
Judul
Bagian judul adalah bagian yang sangat penting. Setiap iklan, slogan dan poster tentu memiliki judul yang menarik. Namun ada juga iklan yang tidak mencantumkan judul di dalamnya.
Nama produk barang atau jasa
Pada bagian ini berisi tentang produk barang atau jasa yang akan di tawarkan.
Bagian yang berisi penjelasan tentang produk dan jasa yang akan ditawarkan kepada orang lain atau khalayak ramai. Deskripsi kalimat yang
Menggunakan kalimat ajakan atau persuasif
Menggunakan sudut pandang orang sebagai subjek
Menggunakan kata hubung atau konjungsi
Menggunakan kalimat yang mudah dimengerti
Iklan, slogan dan poster jika dibuat dengan desain tampilan bagus, maka orang lain pasti akan tertarik. Sesuai dengan tujuan dari iklan, slogan dan poster akan membuat orang lain khalayak ramai akan mengikuti apa yang kita inginkan sebagai pemasang iklan. Untuk itu, langkah-langkah dalam membuat iklan, slogan dan poster yang harus kita ketahui adalah sebagai berikut:
Membuat tampilan ikan yang menarik
Mencantumkan gambar atau foto pada tulisan sebagai bentuk desain grafis.
Antara gambar dan tulisan usahakan sesuai dengan tema
Menjelaskan tentang harga barang atau jasa sebagai bentuk penawaran
Menunjukkan bukti dan mengajukan harga awal
MENGENAL UNSUR-UNSUR TEKS EKSPOSISI
Pengertian Teks Eksposisi – Struktur, Unsur Kebahasaan, Ciri, Jenis
Teks eksposisi merupakan salah satu jenis teks yang paling sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada saat membaca sebuah berita atau ilmu pengetahuan tertentu. Itulah mengapa teks eksposisi menjadi salah satu ilmu pengetahuan yang wajib dipelajari di sekolah, yaitu melalui bidang ilmu Bahasa Indonesia.
Sama seperti jenis teks lainnya, yaitu teks narasi, teks deskripsi, teks prosedur, dan teks lainnya, teks eksposisi juga memiliki ciri-ciri khusus, struktur, unsur kebahasaan, bahkan jenis-jenisnya yang akan dijelaskan berikut ini.
Table of Contents
· Unsur Kebahasaan Teks Eksposisi
Pengertian Teks Eksposisi
Teks eksposisi merujuk pada sebuah tulisan / karangan dalam bentuk paragraf yang di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan ataupun informasi untuk memberitahukan tentang sesuatu. Teks eksposisi biasanya disajikan dengan bahasa yang padat, singkat dan jelas, agar lebih mudah dan cepat dimengerti oleh si pembaca.
Teks eksposisi merupakan teks yang bersifat ilmiah. Artinya informasi atau pikiran yang hendak disampaikan oleh penulis mengandung pernyataan berupa non fiksi. Selain non fiksi, teks eksposisi bisa mencakup bahasan apa saja, seperti ekonomi, pendidikan, dan lain sebagainya.
Dicermati dari pengertian teks eksposisi, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan dibuatnya teks eksposisi adalah sebagai media untuk menginformasikan, memaparkan atau menjelaskan sesuatu yang bersifat informasi, ilmiah atau non fiksi dengan tujuan agar pembaca mendapatkan pengetahuan.
Struktur Teks Eksposisi
Teks eksposisi tergolong teks yang mudah dibuat, karena memiliki struktur yang jelas dan mudah untuk diaplikasikan. Adapun struktur teks eksposisi adalah sebagai berikut;
1. Tesis (Pembukaan)
Tesis dalam teks eksposisi dinamakan juga dengan pembukaan. Pembukaan dalam teks eksposisi ini dapat berupa pengenalan atau stimulasi yang menggiring pembaca untuk memahami inti dari apa yang hendak disampaikan.
2. Argumentasi (Isi)
Argumentasi adalah point paling penting dalam teks eksposisi. Struktur teks ekposisi kedua ini berupa isi atau ide pikiran apa yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca.
3. Penegasan ulang
Di dalam teks eksposisi terdapat penegasan ulang tentang pemaparan inti yang telah disampaikan pada struktur argumentasi pada isi.
Unsur Kebahasaan Teks Eksposisi
Setiap jenis teks memiliki unsur kebahasaan. Unsur kebahasaan sendiri merujuk pada bagian-bagian yang menyusun teks tersebut. Adapun unsur kebahasaan teks eksposisi adalah sebagai berikut;
1. Pronomina
Pronomina dibagi menjadi dua, yaitu;
§ Pronomina persona atau kata ganti orang. Terbagi menjadi dua, yaitu
§ Pronomina persona tunggal ( Ia, Dia, Anda, Kamu, Aku, Saudara, -nya, -mu, -ku, si-)
§ Pronomina persona jamak ( Kita, Kami, Kalian, Mereka, Hadiri, Para)
§ Pronomina non persona atau kata ganti bukan orang. Terbagi menjadi dua, yaitu;
§ Pronomina petunjuk ( ini, itu, sini, situ, sana)
§ Pronomina penanya ( apa, mana, siapa)
2. Konjungsi
Konjungsi disebut juga dengan kata penghubung, yaitu kata yang digunakan dengan untuk tujuan memperkuat argumentasi di dalam teks tersebut. Konjungsi terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu;
§ Konjungsi waktu
§ Konjungsi tujuan
§ Konjungsi persyaratan
§ Konjungsi pembatasan
§ Konjungsi gabungan
§ Konjungsi penjelasan
§ Konjungsi penyimpulan
§ Konjungsi pilihan
§ Konjungsi pertentangan
§ Konjungsi perincian
§ Konjungsi penguatan atau penegasan
§ Konjungsi sebab-akibat
§ Konjungsi perbandingan
3. Kata leksikal
Jenis kata leksikal, khususnya pada unsur kebahasaan teks eksposisi adalah sebagai berikut;
§ Nomina, yaitu kata yang digunakan untuk merujuk sebuah benda, baik benda yang bersifat nyata maupun benda yang bersifat abstrak.
§ Verba, yaitu kata yang digunakan untuk merujuk suatu pergerakan yang dilakukan oleh pelaku, seperti perbuatan, kegiatan atau proses. Verba bukanlah sebuah sifat.
§ Adjektiv, yaitu kata yang digunakan untuk merujuk pada sebuah sifat ataupun keadaan benda. Benda tersebut meliputi seseorang, binatang, atau benda pada umumnya.
§ Adverbia, yaitu kata yang bersifat melengkapi. Contoh adverbial adalah keterangan waktu, tempat, suasana, cara, alat, dan lain sebagainya.
Selain pengertian, teks eksposisi dapat dikenali melalui ciri-ciri yang menyertainya. Adapun ciri-ciri teks eksposisi adalah sebagai berikut;
1. Bersifat menjelaskan
Teks eksposisi bersifat menjelaskan atau menerangkan tentang sesuatu hal yang berkaitan dengan informasi atau pengetahuan yang real atau ilmiah.
2. Berkaitan erat dengan ilmu pengetahuan
Karena bersifat menjelaskan itulah, teks eksposisi menjadi teks yang sangat erat kaitannya dengan ilmu pengetahuan, termasuk teks yang hadir dalam bentuk berita dan jenis teks eksposisi lainnya.
3. Cara penyampaian lugas dengan bahasa yang baku
Informasi atau pengetahuan di dalam teks eksposisi ditulis dengan cara penyampaian yang lugas dan menggunakan bahasa formal atau baku. Artinya bahasa yang digunakan merupakan bahasa yang resmi.
4. Mengandung fakta
Teks eksposisi dibuat untuk menyampaikan sebuah berita atau pengetahuan yang bersifat fakta. Fakta yang tercantum di dalam teks eksposisi merupakan alat kontribusi dan konkritasi sebagai sebuah bukti bahwa berita, informasi ataupun pengetahuan yang mencoba untuk disampaikan benar adanya.
5. Isi teks eksposisi bersifat netral
Teks eksposisi mengandung isi yang bersifat netral. Artinya apa yang disampaikan atau ditulis di teks eksposisi tersebut bersifat umum, tidak memaksa dan tidak memihak kepada apapun dan siapa pun.
Teks eksposisi menjadi salah satu jenis teks yang sering dibuat. Hal ini karena manfaat teks eksposisi yang luar biasa dalam memberi tambahan informasi atau pengetahuan bagi pembaca.
Teks eksposisi memiliki beberapa macam jenis teks. Pembagian jenis teks eksposisi ini berdasarkan pada jenis ilmu atau informasi yang hendak disampaikan, seperti:
1. Teks eksposisi laporan
Teks eksposisi laporan merupakan jenis teks eksposisi yang tujuan dituliskannya teks tersebut untuk menceritakan suatu peristiwa secara mendetail dan komprehensif.
2. Teks eksposisi definisi
Teks eksposisi definisi merupakan jenis teks eksposisi yang isinya menjelaskan tentang sesuatu dengan cara membatasi sesuatu objek bahasan tersebut.
Tujuan dilakukannya pembatasan terhadap objek yang hendak diterangkan adalah agar sesuatu tersebut menjadi berbeda dengan yang lainnya.
3. Teks eksposisi ilustrasi
Teks eksposisi ilustrasi adalah jenis teks eksposisi yang berisi tentang penggambaran tentang sesuatu dengan cara menerangkan bagian-bagian susunan secara mendetail.
Selain itu, dalam beberapa contoh, teks eksposisi ilustrasi juga digunakan untuk menjelaskan dua hal yang saling berhubungan, namun tidak bersifat membandingkan keduanya.
4. Teks eksposisi proses
Teks eksposisi proses adalah jenis teks eksposisi yang memaparkan sebuah langkah-langkah dari proses tertentu dengan tujuan agar sesuatu proses tersebut menjadi jelas dan mudah dipahami untuk dilakukan atau dipraktekkan.
Teks eksposisi proses biasanya digunakan untuk menjelaskan bagaimana cara membuat atau melakukan sesuatu.
5. Teks eksposisi klasifikasi
Teks eksposisi klarifikasi adalah jenis teks eksposisi yang isinya tentang tulisan yang memaparkan sesuatu sesuai dengan kelompok-kelompoknya.
Tujuan dari pengelompokan di dalam tulisan tersebut adalah untuk menjelaskan tiap kelompok dengan jelas, agar mudah dipahami oleh pembaca.
6. Teks eksposisi perbandingan
Teks eksposisi perbandingan adalah jenis teks eksposisi yang isinya tentang penjelasan sesuatu, namun ditulis dengan cara membandingkan sesuatu tersebut dengan sesuatu yang dinilai lebih mudah untuk dimengerti atau dipahami oleh pembaca. Teks eksposisi perbandingan berbeda dengan teks jenis analog.
Selain keenam jenis teks eksposisi tersebut, teks eksposisi masih memiliki jenis lainnya, seperti analisis, pertentangan dan berita.
Tujuan Teks Eksposisi
Teks eksposisi memiliki tujuan yaitu untuk memberitahukan suatu informasi atau pengetahuan secara terang dan jelas kepada pembaca, agar pengetahuan pembaca bertambah.
Selain itu, tujuan lain dari teks eksposisi ini adalah untuk menginformasikan tentang sesuatu, agar antara pembaca satu dengan yang lainnya tidak terjadi perselisihan karena perbedaan.
Secara ringkas, tujuan dibuatnya teks eksposisi adalah untuk meminimalisir perbedaan penerimaan informasi.
CONTOH TEKS EKSPOSISI TENTANG PENDIDIKAN
Contoh Teks Eksposisi Pendidikan – Umumnya sebuah teks eksposisi disusun secara ringkas dan padat, berisi informasi serta pengetahuan. Sehingga bisa dikatakan bahwa tujuan teks eksposisi untuk menjelaskan informasi tertentu untuk menambah pengetahuan pembaca.
Teks eksposisi tersusun atas 3 struktur yaitu pernyataan pendapat (tesis), argumentasi, dan penegasan ulang pendapat (reiteration). Kali ini kita hanya fokus memberikan contoh teks eksposisi tentang pendidikan.
Apabila kamu tertarik mempelajari pengertian, struktur, tujuan. ciri, jenis teks eksposisi, kami sudah pernah membahas secara rinci di artikel Teks Eksposisi (Lengkap).
Selain itu di artikel tersebut juga terdapat contoh teks eksposisi lingkungan
· Teks Eksposisi Tentang Pendidikan
o Tesis
Sudah beberapa lalu waktu sistem pendidikan di Indonesia telah mengalami perubahan yang sangat signifikan.
Perubahan tersebut berhubungan dengan kurikulum yang digunakan sebagai sistem pendidikan Indonesia.
Dimana kurikulum 2016 yang sudah lama dipakai diganti dengan kurikulum 2013. Walaupun belum semua sekolah menggunakan kurikulum 2016.
Kemendikbud menjelaskan bahwa kurikulum 2013 diprioritaskan untuk sekolah yang mempunyai akreditasi A atau sekolah dengan standar Internasional
Salah satu syarat pelaksanaan kurikulum 2013 bahwa harus bisa terjangkau oleh distribusi buku.
Kemendikbud menuturkan bahwa kurikulum 2013 lebih fokus kepada pembangunan sikap, karakter, pengetahuan, dan keterampilan yang berlandaskan kepada pendekatan ilmiah.
Kurikulum 2013 juga memfokuskan hubungan pembelajaran dengan rasa syukur kepada Tuhan melalui pengamatan, percobaan, atau penciptaan sebuah karya.
Selain itu, Musliar Kasim (wakil kemendikbud) beranggapan bahwa kurikulum 2013 lebih menonjolkan praktik daripada hafalan.
Karena selama ini peserta didik banyak dibebani hafalan tetapi dirasa kurang efektif meningkatkan kreativitas.
Meutia Hatta, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden menuturkan bahwa kurikulum 2013 ini bertujuan untuk membentuk karakter generasi berkualitas, cinta tanah air dan bangsanya.
Kurikulum 2013 menuntut siswa agar berperan aktif dalam proses pembelajaran, sehingga diharapkan agar membentuk generasi yang berkualitas.
Baca juga: Contoh Teks Berita Tentang Pendidikan dan Strukturnya
Tetapi banyak juga masyarakat yang menolak diterapkannya kurikulum 2013 ini. Mereka menganggap perubahan kurikulum ini sangat mendadak dan dengan paksaan.
Ada juga yang beranggapan bahwa kurtilas (kurikulum tiga belas) kurang fokus karena menggabungkan 2 mata pelajaran yang mempunyai substansi pokok yang berbeda.
Walaupun akan membuat mata pelajaran yang akan diajarkan menjadi lebih sederhana, tetapi tingkat pemahaman dan pengetahuan yang dipunyai oleh peserta didik semakin berkurang karena materi tidak dipelajari secara keseluruhan, melainkan terpisah-pisah sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa siswa akan kebingungan.
Salah satu materi yang harus dikuasai oleh siswa SMP adalah materi puisi kelas 8 bahasa Indonesia. Sebagai bentuk ekspresi perasaan, puisi akan membuat orang yang mendalaminya menjadi lebih peka dan lembut perasaannya.
Maka dari itu, setiap siswa perlu untuk mempelajarinya. Meskipun bagi sebagian orang materi tentang puisi ini membosankan, namun faktanya materi ini sangat dibutuhkan.
Dalam buku paket bahasa Indonesia yang dikeluarkan oleh Kemendikbud, ada beberapa pembahasan yang mesti dikuasai dalam materi puisi kelas 8 di sekolah. Semua poin-poin pembahasannya akan Saya bagikan dalam tulisan ini.
Saya mencoba meringkas pembahasannya dengan jelas agar mudah dipahami. Semoga bermanfaat ya.
Puisi merupakan suatu teks yang mengungkapkan pikiran atau perasaan dengan mengutamakan keindahan dari kata-kata. Isi puisi mengungkapkan berbagai hal yang ada dalam kepala penulisnya.
Tema-tema puisi yang biasa diekspresikan oleh anak-anak SMP antara lain:
Keindahan alam
Pengagungan terhadap Sang Pencipta
Rasa sayang terhadap orangtua
Penghormatan kepada guru
Menyayangi teman
Kegelisahan terhadap sesuatu
Selain itu, tentu masih banyak tema lain yang biasa di angkat dalam sebuah puisi.
Dalam puisi, ada beberapa unsur yang terkandung di dalamnya. Unsur adalah hal-hal atau bagian yang membentuk puisi sehingga menjadi sebuah teks yang utuh dan indah. Unsur unsur puisi antara lain:
Kedua unsur ini adalah faktor yang bisa meningkatkan nilai keindahan dalam puisi. Keberadaannya bisa membuat puisi menjadi lebih hidup dan memberikan nuansa estetis bagi orang yang membaca atau menyimaknya.
a. Majas
Majas adalah bahasa kias yang digunakan untuk memberikan kesan tertentu dalam puisi bagi orang yang membaca atau menyimaknya.
Agar dapat memberikan kesan-kesan, maka diperlukan gaya bahasa atau majas yang memiliki makna-makan berikut ini:
Perbandingan
Pertentangan
Pengulangan
Perumpamaan
Majas ini ada banyak jenisnya. Namun, dari sekian banyak jenis majas, ada beberapa majas yang sering muncul. Antara lain:
Majas Personifikasi : Yakni majas yang menyerupakan benda mati seolah bisa hidup layaknya manusia. Misalnya dalam kalimat ‘Hujan turun menyapa bumi’. Dalam kalimat tersebut, hujan yang benda mati seolah-olah bisa hidup seperti manusia dengan melakukan sapaan.
Majas Hiperbola: Yakni majas yang memberikan perumpamaan secara berlebih-lebihan sehingga kalimat atau teks cenderung isinya tidak masuk akal. Contohnya kalimat ‘Ucapanmu berhasil menusuk jantungku‘.
b. Irama
Irama adalah alunan bunyi yang berulang-ulang serta teratur. Keberadaannya memberikan nyawa bagi puisi sehingga lebih hidup dan menancapkan kesan mendalam.
Contohnya:
Aku terdiam, di sepinya malam, memaknai alam
Genderang perang, bangkitkan daya juang, menjemput menang
Kata konotasi merupakan kata yang bukan memiliki makna tidak sebenarnya. Lawan dari konotasi adalah denotasi atau kata sebenarnya.
Untuk memahaminya, coba Kalian cermati kalimat di bawah ini:
Temanku sudah melalui bagian hidup yang pahit.
Pahit secara denotasi, maknanya adalah salah satu jenis rasa dibibir. Namun, dalam kalimat tersebut, pahit maknanya adalah buruk atau tidak mengenakan dalam kehidupan.
Kata-kata berlambang adalah kata yang menjadi simbol bagi suatu maksud tertentu. Simbol ini bisa berupa gambar, warna, namun bisa juga berupa kata-kata.
Pernahkah kalian melihat warna ‘merah’ di lampu lalu lintas? Merah di sana memiliki makna berhenti.
Nah, dalam puisi, simbolnya biasanya berupa kata-kata. Misalnya dalam baris berikut ini:
Kau adalah bunga di tengah belukar
Bunga dalam baris tersebut menjadi lambang bagi keindahan, kecantikan, atau sesuatu yang menarik.
Imaji adalah kata atau susunan kata yang terdapat dalam puisi dan bisa memicu munculnya khayalan atau imajinasi. Dengan demikian, orang yang membaca atau menyimaknya bisa seolah-olah merasa, mendengar, meraba, hingga merasakan apa yang sedang digambarkan dalam puisi.
Terdapat beberapa jenis puisi yang perlu diketahui. Setidaknya ada 3 jenis yang dibahas dalam materi puisi bahasa Indonesia kelas ini. Antara lain:
Puisi naratif merupakan puisi yang isinya berupa ungkapan penyair dalam bentuk cerita atau penjelasan. Sehingga pembaca atau penyimak puisi seolah-olah sedan menyimak atau membaca cerita dengan gaya pengemasan puisi.
Ada setidaknya dua jenis puisi naratif yang terkenal. Yakni:
Puisi Balada: Puisi balada adalah puisi yang berisi cerita mengenai orang hebat, perkasa, atau tokoh yang dipuja-puja.
Puisi romansa: Puisi romansa adalah puisi yang berisi kisah percintaan, perkelahian, hingga petualangan yang disajikan dengan gaya bahasa yang romantik.
Puisi lirik adalah puisi yang isinya berupa ungkapan batin individu penyair yang isinya bisa berupa gagasan, pengalaman, serta suasana batin yang ada dalam diri dan sekitarnya.
Terdapat beberapa jenis puisi lirik ini. Antara lain:
Puisi Elegi: Puisi elegi adalah puisi yang mengungkapkan perasaan duka dari penyairnya.
Puisi Serenada: Puisi serenada adalah puisi yang berisi sajak percintaan yang dapat dinyanyikan.
Puisi Ode: Puisi ode adalah puisi yang berisi pujaan terhadap sesuatu hal seseorang, atau suatu keadaan.
Puisi deskriptif adalah puisi yang isinya berupa pemberian kesan penyair terhadap suatu objek yang ia angkat dalam puisi. Baik itu peristiwa, keadaan, benda, hingga suasana yang menarik.
Setidaknya ada dua jenis puisi deskriptif yang biasanya dibuat. Diantaranya:
Puisi Satire: Puisi satire adalah puisi yang mengungkapkan rasa ketidakpuasan penyair mengenai suatu keadaan dengan cara menyindir atau menyatakan sesuatu yang sebaliknya.
Puisi Kritik Sosial: Puisi kritik sosial adalah puisi yang menyatakan rasa tidak senang terhadap seseorang atau keadaan degan cara membeberkan hal yang rusak pada objek yang di angkat dalam puisi.
Untuk menulis puisi, perlu untuk mengikuti langkah-langkah berikut ini:
Fokuskanlah pikiran serta perasaanmu terhadap suatu gagasan, pengalaman atau permasalahan.
Tuangkanlah hal-hal yang terlintas pada pikiranmu itu. Kemudian pilih kata-kata yang tepat untuk mengekspresikan pikiran dan perasaanmu dalam bentuk baris dan bait.
Lakukanlah proses penyuntingan atau editing untuk menyempurnakan kualitas puisi yang sudah disusun.
Setelah dibuat, puisi ditujukan untuk dibaca di depan publik. Faktanya, tak semua orang yang mahir membuat teks puisi bisa dengan mudah dan terampil membacakan puisinya kepada banyak orang.
Jika Kamu ingin menjadi pembaca puisi yang baik, maka perlu untuk memperhatikan hal-hal yang menjadi faktor pembacaan puisi yang baik berikut ini:
Ekspresi dalam puisi adalah ungkapan atau proses menyatakan atau memperlihatkan maksud, perasaan, dan gagasan. Wujud ekspresi dalam puisi biasanya diwujudkan dalam wujud air muka atau wajahnya.
Penting untuk memperhatikan bagaimana rupa wajah ketika menyatakan baris atau bait-bait tertentu agar muncul kesesuaian antara apa yang dimaksud dalam teks puisi dengan ekspresi yang dikeluarkan dalam penampilan.
Lafal adalah ucapan seseorang pada huruf atau kata yang diungkapkannya. Dalam puisi, setiap kata yang ada dalam teks harus dilafalkan dengan jelas agar maksud dan maknanya sampai kepada pemirsa. Baik huruf vokal maupun huruf konsonan, keduanya sama pentingnya.
Tekanan adalah kuat dan lemahnya cara pengucapan kata atau kalimat dalam sebuah puisi. Penggunaan tekanan pada bagian-bagian tertentu dalam puisi berfungsi untuk menegaskan sesuatu. Sehingga pendengar menjadi lebih perhatian pada bagian-bagian yang ditekankan.
Intonasi adalah naik serta turunnya lagu dalam kalimat. Fungsi intonasi ini untuk menjelaskan maksud dari baris dalam puisi, apakah fungsinya untuk bertanya, memerintah, menyampaikan informasi, atau yang lainnya?
Musikalisasi puisi adalah mengubah puisi menjadi sebuah lagu dengan memiliki keselarasan di antara keduanya.
Dalam melakukan musikalisasi puisi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Tidak boleh mengganti atau mengubah larik dalam puisi yang hendak diubah menjadi lagu.
Aransemen musikalisasi puisi yang baik perlu menangkap karakter puisi yang digubah.
Teks Laporan Hasil Observasi
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, teks laporan hasil observasi dapat dikatakan sebagai sebuah naskah yang memiliki wujud kata-kata penulis secara original atau asli. Sementara itu, apabila diartikan secara harfiah, laporan memiliki definisi sebagai segala sesuatu yang disampaikan, diadukan, dan dilaporkan. Sedangkan, observasi sendiri memiliki arti sebagai suatu kegiatan pengamatan yang memiliki tugas untuk melakukan peninjauan secara cermat.
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa teks laporan hasil observasi merupakan sebuah catatan atau naskah yang ditulis berdasarkan kegiatan pengamatan. Teks laporan hasil observasi biasanya digunakan untuk memperoleh hasil riset yang mendalam tentang manusia, hewan, tumbuhan, benda, sosial, budaya atau suatu lingkungan tertentu. Teks laporan hasil observasi juga umumnya memuat berbagai fakta yang bisa dibuktikan secara ilmiah.
Tujuan teks laporan hasil observasi pada dasarnya adalah untuk memperoleh informasi atau penjelasan tentang suatu masalah berdasarkan sudut pandang keilmuan tertentu. Teks laporan hasil observasi juga memiliki tujuan seperti menyajikan berbagai hasil pengamtan kepada pembaca dengan penjelasan yang mendalam, sistematis, cermat, dan tentunya sesuai fakta yang ada.
Nah, berikut ini adalah tujuan teks laporan hasil observasi yang perlu diketahui, di antaranya yaitu:
Teks laporan hasil observasi berisi tentang ragam informasi penting dari hasil pengamatan yang disesuaikan berdasarkan kriteria tertentu. Kegiatan observasi yang dilakukan juga bersifat sistematis dan objektif, sehingga dapat menemukan sebuah jawaban atau hipotesis atas permasalahan.
Teks laporan hasil observasi memiliki tujuan menyajikan informasi tentang suatu hal berdasarkan kriteria dan fakta yang ada.
Setelah berhasil menentukan objek penelitian dari hasil pengamatan, maka dapat diambil sebuah kesimpulan yang memiliki manfaat untuk pembelajaran dan pengetahuan. Kesimpulan dalam teks laporan hasil observasi sama dengan penutup dari naskah ini.
Setelah memahami pengertian sekaligus tujuan dari teks laporan hasil observasi, berikut ini adalah ciri-ciri atau karakteristik dari teks laporan hasil observasi.
Ciri-ciri pertama dari teks laporan hasil observasi yaitu penyusunan yang dilakukan secara sistematis. Hal ini dapat dipahami bahwa teks ini memiliki susunan yang urut sesuai dengan struktur teks laporan hasil observasi.
Ciri-ciri yang kedua dari teks laporan hasil observasi adalah penjelasan yang menggunakan sudut pandang keilmuan tertentu. Teks laporan hasil observasi memiliki tugas untuk menyajikan informasi yang diperoleh dari hasil pengamatan sesuai fakta yang benar-benar terjadi. Berbagai informasi yang telah diperoleh ini harus dapat dibuktikan secara ilmiah.
Ciri-ciri ketiga dari teks laporan hasil observasi adalah berisi tentang pembahasan tentang suatu objek atau situasi tertentu yang dibahas secara umum. Objek yang dilakukan pengamatan pada teks laporan hasil observasi cukup banyak, misalnya seperti manusia, hewan, tumbuhan, ekosistem, sosial, hingga budaya.
Ciri-ciri yang keempat dari teks laporan hasil observasi yaitu memuat perincian bagian dari suatu objek yang ditulis. Perincian bagian yang dimaksudkan dalam teks laporan hasil observasi ini adalah dalam wujud klasifikasi dan informasi tentang ciri-ciri objek. Sebagai contoh, seorang siswa sedang mengamati pertumbuhan kecambah. Ciri-ciri yang dapat diperoleh oleh objek tersebut dapat dalam wujud tumbuhan jenis polong-polongan yang hidup di wilayah tropis, batangnya berbulu, berwarna hijau dan kecoklatan.
Ciri-ciri kelima dari teks laporan hasil observasi adalah menggunakan bahasa yang baku dan jelas. Dalam menulis teks laporan hasil observasi, seorang penulis harus memahami bahasa yang baik dan benar sehingga dapat menulis dengan menggunakan bahasa yang baku. Hal ini dikarenakan teks laporan hasil observasi merupakan tulisan ilmiah, sehingga penulis dituntut menggunakan bahasa yang baku sehingga memudahkan pembaca untuk lebih mudah paham
Setelah mengetahui pengertian, tujuan, hingga ciri-ciri dari teks laporan hasil observasi, berikutnya adalah struktur teks laporan hasil observasi yang perlu diketahui.
1. Judul
Bagian pertama dari teks laporan hasil observasi adalah judul. Judul ini sendiri biasanya terletak di bagian depan sebelum paragraf awal. Judul biasa dapat menjadi ciri khas yang mengandung tentang informasi secara keseluruhan dari hasil pengamatan yang telah dilakukan.
Bagian kedua dari teks laporan hasil observasi adalah klasifikasi umum. Klasifikasi umum sendiri memuat garis besar dari sebuah fenomena benda yang sedang dibicarakan. Dalam teks laporan observasi ini klasifikasi umum memiliki tugas untuk mengenalkan berbagai informasi yang akan disajikan kepada pembaca.uted: 0.17%
Fullscreen
Bagian yang ketiga dari teks laporan hasil observasi adalah deskripsi bagian. Deskripsi bagian biasanya memuat berbagai gambaran tentang benda atau fenomena yang sedang dilakukan observasi. Sebagai contoh, apabila sedang meneliti tumbuhan, maka informasi yang disajikan harus mampu mengenalkan tentang fisik bunga, akar, buah, dan juga data dari orang lain.
Setelah mengetahui pengertian, tujuan, ciri-ciri, hingga struktur, selanjutnya akan dijelaskan tentang kaidah kebahasaan pada teks laporan hasil observasi. Kaidah kebahasaan sendiri merupakan gaya bahasa khas yang dimiliki oleh sebuah teks. Kaidah kebahasaan ini biasanya digunakan untuk membedakan antara teks satu dengan teks yang lain.
Penggunaan kaidah kebahasaan pada teks laporan hasil observasi banyak menggunakan kata benda atau frasa nomina. Selanjutnya, setelah banyak menggunakan kata benda akan dilanjut dengan deskripsi atau deskripsi. Misalnya saja pada contoh kalimat, ‘makanan yang ada di dapur’. Pada kalimat tersebut, kata benda berupa ‘makanan’ termasuk dalam kelompok kata benda atau frasa nomina. Sementara, kata ‘di dapur’ memiliki fungsi kata sebagai kata deskriptif yaitu untuk menjelaskan kata sebelumnya. Hal ini berarti, frasa pada kalimat tersebut adalah semua makanan yang ada di dapur.
Kaidah kebahasaan yang pertama pada teks laporan hasil observasi adalah verba relasional. Verba relasional biasanya digunakan pada beberapa istilah tertentu di bidang tertentu. Contoh kata verba ini yaitu seperti, terdiri atas, disebut, merupakan, termasuk, digolongkan. Contoh pemakaian kalimat verba relasional misalnya yaitu ‘pensil merupakan salah satu alat tulis’.
Pada teks laporan hasil observasi tidak hanya menggunakan verba relasional, namun juga kerap kali menggunakan kata verba aktif. Kata-kata pada verba aktif tidak terlalu banyak imbuhan kata, misalnya seperti makan, minum, tidur.
Kaidah kebahasaan yang kedua pada teks laporan hasil observasi adalah kata penghubung. Penggunaan kata penghubung dalam teks laporan hasil observasi banyak sekali ditemukan. Misalnya yaitu, kata penghubung penambahan seperti dan, serta. Kemudian, kata penghubung persamaan, seperti sedangkan, namun, melainkan, persamaan, tetapi. Dan yang terakhir kata penghubung pilihan, seperti atau.
Kaidah kebahasaan yang ketiga pada teks laporan hasil observasi adalah istilah keilmuan. Istilah keilmuan sendiri memiliki beberapa contoh yaitu seperti, degeneratif, mutualisme, simbiosis, karnivora, osteoporosis.
Kaidah kebahasaan yang terakhir pada teks laporan hasil observasi adalah kalimat utama. Kalimat utama pada teks laporan hasil observasi untuk menyusun dan menyajikan informasi. Selanjutnya, setelah penggunaan kalimat utama, maka akan dilanjutkan dengan kalimat penjelas yang memuat rincian informasi yang dilaporkan di beberapa paragraf.